Kamis, 02 Agustus 2018

Harapan Bisa Meraih Pendapatan Lebih Baik, Pengamen Ondel-Ondel Beralih ke Bogor

Seorang pengarak atau pengamen ondel-ondel asal Senen, Jakarta Pusat, Ade Saputra (28), mengaku pergi ke Bogor bukan untuk hindari pelarangan arakan ondel-ondel di kawasan Jakarta.

Ia mengakui bahwa pelarangan itu memang benar adanya, namun tidak di semua wilayah Jakarta.

"Iya ada yang dilarang tapi gak semua daerah, di Jakarta juga saya masih aktif (ngamen/ngarak)," kata Ade, saat ia dan teman-temannya mengamen ondel-ondel di kawasan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Ia juga mengaku bahwa pergi mengamen ke Bogor pun hanya sesekali dengan harapan bisa meraih pendapatan lebih baik.

Ayah dua anak ini juga mengaku bahwa ia sangat menyayangkan jika pelarangan arak ondel-ondel betul-betul diberlakukan.

"Ngaruh lah, soalnya kita cari kerja dari sini, daripada kerja yang gak baik, kriminal atau apa, karena saya juga punya tanggungjawab, anak sekolah atau apa," kata Ade.

Ade mengaku pergi Bogor dengan cara 'ngombreng' atau menumpang kepada pengendara yang bersedia memberi tumpangan gratis secara berkelompok berjumlah 6 orang termasuk istrinya sendiri.

Lanjut dia, jika pergi mengamen di luar Jakarta, ia mengaku akan pulang setelah 2 atau 3 hari kemudian dengan bermalam di pinggir jalan beralas tikar yang dibawa dari rumah.

"Yang namanya ngarak kan ya gak tentu, kalau pendapatan bersih sih kadang-kadang Rp 700 ribu, Rp 800 ribu, kalau lagu bagus Rp 900 ribu lah ada. Ini juga kita udah dua hari, kita tidur di jalan, noh saya juga bawa tiker noh, tiker lantai buat tidur," ungkap Ade.

Sumber: http://goo.gl/vkhpQ2/a>


Reactions:

0 comments:

Posting Komentar