Kamis, 22 Maret 2018

Icip-icip Menu Pepes Ikan Mas Khas Bogor

Berbagai macam kuliner dapat sahabat sporto jumpai di Bogor. Dari yang ringan hingga makanan berat untuk menu makan siang maupun malam juga banyak dijual. Salah satunya Pepes Ikan dan ayam yang kini sedang populer.

Sebagian wisatawan dari beberapa kota seperti Depok, Tangerang dan Jakarta datang ke Kota Bogor sekedar untuk mencicipi masakan khas tersebut.

Salah satu kuliner yang cukup banyak dikunjungi saat hari libur di Kota Bogor adalah Pepes Warung Nita yang terletak di Jalan Prof Andi Hakim Nasution, dekat Kampus IPB Baranangsiang.

Warung ini menyuguhkan pepes ikan mas dan pepes ayam dengan sambal mentah yang pedas bercampur tomat segar. Selain pepes, menu andalan warung yang berada di pinggir jalan ini adalah gulai kakap, goreng bandeng dan sayur asam.

Cara masak pepes tersebut juga sederhana, tidak menggunakan panci khusus untuk ikan presto, tetapi panci biasa yang digunakan ibu-ibu di dapur. Untuk sehari masak, jumlah ikan yang disediakan sekitar tujuh sampai 10 kilogram (kg), mulai dari dari ikan mas, kakap, bandeng dan juga ayam.

"Semua diolah dan dimasak pada hari itu juga, kami tidak membuat bumbu atau menyimpan bumbu. Tapi masak pagi dan empat berikutnya sudah tersedia, jadi 'fresh'," kata Ermah (40) salah satu anak pemilik warung.

Warungnya sudah berdiri sejak tahun 2000, sejak kampus IPB masih satu di Baranangsiang belum pindah ke Dramaga. Warung tersebut didirikan oleh ibunya Hajah Mudrikah (59). Seorang ibu rumah tangga beranak enam yang bercita-cita ingin membuka usaha setelah suaminya pensiun bekerja.

Warung ini tidak mewah, hanya warung sederhana, tetapi sejak berdiri lima orang karyawan serta pemiliknya telah berangkat haji dari jualan pepes. Warung Nita buka setiap hari, kecuali bulan Ramadhan tutup sampai seminggu setelah lebaran baru buka kembali.

Nah untuk pelanggannya berasal dari semua kalangan, selain pelanggan tetapnya civitas IPB, pegawai PMI, hingga pegawai perbankan yang ada di Jalan Juanda.

Tak hanya itu, warungnya pernah didatangi oleh Pakar kuliner Bondan Winarno sebanyak tiga kali sebelum meninggal dunia. Saat itu Bondan datang untuk bertemu ibunya lalu menanyakan resep dan bumbu apa saja yang digunakan untuk memasak pepes serta bagaimana cara memasaknya.

Bondan juga menulis kisah Warung Nita di dalam bukunya, namun Ermah tidak sempat menyimpan bukti tersebut. "Pak Bondan tidak makan di warung, dia hanya bungkus, lalu mewawancarai ibu saya," katanya.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar