Selasa, 30 Oktober 2018

Operasional Angkot Modern di Bogor Belum Optimal

Pengoperasian angkutan kota modern di Trans Pakuan Koridor 4 Kota Bogor belum optimal pada hari pertama Senin 29 Oktober 2018 pagi. Pengoperasiannya belum didukung pengaturan yang jelas dan sosialisasi menyeluruh dari Dinas Perhubungan daerah setempat.

Ketidakjelasan itu membuat pengelola angkot modern dari Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri, baru mengoperasikan tiga unit. Salah satu keluhan mereka adalah tempat perhentian di perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor.

"Kalau masih sedikit armadanya masih bisa tapi kalau semuanya, 120 armada itu (beroperasi) tidak mungkin cukup," kata Ketua Badan Pengawas Kodjari, Dewi Jani Tjandera di TPK 4. Ia mengusulkan tempat perhentiannya di tempat yang biasa menjadi pangkalan taksi di dekat perempatan jalan Ciawi.

Usulan itu disampaikan pada dinas terkait saat pertemuan teknis bersama seluruh badan hukum angkutan umum berdasarkan hasil evaluasi uji coba angkot modern pekan lalu. Namun pada kenyataannya, Dewi mengakui angkot modern masih diusir oleh pengendara taksi di sana.

Angkot modern itu pun terpaksa mangkal di sebelah kiri lajur jalan ke arah Sukasari bersama angkot konvensional yang biasa mangkal di sana. Kendala lainnya ialah jalan memutar yang masih melalui jalan menuju pintu Tol Ciawi, tidak bisa secara langsung dari ujung Jalan Tajur.

Dewi beralasan, hal itu bisa menghambat kelancaran angkot modern saat terjadi kepadatan kendaraan di perempatan Ciawi. "Kebetulan tidak terlalu macet hari ini. Saya hitung belok ke kiri puter ke lampu merah itu 7-8 menit," katanya memperkirakan waktu tempuh akan lebih lama saat terjadi kemacetan.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya menilai pengoperasian angkot modern langsung mendapatkan antusiasme masyarakat. Menurutnya, pengoperasian angkot modern sebagai langkah awal yang positif untuk mewujudkan program konversi angkot konvensional.

Meskipun dari pantauan PR di lapangan, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui angkot modern tersebut. "Waktu di Ciawi disuruh naik kebetulan searah dengan tempat tujuan saya. Fasilitasnya oke, lebih enak dari pada angkot biasanya," kata salah seorang penumpang angkot modern, Apri (31).

Penumpang angkot modern ditarik biaya sebesar Rp4.000 untuk jarak dekat maupun jauh. Supir angkot tersebut melakukan sosialisasi penggunaan mesin pembayaran uang elektronik. Penumpang juga diwarai membeli kartu berisi uang elektronik dari supir dengan harga promosi Rp30 ribu berisi Rp20 ribu uang elektronik.

Untuk menjaga kelancaran angkot modern, Kepada Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor Jimmy Hutapea menurunkan personelnya di sepanjang TPK 4. Ia membagi personelnya di enam lokasi dari perempuan Ciawi hingga Pomad. "Pemantauan ini untuk mengatur arus lalu lintas dan pengawasi dari gangguan lainnya," kata dia di Tugu Kujang.

Sumber: http://goo.gl/5bjE39

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar