Senin, 25 Februari 2019

Lebih Dari Satu Bulan Belum Juga Dibuka, Blockade Jalan R3 Bogor Dijebol

Sampai hari ini jalan Regional Ring Road (R3) di Kelurahan Katulampa, Kota Bogor masih di blockade.

Penutupan jalan tersebut dilalakukan Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perhubungan Kota Bogor karena lahan R3 masih sengketa.

Akibatnya akses lalu lintas pun terputus.

Banyak warga terutama pengendara motor yang menjadi korban dari penutupan jalan tersebut.

Seperti Juna, seorang pekerja antar jemput barang yang kesulitan karena jalan tersebut ditutup.

"Iya jadi lebih jauh, kerjaan kuli antar jemput laundry, biasanya saya ke daerah Villa Baranangsiang, karena akses jalan ditutup muter jauh," ujarnya.

Sementara itu akses jalan R3 yang semula di blockade menggunakan barier beton pun di jebol.

Beberapa pengendara motor pun nekat menaiki trotoar untuk bisa melintasi jalur R3.

Kebun Raya Bogor Akan Terapkan Larangan Mobil Pengunjung Berstiker Capres-Cawapres

Manajemen Kebun Raya Bogor akan menerapkan aturan soal pelarangan terhadap mobil pengunjung yang berstiker capres-cawapres maupun yang berbau politis lainnya.

Plt Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Hendrian menuturkan, hal tersebut dilakukan agar kawasan Kebun Raya Bogor tetap menjadi tempat netral dan non-politis.

"Kami ingin menyampaikan, Kebun Raya Bogor ini adalah fungsinya konservasi, penelitian, pendidikan lingkungan. Tentunya, kami harus menjaga hal itu," ucap Hendrian, saat ditemui di Kebun Raya Bogor

"Mungkin demi kebaikan bersama sebaiknya hal-hal yang bernuansa kampanye dan lain sebagainya, jadi tidak satu atau dua hal, kita jaga bersama lah," katanya. 

Terkait insiden salah satu mobil pengunjung yang dilarang masuk karena berstiker capres-cawapres Prabowo-Sandiaga, Herdian berdalih hal itu terjadi karena adanya kesalahpahaman antara petugas di lapangan dengan pengunjung yang bersangkutan. 

Meski begitu, kata Herdian, di akhir pembicaraan, pengunjung tersebut diperbolehkan masuk. 

"Itu lebih kepada kesalahpahaman ya, bukan insiden. Jadi, kemarin sore ada pengunjung yang ingin masuk ke sini dan dikendaraanya itu ada stiker salah satu pasangan capres-cawapres," sebut dia. 

"Dan menurut laporan temen-temen yang bertugas di lapangan, saat itu ada beberapa orang yang minta izin menanyakan dulu. Jadi, sifatnya hanya memastikan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak perlu," sambungnya lagi. 

Kurangi Macet, Pembangunan LRT Diusulkan hingga ke Bogor

Berbagai upaya untuk mengatasi kemacetan di kawasan Puncak terus dilakukan Pemkab Bogor. Selain one way atau satu arah, penting juga dilanjutkan pembangunan kereta Light Rail Transit (LRT) yang saat ini baru sampai Cibubur, dilanjutkan hingga Desa Cibanon, Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Hal tersebut akan bermanfaat mengurai kemacetan bukan hanya disekitar Sukaraja saja, tapi juga berdampak hingga kawasan Puncak. "Maka dari itu, dalam setiap kesempatan, Pemkab selalu mengusulkan dan berharap agar pembangunan LRT yang dikerjakan pemerintah pusat berlanjut hingga Kecamatan Sukaraja," ungkap Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Supriyanto.

Menurut Supriyanto, transportasi LRT yang dalam waktu dekat beroperasi hingga Cibubur diharapkan secepatnya bisa berlanjut hingga Cibanon, Sukaraja, Kabupaten Bogor."Karena di lokasi ini, kami sudah menyediakan lahan fasos fasum sekitar 10 hektare. Sehingga, selain bisa digunakan untuk LRT, minimal dua hektare bisa dibangun park and ride untuk kendaraan yang hendak ke Puncak," ujarnya.

Dia menuturkan, park and ride itu sangat bermanfaat sebagai solusi kemacwtan Puncak, karena masyarakat dapat memarkirkan kendaraannya. "Daripada terjebak macet berjam-jam tidak bisa naik (ke Puncak) mending naik bus pengumpan. Misalnya ketika sedang berlaku sistem satu arah. Busnya itu mungkin, bisa minta bantuan dari Taman Safari atau Taman Wisata Matahari," terangnya.

Menurutnya, hingga saat ini Pemkab juga saat ini secara umum sedang berusaha melakukan penataan transportasi sesuai pembahasan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ)."Kita sudah mengalokasikan dana senilai Rp500 juta. Dana yang disediakan untuk RITJ tidak hanya bersumber dari APBD, melainkan juga APBN, APBD Provinsi, dan dari swasta," tuturnya.

Sebab, lanjut dia, jika hanya mengandalkan dari pemerintah, untuk menata transportasi menjadi hal yang sulit dan mustahil. "Kita harapkan sinergi, sekarang sedang disusun dengan Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian yang lain, mana yang harus dianggarkan APBD mana yang Pemerintah Pusat atau provinsi, atau swasta," terangnya.

Terkait dengan itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, sedang merancang sejumlah program untuk mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan transportasi publik.

"Langkah upaya kita dalam penyediaan moda transportasi publik di Kabupaten Bogor itu banyak. Baik yang berbasis jalan dalam konteks angkutan massal, maupun rel kereta. Kita mengharapkan ada percepatan pembangunan sejumlah Transit Oriented Development (TOD) di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor," jelasnya.

Menurutnya, yang terpenting saat ini pertama adalah dalam mendukung program pemerintah pusat dalam mengintegrasikan sarana transportasi Jabodetabek sebagai upaya menggeser masyarakat agar beralih dari angkutan pribadi ke umum.

"Kemudian sebagaimana target Bupati Bogor yang sekarang ini, permasalahan transportasi publik yakni jalan di Kabupaten Bogor ini masih banyak yang belum terinjak angkutan umum. Targetnya kalau tak salah 80% jalan-jalan di Kabupaten Bogor diisi angkutan umum (angkot dan bus). Sekarang baru 60%," paparnya.

Terkait angkutan massal, pihaknya selalu berkordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Saat ini, pihaknya masih bekerjasama dengan BPTJ, khususnya menyangkut supply and demand. "Sedangkan untuk yang jalan raya itu kewenangan kita. Sehingga tujuan kita sebagai pelayan masyarakat terpenuhi. Sebab sudah menjadi kewajiban kita menyediakan angkutan umum agar masyarakat dalam beraktifitas dari satu tujuan ke tujuan yang lain bisa berbiaya murah," ucapnya.