Selasa, 20 Maret 2018

Kampung di Bogor yang Menawan dan Instagramable

Sebuah pulau di tengah Kota Hujan, Bogor, bakal kembali jadi incaran para milenial. Pulau yang berada di dua aliran sungai Ciliwung itu, bernama Pulo Geulis. 

Komunitas Sketcher Swapiness, dan Raincity Artholic menyulap kawasan padat penduduk ini menjadi kampumg Mural. Cat warna warni tampak unik dan memikat membentuk grafiti, komik, dan lukisan menghiasi seluruh dinding di pulau seluas 800 meter ini.  

Untuk menuju lokasi ini, para travel bisa masuk melalui Jalan Surya Kencana, tak jauh dari Hotel 101 Bogor, masuk di kiri ke Jalan Roda. Ditemui VIVA di Pulo Geulis, Ketua Bogor Sketcher, Ersta Andantino, mengajak menikmati setiap sudut warna dan gambar di sana, yang instagramable. 

"Di dini dinding-dindingnya akan dimural semua oleh komunitas dan juga warga. Secara geografis unik ada pulau di tengah Bogor," katanya.

Ersta menjelaskan, gambar yang akan dituangkan mencerminkan kebangsaan, kebudayaan, bersifat edukatif, dan menghibur. Menurutnya, Pulo geulis diprediksi menjadi magnet baru pariwisata. Selain intagramable, di sini para pelancong bisa melihat kebudayaan unik pecinaan, Sunda, dan Islam. 

"Akulturasi budaya sangat unik, Tionghoa, Budaya Sunda dan kerukunan dalam Keberagaaannya yang sangat tinggi. Itu yang akan kami angkat perkenalkan kepada dunia menginspirasi kita semua," kata Ersta. 

Masih berjalan di tengah Polo Geulis, di tengah pulau tersebut terdapat klenteng tertua di Kota Bogor, yaitu Klenteng Phan Ko Bio.  Keberadaannya menyiratkan nilai-nilai sejarah pluralisme dari suku, budaya, dan agama, semakin membuat para traveler penikmat keindahan mural betah berlama-lama. 

Sepanjang jalan dihiasi gambar penuh seni hasil tangan dari lebih 350 kalangan pengiat seni. Tak hanya menyuguhkan hasil karya seni dengan cita rasa tinggi, di Pulo ini juga terdapat kuliner nan khas dari kawasan Surya Kencana. Seperti asinan Bogor, kerupuk jengkol, sampai baso kribo berbentuk unik dijual hanya di sini. 

Kampung warna warni, bukan pertama kali di Indonesia. Namun setiap tempatnya memiliki ciri khas unik. Menurut penggagas kampung mural, Budi Tirtawisata, lokasi kampung mural mengubah Pulo Geulis menjadi lokasi destinasi digital. Selain sebagai tujuan wisata, inisiatif ini juga diharapkan mampu meningkatkan industri ekonomi kreatif di wilayah setempat. 

"Kami merencanakan di tujuh kota, Dilakukan di Yogyakarta, dihadiri 500 peserta, dari Yogyakarta, lanjut ke kota Bandung, dan Malang, Palembang,dan Jakarta, dan akan pada puncaknya internasional travel sketcher di Bali. Karena program ini mendapat sambutan, kota Bogor menjadi penggerak untuk semua wilayah khususnya," kata Budi, yang juga menjabat sebagai CEO Panorama Group. 

Dalam pelaksanaannya, selain Pemerintah Kota Bogor, kegiatan pengecatan mural ini akan didukung penuh oleh PT Propan Raya, perusahaan cat terkemuka, melalui program corporate social responsibility (CSR). 

CEO PT Propan Raya, Kris Rianto Adidarma, menjelaskan, mempercantik Pulo Geulis ini merupakan sebuah bentuk kepedulian untuk mengembangkan sebuah lokasi. Di mana,  lokasi kaya akan sejarah berpotensi menjadi sebuah destinasi wisata. 

Program ini tak hanya mempercantik Pulo Geulis, kata Kria, tetapi dapat membangun kebanggaan masyarakat. Keindahan kotanya akan menumbukan timbul rasa memiliki terhadap kebudayaan.

Menurutnya, jika ada kebanggaan dan rasa memiliki dari masyarakat sekitar, maka Pulo Geulis akan terus lestari, terjaga, dan terawat. Jika sudah terbentuk rasa ini, maka dipastikan akan banyak wisatawan berkunjung ke Pulo Geulis. 

"Kami menghargai keberagaman, budaya, dan adat istiadat, yang terkandung dalam desain arsitektur nusantara. Semoga kita selalu menyadari bahwa keberagaman bukan untuk membuat kita tercerai-berai, tetapi melalui keberagaman kita dapat melengkapi, saling mendukung, dan mempersatukan," katanya. 

Pengecatan mural Kampung Mural Pulo Geulis ini merupakan program lanjutan dari 1O1 Travel Sketch edisi Bogor yang diselenggarakan pada tanggal 28-29 Oktober 2017 lalu. Bidang yang akan dimural dibagi menjadi empat zona, yaitu zona ucapan selamat datang, zona kuliner, sejarah Pulo Geulis, dan zona komik.  

Sumber: http://goo.gl/FvugbT/a>


Reactions:

0 comments:

Posting Komentar