Selasa, 31 Juli 2018

Keindahan Curug Cikuluwung Yang Menjadi Destinasi Favorit Di Bogor

Curug Cikuluwung – Saat ini berburu air terjun sudah menjadi gaya tersendiri. Menampilkan pose yang sedramatis mungkin dengan latar belakang aliran air deras yang dikelilingi pepohonan dan rerumputan. Jadi pemburu air terjun atau curug di Bogor bukanlah hal sulit.

Ada yang dapat dijangkau dengan mudah dan sebagian lagi membutuhkan perjuangan karena aksesnya susah. Salah satu yang jangan sampai kamu lewatkan adalah Curug Cikuluwung. Curug yang sedang naik daun di Bogor ini selalu mendapat jumlah likes di instagram yang sungguh mengagumkan.

Tak pelak, Curug Cikuluwung menjadi destinasi favorit para pemburu fhoto yang instagenic. Nah, kali ini ngayap.com menelusuri keindahan curug ini yang penuh perjuangan dan tantangan. Mulai dari perjuangan macetnya jakarta dan bogor sampai dengan naik turun anak tangga. Simak yuk catatan perjalanan berikut.

Setelah menghabiskan kurang lebih 2 Jam 30 menit perjalanan dari Jakarta, melewati jalananan yang mulus sampai dengan jalanan kerikil halus dan bahkan tak beraspal. Akhirnya kami sampai di daerah cikuluwung dan kemudian memarkirkan motor.

Dari parkiran kemudian langsung berjalan kaki sekitar 7 menit hingga akhirnya sampai ke kawasan wisata. Pengunjung yang sangat ramai menjadi pemandangan riuh tersendiri karena memang curug ini sedang hits bangat di Bogor dan bahkan menjadi curug paling hits sekarang di Bogor.

Sebenarnya ada dua curug disini, yaitu curug cikuluwung 1 dan 2, berhubung karena yang 1 sedang ramai dan dibatasi hanya sebanyak 30-40 pengunjung karena lokasinya yang lumaya sempit akhirnya kami memutuskan untuk memasuki curug yang kedua.

Setelah membeli tiket, perlahan tapi pasti kaki kami menuruni jalanan setapak kemudian dilanjutkan anak tangga hingga akhirnya sampai lah ke kawasan curug ini. Dari tiket masuk menghabiskan waktu kurang lebih 5 menit untuk mencapai ke curug ni.

Curug ini mempunyai kedalaman mencapai 7 meter dengan warna air yang hijau. Aliran air mengalir dengan lembut di ketinggian kurang lebih 3 meter hingga membentuk kolam alami yang sangat indah. Bebatuan yang besar serta alam yang segar juga menjadi saksi bisu keindahan curug ini.

Setelah puas dengan cikuluwung pertama, kami menaiki anak tangga dan jalan setapak. Kemudian istirahat sambil ngobrol-ngobro yang penting sampai gak penting, menertawakan orang yang lucu sampai gak lucu. Dan baru kemudian membeli tiket dan menunggu jadwal masuk karena memang curug ini sangat ramai dan jumlah pengunjungnya dibatasi.

Tak terasa, nama kami pun dipanggil untuk memasuki kawasan curug cikuluwung 1. Kami pun memasuki pintu masuk, kemudian berjalan kaki kurang lebih 9 menit dengan jalanan tanah bebatuan, kemudian dilanjutkan menuruni anak tangga dan bebatuan yang besar di pinggir curug.

Belum lagi lautan manusia yang terdampar di curug membuat keindahan curug ini kurang memikat. Curug cikuluwung dua ini mempunyai tiga kolam alami, yang paling belakang dengan kedalaman 2,5 meter dan setiap pengunjung perempuan harus memakai pelampung.

Kemudian ada kolam alami yang lebih kecil dengan kedalaman 1,5 meter dan ini yang paling aman bagi kamu yang tidak bisa berenang. Dan ratu curug cikuluwung yang pertama tentu air terjun yang mengalir dari puncak ketinggian kurang lebih 4 meter dan kedalaman yang belum bisa di ukur sampai sekarang.

Sebagai backpaker yang sering menggunakan motor, kami tidak begitu pusing dengan jalanan meski sering nyasar dan hanya mermodalkan GPS. Seperti biasa, kami selalu mencari jalanan baru untuk sekedar belusukan dan mnegobrol santai.

Hingga akhirnya sepanjang perjalanan, kami selalu dimanjakan pemandangan sawah khas ubud yang sangat terkenal itu. Selain itu, kabut di gunung salak juga selalu menjadi pemandangan yang tak terbantahkan keindahannnya.

Dalam perjalanan pulang dari curug cikuluwung, kami juga menemukan destinasi yang belum terkenal dan bahkan hanya warga sekitar yang mengetahuinya. Menurut salah satu warga, kawasan ini di sebut sebagai bukit Ibis. Disini kamu bisa melihat sawah khas ubud juga.

Selain sawah khas ubud, dari pegunungan yang berdiri tangguh terselip senyuman matahari yang ingin kembali keperaduannya denga warna orange yang indah. Ada juga tatapan sebuah pohon jomblo yang sedang gugur di pojok bukit ibis yang menambah nilai keindahan bukit ini.

Untuk menuju Curug Cikuluwung dari Jakarta, kamu tinggal lurus saja menuju jalan raya bogor sampai dengan arah bogor kota. Kemudian ambil lah ke arah deramaga hingga melewati kampus IPB, terus saja berjalan lurus. Dan jika kamu bingung kamu bisa menggunakan GPS dan warga setempat.

Catat! Berikut Biaya Traveling ke Curug Cikuluwung.
Tiket Masuk Curug Cikuluwung 1 sebesar Rp. 30.000,- untuk 2 orang.
Tiket Masuk Curug Cikuluwung 2 sebesar Rp. 20.000,- untuk 2 orang.
Parkir motor Rp. 5.000,-
Bensin selama eksplore Rp. 40.000,-
Sarapan, Jajajan dan Makan Malam Rp. 112.000,- untuk 2 orang.
Sewa pelampung di curug cikuluwung 2 sebesar Rp.10.000,-

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar