Senin, 25 Februari 2019

Lebih Dari Satu Bulan Belum Juga Dibuka, Blockade Jalan R3 Bogor Dijebol

Sampai hari ini jalan Regional Ring Road (R3) di Kelurahan Katulampa, Kota Bogor masih di blockade.

Penutupan jalan tersebut dilalakukan Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perhubungan Kota Bogor karena lahan R3 masih sengketa.

Akibatnya akses lalu lintas pun terputus.

Banyak warga terutama pengendara motor yang menjadi korban dari penutupan jalan tersebut.

Seperti Juna, seorang pekerja antar jemput barang yang kesulitan karena jalan tersebut ditutup.

"Iya jadi lebih jauh, kerjaan kuli antar jemput laundry, biasanya saya ke daerah Villa Baranangsiang, karena akses jalan ditutup muter jauh," ujarnya.

Sementara itu akses jalan R3 yang semula di blockade menggunakan barier beton pun di jebol.

Beberapa pengendara motor pun nekat menaiki trotoar untuk bisa melintasi jalur R3.

Kebun Raya Bogor Akan Terapkan Larangan Mobil Pengunjung Berstiker Capres-Cawapres

Manajemen Kebun Raya Bogor akan menerapkan aturan soal pelarangan terhadap mobil pengunjung yang berstiker capres-cawapres maupun yang berbau politis lainnya.

Plt Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Hendrian menuturkan, hal tersebut dilakukan agar kawasan Kebun Raya Bogor tetap menjadi tempat netral dan non-politis.

"Kami ingin menyampaikan, Kebun Raya Bogor ini adalah fungsinya konservasi, penelitian, pendidikan lingkungan. Tentunya, kami harus menjaga hal itu," ucap Hendrian, saat ditemui di Kebun Raya Bogor

"Mungkin demi kebaikan bersama sebaiknya hal-hal yang bernuansa kampanye dan lain sebagainya, jadi tidak satu atau dua hal, kita jaga bersama lah," katanya. 

Terkait insiden salah satu mobil pengunjung yang dilarang masuk karena berstiker capres-cawapres Prabowo-Sandiaga, Herdian berdalih hal itu terjadi karena adanya kesalahpahaman antara petugas di lapangan dengan pengunjung yang bersangkutan. 

Meski begitu, kata Herdian, di akhir pembicaraan, pengunjung tersebut diperbolehkan masuk. 

"Itu lebih kepada kesalahpahaman ya, bukan insiden. Jadi, kemarin sore ada pengunjung yang ingin masuk ke sini dan dikendaraanya itu ada stiker salah satu pasangan capres-cawapres," sebut dia. 

"Dan menurut laporan temen-temen yang bertugas di lapangan, saat itu ada beberapa orang yang minta izin menanyakan dulu. Jadi, sifatnya hanya memastikan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak perlu," sambungnya lagi. 

Kurangi Macet, Pembangunan LRT Diusulkan hingga ke Bogor

Berbagai upaya untuk mengatasi kemacetan di kawasan Puncak terus dilakukan Pemkab Bogor. Selain one way atau satu arah, penting juga dilanjutkan pembangunan kereta Light Rail Transit (LRT) yang saat ini baru sampai Cibubur, dilanjutkan hingga Desa Cibanon, Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Hal tersebut akan bermanfaat mengurai kemacetan bukan hanya disekitar Sukaraja saja, tapi juga berdampak hingga kawasan Puncak. "Maka dari itu, dalam setiap kesempatan, Pemkab selalu mengusulkan dan berharap agar pembangunan LRT yang dikerjakan pemerintah pusat berlanjut hingga Kecamatan Sukaraja," ungkap Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Supriyanto.

Menurut Supriyanto, transportasi LRT yang dalam waktu dekat beroperasi hingga Cibubur diharapkan secepatnya bisa berlanjut hingga Cibanon, Sukaraja, Kabupaten Bogor."Karena di lokasi ini, kami sudah menyediakan lahan fasos fasum sekitar 10 hektare. Sehingga, selain bisa digunakan untuk LRT, minimal dua hektare bisa dibangun park and ride untuk kendaraan yang hendak ke Puncak," ujarnya.

Dia menuturkan, park and ride itu sangat bermanfaat sebagai solusi kemacwtan Puncak, karena masyarakat dapat memarkirkan kendaraannya. "Daripada terjebak macet berjam-jam tidak bisa naik (ke Puncak) mending naik bus pengumpan. Misalnya ketika sedang berlaku sistem satu arah. Busnya itu mungkin, bisa minta bantuan dari Taman Safari atau Taman Wisata Matahari," terangnya.

Menurutnya, hingga saat ini Pemkab juga saat ini secara umum sedang berusaha melakukan penataan transportasi sesuai pembahasan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ)."Kita sudah mengalokasikan dana senilai Rp500 juta. Dana yang disediakan untuk RITJ tidak hanya bersumber dari APBD, melainkan juga APBN, APBD Provinsi, dan dari swasta," tuturnya.

Sebab, lanjut dia, jika hanya mengandalkan dari pemerintah, untuk menata transportasi menjadi hal yang sulit dan mustahil. "Kita harapkan sinergi, sekarang sedang disusun dengan Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian yang lain, mana yang harus dianggarkan APBD mana yang Pemerintah Pusat atau provinsi, atau swasta," terangnya.

Terkait dengan itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, sedang merancang sejumlah program untuk mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan transportasi publik.

"Langkah upaya kita dalam penyediaan moda transportasi publik di Kabupaten Bogor itu banyak. Baik yang berbasis jalan dalam konteks angkutan massal, maupun rel kereta. Kita mengharapkan ada percepatan pembangunan sejumlah Transit Oriented Development (TOD) di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor," jelasnya.

Menurutnya, yang terpenting saat ini pertama adalah dalam mendukung program pemerintah pusat dalam mengintegrasikan sarana transportasi Jabodetabek sebagai upaya menggeser masyarakat agar beralih dari angkutan pribadi ke umum.

"Kemudian sebagaimana target Bupati Bogor yang sekarang ini, permasalahan transportasi publik yakni jalan di Kabupaten Bogor ini masih banyak yang belum terinjak angkutan umum. Targetnya kalau tak salah 80% jalan-jalan di Kabupaten Bogor diisi angkutan umum (angkot dan bus). Sekarang baru 60%," paparnya.

Terkait angkutan massal, pihaknya selalu berkordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Saat ini, pihaknya masih bekerjasama dengan BPTJ, khususnya menyangkut supply and demand. "Sedangkan untuk yang jalan raya itu kewenangan kita. Sehingga tujuan kita sebagai pelayan masyarakat terpenuhi. Sebab sudah menjadi kewajiban kita menyediakan angkutan umum agar masyarakat dalam beraktifitas dari satu tujuan ke tujuan yang lain bisa berbiaya murah," ucapnya.

Kamis, 24 Januari 2019

Demi Merangkul Suporter Jawa Barat, Bogor FC Tambah Nama

Keputusan ini diambil agar suporter Laskar Kujang tak sebatas warga Bogor saja.

Bogor FC akan mempunyai sesuatu yang baru untuk kompetisi Liga 2 2019. Klub berjulukan Laskar Kujang tersebut berencana mengubah nama menjadi Pajajaran Bogor FC.

CEO Bogor FC Effendi Syahputra menjelaskan keputusan ini diambil untuk merangkul suporter yang berada di Jawa Barat. Ia mau pendukung timnya tak hanya sekadar warga Bogor saja.

Effendi pun menyebutkan hal ini akan dibicarakannya kepada PSSI ketika Kongres Tahunan dilaksanakan. Agenda tersebut berlangsung di Bali pada 20 Januari mendatang.

"Saat di kongres nanti, ada kemungkinan kami akan memasukan proposal bahwa akan ada penambahan nama, menjadi Pajajaran Bogor FC, untuk meliputi seluruh teman-teman yang ada di daerah lain seperti Depok, Sukabumi, Ciawi, Cianjur," kata Effendi.

"Jadi menegaskan lagi bahwa kami Jawa Barat, seperti kerajaan Pajajaran. Kami ingin memastikan bahwa Bogor ini tidak ada sekat, seluruh Bogor, dan ini juga masih menunggu persetujuan PSSI," tambahnya.

Bogor FC jadi satu di antara klub dari Liga 3 yang promosi ke Liga 2 musim ini. Vladimir Vujovic bakal menjadi pelatih klub tersebut menggantikan posisi Jan Saragih.

Sumber: http://goo.gl/DjJK6V/a>


Rabu, 23 Januari 2019

Disdik Kabupaten Bogor Bakal Bangun Empat SMP Negeri, Ini Datanya

Rencananya, tahun ini Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor akan kembali membangun empat sekolah menengah pertama (SMP) Negeri.

Hal tersebut, disampaikan Kadisdik Kabupaten Bogor Luthfie Syam saat ekspos program kerja di Ruang Rapat Pendopo Bupati Kabupaten Bogor,

Kadisdik Luthfie Syam menjelaskan, ekspos dilakukan untuk memberikan gambaran, terkait berbagai hal serta program yang menjadi kegiatan kerja Disdik di tahun anggaran 2019.

“Selain penjabaran prihal berbagai program kerja. Melalui ekspose ini Disdik juga memaparkan langkah-langkah teknis, serta kebutuhan pengambilan kebijakan demi mendukung 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bogor,” jelasnya, seperti dilansir Radar Bogor dalam keterangan resmi Disdik lewat Webnya.

Dipaparkan Luthfie, setidaknya penjabaran program meliputi kegiatan sarana dan prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan, kebijakan struktural, hingga wacana pengimpelentasian Pancakarsa.

Namun, terdapat beberapa paparan program kerja yang dinilai memerlukan, langkah serta kebijakan cepat dari Pemerintah Daerah (Pemda).

“Di antaranya kebijakan tersebut yakni, pembenahaan dan revisi pembubaran UPT Pendidikan, penerbitan SK lokasi bagi empat SMP negeri yang akan dibangun, dan pengisian kursi kepala sekolah,” paparnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Kepala BPKAD Kabupaten Bogor, Didi Kurnia. Didi mengatakan, hingga saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Disdik. Terutama perihal penerbitan SK lokasi bagi empat SMP negeri.

“Ke empat SMP negeri tersebut yakni, SMPN 2 Tajurhalang, SMPN 3 Jonggol, SMPN 4 Gunungputri, dan SMPN 3 Megamendung,” ungkapnya.

Sementara, Wakil Bupati Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan mengemukakan, dirinya berharap persoalan yang ditemukan dalam realisasi program kerja Satuan Kerja Prangkat Daerah (SKPD). Mampu diatasi bersama tanpa harus berbenturan dengan payung hukum.

“Dari program yang dijabarkan Disdik sangat menggugah antusias kita untuk merealiasikan. Terlebih, terdapat program baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengembangan pendidikan masyarakat,” ucapnya.

Sambung Iwan, guna melihat progres kerja pasca penjabaran program hari ini. Pihaknya berencana melakukan agenda rapat pembahasan dalam kurung waktu tiga bulan kedepan.

“Hal tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana program sudah berjalan. Selain itu sebagai identifikasi apa saja kendala yang ditemui, agar bisa diselesaikan secepat mungkin tanpa memakan waktu lebih lama,” pungkasnya.

Bogor Street Festival 2019 Ditarget Sedot 100.000 Pengunjung

Pesta Rakyat Bogor, Street Festival Cap Go Meh (CGM) 2019 akan kembali digelar di sepanjang Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, Kota Bogor, pada 19 Februari mendatang. Event ini ditarget dihadiri lebih dari 100.000 pengunjung.

Ketua Panitia Bogor Street Festival CGM 2019, Arifin Himawan, mengatakan, Bogor Street Fest CGM merupakan aksi budaya dari Kota Bogor untuk Indonesia yang dicanangkan sebagai upaya pemeliharaan nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. 

"Untuk tahun ini, kita secara konsisten, mengusung tagline 'Ajang Budaya Pemersatu Bangsa'. Berupa pagelaran seni maupun karnaval dengan sebutan Katumbiri Lighting Festival," ujar Arifin kepada wartawan di Balai Kota Bogor.

Ia menjelaskan, Katumbiri yang dalam bahasa Sunda berarti pelangi, memberikan gambaran keberagaman warna-warni yang menyatu dalam satu garis melingkar sehingga menciptakan keindahan.

"Bentukan pelangi yang merupakan pantulan dari cahaya matahari menguatkan tema keterkaitan antara lighting atau cahaya dengan pelangi," jelasnya. (Baca juga: Jokowi Hadiri Bogor Street Festival )

Bentukan itu biasanya terjadi karena hujan yang juga dihubungkan dengan Kota Bogor sebagai Kota Hujan. Hal ini menggambarkan bahwa Kota Bogor mampu memberikan keindahan dalam perbedaan dan keberagaman yang menyatu dan bersama dalam kemasan budaya.

Menurut dia, Bogor Street Festival ini merupakan rangkaian puncak acara Cap Go Meh yang juga bakal dimeriahkan marching band, paskibraka, marawis, parade seni dan budaya, liong–barongsai. Sebelumnya, pada 12-18 Februari 2019 diisi kegiatan bakti sosial, wayang potehi, dan pada 14-17 Februari 2019 ada bazar rakyat.

"Yang berbeda tahun ini dibuka dengan seni pertunjukan kolosal bertema katumbiri yang menghadirkan penari gabungan dari berbagai sanggar di Kota Bogor. Peserta karnaval juga dikemas dengan tampilan lighting yang apik dan menarik," paparnya. 

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menyatakan siap mendukung penuh kegiatan yang memang layak dan pantas untuk diselenggarakan. 

"Karena selain menjadi daya tarik wisatawan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya acara tersebut juga mampu menjadi ajang budaya pemersatu bangsa. Maka dari itu saya dan Muspida selalu memilah dan memilih kegiatan yang memang sejalan dengan visi misi Pemkot Bogor," tandasnya. 

Pesta Rakyat ini layak didukung karena diperkirakan mampu menyedot perhatian pengunjung dari berbagai daerah yang diperkirakan mencapai 100.000 orang. "Sebab seperti disampaikan panitia tadi, banyak kesenian dan kebudayaan tradisional yang akan ditampilkan,” ujar Bima. 

Ia menambahkan, event besar yang sudah ada sejak zaman dulu ini juga menggambarkan bahwa karakter warga Kota Bogor yang sangat cinta pada keberagaman dan menjaganya hingga sampai saat ini.

"Bogor Street Fest CGM 2019 adalah momentum bagi orang Bogor untuk memperkenalkan titik yang paling seksi di Kota Bogor yaitu pecinan Suryakencana. Nantinya mungkin Chinatown yang original hanya ada di sini, dan CGM akan menjadi perkenalan pertama untuk pendatang,” pungkasnya.

Senin, 21 Januari 2019

Bogor Waspadai Pohon Tua

Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Jawa Barat, mewasdai 112 pohon besar di tempat umum seperti di pinggir jalan raya karena rawan tumbang. “Dari 516 pohon yang telah teridentifikasi kondisinya, ada 112 pohon dinyatakan rawan tumbang,” kata Kepala Bidang Pertamanan, Disperumkim, Kota Bogor, Agus Gunawan di Bogor, pekan lalu.

Menurutnya, 112 pohon rawan tumbang tersebut telah diberi kartu tanda pohon (KTP) berwarna merah sebagai identitas rawan. Pohon-pohon rawan tumbang tersebut tersebar di sejumlah titik jalan-jalan protokol Kota Bogor, seperti Jl Ahmad Yani dan Jl Pajajaran.

Untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang yang bisa menyebabkan korban jiwa, Disperumkim Kota Bogor melakukan upaya pencegahan dini lewat penebangan dan pemangkasan. “Pohon yang tingkat keroposnya di atas 50 persen segera ditebang,” katanya.

Pemkot Bogor dapat mendeteksi kondisi pohon rawan tumbang melalui program pemberian KTP pohon-pohon yang dilakukan sejak 2016.

Penerapan KTP pada pohon ini melibatkan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Lingkungan Hdup dan Kehutanan (KLHK) untuk melakukan pendataan dan identifikasi menggunakan alat khusus. Alat identifikasi tersebut dapat mengetahui kondisi pohon sehat atau keropos. Pohon yang sudah diperiksa diberi KTP dengan warna berbeda-beda.

Jokowi Suka Kuliner, Intip Makanan Bogor yang jadi Favoritnya

Selain Jakarta, Kota Bogor merupakan wilayah yang paling sering dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Hal tersebut dikarenakan Jokowi lebih senang menghabiskan waktunya di Istana Bogor.

Dalam unggahan vlog Boy William, Jokowi menuturkan banyak kuliner enak di Bogor yang dapat dicoba. Jokowi paling suka menyantap soto Bogor. Dia pun mengajak Boy bersama keluarganya untuk menyantap hidangan tersebut. "Makanan Bogor enak-enak, asinan enak," kata Jokowi, Sabtu, 19 Januari 2019.

Bersama Boy, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyantap soto Bogor. Kuliner yang pas untuk dinikmati di tempat yang sejuk seperti Kota Bogor. Kuahnya yang segar akan memanjakan lidah penyantapnya.

Soto Bogor berisi campuran daging sapi, risol, kentang, potongan kol, tomat, dan mi kuning. Paling nikmat ditambah dengan perasan jeruk limo dan sambal, agar soto terasa lebih segar, gurih, dan pedas.

Selain soto Bogor, kuliner lainnya yang disebutkan Jokowi, ialah asinan. Berbeda dengan asinan Jakarta yang menggunakan bumbu kacang, asinan Bogor mengunakan kuah gula yang dicampur dengan cabai halus.

Ada dua jenis asinan di Bogor, yaitu asinan buah dan asinan sayur. Dua-duanya merupakan kudapan segar yang membuat penikmatnya ingin tambah terus. Apa lagi, kuahnya yang berwarna merah, akan meningkatkan selera makan kita.

Intip kuliner lain yang wajib juga dicoba di kota hujan ini, antara lain:

#Tauge Goreng
Makanan ini merupakan tumisan tauge yang dicampur dengan mie kuning dan daun suji. Disiram dengan kuah oncom dan sambal menabah kenikmatan kuliner ini, apa lagi ketambah dengan kerupuk.

#Laksa Bogor
Hampir serupa dengan laksa betawi, namun yang membedakannya ialah penggunaan oncom sebagai campuran dan tidak menggunakan mie dalam penghidangannya. Gurihnya santan yang disajikan bersama tahu kuning, telur rebus, dan taburan serundeng akan memanjakan pecinta kuliner nusantara.

#Cungkring
Makanan merakyat ini merupakan potongan kikil sapi yang sudah diolah menggunakan bumbu rempah. Cungkring ini biasanya disajikan bersama lontong juga gorengan dan disiram bumbu kacang dan manisnya kecap.

#Bolu Lapis
Belakangan, bolu lapis Bogor menjadi kuliner populer dari kota ini. Terbuat dari talas khas bogor dan ditaburi krim dan parutan keju. Rasanya manis juga gurih, tektur bolunya pun sangat lembut.

Telkomsel Gelar Festival, Ajak Warga Bogor Bijak Pakai Plastik

Komunitas peduli lingkungan dari Kota Bogor turut berpartisipasi dalam gerakan #BhayPlastik lewat festival yang digelar oleh Telkomsel. Kegiatan ini merupakan aksi untuk mengurangi penggunaan plastik sekaligus mengurangi sampah plastik.

Festival yang digelar di Lapangan Sempur, tersebut merupakan langkah upaya Telkomsel untuk mengajak lebih banyak masyarakat terlibat dalam gerakan sosial #BhayPlastik.

Selain gelaran festival #BhayPlastik di Bogor, Telkomsel juga akan menggelar festival di beberapa kota lainnya yaitu Medan, Pekanbaru, Lampung, Serang, Cirebon, Semarang, Malang, Balikpapan, Makassar, dan Manado. 

General Manager Prepaid Brand and Communications Telkomsel Abdullah Fahmi menjelaskan, siapa saja boleh datang pada acara tersebut dan mengikuti berbagai kegiatan dalam festival. Seperti kegiatan Trash Run, yaitu kegiatan lari santai atau fun run yang dilakukan sembari mengambil sampah di sepanjang jalur lari. 

"Kami percaya bahwa perubahan yang besar dapat dimulai dari sebuah aksi yang sederhana. Melalui #BhayPlastik, Telkomsel ingin memberikan perubahan besar bagi lingkungan dengan mengajak semua orang untuk mulai merubah kebiasaan sehari-hari dalam penggunaan plastik," ujar Fahmi dalam keterangan tertulis.

Menurut Fahmi, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan contoh kepada masyarakat sekitar bahwa semua bisa berkontribusi dalam gerakan peduli lingkungan dalam apapun aktivitas yang dilakukan. Selain itu ada juga Plastalk, yang merupakan kegiatan edukasi mengenai bahaya sampah plastik dan cara mengubah plastik bekas menjadi karya yang berguna dan bernilai ekonomis. 

Festival tersebut juga ditutup dengan kegiatan Plastic Police, di mana peserta dapat ikut memberikan totebag gratis kepada konsumen yang datang ke convenience store untuk digunakan sebagai pengganti kantong plastik belanja. 

Fahmi menambahkan, gerakan sosial yang diadakan sejak Desember 2018 ini bertujuan untuk menyebarkan kesadaran lingkungan, khususnya agar masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan plastik. Melalui tagar #BhayPlastik di media sosial, Telkomsel mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk turut ambil bagian dengan membagikan pengalaman dalam melakukan gerakan mengurangi pemakaian sampah.

Menurutnya semua orang dapat berpartisipasi dengan melakukan aksi sederhana seperti mendaur ulang plastik bekas menjadi barang bermanfaat, mengganti penggunaan plastik sekali pakai seperti gelas/botol, tas, dan sedotan plastik dengan tumbler, tote bag, dan stainless straw, dan lain-lain.

Kamis, 17 Januari 2019

Pemerintah Kabupaten Bogor Membangun Jalur Alternatif Menuju Puncak Sebagai Solusi Kemacetan

Pemerintah Kabupaten Bogor sedang membangun jalur alternatif sebagai solusi kemacetan di jalur menuju Puncak, yakni lingkar utara yang dikerjakan pada tahun ini.

"Sudah mulai dikerjakan jalur lingkar utara yang pada tahun lalu sempat terkendala atau terhenti," kata Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan.

Ia mengatakan, pembangunan jalur alternatif utara melibatkan empat desa, yakni Desa Cipayung, Cipayung Girang, Pasir Angin, dan Mega Mendung.

Setiap desa, kata Iwan, yang terkena dampak pembangunan jalur tersebut memerlukan dana anggaran yang berbeda,sehingga memerlukan waktu untuk menyelesaikan pembangunan jalur utara sebagai solusi kemacetan di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor.

"Pembangunan secara bertahap, Pemerintah Kabupaten Bogor akan membuat kajian untuk pembebasan lahan, karena jalur lingkar utara ini melintasi perkampungan sehingga lahannya harus dibebaskan," kata Iwan.

Kondisi jalur puncak yang sering mengalami kemacetan sekarang ini masih berlakukan sistem buka tutup untuk kelancaran lalu lintas terutama di waktu libur.

Kepala Desa Cipayung, Cacuh Budiawan, mengatakan, pembangunan jalur utara pada 2017 sempat mengalami penundaan karena tidak adanya anggaran pembangunan jalan tersebut.

"Sampai 2018 lalu terhenti pekerjaanya, tetapi pertengahan Desember 2018 dana pembangunan jalan sudah cair dan mulai dikerjakan kembali," katanya.


Vladimir Vujovic Dipastikan Menjadi Pelatih Bogor FC Pada Musim 2019

Klub promosi Liga 2, Bogor FC sudah mencapai kata sepakat dengan Vladimir Vujovic untuk menjadi pelatih pada musim 2019.

Nantinya Vlado akan dikontrak selama satu tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun. Manajemen klub berjuluk Laskar Kujang itu memiliki target besar, yakni tembus ke Liga 1.

"Kami sudah mencapai kesepakatan, dan sepertinya untuk menangani tim Bogor FC ini kami akan mempercayakan kepada Vladimir Vujovic," ujar CEO Bogor FC, Effendi Syahputra.

"Kebetulan saat ini dia masih di Montenegro, tapi kami terus berkomunikasi dengan dia untuk pembentukan tim, sampai pemain pun sudah kami persiapkan," kata Effendi menambahkan.

Effendi pun membeberkan alasan mengapa memilih Vlado (panggilan akrab Vujovic). Menurutnya, eks bek Bhayangkara FC itu memiliki pengalaman dengan kondisi sepak bola Indonesia.

Selain itu, Vlado yang memiliki lisensi B UEFA memang tertantang untuk menjadi pelatih usai gantung sepatu sebagai pesepak bola.

"Vlado sudah lama di sepak bola, pasti dia punya ambisi, karena dia bilang ke saya bahwa dia sudah capek jadi pemain, dan menjadi pelatih merupakan tantangan yang dia inginkan,"

"Yang saya salut adalah, dia tidak pernah membicarakan bayaran, yang penting menjadi pelatih, yang terpenting keinginan tim difasilitasi. Saat ini, sudah ada 22 pemain yang sesuai dengan pilihan dia,"

"Vlado akan kami kontrak dengan durasi satu tahun, opsi perpanjangan satu tahun jika lolos ke Liga 1," ucapnya.

Sumber: http://goo.gl/kdSHKi/a>


Pemekaran Wilayah Bogor Timur dan Bogor Barat

Wacana pemekaran Bogor Timur dan Bogor Barat, kian menguat. Bahkan, untuk pemisahan wilayah Bogor Timur yang terdiri dari tujuh kecamatan dari Kabupaten Bogor sudah mendapat restu dari Bupati Bogor, Ade Yasin.

Dengan adanya pemekaran dua wilayah ini, maka Kabupaten Bogor pun akan terpecah menjadi tiga wilayah. “Kami pemerintah daerah bersama DPRD mendorong untuk mengawal Bogor Timur menjadi daerah otonomi baru (DOB),” ujar Ade Yasin.

Bupati yang belum lama dilantik ini mengatakan, sambil menunggu pencabutan aturan moratorium DOB oleh pemerintah pusat yang dijadwalkan tahun ini, semua persyaratan DOB sudah disiapkan.

Rencana pemekaran wilayah ini pun mendapat restu dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. Menurutnya, pembentukan DOB di Jawa Barat tidak bisa ditawar lagi. Minimal untuk tiga daerah, yaitu Kabupaten Garut Selatan, Kabupaten Sukabumi Selatan, dan Kabupaten Bogor.

“Minimal yang sudah didorong dari sejak awal untuk direalisaai ga apa-apa tidak 12 atau 13 DOB baru,” ujar Uu usai menerima kunjungan kerja Anggota DPD RI Komite I, Eni Sumarni di Gedung Sate.

Dia menjelaskan, Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia namun memiliki daerah otonomi lebih sedikit, yakni hanya 27 kabupaten/kota. Sementara provinsi lain yang jumlah penduduknya lebih sedikit dari Jabar memiliki daerah otonomi lebih banyak.

Sumber: http://goo.gl/WFbykP/a>


Rabu, 16 Januari 2019

Rencanaan Cap Go Meh Di Bogor Menjadi Agenda Tahunan

Puncak perayaan pesta rakyat Cap Go Meh (CGM) kembali digelar di Kota Bogor. Rencananya, agenda tahunan itu akan digelar pada tanggal 19 Februari 2019. 

Berbeda dengan tahun lalu, pesta rakyat CGM 2019 kali ini akan dibalut dengan sebuah konsep baru, yaitu pertunjukan lighting. 

Ketua Pelaksana Pesta Rakyat CGM Arifin Himawan mengatakan, kemasan pertunjukan lighting itu akan diawali dengan pergelaran seni budaya dan karnaval dari sejumlah sanggar, komunitas dan masyarakat yang dibungkus dalam tema “Katumbiri Lighting Festival”.

Arifin memaparkan, makna dari seni pertunjukan lighting itu menggambarkan bahwa Kota Bogor mampu memberikan keindahan dalam perbedaan dan keberagaman yang menyatu dalam kemasan budaya. 

Spirit itu, menurut Arifin, sejalan dengan semangat pesta rakyat CGM yang mengusung keberagaman dan perbedaan justru membentuk kekayaan yang indah bagi nusantara. 

“Semangat budaya sebagai pemersatu bangsa selalu kita kuatkan melalui ajang Pesta Rakyat CGM. Perbedaan dan keberagaman justru merupakan kekuatan bagi bangsa Indonesia, sehingga seharusnya kita bangga dengan kekayaan budaya yang kita miliki,” ujar Arifin di Bogo

Dia menegaskan, Kota Bogor secara konsisten ingin memperlihatkan semangat toleransi dan pluralisme yang selalu dipelihara sebagai bagian dari masyarakat besar di Indonesia. 

“Upaya memelihara toleransi kehidupan ini menjadi bagian dari semangat Pesta Rakyat CGM,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor Shahlan Rasyidi menuturkan, Pesta Rakyat CGM merupakan agenda budaya yang menarik dan mampu mendorong nilai pariwisata,

Shahlan menilai penting untuk mensinergikan dan mengkoordinasikan dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. 

“Saya kira ini merupakan salah satu bentuk agenda budaya yang layak menjadi bagian dari destinasi kepariwisataan nasional,” katanya. 

Pesta Rakyat CGM juga pernah ditetapkan sebagai aset pariwisata nasional dalam mengampanyekan Pesona Indonesia oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. 

Ini menjadi strategis bagi Kota Bogor karena setiap tahun sekitar 100.000 pengunjung dari dalam dan luar Kota Bogor datang menghadiri acara tersebut.

Selasa, 15 Januari 2019

Satu Porsi Nasi Padang Hanya Rp 10rbu di Jalan Merdeka Bogor

Harga satu porsi nasi padang di Jalan Merdeka, Bogor Tengah, Kota Bogor terbilang berbeda dari biasanya.

Harga satu porsi nasi padang di tempat hanya Rp 10 ribu.

Menurut pedagangnya, Udin, harga Rp 10 ribu pembeli sudah mendapat nasi berserta segala bumbu dan lalab, ditambah dengan lauk pilihan pembelinya.

"Harga ini komplit, yaitu ada nasi, sayur singkong, sayur nangka, sambal hijau, kuah ayam, dan satu menu yang bisa kita pilih sesuka hati," kata Udin.

Menu yang ada di tempat makan Udin hampir sama seperti di warung nasi padang pada umumnya.

Mulai dari ayam, daging, ikan hingga telur.

"Kalau nambah menu, misalnya pakai ayam dan telur, kena biaya tambahan. Biaya ini harga satuan per menunya," jelasnya.

Warung makan nasi padang Udin buka dari Senin sampai Sabtu, mulai pukul 10.00 WIB sampai 18.00 WIB.

Sumber: http://goo.gl/YJuYjc/a>


Dinas Perhubungan Kota Bogor Matangkan Program Konversi Angkutan Kota

Dinas Perhubungan Kota Bogor terus mematangkan program konversi angkutan kota atau angkot menjadi angkot modern sehingga tahun 2019 angkot modern bernama Trans Pakuan Koridor atau TPK 04 itu bisa kembali beroperasi.

"Tahun 2019 ini kami akan matangkan kembali program konversi angkot agar bisa berjalan sebagaimana mestinya," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Rakhmawati

Angkot modern sempat dioperasikan pada bulan Oktober 2018 hanya dua hari operasional angkot tersebut dihentikan sementara karena penolakan oleh sejumlah sopir angkot jurusan Ciawi yang merasa usahanya dimatikan oleh kehadiran angkot modern tersebut.

Bulan November 2018, para sopir angkot mendatangi DPRD Kota Bogor dan akhirnya disepakati operasional angkot modern ditangguhkan sementara.

"Kemarin masih ada beberapa sopir yang menolak dan mengancam sopir TPK 04 sehingga mereka tidak mau beroperasi. Sekarang kami akan kembali melakukan pendekatan kepada mereka, yang jelas program ini harus tetap berjalan," kata Rakhmawaty.

Menurut Rakhmawaty, langkah yang dilakukan oleh Dishub Kota Bogor yakni melakukan koordinasi dengan badan hukum selaku pemilik angkot modern, Organda, dan instansi terkait untuk persiapan ke depannya.

Koordinasi ini dilakukan karena berkaca pada tahun lalu resistensinya cukup ada dan pihaknya ingin meminimalkan hal tersebut.

"Jadi kami persiapkan terlebih dahulu semua perangkatnya," kata Rakhmawati.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bogor, Jimmy Hutapea, mengatakan, rencana pengoperasian angkot modern masih dalam tahap diskusi dengan pihak-pihak terkait.

Sementara itu, badan hukum Kodjari selaku pemilik angkot modern melayangkan surat kepada Dinas Perhubungan Kota Bogor untuk mengalihkan operasional melayani antar kota dalam provinsi (AKDP) dengan trayek Citeureup-Bogor.

"Mereka bersurat untuk mengalihkan operasional ke Kabupaten Bogor sampai jalur TPK 4 kondusif di lapangan," kata Jimmy.

Angkot modern atau Trans Pakuan Koridor 04 merupakan program konversi angkot dengan skema 3:2 yakni tiga angkot diganti dua angkot modern yang mengisi trayek di koridor 4 Ciwaringin-Ciawi.

Disebut angkot modern karena memiliki tampilan lebih bagus dari angkot yang biasanya.

Angkot ini dilengkapi pendiring ruangan, televisi, dan jaringan internet gratis, dengan tarif dibayar secara non tunai.

Sumber: http://goo.gl/kwV6AD/a>


Senin, 14 Januari 2019

Jajanan Jasuke Cocok Untuk Teman Nongkrong

Banyak yang sudah mengenal jajanan ringan Jagung Susu Keju (Jasuke).

Camilan yang sempat ramai dibicarakan beberapa waktu lalu ini sudah mudah ditemukan di berbagai tempat.

Seperti di Kota Bogor, tepatnya di Taman Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, ada satu penjual Jasuke dengan gerobak yang ditaruh di sepeda motornya.

Jajajan dengan bahan dasar jagung ini rasanya enak dan gurih, apalagi dengan adanya tambahan varian rasa.

"Jasuke ini jagung yang dikukus dan ditambah toping. Pembeli bisa memilih rasanya, mau yang manis atau pedas," kata pedagang Jasuke, Pardi (42).

Pardi menjelaskan, Jasuke yang ia jual ada tiga rasa, yaitu jagung susu keju, jagung susu cokelat keju, dan jagung susu keju pedas.

Jasuke yang ia jual ini di taruh di dalam gelas plastik (cup), yakni ukuran kecil atau besar.

"Ditambah mentega supaya ada rasa asinnya. Supaya tidak hambar juga rasanya," jelasnya.

Semua rasa Jasuke yang Pardi jual harganya sama, yakni Rp 6.000 untuk cup kecil, dan Rp 8.000 untuk cup yang berukuran besar.

Pardi sendiri hanya berjualan Jasuke pada Sabtu dan Minggu saja di Taman Kencana, yakni dari pukul 08.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Senin, 07 Januari 2019

Bogor Gaet Wisatawan dengan 'Tahun Kopi'

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, Jawa Barat, merasa kalau kopi menjadi komoditi kaum milenial. Oleh sebab itu, pada tahun ini akan ada banyak acara bertema kopi yang digelar di Kota Hujan demi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Kepala Disbudpar Kota Bogor, Shahlan Rasyidi, mengatakan bahwa sejumlah acara yang digelar bertema kopi mulai dari pembukaan kedai-kedai kopi baru, lomba barista sampai pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).


"Kopi semakin menjadi tren di Bogor. Banyak kedai kopi berkonsep kekinian yang buka. Kopi menjadi tren anak-anak muda Bogor saat ini," kata Shahlan.

"Tahun ini acara cupping coffee untuk meraih rekor MURI akan kembali digelar. Tahun ini merupakan tahun keempat acara itu digelar," lanjutnya. 

Selain acara bertema kopi, Bogor juga masih bakal menggelar acara tahunan seperti perayaan Cap Go Meh lewat Bogor Street Festival, pawai Heularan, dan Istana Untuk Rakyat.

Pemerintah Kota Bogor menargetkan kunjungan wisatawan, baik domestik dan mancanegara, meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya. 

Pada tahun 2018 kunjungan wisatawan berhasil melampaui target yang ditetapkan yakni 7,5 juta wisatawan, terealisasi 7.965.987 orang. 

Dan pada tahun ini, Pemerintah Kota Bogor menargetkan sekitar 8,7 jutaan kunjungan wisatawan. 

Bagi yang berencana wisata kuliner kopi di Bogor, ada sejumlah tempat yang menarik untuk dikunjungi. 

Dikutip dari perbincangan netizen di media sosial, beberapa kedai kopi yang ramai didatangi ialah Maraca Books and Coffee. Warung Gembira, Forresthree, Pelangi Butik dan Cafe, Daily Dose Coffee & Eatery, Tier Siera Resto & Lounge, dan The Grounds Cafe.

Jangan kaget ketika datang lebih banyak pengunjung yang sibuk dengan laptopnya, karena banyak mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menjadikan kedai kopi sebagai lokasi mengerjakan tugas.

Tak perlu khawatir dengan harga, karena ramai didatangi mahasiswa makan sebagian besar kedai kopi di Bogor memiliki menu dengan harga terjangkau. Kenyamanan tersebut juga ditambah dengan jaringan internet tanpa kabel yang lancar.

Organda Kota Usul Pindahkan Angkot Modern ke Kabupaten Bogor

Batalnya pengoperasian angkutan kota (angkot) modern sebagai implementasi konversi 3:2 (tiga angkot konvensional diganti dua unit angkot modern) dan tak jelasnya program rerouting, membuat DPC Organda Kota Bogor mengusulkan agar dipindahkan ke Kabupaten Bogor.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kota Bogor, M Ishack AR mengatakan, usulan tersebut untuk meminimalisir dampak kerugian pada pengusaha angkutan karena sejak gagalnya uji coba angkot modern hingga saat ini belum ada kepastian hukum dan jaminan dari Dinas Perhubungan Kota Bogor. "Maka dari itu pengalihan dari kota ke kabupaten itu bisa menjadi alternatif sebagai upaya menyelamatkan perusahaan angkot modern dengan badan hukum Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (Kodjari)," kata Ishack

Namun demikian, lanjut dia, jika jalur Trans Pakuan Koridor (TPK) 4 yang merupakan rute angkot modern sudah bisa diamankan maka pengusaha akan mengisi kembali angkot konversi 3:2 di Kota Bogor. "Jadi sebetulnya tidak masalah kalau angkot modern itu beroperasional dulu di Kabupaten Bogor, karena di Kota Bogor sendiri hingga saat ini tak jelas, kasian pengusaha angkot yang sudah berinvestasi di Kodjari," ujarnya. 

Selanjutnya, angkot konversi juga akan masuk ke dalam Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang perizinannya dari Provinsi Jawa Barat. Maka dari itu, akan sangat baik dan positif jika angkot konversi mengaspal di Kabupaten Bogor.

"Apalagi saat ini Kabupaten Bogor dipimpin oleh Bupati yang baru saja dilantik, kami optimistis bahwa angkot modern itu akan diterima oleh masyarakat Kabupaten Bogor sebagai moda angkutan yang nyaman dan murah," jelasnya.

Menurut dia, usulan permohonan pengalihan angkot modern dari Kota ke Kabupaten Bogor sudah dilayangkan kepada Wali Kota Bogor melalui surat nomor : 001/OGD-KOT/1/2019. Isi surat tersebut di antaranya membaca surat dari Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (Kodjari) nomor : 003/TPK-4/Kodjari/XII/2018 tanggal 27 Desember 2018, tentang pengalihan pelayanan operasional angkot modern di TPK 4.

"Kami berharap Pemkot dapat menyukseskan program rerouting angkot di Kota Bogor dan menyelesaikan konversi 3 banding 2 khususnya di TPK 4," katanya. Namun demikian, lanjut dia, Pemkot melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tetap harus melaksanakan SK Wali Kota tentang lintasan trayek di Kota Bogor. Awalnya lintasan trayek itu ada 23 jalur dan setelah adanya SK Walikota menjadi 30 lintasan trayek dan 7 kolidor TPK.

"Saya juga bingung hingga saat ini SK Wali Kota itu tidak dijalankan dan hal itu harus jadi prioritas evaluasi walikota, karena transportasi merupakan salah satu prioritas utama program kerja Pemkot. Jadi harus dibuktikan, jangan hanya ucapan," tuturnya. 

Menanggapi usulan tersebut, Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Jimmy Hutapea mengaku telah mengetahui usulan rencana tersebut. Baginya hal itu tidak masalah, sebab, pihaknya sangat memahami kebutuhan investor untuk membiayai kendaraan maupun sopirnya. "Ya, kami sangat memahami usul tersebut karena mereka juga kan butuh (pemasukan) untuk cicilan mobil tetapi saat ini tidak ada pemasukan," ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya berharap Kodjari selaku badan hukum yang mengelola angkot modern agar dapat beroperasi di Kota Bogor. "Apalagi seluruh prosedur telah ditempuh. Hanya saja butuh waktu yang tak sebentar untuk mengatasi persoalan di lapangan," jelasnya. 

Bahkan, pihaknya meminta pengoperasian angkot konversi (modern) di TPK 4 tidak perlu sampai ke Ciawi. "Saya kira kami sudah menawarkan solusinya, tapi Kodjari tidak mau, karena arus penolakan di kalangan sopir angkot konvensional akan tetap sama, makanya ketika nanti kondusif mereka bisa saja mengisi kembali," ucapnya.

Kota Bogor Siap Membuat Program Khusus Kopi Untuk Menarik Wisatawan

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, Jawa Barat menyiapkan program khusus untuk meningkatkan kunjungan wisatawan tahun 2019 lewat kegiatan bertema "Kopi Tarik".

"Ada banyak kegiatan pada tahun 2019, ada lomba barista, dan pemecahan rekor MURI dengan tema kopi," kata Kepala Disbudpar Kota Bogor Shahlan Rasyidi di Bogor.

Pemerintah Kota Bogor menargetkan kunjungan wisatawan baik domestik dan mancanegara meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya. Tahun 2018 kunjungan wisatawan berhasil melampaui target yang ditetapkan yakni 7,5 juta wisatawan, terealisasi 7.965.987 orang.

"Berarti tahun 2019 targetnya sekitar 8,7 jutaan," kata Shahlan.

Strategi yang dilakukan untuk mewujudkan target 8,7 juta, lanjut Shahlan, selain kegiatan resmi sesuai kalender events di Kota Bogor seperti perayaan Cap Go Meh lewat 'Bogor Street Festival', pawai Heularan, Istana Untuk Rakyat, dan kegiatan lainnya.

Tekait kopi, menurut Shahlan kini geliat kopi di Kota Bogor terus bertumbuh, banyak kedai-kedai kopi bermunculan. Kopi menjadi tren anak-anak muda saat ini. Tahun 2019 ada banyak acara seputar kopi digelar, salah satunya meraih rekor MURI untuk kegiatan 'cupping coffee". Selain itu menjadi tahun keempat digelar kegiatan serupa.

"Nanti akan ada juga pembukaan kedai kopi baru," katanya.

Shalan mencatat ada sekitar 30 kedai kopi dengan berbagai tema dan konsep yang kekinian bertumbuh di Kota Bogor.

Maraknya Pencurian Yang Terjadi Di Parkiran Homer Bar & Kitchen Di Bogor

Tindak pidana pencurian terjadi di pelataran parkir Homer Bar & Kitchen, Jalan Ahmad Yani, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Pengunjung Homer Bar & Kitchen, Ardi (30) kehilang satu helm.

"Padahal sudah saya kaitin ke stang motor helmnya," katanya.

Ardi datang ke tempat yang menjual berbagai jenis minuman keras tersebut sekitar pukul 23.00 WIB.

Padahal menurut Ardi, tempat parkiran motor tersebut dijaga sejumlah orang.

"Waktu saya datang di depan pas masuk ada dua orang, di sekitaran parkiran motor ada satu orang," jelasnya.

Sekitar pukul 02.30 WIB, Saat akan pulang helm yang awalnya ada di spion motor sudah raib.

Pada saat itu Ardi tak menjumpai penjaga parkir yang sebelumnya.

Menurut pegawai Homer Bar & Kitchen Bogor, Najib, kejadian helm hilang sudah sangat sering terjadi.

"Udah sering, helm pegawai juga banyak yang hilang, terakhir minggu lalu," kata Najib.

Najib menjelaskan, parkiran motor untuk pengunjung Homer Bar & Kitchen tak dilengkapi dengan CCTV.

"Cuma ada yang di Bakso Boedjangan, kalau yang sebelah sana gak dinyalain," jelasnya.

Di parkiran motor juga tak dilengkapi dengan penerangan.

Lampu yang menyorot ke parkir hanya berasal dari dalam.