Selasa, 30 Oktober 2018

Redam Isu Pasar Bogor Dibongkar, Bima Arya Turun Langsung untuk Meredakan Isu Tersebut

Beredarnya isu mengenai penggusuran pedagang Pasar Bogor dan sekitarnya yang akan dilakukan dalam waktu dekat, membuat Bima Arya turun langsung meluruskan isu tersebut kepada para konsumen dan pedagang di kawasan tersebut.

Selain melakukan dialog kepada puluhan pedagang, Bima Arya juga menginstruksikan PD Pasar Pakuan Jaya untuk membentuk Tim 10 yang berisi perwakilan pedagang Pasar Baru Bogor dan pedagang Pasar Bogor.

“Mereka (pedagang) akan dilibatkan dalam semua tahapan perencanaan. Jadi sudah pasti, setiap perencanaannya akan menghitung manfaatnya bagi semua. Tidak mungkin ada penggusuran. Kalau ada perpindahan nanti dibicarakan semua. Ini milik semua, semua harus nyaman. Jadi secara jangka panjang skenarionya akan dibahas bersama-sama,” ungkap Bima Arya yang diamini para pedagang.

Bima juga menepis isu yang berkembang di masyarakat bahwa kawasan Pasar Bogor akan disulap untuk menjadi tempat parkir saja.

“Bukan itu. Bukan membangun park and ride saja. Program utama kita adalah menekan kemacetan, kesemrawutan dan ketidaktertiban. Kalau sudah macet semua dirugikan. Jadi semuanya akan ditata, konsepnya masih disusun. Karena saya sangat optimis kawasan emas ini jika ditata dengan baik pasti akan hidup dan keuntungannya menjadi berlipat. Tinggal diatur dan diakselerasikan,” bebernya.

Dalam prosesnya, lanjut Bima, memang ada fase yang harus dilalui dan membutuhkan kesabaran.

“Misalnya dalam pembangunan flyover Jalan Martadinata, pasti akan macet luar biasa dalam prosesnya. Tapi kedepannya akan lancar. Pasar Bogor juga sama. Akan lebih indah,” katanya.

Bima Arya pun melakukan peninjauan dan berinteraksi dengan para pedagang yang sedang beraktivitas di pasar. Bima mendatangi sejumlah Toko Emas yang beberapa waktu viral aksi menjual emas dari para konsumen setianya.

Di Toko Permata Jaya yang terletak di Lantai Dasar Plaza Bogor, Bima menemukan kliping media statement dirinya yang menegaskan bahwa proses penataan Pasar Bogor belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Bima juga meminta pedagang dan konsumen beraktivitas seperti biasa.

Tidak itu saja, sebagai bentuk keberpihakan kepada pedagang pasar, Bima kemudian merogoh kocek pribadinya guna membeli sebuah cincin emas putih dengan berat sekitar dua gram.

“Jadi silahkan belanja dan menabung logam mulia di toko langganan anda. Saya tadi beli cincin untuk yang biasa masak di rumah,” ungkap Bima lalu tersenyum.

Bima juga menerima banyak masukan, tak sedikit juga yang mengucapkan terimakasih atas kehadirannya di Pasar Bogor sebagai upaya meredam isu yang berkembang.

“Mudah-mudahan dengan bapak walikota datang ke sini memberi keyakinan kepada konsumen. Selama ini banyak konsumen yang menganggap kita akan tutup. Karena ada oknum yang ngompor-ngomporin kalau gedung ini sebentar lagi di bongkar. Saya sangat merasa berterima kasih atas kedatangan bapak untuk menjawab keraguan konsumen dan toko di sini ramai lagi,” ungkap Mila, pemilik Toko Emas Rejeki.

Sumber: http://goo.gl/BJKkfc

Operasional Angkot Modern di Bogor Belum Optimal

Pengoperasian angkutan kota modern di Trans Pakuan Koridor 4 Kota Bogor belum optimal pada hari pertama Senin 29 Oktober 2018 pagi. Pengoperasiannya belum didukung pengaturan yang jelas dan sosialisasi menyeluruh dari Dinas Perhubungan daerah setempat.

Ketidakjelasan itu membuat pengelola angkot modern dari Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri, baru mengoperasikan tiga unit. Salah satu keluhan mereka adalah tempat perhentian di perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor.

"Kalau masih sedikit armadanya masih bisa tapi kalau semuanya, 120 armada itu (beroperasi) tidak mungkin cukup," kata Ketua Badan Pengawas Kodjari, Dewi Jani Tjandera di TPK 4. Ia mengusulkan tempat perhentiannya di tempat yang biasa menjadi pangkalan taksi di dekat perempatan jalan Ciawi.

Usulan itu disampaikan pada dinas terkait saat pertemuan teknis bersama seluruh badan hukum angkutan umum berdasarkan hasil evaluasi uji coba angkot modern pekan lalu. Namun pada kenyataannya, Dewi mengakui angkot modern masih diusir oleh pengendara taksi di sana.

Angkot modern itu pun terpaksa mangkal di sebelah kiri lajur jalan ke arah Sukasari bersama angkot konvensional yang biasa mangkal di sana. Kendala lainnya ialah jalan memutar yang masih melalui jalan menuju pintu Tol Ciawi, tidak bisa secara langsung dari ujung Jalan Tajur.

Dewi beralasan, hal itu bisa menghambat kelancaran angkot modern saat terjadi kepadatan kendaraan di perempatan Ciawi. "Kebetulan tidak terlalu macet hari ini. Saya hitung belok ke kiri puter ke lampu merah itu 7-8 menit," katanya memperkirakan waktu tempuh akan lebih lama saat terjadi kemacetan.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya menilai pengoperasian angkot modern langsung mendapatkan antusiasme masyarakat. Menurutnya, pengoperasian angkot modern sebagai langkah awal yang positif untuk mewujudkan program konversi angkot konvensional.

Meskipun dari pantauan PR di lapangan, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui angkot modern tersebut. "Waktu di Ciawi disuruh naik kebetulan searah dengan tempat tujuan saya. Fasilitasnya oke, lebih enak dari pada angkot biasanya," kata salah seorang penumpang angkot modern, Apri (31).

Penumpang angkot modern ditarik biaya sebesar Rp4.000 untuk jarak dekat maupun jauh. Supir angkot tersebut melakukan sosialisasi penggunaan mesin pembayaran uang elektronik. Penumpang juga diwarai membeli kartu berisi uang elektronik dari supir dengan harga promosi Rp30 ribu berisi Rp20 ribu uang elektronik.

Untuk menjaga kelancaran angkot modern, Kepada Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor Jimmy Hutapea menurunkan personelnya di sepanjang TPK 4. Ia membagi personelnya di enam lokasi dari perempuan Ciawi hingga Pomad. "Pemantauan ini untuk mengatur arus lalu lintas dan pengawasi dari gangguan lainnya," kata dia di Tugu Kujang.

Sumber: http://goo.gl/5bjE39

Pertamina Pasok Produk EXDO-4 untuk Pabrik Ban di Bogor

Pertamina Marketing Operation Region III melakukan suplai perdana produk EXDO-4. Produk ini berupa Rubber Processing Oil (RPO) berkualitas tinggi milik Pertamina.

Penyaluran produk ini dilakukan perdana ke PT Elang Perdana Tyres Industry sebagai perusahaan ban dalam negeri berkualitas dunia di Pabrik Ban PT Elang Perdana Tyres Industry, Bogor. 

Unit Manager Communication & CSR MOR III, Dian Hapsari Firasati mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi PT Elang Perdana Tyres Industry karena telah mendukung penggunaan produk dalam negeri. 

"Produk EXDO-4 ini akan menggantikan sekitar 40% - 50% konsumsi RPO impor di PT Elang Perdana yang merupakan salah satu perusahaan manufacturing ban besar di Indonesia. Kami senang dengan kerja sama ini sehingga ke depannya produk dalam negeri bisa terus bersaing dengan produk luar negeri. Ini sekaligus membuktikan keunggulan produk dalam negeri buatan Pertamina," ungkap Dian.

Dian mengatakan EXDO-4 yang diproduksi di Refinery Unit IV Cilacap dengan kapasitas produksi sebesar 1.500 MT/bulan ini mendapatkan approval Non Carcinogenic dari Biochemical Institute For Enviromental Carcinogens, Jerman. Sehingga tak diragukan lagi produk ini memiliki kualitas dan spesifikasi internasional karena untuk ban yang diekspor ke Eropa, bahan baku yang digunakannya harus memiliki sertifikat Non- Carcinogenic.

Sekedar informasi, EXDO-4 pertama kali diluncurkan pada 2014 yaitu RPO bersifat Non-Carsinogenic yang berarti kandungan produk tersebut tidak menimbulkan potensi kanker dan ramah lingkungan. Sedangkan nama EXDO merupakan singkatan dari Extract DAO yang menggambarkan proses dan bahan baku dari minyak tersebut. Sementara angka 4 menggambarkan RU IV Cilacap sebagai tempat memproduksi minyak EXDO-4.

Hingga saat ini, EXDO-4 sudah di ekspor ke berbagai negara seperti India, China dan negara-negara di Asia Tenggara.

"Di era kompetisi yang sangat ketat seperti saat ini, inovasi dan perluasan pangsa pasar merupakan salah satu langkah yang diambil oleh berbagai perusahaan di seluruh dunia untuk memenangkan persaingan," jelas Dian. 

"Dengan adanya EXDO-4 yang sudah diekspor ke negara lain dan digunakan oleh produsen ban dalam negeri, akan memperkuat posisi Pertamina. Ke depannya, kami harap akan semakin banyak produsen ban dalam negeri yang beralih dan tertarik menggunakan produk kami," pungkas dia.

Direktur Utama PT Sukses Abadi Petrokimia sebagai distributor resmi produk EXDO-4 Pertamina Niko Atmaja dan Petrochemical Marketing Region Manager III Alfinoza, bersama Ferry Susilo selaku Owner PT Elang Perdana turut meresmikan produk tersebut.

Sumber: http://goo.gl/8p4ifF

Rabu, 03 Oktober 2018

Tidak Hanya di Jakarta, Ganjil Genap Akan Diterapkan di Jalur Puncak Bogor Jawa Barat

Selain di beberapa wilayah Jakarta, rencananya sistem ganjil genap juga akan diterapkan di jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat. Tujuannya untuk mengurai kepadatan volume lalu lintas di kawasan wisata itu.

Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama mengatakan, penerapan ganjil genap di Jalan Raya Puncak masih tahap usulan. Rencana ganjil genap baru akan dibahas baik dengan kepolisian, pemerintah daerah maupun pihak kementerian terkait.

"Tentunya dengan melibat perwakilan masyarakat dan aparatur setempat," kata Hasby.

Alasan penerapan ganjil genap di jalur Puncak, lanjut Hasby, mengingat jumlah kendaraan sudah tidak sebanding dengan kondisi jalan yang ada.

Tak hanya akhir pekan, kini kemacetan di kawasan itu terjadi hampir setiap hari. Pemberlakuan satu arah pun masih belum sepenuhnya mengurai kemacetan.

"Sistem one way di jalur Puncak sudah diberlakukan selama 31 tahun. Selama itu masyarakat juga merasa terhambat adanya itu," kata Hasby.

Menurut Hasby, Kementerian Perhubungan maupun Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mendukung rencana pemberlakuan ganjil genap di kawasan Puncak. "Akan dikaji bersama-sama. Apabila diberlakukan pasti ada pasti ada pro kontra, tapi kita akan belanja masalah," terang Hasby.

Bagi masyarakat yang terkena imbas pembatasan kendaraan ganjil genap, pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk menyediakan angkutan umum.

"Tentunya akan dipersiapkan, supaya masyarakat juga tetep nyaman. Harapan kita adalah ganjil genap ini mengurangi kemacetan di Puncak," terang Hasby.

Untuk Kendaraan dari Luar Puncak

Namun demikian, untuk masyarakat sekitar tidak akan terkena imbas adanya kebijakan tersebut. Artinya, kebijakan ganjil genap hanya diberlakukan teehadap kendaraan dari luar Puncak.

"Soal ini nanti juga akan dibahas mekanismenya seperti apa. Supaya masyarakat merasa tidak dirugikan," terang Hasby.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiadi, mengaku sangat mendukung rencana penerapan ganjil genap di jalur Puncak yang diusung Polres Bogor dan Pemkab Bogor.

"Memang sudah saatnya sekarang ini pemerintah kota/kabupaten termasuk Bogor jangan menunggu lalu lintasnya crowded banget," kata Budi.

Kota-kota besar di Indonesia yang tingkat kepadatan lalu lintasnya cukup tinggi, sudah seharusnya memulai melakukan analisa manajemen rekayasa lalu lintas yang cocok untuk diterapkan di wilayahnya masing-masing.

"Di Puncak suatu saat bisa saja seperti itu. Karena memang kemacetannya sudah parah," ujar pria yang mengaku sebagai salah satu orang yang ikut menguji coba penerapan sistem one way pada tahun 1987.

Sumber: http://goo.gl/W6UNK3

Taman Kita Oreo di Kota Bogor

Kota Bogor yang tengah berupaya membangun imej sebagai kota seribu taman kembali menghadirkan taman baru bagi warganya. Kali ini, taman baru tersebut diberi nama Taman Kita Oreo.

Taman Kita Oreo terletak di kawasan Taman Heulang, Jalan Heulang, Kecamatan Tanah Sareal. Taman ini, dibangun di atas lahan seluas 800 meter persegi dan memiliki banyak area permainan bagi anak dan remaja.

Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor, Agus Gunawan mengatakan area permainan yang ada di taman anyar ini di antaranya area twist, lick, dunk, basket, dan perosotan.

"Kehadiran taman ini menambah pilihan bagi warga untuk mengisi waktu senggang terutama bagi anak-anak. Sebelumnya, kita punya taman kaulinan untuk anak sekarang juga ada Taman Kita Oreo yang permainannya bisa dinikmati oleh anak-anak dan remaja", kata Agus.

Taman Kita Oreo dibangun dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibolity (CSR) perusahan Mondeles Internasional, pemilik merk biskuit Oreo sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.

"Karena dibangun CSR makanya namanya Taman Kita Oreo, biaya pembangunan taman sepenuhnya dari mereka termasuk nanti satu tahun pemiliharaan atau biaya perawatan taman dari mereka", kata Agus.

Taman Kita Oreo sengaja dibangun di kawasan Taman Heulang sebab selain Lapangan Sempur Taman Heulang menjadi tempat kumpul favorit warga Kota Hujan dan fasilitas permainan anak juga belum dimiliki Taman terluas di Kota Bogor ini.

Banyaknya fasilitas permainan di taman ini menurut Agus sesuai dengan keinginan Pemerintah Kota Bogor yang menginginkan taman menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat sebab dengan banyaknya permainan akan mengundang warga untuk datang menikmati permainan secara bersama sehingga tercipta interaksi sosial.

"Taman itu banyak fungsi ada yang berfungsi sosial maka dibangun fasilitas berolahraga dan bermain kemudian ada yang fungsi estetika maka ditanam banyak pohon dan ditata hingga cantik. Kalau Taman Kita Oreo ini sejak awal kita inginkan memiliki fungsi sosial", kata Agus.

Dia mengatakan selanjutnya Pemkot berencana akan fokus untuk membangun taman-taman di permukiman dan dengan adanya taman-taman baru diharapkan masyarakat ikut menjaga karena taman menurutnya adalah milik bersama.

Sumber: http://goo.gl/2Fjnid