Selasa, 03 Juli 2018

Kebun Raya Bogor Akan Menjadi Warisan Cagar Budaya Dunia

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akhirnya mengajukan Kebun Raya Bogor ke Organisasi Pendidikan Keilmuan dan Kebudayaan Persatuan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Pengelola KRB meminta dukungan semua pihak agar dijadikan situs warisan cagar budaya dunia.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Enny Sudarmonowati, mengakui KRB saat ini baru masuk daftar tentatif. "Syaratnya minimal harus satu tahun setelah masuk tentatif list, baru nominasi. Mudah-mudahan tahun depan kalau tentatif list-nya mulus," katanya.

Saat ini, Enny mengakui pihak LIPI selaku pengelola juga tengah mendaftarkan bangunan-bangunan di kawasan KRB menjadi cagar budaya nasional. Selain itu, mereka juga terus melengkapi dokumen-dokumen yang menjadi persyaratan agar dapat masuk nominasi di UNESCO.

Pendaftaran KRB sebagai warisan cagar budaya dunia langsung mendapat dukungan dari negara-negara tetangga seperti Sri Lanka. Dukungan mereka ditunjukkan melalui penanaman pohon nasional negara tersebut bernama Mesua Ferrea atau lebih dikenal dengan sebutan pohon Na.

Penanaman pohon tersebut dilakukan langsung oleh Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), HE Dharshana M Perera, Senin siang. Pohon tersebut didatangkan langsung dari Kebun Raya Peradeniya Sri Lanka.

"Kami harap penanaman Pohon Nasional Sri Lanka dapat mempererat lagi hubungan kedua Kebun Raya sekaligus kedua negara," kata Dharshana saat diwawancarai di lokasi acara. Menurutnya, pohon Na memiliki makna yang tinggi bagi negaranya.

Selain banyak dijadikan obat kuno, bahan bangunan pada kuil dan jembatan, bunganya pun cukup indah. Tak heran, bunga tersebut kerap dijadikan persembahan pada ritual keagamaan dan penghias taman nasional. Pohon tersebut dinyatakan terancam punah sejak 1986.

Dukungan
Lebih lanjut, pihak LIPI juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak mulai dari Pemerintah Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat hingga pusat. Menurut Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan KRB Didik Widyatmoko, proses penetapan suatu situs warisan cagar budaya dunia itu sangat sulit.

Apalagi, UNESCO sebelumnya juga telah menjadikan Kebun Raya Singapura sebagai situs serupa pada 2015 lalu. "Kebun Raya Singapura itu hampir sama dengan di Bogor yaitu berjenis tropis. Walaupun sebenarnya kita lebih tua, lebih banyak tumbuhannya dan lebih luas, mereka lebih dulu mengajukan," kata Didik.

Ia meminta dukungan pemerintah berupa pengembangan fasilitas dan infrastruktur pelengkap lainnya. Selamat ini, KRB menjadi tujuan wisata di Jawa Barat khususnya Kota Bogor, namun tidak ditunjang salah satunya dengan fasilitas parkir kendaraan yang memadai.

Sumber: Sumber: http://goo.gl/aUXhVZ

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar