Sabtu, 08 Desember 2018

Memanfaatkan Rel Kereta Api Warga Korban Puting Beliung Bogor Menjemur Kasur yang Basah

Warga korban puting beliung di Kota Bogor, Jawa Barat, memanfaatkan rel kereta api dan sekitarnya untuk menjemur kasur serta barang mereka yang basah akibat diguyur hujan. Petugas pun mengingatkan agar aktivitas warga tersebut tak menghambat perjalanan kereta.

Di Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor terlihat warga menjemur kasur, pakaian, dan barang-barang lain yang basah di atas rel ataupun di sisi sekitar rel kereta api rute Bogor-Sukabumi. Mereka menjemur di atas rel karena bangunan rumahnya rusak diterjang puting beliung.

"Mau jemur di mana lagi, biasanya kan kalau jemur pakaian di depan rumah, sekarang rumah lagi dirapihin. Atapnya semua rusak, jadi air hujan masuk semua ke rumah," kata salah satu warga, Juaningsih.

Petugas keamanan stasiun pun berkeliling untuk mengingatkan warga agar aktivitas tersebut tidak mengganggu jadwal perlintasan kereta. Sejauh ini yang dilakukan hanya sebatas imbauan.

"Kami hanya sebatas pengamanan, ya, kami imbau agar warga tetap antisipasi ketika kereta api akan melintas, mereka juga tahu jadwalnya. Jadi memang kondisinya banyak warga yang jemur kasur atau barang barang lain di atas rel dan sekitar rel. Sejauh ini sudah lakukan imbauan agar tidak menghambat atau mengganggu perjalanan kereta api," kata Kepala Regu Polsuska Cicurug, Sumarjoko, di Stasiun Batutulis.

Sebelumnya, sejumlah wilayah di Kota Bogor, Jawa Barat, porak-poranda setelah diterjang puting beliung pada Kamis (6/12) sore. Tercatat, sejauh ini ada 900 rumah warga yang rusak.

"Yang terkena dampak sementara ini 900 rumah ya. Tersebar di Kelurahan Lawanggintung, Cipaku, Batutulis, dan Pamoyanan. Yang paling parah di Kelurahan Lawanggintung," kata Wali Kota Bogor Bima Arya saat meninjau lokasi terkena dampak puting beliung di Jalan Raya Cipaku, Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat (7/12).

Sumber: http://goo.gl/vPfsso/a>


Reactions:

0 comments:

Posting Komentar