Rabu, 26 September 2018

Laranga Penyediaan Kantong Plastik di Bogor

Mulai 1 Desember 2019, penyediaan kantong plastik dilarang di seluruh pusat perbelanjaan modern di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Ketua Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Een Irawan Putra mengatakan pihaknya mendukung kebijakan tersebut mengingat Indonesia umumnya sudah darurat sampah plastik. “Sudah saatnya kebiasaan lama yang selalu menggunakan plastik sekali pakai dihentikan,” kata Een.

Ia mengatakan, kebijakan larangan penyediaan kantung plastik ini seharusnya tidak dibuat di level daerah, tetapi negara, karena sudah banyak negara yang melarang penggunaan plastik.

Secara global tercatat sudah ada 16 negara dan kota yang memiliki kebijakan larangan penggunaan plastik yakni Kenya (Afrika), Vanuatu (Afrika), Inggris, Taiwan, Zimbabwe, Montreal (Kanada), Malibu (AS), Seatle (AS), Australia, Kanada, Humberg (Jerman), Prancis, New Delhi (India), Moroko, Rwanda, dan New York AS).

Menurutnya, larangan ini membutuhkan dukungan dengan edukasi dan solusi yang dilakukan secara terus-menerus agar masyarakat memahami dengan benar kebijakan larangan tersebut. “Masyarakat juga tahu dampak buruk plastik bagi lingkungan,” katanya.

Dia menambahkan, jika kebijakan tersebut dijalankan dengan benar, akan membantu penghematan pelaku usaha dalam menyediakan plastik dan tentunya membantu menyelamatkan lingkungan.

Kepala Bidang Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Mochamad Ade Nugraha mengatakan, kebijakan ini memiliki landan hukum yakni Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 61 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

“Kami berkeyakinan dengan kebijakan ini bisa mengurangi timbunan sampah plastik di tempat penampungan sampah,” kata Ade.

Ia mengatakan, sebelum berlaku uji coba, DLH melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun pengelola ritel yang ada di Kota Bogor. Sosialisasi dijadwalkan setiap Sabtu dan Minggu mendatangi pusat perbelanjaan secara bergantian, memberikan sosialisasi dengan durasi 1,5 jam.

“Kami juga sosialisasikan di Taman Ekspresi dengan memberikan penjelasan ke masyarakat sekaligus kami berikan kantong pengganti,” katanya.

Ade mengatakan, berdasarkan fakta yang ada, Indonesia menjadi negara dengan penyumbang sampah plastik ke lautan terbanyak kedua setelah China. Di Kota Bogor tumbuhan sampah mencapai 700 ton per hari dengan jumlah sampah plastik yang diperkirakan bisa mencapai 100 ton per hari.

Sumber: http://goo.gl/oes18M/a>


Jokowi Membagikan 7.000 Sertifikat Tanah Milik Masyarakat Daerah Setempat

Bupati Bogor, Jawa Barat, Nurhayanti mendampingi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) membagikan sebanyak 7.000 sertifikat tanah milik masyarakat daerah setempat.

"Itu rinciannya 3.000 sertifikat masyarakat di Kabupaten Bogor dan 4.000 sertifikat untuk masyarakat Kota Bogor," katanya di Lapangan Luar Stadion Pakansari Kabupaten Bogor.

Menurut dia, Presiden Joko Widodo optimistis target sertifikasi jutaan lahan dapat dituntaskan pada 2019.

Pasalnya target sertifikat tanah yang harus diterbitkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang pada Badan Pertanahan Nasional (BPN) terus meningkat setiap tahunnya. Selain itu di tahun 2018, juga telah ditargetkan penyelesaian sertifikat tanah sebesar tujuh juta akta tanah (Sertifikat). Dan untuk Tahun 2019 sembilan juta sertifikat.

"Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi berpesan kepada ribuan masyarakat yang menerima sertifikat untuk menjaga sertifikat yang diterimanya sebagai bukti hak hukum atas tanah yang dimilikinya," katanya. Namun juga berpesan kepada ribuan masyarakat yang hadir agar senantiasa menjaga kerukunan dan kesatuan karena hal itu merupakan aset paling berharga bangsa ini.

"Inilah yang harus kita jaga karena aset terbesar bangsa kita adalah persatuan, jangan sampai saya titip karena pilihan bupati, gubernur, wali kota, presiden kita jadi terpecah-pecah, terbelah, jangan. Kita ini semuanya bersaudara, kita jaga ukhuwah islamiyah, kita jaga ukhuwah wathaniyah kita," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan akan mendukung program pemerintah pusat yang akan memberikan sertifikat tanah gratis kepada masyarakat seluruh Indonesia sebanyak 126 juta sertifikat.

"Pemprov Jawa Barat mendukung penuh program pemerintah pusat yang akan mensertifikatkan 126 juta bidang pada tahun 2025 mendatang. Selain berdampak kepastian di bidang hukum dengan pemberian sertifikat tanah secara gratis ini juga bisa meningkatkan nilai jual tanah," katanya.

Dalam hal ini memang sudah seharusnya dan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat untuk memberikan solusi terbaik bagi masyarakat Indonesia terutama terkait penerbitan sertifikat.

Ia menambahkan dalam hal ini Kantor Pertanahan Nasional (KPN) Wilayah Jawa Barat telah mengukur lebih dari 1.269.450 bidang tanah dan yang sudah memiliki yuridiksi sebanyak 1.267.695 bidang tanah.

Dari data tahun lalu pembagian sertifikat tanah sebanyak 80.000 untuk masyarakat Cibinong, Bojonggede, Tajur Halang dan Sukaraja. Tahun ini 80.750 sertifikat tanah dibagikan untuk masyarakat Ciseeng, Gunung Sindur, Cigudeg dan Jasinga.

Sumber: http://goo.gl/Dh9npJ/a>


Bisnis Kuliner Angkringan di Kota Bogor yang Menggiurkan

Bisnis kuliner makanan angkringan di Kota Bogor cukup menggiurkan.

Menu makanan yang beragam, membuat para pecinta kuliner bisa menikmatinya, apalagi di tengah cuaca Kota Bogor yang cukup dingin.

Selain bisa memanjakan lidah penikmat kuliner di Kota Hujan, bisni angkringan juga bisa menghasilkan keuntungan luar biasa.

Karyawan Angkringan Semar di Air Mancur, Bogor Tengah, Arif, menjelaskan, dari usaha angkringan bisa mendapat Rp 600 ribu sampai Rp 700 ribu per malam.

"Kalau malam minggu atau weekend lebih besar Mas, bisa dapat Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta," katanya, di bundaran Air Mancur, Bogor Tengah.

Bila dihitung dalam sebulan dari usaha angkringan, kata Arif, bisa menghasilkan Rp 20 juta.

Angkringan Semar sendiri buka dari pukul 15.00 WIB sampai 01.00 WIB.

"Mau favorit di sini sate kulit, sate bakso, dan sate bakso telur. Wedang jahenya juga cepat habis," tuturnya.

Sumber: http://goo.gl/qZaeYP/a>


Selasa, 25 September 2018

Penampilan Terbaru Angkot Bogor yang Dilengkapi Fasilitas Keren

Kota seribu angkot Bogor dalam waktu dekat akan meluncurkan armada angkot terbaru. Uniknya, armada baru ini dilengkapi dengan beragam fasilitas keren yang makin membuat penumpang merasa nyaman saat berada di dalamnya.

Terkait ini, Kabid Angkutan Umum Dishub Kota Bogor, Jimmy mengatakan, ini bukan armada baru, tetapi angkot lama di koridor angkutan massal dan perintis angkutan massal yang diremajakan.

"Hitungannya tiga angkot lama menjadi dua angkot baru, tapi sesuai SPM, artinya ber-AC," ucap Jimmy.

Dia mengatakan, interior angkot baru ini akan dibuat keren dengan tambahan fasilitas mutakhir berupa CCTV, sistem pembayaran elektronik, hingga fasilitas televisi.

"Yang sudah dikenalkan Kodjari, salah satu koperasi angkutan di Kota Bogor, armada angkot menggunakan mobil merek Suzuki APV," kata Jimmy.

Jimmy menegaskan, kehadiran armada angkot yang baru ini sangat sesuai arahan Pemkot Bogor yang ingin mengurangi armada angkot. Mengingat dengan peremajaan tiga berbanding dua akan mengurangi angkot eksisting.

"Nanti ada sekitar 120 armada di TPK 4, kalau tidak ada halangan di awal Oktober bakal beroperasi beberapa unit dulu di trayek TPK 4, yaitu rute Ciawi-Ciparigi. Pastinya tarif juga akan disesuaikan kemudian setelah angkot beroperasi," kata Jimmy menambahkan.

Sumber: http://goo.gl/hb82nJ

Senin, 17 September 2018

Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil Mempunyai Gagasan Untuk Mengembangkan Pariwisata Bogor

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memiliki sejumlah gagasan untuk mengembangkan periwisata dan lingkungan Kota Bogor. Hal itu ia ungkapkan disela-sela kunjunganya ke kota hujan tersebut.

Dalam gagasan Ridwan Kamil, Kota Bogor harus menambah destinasi wisata baru seperti danau, ruang terbuka, tersedia bus parisiwata, dan memiliki sebuah gedung creative center. Selain itu Bogor juga perlu menambah satu atau dua fly-over untuk memperlancar arus lalu-lintas.

Untuk itu Ridwan Kamil menyatakan pemerintah provinsi akan memberikan hibah selama kepemimpinannya hingga lima tahun ke depan. Rinciannya adalah untuk ruang terbuka hijau akan ada hibah Rp15 miliar, lalu hibah Rp 40 Miliar untuk satu atau dua flyover, gedung creative center, bus pariwisata, dan destinasi wisata baru.

"Ini hadiah untuk warga Kota Bogor," kata Emil sapaan akrab Gubernur Jawa Barat ini. Bogor adalah tempat ketiga yang menjadi perhatian Emil, demikian ia disapa, untuk dikembangkan pariwisatanya. Sebelum ini Emil telah mengungkapkan rencana pengembangan wisata di Garut dan Jabar Selatan, serta Bekasi (mempercantik sungai Kalimalang). Emil juga ingin memoles Gedung Sate agar menarik bagi wisatawan.

Kunjungan Ridwan Kamil ke Kota Bogor itu dilakukan dalam rangkaian program shalat subuh keliling berjamaah. Sholat subuh digelar di Masjid Raya Kota Bogor.

Selain shalat subuh berjamaah, Emil juga menghadiri sejumlah kegiatan, antara lain, aksi bersih-bersih sampah dalam rangka world cleanup day, menghadiri Tablik Akbar Tahun Baru 1440 Hijriah, serta dialog dengan MUI.

Setelah kegiatan shalat subuh berjamaah, Ridwa Kamil bersama Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Rektor IPB Dr Arif Satria, Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, sarapan bersama di kediaman wali kota.

Memperingati Hari Pemungutan Sampah se- Dunia Yang di Resmikan di Tugu Kujang Bogor

Peringatan Hari Memungut Sampah se-Dunia atau World Cleanup Day 2018 serentak dilaksanakan di 16 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Pembukaannya diresmikan langsung oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang dipusatkan di tugu Kujang, Kota Bogor, Sabtu 15 September 2018 pagi.

"Dengan ini, kegiatan World Cleanup Day di 16 kabupaten/kota di Jabar saya buka dengan bangga di Kota Bogor," kata Ridwan Kamil.

Ditemani Wali Kota Bogor Bima Arya, Ridwan Kamil beserta ratusan masyarakat dari komunitas dan pelajar turun langsung ke jalan memunguti sampah.

Mulai dari Tugu Kujang di Jalan Pajajaran, satu persatu sampah makanan, plastik, puntung rokok, hingga dedaunan yang berserakan dipunguti oleh Ridwan Kamil dan dimasukan kedalam kantong kresek.

Gerakan pungut sampah itu kemudian berlanjut ke jalur pedestrian di Jalan Oto Iskandardinata, ke lorong underpass, hingga ke sebagian Kebun Raya dan kembali ke Jalan Pajajaran.

Ridwan Kamil menuturkan, dalam gerakan pungut sampah terkandung rasa cinta terhadap daerah tempat tinggalnya dan memberikan manfaat bagi sesama. Ridwan Kamil pun mengapresiasi terhadap komunitas yang selalu mensukseskan program pemerintah.

"Pemerintah tidak bisa kerja sendiri harus bersama masyarakat termasuk energi komunitas yang harus terus dirawat karena itu yang membedakan kita dengan bangsa lain," tuturnya.

Ridwan Kamil berharap, gerakan pungut sampah tidak hanya dilakukan setiap tanggal 15 September atau saat ada momen tertentu melainkan harus menjadi budaya.

"Saya dulu di Kota Bandung, kenapa dapat Adipura setelah 17 tahun, salah satunya adalah membuat seperti World Cleanup Day tapi dilakukan hari Senin, Rabu, dan Jumat dirutinkan, sekarang menjadi kebiasaan. Mudah-mudahan gerakan ini menjadi budaya ya. Bogor saya yakin hanya masalah waktu, predikat Adipura yang dulu bisa diraih kembali," kata Ridwan Kamil seperti dilaporkan bagian Humas Pemprov Jabar.

World Cleanup Day dimulai sejak tahun 2008 di Estonia. Gerakan ini mengumpulkan orang-orang dan organisasi di seluruh dunia untuk membuat bumi lebih bersih dan bebas sampah.

Tujuannya adalah melawan sampah ilegal atau yang membuang sampah sembarangan. Tepat pada Sabtu serentak dilakukan di 150 negara dan diperkirakan 380 juta orang atau 5 persen penduduk dunia melakukannya.

Sementara target di Jabar ada 200 titik di 16 kabupaten/kota yang melakukan gerakan ini. Khusus di Kota Bogor, ada 7 rute yang dilalui oleh gerakan pungut sampah tersebut.

"Kita masih berusaha mewujudkan mimpi kita merebut kembali predikat Kota Adipura. Dulu Kota Bogor 8 kali berturut-turut meraih Adipura dan menjadi kota terbersih di Indonesia, sekarang dengan komunitas dan gerakan ini akan kita rebut kembali Adipura," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya.

Peluncuran Angkot Terbaru di Bogor

Kota seribu angkot Bogor dalam waktu dekat akan meluncurkan armada angkot terbaru. Uniknya, armada baru ini dilengkapi dengan beragam fasilitas keren yang makin membuat penumpang merasa nyaman saat berada di dalamnya.

Terkait ini, Kabid Angkutan Umum Dishub Kota Bogor, Jimmy, saat dihubungi mengatakan, ini bukan armada baru, tetapi angkot lama di koridor angkutan massal dan perintis angkutan massal yang diremajakan.

"Hitungannya tiga angkot lama menjadi dua angkot baru, tapi sesuai SPM, artinya ber-AC," ucap Jimmy.

Dia mengatakan, interior angkot baru ini akan dibuat keren dengan tambahan fasilitas mutakhir berupa CCTV, sistem pembayaran elektronik, hingga fasilitas televisi.

"Yang sudah dikenalkan Kodjari, salah satu koperasi angkutan di Kota Bogor, armada angkot menggunakan mobil merek Suzuki APV," kata Jimmy.

Jimmy menegaskan, kehadiran armada angkot yang baru ini sangat sesuai arahan Pemkot Bogor yang ingin mengurangi armada angkot. Mengingat dengan peremajaan tiga berbanding dua akan mengurangi angkot eksisting.

"Nanti ada sekitar 120 armada di TPK 4, kalau tidak ada halangan di awal Oktober bakal beroperasi beberapa unit dulu di trayek TPK 4, yaitu rute Ciawi-Ciparigi. Pastinya tarif juga akan disesuaikan kemudian setelah angkot beroperasi," kata Jimmy menambahkan.

Rabu, 05 September 2018

Berkah Asian Games Berupa Renovasi Stadion Pajajaran

Pemerintah Kota Bogor mendapat berkah Asian Games 2018 berupa renovasi Stadion Pajajaran berstandar internasional yang siap digunakan untuk Porda Jawa Barat XIII.

"Selain prestasi atlet yang membanggakan, Asian Games juga memberikan berkah untuk Kota Bogor, kita punya stadion yang sangat bagus, standar internasional, rumputnya bagus banget, bisa juga digunakan untuk pertandingan malam," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Jawa Barat, Eko Prabowo, saat ditemui di Bogor, Selasa.

Menurut Eko, sebelum direvitalisasi kondisi Stadion Pajajaran Kota Bogor kurang representatif, belum berstandar internasional.

Sejak direvitalisasi oleh Kementerian PUPR, Stadion Pajajaran digunakan sebagai tempat latihan tim nasional sepak bola yang tergabung dalam grub B di babak penyisihan Asian Games 2018.

Terdapat empat tim nasional yang tergabung di grub B yakni Thailand, Uzbekistan, Qatar, dan Bangladesh.

Eko menyebutkan, Stadion Pajajaran sudah tiga kali direnovasi, pertama tahun 1992, lalu tahun 2011 dilakukan penggantian rumput. Sejak itu, kondisi stadion kurang terawat, terutama lapangan rumput yang ditumbuhi rumput liar.

Pada perhelatan Asian Games 2018, Stadion Pajajaran ditunjuk sebagai salah satu tempat latihan tim nasional grub B. Pilihan ini jatuh karena lokasi Kota Bogor yang cukup strategis.

"Ada tiga elemen utama yang diperbaiki selama renovasi, rumput lapangan utama, lampu penerangan lapangan, kamar mandi, serta kamar ganti pemain," katanya.

Eko menyebutkan, rumput yang digunakan saat ini berstandar FIFA, sama kualitasnya dengan lapangan rumput Stadion GBK, dilengkapi dengan sistem drainase yang akan membuat lapangan terhindar dari genangan air meski hujan deras,

Sistem drainase ini yang memungkinkan air hujan terserap dengan cepat dan akan ditampung serta dimanfaatkan untuk menyirami rumput dalam pemeliharaan.

"Untuk mengganti lapangan rumput serta membangun drainase-nya saja dibutuhkan biaya lebih dari Rp4 miliar," kata Eko.

Penggantian juga dilakukan untuk tiang gawang, diganti dengan yang lebih aman bagi pemain. Khususnya kiper atau pejaga gawang bila mengalami benturan dengan tiang gawang.

Usai pelaksanaan Asian Games 2018, Stadion Pajajaran akan digunakan untuk Porda Jawa Barat XIII yang berlangsung di Kabupaten Bogor.

"Kami sudah minta PB Porda untuk melengkapi kekurangan yang ada di Stadion Pajajaran, seperti kursi untuk pemain dan pengawas pertandingan," kata Eko.

Sumber: http://goo.gl/CR8kZ2/a>


Komentar Wali Kota Bima Arya Soal LRT Sampai ke Kota Bogor

Jalur Light Rail Transit (LRT) akan tersambung hingga Terminal Branangsiang Kota Bogor, Jawa Barat.

Tentu saja, rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menembuskan LRT ke terminal tertua di kota hujan ini tahun 2020, direspon baik oleh pemerintah daerah.

Memang Pemkot Bogor mengaku belum ada kesepakatan dengan pemerintah pusat terkait stasiun akhir LRT.

“Belum deal ujungnya LRT ada di mana. Kalau pemerintah pusat inginnya di Terminal Baranangsiang. Bila di sana semua akan terpusat dan di kawasan tersebut bakal stack karena semua bakal menyerbu ke sana,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Bima Arya menjelaskan, jika solusi terbaik demi menghindari kemacetan, maka pusat stasiun akhir LRT bisa di Kekurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara.

“Di Tanah Baru masih luas aksesnya. Untuk mendukung LRT di Kota Bogor, kami berencana akan membangun underpass dari Vihara Dhanagun ke Kebun Raya Bogor. Ini langkah antisipasi kemacetan. Sarana tersebut mesti dibangun,” kata Bima.

Kepala Terminal Baranangsiang, Dedi Humaidi mengaku, jika pihaknya belum mengetahui rencana masuknya LRT ke terminal pada 2020.“Kita lihat saja nanti. Bisa saja ada perubahan desain,” katanya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan 2 tahun lagi lintasan LRT Jabodebek bakal sampai Bogor.

Menurut Budi, pemerintah akan segera membangun LRT dari Cibubur hingga Terminal Baranangsian.

“Targetkan pembangunan lintasan ini selesai dalam dua tahun. Sekarang baru sampai Cibubur, tapi 2 tahun lagi sampai Bogor. LRT nanti sampai Terminal Baranangsiang,” kata Menteri Budi.

Menteri Budi menuturkan, kedepan LRT tidak hanya menghubungkan Bogor dengan Jakarta dan sekitarnya, tapi dibuat LRT dalam skala lebih kecil untuk mobilitas di dalam Kota Bogor.

“Nanti kita buat LRT yang lebih kecil mengelilingi Kota Bogor. Jadi dengan adanya LRT yang sudah disetujui Presiden ini bisa dibangun dalam waktu dekat,” ujar Budi sambil menambahkan, pembangunan LRT lintas ini bakal menggandeng perusahaan swasta.

Menurut Menteri, pembangunan LRT tahap I masih dalam proses. Untuk progresnya kini sudah mencapai 40 persen.

“Masing-masing, progres lintasan Cawang-Cibubur sebesar 62 persen, Cawang-Dukuh Atas 26 persen, dan Cawang-Bekasi Timur 47 persen,” tandas Menteri Budi Karya. 

Sumber: http://goo.gl/gFRCwc/a>


Mahasiswa Bogor Sesalkan Kondisi GOR Jonggol yang Terbengkalai

Sejumlah elemen mahasiswa Bogor menyesalkan terbengkalainya Pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) Jonggol di RT02 RW 01 Kp Nyanggeng, Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Penyebabnya sejak diserahterimakan bulan Februari 2018 dari kontraktor PT Mandiri Tri Bintang kepada Pemkab Bogor gedung tersebut belum bisa dimanfaatkan oleh warga Jonggol karena kondisinya baru diplester saja apalagi atapnya sering bocor dan sejumlah tiang diduga tidak lurus. 

Ketua Divisi Sosial BEM Fakultas Hukum UIKA Bogor mengatakan, Kadispora sebagai Kuasa Penguna Anggaran (KPA) proyek GOR Jonggol harus menjelaskan ke publik bagaimana duduk persoalannya sehingga proyek tersebut menjadi seperti ini. 

Dia menduga terbengkalainya pembangunan GOR Jonggol sebagai akibat kurang matangnya perencanaan yang dilakukan oleh Dispora Kabupaten Bogor. 

"Seharusnya Dispora memperhitungkan secara matang pembangunan GOR Jonggal sehingga tidak mubazir seperti sekarang ini. Apalagi dananya hingga mencapai Rp7 miliar lebih," timpalnya.   

Sementara Ketua Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) Rahmatullah yang juga mantan Ketua Forum Mahasiswa Bogor (FMB) memempertanyakan kualitas pembangunan GOR Jonggol, karena terlihat sudah ada kerusakan. 

"Kami sepakat adanya GOR untuk fasilitas olahraga guna meningkatkan kualitas individu masyarakat di Jonggol. Tapi bangunannya juga harus berkualitas agar masyarakat yang menggunakannya juga aman dan nyaman ," timpal Rahmat.

Rahmat juga meminta agar Kadispora Kabupaten Bogor Yusuf Sadeli harus segera menjelaskan ke publik bagaimana kondisi sebenarnya di lapangan terkait GOR Jonggol.

Sementara Kadispora Kabupaten Bogor Yusuf Sadeli saat dihubungi SINDOnews membantah jika GOR Jonggol terbengkalai meski kondisinya terlihat demikian. 

"Ya Pemkab Bogor terbatas anggarannya sehingga dengan dana segitu, ya pembangunannya hanya sampai disitu. Rencananya proyek GOR Jonggol tersebut akan kembali dilanjutkan pembangunannya pada tahun anggaran 2019. Ya doakan agar proyeknya bisa dilanjutkan kembali tahun depan. Sehingga GOR nya bisa difungsikan bagi masyarakat," kata Yusuf

Sumber: http://goo.gl/EZMhTQ/a>


Sembilan Kepala Daerah Dilantik Jokowi Hari Ini, Salahsatunya Ridwan Kamil

Sembilan kepala daerah terpilih hasil Pilkada serentak 2018 akan dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9). Pelantikan dipimpin langsung Presiden Joko Widodo.

Salah satu pasangan yang bakal dilantik, yakni Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Keduanya akan dilantik bersama delapan pasangan kepala daerah terpilih lainnya sekitar pukul 10.00 WIB.

Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi kemarin membenarkan perihal pelantikan sembilan gubernur-wakil gubernur terpilih tersebut.

"Benar, besok (hari ini) ada rencana pelantikan gubernur," kata Johan

Selain Ridwan-Uu, delapan pasangan gubernur-wakil gubernur yang akan dilantik hari ini, yakni Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen (Jawa Tengah), Sutarmidji-Ria Norsan (Kalimantan Barat), Ali Mazi-Lukman Abunawas (Sulawesi Tenggara), Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman (Sulawesi Selatan), dan Viktor Laiskodat-Josef Nae Soi (Nusa Tenggara Timur). 

Lalu ada Lukas Enembe-Klemen Tinal (Papua), Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Sumatera Utara), dan I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardana (Bali).

Pelantikan ini merupakan yang pertama dilakukan usai Pilkada serentak 2018 selesai dilaksanakan. Sementara masih ada delapan gubernur-wakil gubernur terpilih lain yang akan dilantik Presiden dalam beberapa waktu ke depan.

Dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet, mekanisme pelantikan kepala daerah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota.

Dalam perpres tersebut, hanya gubernur dan wakil gubernur yang dilantik Presiden. Sementara bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota dilantik oleh gubernur di kantor pemerintahan daerah masing-masing.

Sumber: http://goo.gl/J3wVJF/a>


Lowongan Kerja Kepala Humas & Marketing RS Azra Bogor

Dibutuhkan Kepala Humas & Marketing dengan kualifikasi sebagai berikut :


  • Jenis kelamin Laki - laki
  • Usia Max 35 Tahun
  • Pendidikan SI Komunikasi / SI Kedokteran / SI Keperawatan
  • Memiliki Sertifikat Hiperkes menjadi nilai tambah
  • Mempunyai Pengalaman kerja di bidang Humas & Marketing Min 2 Tahun pada posisi yang sama / 5-7 tahun pada posisi dibawahnya ( SPV )
  • Mempunyai pengalaman di bidang perumahsakitan
  • Mampu bekerja secara independen maupun kelompok dalam memenuhi target - target kerja dan  Bekerja dibawah tekanan
  • Komunikatif dan mampu melakukan pendekatan personal yang baik
  • Terbiasa presentasi dan memiliki keahlian Public Speaking
  • Menguasai pemasaran digital, menciptakan program pemasaran, terbiasa menyelenggarakan event
  • Mampu mengelola dan menjaga rekan bisnis/ pelanggan hingga melakukan pengembangan staregi unit kerja
  • Dapat Bekerjasama dalam Tim
  • Disiplin dan Bertanggung Jawab

Berkas lamaran dikirimkan ke :

Rumah Sakit AZRA
Jl. Pajajaran No. 219 Bogor 16153
Telp : 0251-8318456 eks 222/226

atau

email : hrd@rsazra.co.id

Sumber: http://goo.gl/ySb4CL/a>


Senin, 03 September 2018

Usai Asian Games, Defia Rosmaniar Siap Diarak Keliling Kota Bogor

Pemerintah Kota Bogor telah menyiapkan kejutan khusus untuk menyambut kepulangan Defia Rosmaniar usai berlaga di ajang Asian Games 2018.

Keberhasilan atlet kelahiran Bogor, 25 Mei 1995 ini dalam Asian Games membuat namanya mendadak menjadi perbincangan seantero nusantara. Defia menjadi atlet pertama Indonesia yang menyumbangkan medali emas dalam ajang olahraga empat tahunan itu.

Raihan medali emas itu didapatnya setelah memenangi nomor poomsae individu putri, di Plenary Hall Jakarta Convention Centre, dengan mengalahkan taekwondoin Iran, Marjan Salahshouri.

Maka, tak berlebihan jika banyak pujian dan apresiasi yang diberikan kepada atlet taekwondo asal Kota Bogor ini.

“Bakal ada arak-arakan nanti. Kita victory laps istilahnya di Kota Bogor. Bisa lari keliling SSA atau naik bus wisata Uncal keliling Kota Bogor," ungkap Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto

"Karena warga Bogor sangat bangga atas apa yang diraih Defia, sehingga harus dibuatkan penyambutan khusus nanti,” tambah Bima.

Mengenai waktu penyambutan, sambung Bima, akan menyesuaikan jadwal Defia karena masih terikat dengan Pelatnas.

“Jadi nanti kalau sudah siap, kita gelar karpet biru buat Defia,” katanya.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Bogor, Benninu Argobie mengatakan, prestasi Defia di ajang Asian Games mampu menjadi dorongan semangat untuk atlet Kota Bogor lainnya.

“Yang patut jadi inspirasi adalah Defia ini sering menjuarai kejuaraan taekwondo dunia, tapi sikapnya tidak berubah. Tetap rendah hati, tetap mengayomi," tutur Benninu.

Pemkot Bogor sebelumnya juga telah menyiapkan satu unit apartemen di Pine Spring Apartment, Olympic City, Bogor, untuk Defia. Pemkot Bogor juga memberikan uang saku senilai Rp 25 juta.

Bahkan, Pemkot Bogor menjanjikan lapangan pekerjaan untuk atlet berhijab ini.

Apresiasi lain pun juga datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Defia menjadi satu dari sejumlah atlet yang mendapatkan bonus dari pemerintah.

Tak tanggung-tanggung, mahasiswi semester lima, Fakultas Ilmu Olahraga, Universitas Negeri Jakarta, ini, bakal menerima bonus sebesar Rp 1,5 miliar.

Pemerintah juga berjanji memberikan bonus lain berupa pengangkatan status sebagai Pegawai Negeri Sipil dan bonus rumah bagi setiap peraih medali.

Wali Kota Bogor Ikut Lomba Lari Untuk Menggalang Dana Korban Gempa Di Lombok

Gempa dahsyat yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa waktu lalu, masih menyisakan duka hingga saat ini. Berdasarkan data sementara yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 563 warga dinyatakan meninggal dan 83.392 unit rumah rusak.

Kesedihan itu rupanya dirasakan pula oleh warga Kota Bogor. Sejumlah komunitas pelari, pelajar, masyarakat hingga seniman kemudian menginisiasi adanya gerakan #BogorUntukLombok guna menghimpun donasi warga Kota Hujan.

Wali Kota Bogor Bima Arya pun ikut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut. Bahkan, Bima melakukan hal unik demi meringankan duka bagi warga Lombok.

Lewat kegemarannya berolahraga lari, Wali Kota Bogor pun rela menjajakan kaos larinya untuk dimanfaatkan para donatur. Politisi PAN ini secara sukarela memberikan ruang bagi para sponsor atau donatur untuk melakukan endorsement atau dukungan lewat jersey lari yang akan dikenakannya dengan nilai rupiah tertentu. Kemudian seluruh uangnya akan didonasikan bagi korban gempa di Lombok.

"Saya berlari dua putaran pedestrian sekitaran Kebun Raya dan Istana Bogor dengan jarak sekitar 10 kilometer. Setiap satu kilometer saya ganti baju yang disediakan para donatur yang sudah berpartisipasi dalam acara ini," ungkap Bima, Minggu (2/8/2018).

Menurut dia, penggalangan dana ini atas dorongan warga Kota Bogor dengan tujuan ingin meringankan beban mereka yang sedang tertimpa musibah di wilayah Lombok.

"Saya sangat terharu, ternyata begitu banyak warga, pelajar dan perusahaan terdorong untuk berdonasi," kata Bima.

Hingga Minggu pagi, uang yang terkumpul dari hasil sumbangan berbagai elemen masyarakat telah mencapai Rp 451 juta. Uang yang terkumpul telah melebihi target yakni sebesar Rp 300 juta.

"Donasi yang disalurkan para pelajar saja donasi jumlahnya sekitar Rp 200 juta lebih. Ini sangat luar biasa," ucap Bima.

Ia meyakini jumlah donasi akan terus bertambah mengingat Pemkot Bogor masih membuka posko bantuan #BogorUntukLombok hingga 9 Oktober mendatang.

"Untuk bantuan yang disalurkan akan kami komunikasikan dulu dengan pemerintah daerah masing-masing. Apa dalam bentuk uang atau barang, kami belum tahu," terang Bima.

Yuk, Lebih Mengenal Istana Bogor Lebih Jauh

ISTANA Bogor merupakan satu dari enam Istana Kepresidenan Republik Indonesia, tempat peristirahatan bagi presiden atau wakil presiden beserta keluarga setelah kemerdekaan. Istana Bogor terletak di pusat Kota Bogor dengan luas sekitar 28,86 hektare dan terletak di ketinggian 290 meter dari permukaan laut.

Istana Bogor merupakan salah satu dari sejumlah istana kepresidenan lainnya di Indonesia seperti Istana Negara dan Istana Merdeka (Jakarta), Istana Tampak Siring (Bali), Istana Cipanas (Cianjur), dan Gedung Agung Yogyakarta atau Istana Yogyakarta. 

Istana Bogor dibangun sebagai tempat peristirahatan Gubernur Jenderal Hindia Belanda dan disebut replika ­Istana Blenheim, kediaman seorang nenek moyang Princess Wales Lady Diana.

Gagasan awalnya dari perjalanan Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff untuk mencari lokasi peristirahatan pada 10 Agustus 1744. Van Imhoff menemukan tempat yang tepat dan berudara sejuk di Kampong Baroe. Ia membeli wilayah itu seharga 33.500 ringgit. 

Pada 1745, van Imhoff mulai memerintahkan pembangunan satu pesanggrahan atau mansion yang diberi nama Buitenzorg, artinya bebas ma­salah atau terlepas dari kesu­litan. Di kemudian hari, istilah Buitenzorg menjadi Bogor.

Baron van Imhoff membuat sendiri sketsa mansion Buiten­zorg, dengan meniru arsitektur Istana Blenheim, kediaman Duke of Malborough, dekat Kota Oxford Inggris. Namun, hingga masa jabatannya berakhir, bangunan tak kunjung selesai. 

Istana Bogor rampung pada masa kekuasaan Gubernur Jenderal Charles Ferdinand Pahud de Montager pada 1856-1861, dengan banyak perubahan dari desain awal sang penggagas.

Pernah dibakar
Istana Bogor menandai awal perkembangan yang pesat dari wilayah Bogor sekarang. Dimulai sejak ekspedisi Belanda pada 1703 yang dipimpin Abraham Van Riebeck yang menemukan ladang di lereng Sungai Cipakancilan. Tempat tersebut menandai adanya kehidupan baru di lahan bekas Kerajaan Pakuan Pajajaran.

Era 1745-1808, mansion Buitenzorg pernah menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda oleh para gubernur jenderal. Pada masa itu, tak kurang dari 9 gubernur jenderal Belanda mendiami tempat yang jadi awal mula Istana Bogor itu. 

Pada masa pemerintahan Mossel (1750-1761), Buitenzorg rusak dibakar oleh Kerajaan Banten yang melancarkan serangan sekitar tahun 1750-1754 di bawah pimpinan Ratu Bagus Buang dan Kyai Tapa. 

Pemberontakan Kesultanan Banten digagalkan dan Banten ditaklukkan sebagai rampasan Kompeni. Mossel kemudian memba­ngun kembali dengan tetap mempertahankan bentuknya semula.

Pergantian para gubernur jenderal mengakibatkan berbagai perombakan menimpa pesanggrahan impian Van Imhoff. Pada masa kekuasaan Gubernur Jenderal Willem Daendels (1808-1811) gedung Buitenzorg diperluas dengan memperlebar bagian kiri dan kanan.

Gedung induk dijadikan dua tingkat. Perubahan besar terjadi pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Baron van der Capellen (1817-1826) dengan mendirikan menara di tengah-tengah gedung induk. Sementara lahan di sekeliling istana dijadikan Kebun Raya.

Dikuasai pejuang
Gagasan Kebun Raya muncul dari Caspar George Carl Reinwardt yang pada tahun 1816 diangkat menjadi Direktur Pertanian, Seni, dan Pendidikan untuk Pulau Jawa.

Bangunan mansion Buitenzorg juga pernah mengalami rusak parah akibat gempa bumi yang terjadi pada 10 Oktober 1834. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Albertus Yacob Duijmayer van Twist (1851-1856), bangunan lama yang terkena gempa di­robohkan dan dibangun kembali dengan gaya arsitektur Eropa abad IX.

Selain itu, dibangun pula dua jembatan penghubung gedung induk dan gedung sayap kanan serta sayap kiri.

Pada 1870, Istana Buitenzorg ditetapkan sebagai ke­diaman resmi para Gubernur Jenderal Belanda. Penghuni terakhir Istana Buitenzorg itu adalah Gubernur Jenderal Tjarda van Starckenborg Stachouwer yang harus menyerahkan istana ini kepada Jenderal Imamura, pemerintah pendudukan Jepang. 

Total sebanyak 44 Gubernur Jenderal Hindia Belanda pernah menjadi penghuni Istana Kepresidenan Bogor. Pada akhir Perang Dunia II, ketika Indonesia menyatakan kemerdekaan, sekitar 200 pemuda Indonesia dari Barisan Ke­amanan Rakyat sempat menduduki Istana Buitenzorg dan dibubarkan tentara Ghurka.

Buitenzorg diserahkan kembali kepada pemerintah RI pada akhir 1949. Bersamaan dengan itu, kemudian diubah namanya menjadi Istana Kepresidenan Bogor.

Komunitas Gojek Di Bogor Menggalang Dana Untuk Bencana Gempa Di Lombok

Aksi kemanusiaan kembali dilakukan masyarakat Bogor. Kali ini penggalangan dana untuk korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali dilakukan PT GI (Go-Jek Indonesia) cabang Bogor dan Komunitas GBR (Gojek Bogor Reborn) yang bekerja sama dengan Rumah Zakat Bogor di pertigaan lampu merah Lotte Grosir, Yasmin.

selaku Ketua Komunitas GBR Bogor, Budiman mengatakan, ini bukan yang pertama dilakukan komunitas GBR, karena pada tanggal 20 lalu juga sudah menyampaikan amanat hasil penggalangan dana komunitas GBR untuk Lombok melalui Rumah Zakat Bogor.

“Kegiatan galang dana ini merupakan inisiatif bersama yang didasari kepedulian terhadap korban Gempa Lombok. dan Harapannya ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Lombok,” bebernya.

Hal senada disampaikan oleh Branch Manager Rumah Zakat Cabang Bogor, Uus Kusnadi yang juga berharap agar lebih banyak lagi yang mau bersedia ulurkan tangan membantu saudara–saudara kita yang terkena musibah.

“Allhamdulillah kami dipercaya untuk menghimpun hasil donasi ini untuk saudara kita di Lombok, dan kami dari Rumah Zakat membuka selebar-lebarnya kepada organisasi atau komunitas untuk bekerja sama dalam membantu korban bencana alam, khususnya di Lombok dan umumnya di seluruh Indonesia dalam penyaluran dana,” tukasnya.

Papan Informasi Roboh Setelah Di Guyur Hujan Deras Di Kota Bogor

Sebuah papan informasi di depan Kantor Pospam Terpadu Muspida Kota Bogor, Jalan. Ir. H. Djuanda, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor roboh.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat kawasan Kota Bogor diguyur hujan cukup deras.

Hal itu membuat puing-puing reklame berhamburan di pedestrian dan juga di pinggir jalan raya.

"Penyebabnya akibat hujan dengan intensitas deras yang disertai angin yang lumayan kencang," kata Kepala BPBD Kota Bogor, Ganjar Gunawan, dalam keterangannya.

Beruntung, kata Ganjar, peristiwa ini tidak menimbulkan adanya korban jiwa.

Namun, puing-puing reruntuhan reklame yang roboh itu sempat mengganggu para pejalan kaki pengguna pedestrian yang melintas.

"Korban jiwa tidak ada. Puing-puing yang berserakan sudah dipinggirkan oleh personil BPBD Kota Bogor," pungkas Ganjar.