Selasa, 20 Maret 2018

Public Announcer Terpasang di Sejumlah Persimpangan di Kota Bogor, Masih Sebatas Himbauan

Kini sejumlah persimpangan di jalanan Kota Bogor dipasangi public announcer.

"Masih baru dan itu pun pengadaannya bukan dari kita, karena itu semua berada di ruas jalan nasional jadi itu dari BPTJ," ujar Fredi Kurniawan, Kepala Seksie Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Bogor.

Berbeda dengan yang ada di Jakarta, Fredi mengatakan public announcer di Kota Bogor fungsinya masih sebatas pemberi himbauan atau teguran bagi pengendara yang melanggar rambu lalu lintas di persimpangan.

"Sekarang masih sebatas himbauan, dalam artian si pengemudi yang sudah melanggar stop line, sudah menjorok ke depan kita peringatkan," pungkasnya.

Himbauan itu diberikan langsung oleh petugas yang bertugas mengawasi tayangan CCTV dari kantor pusat Dishub Kota Bogor.

"Dia pengamatan dari semua simpang yang terpasang public announcer, kalau ada pelanggaran dia langsung menegor," ucap Fredi menjelaskan sistem kerja public announcer.

Dari penuturannya, mikrofon yang ada di kantor Dishub dapat terhubung dengan pengeras suara pada public announcer di persimpangan karena memakai kabel fiber optic.

"Pakai kabel kita enggak pakai wireless, karena kendala cuaca kalau wireless gambar dan suaranya sering putus-putus," ungkap Fredi.

Public announcer yang ada di sejumlah persimpangan berfungsi aktif dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

Public announcer di Kota Bogor saat ini berada di lima titik persimpangan, salah satunya di Jalan Raya Pajajaran.

"Tahun ini mau tambah lima lagi di sepanjang jalan nasional saja, dari mulai Pomad sampai Ciawi nanti semua diakomodir," pungkasnya.

Pada persimpangan Taman Corat-Coret juga terdapat public announcer, padahal jalan tersebut tidak termasuk jalan nasional.

"Di simpang corat-coret ada karena setelah SSA kan banyak yang lewat sana, karena jalan alternatif makanya ada perlakuan khusus," ujar Fredi.

Menurut Fredi, tidak menutup kemungkinan public announcer tersebut akan menjadi sarana penunjang tilang elektronik (e-tilang) kepada pengemudi yang melanggar aturan.

"Karena bisa dicapture itu gambar sampai ke plat nomornya di-zoom bisa kelihatan," ungkap Fredi.

Akan tetapi Fredi mengatakan saat ini pihaknya belum bekerja sama dengan Polresta Bogor Kota karena belum semua persimpangan terpasang dan terintegrasi dengan public announcer.

"Belum dikoneksikan ke polresta untuk penindakannya, kalau dari situ pengguna jalan bisa lebih tertib dengan hanya sekedar himbauan ya enggak perlu sampai ke e-tilang," kata Fredi.

Sumber: http://goo.gl/dVfq9g/a>


Reactions:

0 comments:

Posting Komentar