Senin, 05 Februari 2018

Kapolda Jabar Resmikan Rumah Baca Gratis di Bogor

Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Maryoto meresmikan rumah baca Bhayangkara di Kelurahan Cilendek Timur, Bogor Barat. Dalam peresmian tersebut turut dihadiri oleh Wakapolda Jawa Barat Brigjen Supratman, Wali Kota Bogor Bima Aria, Kapolresta Bogor Kota Kombes Ulung Sampurna Jaya, dan para pejabat utama dari Polda Jabar dan Polres Bogor.

Dalam sambutannya, Agung Maryoto mengatakan pembangunan rumah baca Bhayangkara sesuai dengan program gerakan polisi orang tua asuh masyarakat (Gerpoltamasy). Selain itu, pembangunan sesuai dengan Grand Strategi Polri yaitu partnership building.

"Saya sangat menyambut baik program ini sesuai dengan kondisi 'polisi zaman now' yang unggul dan kompetitif," kata Kapolda Jabar Irjen Agung Maryoto di Bogor, Sabtu (4/2).

Agung juga memerintahkan kepada seluruh Kapolres yang berada di wilayah hukum Jawa Barat, agar mengikuti langkah positif yang telah dilakukan oleh Polresta Bogor Kota. Ia meminta kepada seluruh Polres di Jabar ikut terlibat aktif dalam membantu kegiatan masyarakat selain menjaga bhabinkamtibmas.

"Saya perintahkan kepada Kapolres yang lain, untuk mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Kapolresta Bogor Kota," ucap Agung.

Lebih lanjut, Agung berharap dengan diresmikannya rumah baca ini dapat memberikan bantuan edukasi kepada masyarakat untuk menambah ilmu pengetahuan. Selain itu, ia juga meminta agar rumah baca ini selalu dievaluasi dan diperbaharui agar koleksi buku dan fasilitas semakin lengkap.

"Sekarang ada 1.200 buku dan beberapa fasilitas lainnya seperti Wifi, laptop, bulan depan harus bertambah karena seperti harapan presiden yaitu Indonesia menjadi bangsa yang unggul sebagaimana di prediksi pada tahun 2040 akan menjadi bangsa nomor 5 terbesar di dunia," pungkas Agung.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Ulung Sampurna Jaya menjelaskan pembangunan rumah baca ini berawal dari kondisi sosial terutama di kalangan anak-anak. Serta keinginan turut membantu mencerdaskan anak bangsa sebagai program pemerintah maka tercetuslah rumah baca ini, .

"Kami memfasilitasi berbagai macam buku, bahkan rumah baca tersebut dilengkapi Wifi. Selanjutnya kami akan bekerjasama dengan pemerintah Kota Bogor khususnya dinas pendidikan Kota Bogor supaya anak-anak tidak ada lagi yang putus sekolah," ucap Kombes Ulung.

Tol Lingkar Luar Bogor Seksi II B Dikebut, Ini Progresnya

Pembangunan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi II B, yang menyambungkan Kedung Badak hingga Simpang Yasmin sepanjang 2,65 kilometer (km), terus dikebut. Menjelang dioperasikan pada triwulan II-2018, pembangunan proyek jalan tol lingkar luar seksi IIB tersebut kini tengah memasuki tahap penyelesaian konstruksi akhir.

Seperti dikutip dari keterangan resmi Jasa Marga, hingga akhir bulan Januari 2018, pembangunan konstruksi proyek Jalan Tol BORR Seksi II B sepanjang 2,65 km telah mencapai 92,69%.

Selain dari sisi konstruksi, progres positif juga terlihat dari aspek pembebasan lahan. PT Marga Sarana Jabar (MSJ) selaku anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat, 99% pembebasan lahan untuk proyek Jalan Tol BORR dalam periode waktu yang sama telah selesai.

Direktur Utama PT MSJ Hendro Atmodjo, mengatakan sampai saat ini, progres konstruksi BORR berjalan sesuai rencana, bahkan cenderung melebihi target. Ia berharap proyek Jalan Tol BORR Seksi II-B dapat segera dioperasikan, mengingat kebutuhan pengguna jalan terhadap Jalan Tol BORR semakin meningkat.

"Kita patut berbangga, karena progres konstruksi BORR masih berjalan di positif lebih cepat , terlihat dari target penyelesaian yang maju lebih awal dibandingkan target semula, dengan upaya bersama, kita harapkan tahun ini Jalan Tol BORR dapat segera menjadi alternatif pilihan bagi pengguna jalan," katanya.

Namun demikian, Hendro mengaku masih ditemukan sejumlah kendala dalam proses pembangunan proyek Jalan Tol BORR ini. Salah satu kendala utama yang masih dirasakan oleh pihaknya dalam melaksanakan pembangunan adalah permasalahan pembebasan lahan dan tanah sisa serta pemindahan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) ke tepi Right Of Way (ROW). 

Tapi hal-hal tersebut diakui sudah diselesaikan pada akhir tahun lalu sehingga tidak mempengaruhi progres proyek yang berjalan saat ini. 

Seperti diketahui, tol BORR secara keseluruhan terbagi menjadi lima seksi. Kelima seksi tersebut meliputi seksi I ruas Sentul Selatan-Kedung Halang (3,85 Km) yang telah beroperasi sejak tahun November 2009. Lalu seksi IIA Ruas Kedung Halang-Kedung Badak (1,95 Km) telah beroperasi sejak Mei 2014.

Kemudian seksi IIB dari ruas Kedung Badak-Simpang Yasmin (2,65 Km), seksi IIIA meliputi Ruas Simpang Yasmin-Semplak (3,50 Km) dan seksi IIIB meliputi Semplak - Junction Salabenda (1,50 Km).

Sungai Ciliwung Meluap, Ratusan Rumah di Bogor Banjir

Banjir dilaporkan merendam ratusan rumah warga bantaran Sungai Ciliwung Kota Bogor, Jawa Barat. Banjir disebabkan meluapnya Sungai Ciliwung akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu sungai.

Banjir terparah dialami warga Kampung Bebek. Di kampung itu, warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam banjir setinggi 50 hingga 150 sentimeter.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebutkan, data sementara yang masuk, ada 13 titik lokasi yang terendam. Ini disebabkan meluapnya Sungai Ciliwung akibat hujan deras di wilayah hulu.

"Kami sudah minta lewat aparatur di wilayah agar warga yang berada di bantaran sungai segera menghindar, karena sampai pukul 11.15 WIB Bendung Katulampa masih Siaga I," kata Bima ditemui di Bendung Katulampa.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Bogor Ganjar Gunawana mengaku masih mendata jumlah rumah yang terendam akibat meluapnya Sungai Ciliwung. Diperkirakan, rumah yang terendam banjir lebih dari 100 unit.

"Belum, masih didata. Tapi kita sudah ngirim bantuan perahu karet dan kebutuhan lainnya," kata dia.

Hingga pukul 12.00 WIB, tinggi muka air di Bendung Katulampa masih bertahan di level 220 sentimeter atau Siaga I Banjir Jakarta, setelah sebelumnya sempat berada di angka 240 cm pada pukul 08.45 WIB.

Informasi di lapangan, banjir merendam rumah warga, di antaranya Kampung Katulampa Kelurahan Katulampa Kecamatan Bogor Timur, Kampung Pulo Geulis Kelurahan Kecamatan Bogor Tengah, kawasan Delima Jaya, dan Kampung Bebek di Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara.

Momen Dramatis Evakuasi Kojek, Buaya Muara Peliharaan Warga Bogor

Selama 21 tahun tinggal bersama buaya, Muhammad Irwan (41), warga Kelurahan Sempur, Bogor Tengah, Kota Bogor, harus rela hewan kesayangannya itu dibawa petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah 3 Jawa Barat.

Proses evakuasi buaya seberat 200 kilogram itu berlangsung dramatis dan diwarnai tangisan dari keluarga, kerabat, hingga tetangga. Awalnya Irwan dan keluarga tidak bersedia Jacky alias Kojek--nama buaya tersebut--dibawa ke Taman Safari Indonesia Bogor.

Setelah diberi penjelasan, jenis buaya muara itu akhirnya dievakuasi. Diperlukan tidak kurang dari delapan orang untuk membantu evakuasi, meski Kojek sempat berontak saat petugas menggiringnya masuk ke dalam boks.

Petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil BKSDA Wilayah 3 Jawa Barat, Ajat Sudrajat, menerangkan binatang buaya dilindungi undang-undang, apalagi buaya muara.

"Karena itu buaya ini tidak boleh dipelihara oleh perseorangan," ucap Ajat.

Menurut Ajat, buaya tersebut akan dititipkan di Taman Safari Indonesia Bogor. Di sana, buaya tersebut akan dikarantina dan dirawat hingga beberapa bulan ke depan.

"Karena kantor BKSDA tidak memungkinkan untuk dijadikan tempat karantina, jadi dititipkan ke Taman Safari," kata dia.

Sementara itu, Irwan bercerita, buaya sepanjang 2,75 meter ini awalnya ditemukan di Cianjur, Jawa Barat, 21 tahun silam. Saat itu, Kojek yang masih berukuran panjang sekitar 10 sentimeter akan dibunuh anak-anak.

"Langsung saya bayarin seharga Rp 20 ribu. Lalu saya masukin ke kantong celana untuk dipelihara di rumah," kata Irwan.

Sejak saat itu, Kojek menjadi salah satu hewan kesayangannya, selain ayam, kucing, burung, dan biawak. Kojek dibiarkan berkeliaran ke sana ke mari di pekarangan rumah.

Pria paruh baya itu, tidak kesulitan memberi makan Kojek. Ikan segar seminggu dua kali diberikan kepada Kojek untuk disantap.

"Sekali makan ikan 2 kg. Ngasih makannya enggak repot," ucap Irwan.

Buaya itu sudah dianggap anggota keluarga. Karena sudah jinak, saudara hingga tetangganya sudah menganggap Kojek seperti binatang seperti kucing.

"Sedih juga. Tapi saya ikhlas asalkan Kojek diperhatikan di sana. Jangan disatuin dengan buaya lain karena Kojek sudah jinak," ucap dia.

Demikian pula dengan Chilli Bahtiar, perempuan paruh baya yang mengaku sudah mengganggap hewan karnivora ini seperti kucing. Wanita yang akrab disapa Sita ini juga kerap memandikan, menyikat bagian mulut, leher, dan kepala Kojek. Bahkan, ia kerap berinteraksi dengan hewan yang dikenal ganas itu.

"Sudah 11 tahun saya ikut ngurus dia. Kojek enggak pernah ngamuk," ujar Chilli, warga Sentul, yang sudah dianggap saudara oleh keluarga Irwan.

Menjelang Imlek, Kelenteng Tertua di Bogor Ini Kian Bersolek

Menjelang Tahun Baru Imlek yang jatuh tanggal 16 Februari 2018, Kelenteng Hok Tek Bio dan Pan Kho Bio yang tertua di Bogor mulai bersolek.

Di kota hujan in terdapat dua kelenteng yang dipercaya jadi yang pertama berdiri di Bogor, Jawa Barat. Meski belum ada penelitian pasti yang mengungkap tepatnya tanggal dan tahun berapa keduanya berdiri.

Ialah Hok Tek Bio yang lebih dikenal dengan Wihara Dhanagun berada di pintu gerbang Kawasan Suryakencana. Lalu ada Kelenteng Pan Kho Bio yang dikenal dengan Wihara Mahabrahma, di Pulo Geulis, Babakan Pasar, Kota Bogor.

Menurut Mardi Liem, pemerhati sejarah Tionghoa di Bogor, kedua kelenteng ini menjadi yang tertua di Bogor sejak abad 18.

"Bon Tek Bio itu ada setelah eksodus besar-besaran pasca pembantaian Tionghoa di Batavia 1740. Sedangkan Kelenteng di Pulo Geulis tercatat sejak Kerajaan Pajajaran," katanya

Keduanya kian cantik menjelang Tahun Baru Imlek. Saat KompasTravel menyambangi Kelenteng Hok Tek Bio, terlihat beberapa petugas sedang mengecat berbagai ornamen mulai tralis, dinding-dinding, hingga hiolo.

"Ia kita sudah seminggu yang lalu mulai nyicil berbenah," kata Lenny, pengelola kelenteng yang berjaga

Menurutnya tak ada ornamen tambahan tahun ini. Hanya pengecatan dan perbaikan pada lampu-lampu yang mati.

Tak jauh dari sana, Wihara Mahabrahma atau Phan Ko Bio. Tak jauh berbeda, beberapa warga sedang membenahi instalasi listrik di sana.

"Ya ini sudah mau selesai pembetulan lampu-lampu. Kemarin selesai cat dinding dan pagar. Beberapa hari lagi sudah mulai prosesi soalnya," kata Abraham, salah satu tokoh masyarakat dan pemerhati sejarah Pulo Geulis Bogor.

Kelenteng tertua yang sudah ratusan tahun ini kerap didatangi berbagai wisatawan di akhir pekan ataupun di hari kerja. Selain sarat sejarah, kelenteng ini juga sarat makna pluralisme masyarakat Pulo Geulis.

"Kalau hari kerja paling yang datang mahasiswa, pasca sarjana atau S3, wisatawan asing. Minggu baru umum," ujar Abraham yang akrab dipanggil Bram.

Selama renovasi tersebut wisatawan masih bebas berkunjung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Minggu, 04 Februari 2018

Syarat dan Cara Khusus Calon Mahasiswa IPB yang Pernah Menjadi Ketua Osis

Institut Pertanian Bogor menyediakan 160 kursi khusus untuk calon mahasiswa yang pernah menjadi ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Para pendaftar wajib memiliki nilai rata-rata 80 untuk mata pelajaran matematika, fisika, kimia dan biologi. Pendaftaran langsung ditujukan kepada rektor IPB dan dilengkapi surat pernyataan pernah jadi ketua OSIS dari kepala sekolah masing-masing.

Rektor IPB Arif Satria menyatakan, kebijakan tersebut dibuat sebagai komitmen IPB dalam mencetak calon pemimpin bangsa. Menurut dia, selain terbukti memiliki potensi jadi calon pemimpin, siswa yang pernah jadi ketua OSIS juga biasanya memiliki intelektualitas tinggi. Jalur khusus untuk ketua OSIS ini masuk dalam jalur seleksi mandiri.

“Diharapkan skema ini akan menghasilkan calon-calon pemimpin, baik pemimpin nasional, daerah, perusahaan maupun penggerak masyarakat yang memimpin dengan pendekatan scientific, yaitu menerapkan scientific based leadership,” kata Arif

Arief mengatakan, pada tahun ini, Institut Pertanian Bogor menyediakan total kuota sebanyak 4.000 kursi untuk jalur SNMPTN, SBMPTN dan mandiri. Ia berharap, melalui seleksi mandiri khusus ketua OSIS ini, IPB mampu menjaring calon mahasiswa yang memiliki kecintaan pada bidang pertanian. “Sekaligus memiliki bakat kepemimpinan dan kewirausahaan. Saat ini minat calon mahasiswa untuk belajar dalam bidang pertanian di berbagai perguruan tinggi terus menurun,” katanya.

Berjiwa pemimpin
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi memang tidak melarang kampus untuk membuka seleksi mandiri. Dengan catatan, tidak boleh melebihi 30 persen dari total kuota kursi yang disediakan. Arif menyatakan, hanya akan menerima ketua OSIS yang memenuhi syarat akademik sebagai mahasiswa IPB. “Skema ini adalah salah satu seleksi mandiri untuk mencari calon mahasiswa yang telah terbukti memiliki jiwa kepemimpinan,” ujarnya.

Lamaran dikirim langsung kepada Rektor Institut Pertanian Bogor mulai 1 April-1 Juni 2018. Pengumuman hasil seleksi direncanakan 9 Juli 2018. Keterangan lengkap mengenai penerimaan mahasiswa baru IPB di berbagai jalur mandiri termasuk jalur khusus ketua OSIS akan diunggah di website Admisi IPB, admisi.ipb.ac.id.

“IPB akan mengasah potensi mereka untuk kita jadikan calon-calon pemimpin bangsa, baik di bidang technopreneur, teknokrat, sociopreneur, maupun di bidang lainnya. Para ketua OSIS telah memiliki gen leadership yang bagus dan teruji. Sehingga akan menjadi bibit-bibit unggul pemimpin bangsa yang kelak dengan sentuhan IPB Insya Allah akan mampu menjadi trend setter perubahan bangsa ini menjadi bangsa Indonesia yang tangguh, berdaulat, dan mandiri,” ujarnya.

Selain jalur baru tersebut, IPB juga membuka seleksi penerimaan melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN, dan jalur Mandiri, dengan kuota masing-masing 50 persen, 30 persen dan 20 persen. SNMPTN merupakan jalur penelusuran prestasi akademik siswa yang melalui Pusat Data Siswa dan Sekolah (PDSS).

Calon mahasiswa yang lulus SNMPTN tidak melewati tes ujian yang digelar panitia pusat. Sementara itu, SBMPTN menjaring calon mahasiswa melalui tes tertulis dan komputer yang digelar panitia dan pihak kampus. Seleksi mandiri, tidak melibatkan pantia pusat SNMPTN/SBMPTN, sepenuhnya tanggung jawab kampus.

Sumber: http://goo.gl/RYzbgC

Sabtu, 03 Februari 2018

Libur Imlek, Yuk Jelajahi Wisata Pecinan di Kota Bogor

Wisata bertemakan Imlek di Bogor, Anda bisa menelusuri kawasan komunitas Tionghoa, yaitu di Suryakencana. Uniknya, "pecinan Bogor" ini amat berbaur dengan budaya lokal terutama Sunda sehingga menghasilkan ragam budaya dan kuliner yang khas.

Berwisata di Suryakencana Bogor ini bisa dengan cara menelusuri jalan utamanya sepanjang satu kilometer. Nanti di sisi-kanan kirinya terdapat destinasi wisata religi, budaya, dan kuliner yang bisa Anda eksplor.

Mulai dari Vihara Dhanagun, yang berdekatan dengan gerbang masuk Suryakencana. Di vihara besar ini biasanya menjadi pusat kegiatan Cap Go Meh Street Fest di Bogor.

Acara yang tiap tahunnya mendatangkan ratusan ribu wisatawan ke Bogor itu menggunakan vihara besar ini untuk titik awal karnaval. Termasuk panggung utama yang didirikan di depan vihara.

Wisatawan umum boleh masuk dan melihat keunikan sekitar bangunannya. Terdapat ruang utama yang hanya untuk melakukan peribadatan. Namun, ada juga yang boleh dikunjungi bebas, dan jadi tempat berdoa.

Menjelang Imlek vihara ini tentu kian bersolek. Mulai renovasi kecil-kecilan, hingga bersih-bersih ornamen di sini.

Sedikit ke belakang dari vihara, tepatnya di Kecamatan Babakan Pasar terdapat desa yang bernama Kampung Pulo. Desa ini berada di tengah pulau di Bogor, yang dinamakan Pulo Geulis.

Di dalam pulau seluas 3.5 hektar ini, sebuah bangunan bersejarah dan penuh arti bagi masyarakat Kampung Pulo, masyarakat yang mendiami Pulo Geulis.

“Kelenteng ini seperti milik semua masyarakat di Kampung Pulo,” ujar Bram Abraham, salah satu tokoh masyarakat yang mempelajari sejarah Pulo Geulis, beberapa waktu lalu.

Vihara Maha Brahma, atau dapat juga sebagai Kelenteng Pan Kho Bio, dapat menjadi tempat peribadatan umat Islam, Konghucu, dan, Buddha, lazimnya. Bram mengatakan bagi Kristiani, Protestan, dan Hindu pun bisa beribadat di sini.

Tuntas berwisata budaya, sejarah, dan religi saatnya berburu kuliner. Beberapa kuliner di sini memang bertemakan Tionghoa. Namun, banyak juga yang menjadi kuliner khas Bogor, karena adanya akulturasi budaya di sini.

Berjalanlah mendekat ke Gang Aut, sebuah perempatan besar yang menjadi tempat berkumpulnya kuliner tradisional khas Bogor.

Sebelum sampai di sana, pun Anda bisa menemukan beragam kuliner khas, seperti soto mi bogor, soto kuning bogor, dan asinan bogor gedung dalem.

Di sekitar Gang Aut, Anda bisa menemukan cungkring, bir kotjok, asinan jagung bakar, es pala, dan laksa bogor yang hangat menggoda.

Harga beragam hidangan di sini juga bersahabat, mulai Rp 5.000 untuk cungkring dan asinan jagung bakar, hingga Rp 25.000 untuk soto kuning dengan isian daging sapi.

Sumber: Sumber: http://goo.gl/bcREbu

Tonton Super Blue Blood Moon, Warga Bogor Padati Jembatan Cinta

Ratusan warga di Bogor nampak antusias menyaksikan fenomena gerhana bulan Super Blue Blood Moon. Mereka berdatangan ke Jembatan Cinta di Jalan Raya Pandu, Bogor Utara, Kota Bogor.

Pantauan detikcom, peristiwa gerhana bulan sempat terlihat dari Jembatan Cinta Kota Bogor sekitar pukul 19.25 WIB. Fenomena alam tersebut berlangsung selama sekitar 15 menit. Tak lama kemudian, bulan yang mulai memerah itu langsung tertutup awan kembali. Namun, warga yang beruntung dapat menyaksikan secara langsung proses perubahan warna bulan saat purnama berlangsung.

Di lokasi, terlihat banyak warga yang sengaja datang ke Jembatan Cinta di Jalan Raya Pandu, Bogor Utara, Kota Bogor untuk melihat langsung fenomena yang jarang terjadi ini. Beberapa pengendara motor juga sengaja menepi untuk melihat gerhana bulan. 

"Dari sore ramai berita soal gerhana, katanya kan jarang terjadi. Makanya saya sama suami sengaja ke sini, di sini kan agak terbuka ya lokasinya," kata Nuraeni, yang datang ke jembatan cinta bersama suami dan anaknya.

Tonton Super Blue Blood Moon, Warga Bogor Padati Jembatan CintaFoto: Warga Bogor padati Jembatan Cinta (Farhan-detikcom)

Namun, tidak sedikit warga yang merasa kecewa lantaran tak bisa melihat gerhana bulan. 

"Tadi ada teman kasih kabar, kalau dari sini kelihatan. Makanya ke sini, tapi sampai sini udah ngga kelihatan lagi. Kayaknya mendung sih yah jadi ngga kelihatan," kata Anggun (21), remaja asal Tanahsareal, Kota Bogor ditemui di jembatan cinta.

Sementara itu, peramal cuaca di Stasiun Klimatologi Citeko Bogor, Ronald menyebut gerhana bulan kali sebenarnya bisa terlihat dari seluruh wilayah Bogor selama kondisi cuaca cerah dan disaksikan di tempat terbuka tanpa terhalang awan.

Menurutnya, puncak gerhana bulan kali ini terjadi pada rentang waktu setengah jam yakni sekitar pukul 20.30 WIB- 21.00 WIB. Namun, proses atau fase gerhana tersebut menurutnya terjadi selama beberapa jam yakni sejak pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.

Sumber: Sumber: http://goo.gl/oUXXuj

Renovasi Stadion Pajajaran Bogor Dipercepat

Pemerintah pusat memulai proyek perbaikan Stadion Pajajaran Kota Bogor yang akan dijadikan sub-venue Asian Games 2018. Pekerjaan yang awalnya diperkirakan selama tujuh bulan harus dipercepat hingga lima bulan agar bisa digunakan sebelum pesta olahraga tersebut, Agustus 2018.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor Eko Prabowo mengakui pekerjaan proyek tersebut terlambat dari jadwal seharusnya mulai Desember 2017. Menurutnya, pekerjaan sempat terkendala sejumlah masalah teknis. “Setelah diskusi dengan kontraktor, mereka sanggup menyelesaikannya Mei 2018,” katanya di Stadion Pajajaran Kota Bogor, Rabu, 3 Januari 2017.

Pada kesempatan itu, ia mendampingi Walikota Bogor Bima Arya dan sejumlah pejabat instansi terkait untuk meninjau lokasi. Menurut pemantauannya, pekerjaan proyek tersebut sampai sekarang mencapai 10-20 persen yakni dalam proses pembangunan bedeng.

Eko memastikan stadion milik masyarakat Kota Bogor itu akan disesuaikan dengan standar Federasi Sepakbola Internasional FIFA. Bagian utamanya adalah rumput stadion yang terbuat dari rumput organik terbaik. Perbaikan rumput terakhir kali dilakukan pada 2011 menggunakan jenis rumput di bawah standar.

Ia mengatakan tiang gawang yang akan digunakan berbahan aluminium lunak agar tidak menimbulkan cedera serius saat terjadi benturan dengan pemain. Selain itu, lampu stadion akan diganti dengan teknologi Light Emitting Diode (LED) sehingga lapangan bisa digunakan pada malam hari.

Perbaikan juga meliputi fasilitas lain seperti kamar ganti, kamar mandi, tribun dan bench pemain. Eko mengakui Pemerintah Kota masih bernegosiasi dengan pihak terkait untuk mengganti papan skor manual dengan sistem digital. “mau yang berteknologi LED juga,” katanya berharap.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan Stadion Pajajaran yang berdiri sejak 1967 ini akan ditutup untuk umum selama proses renovasi. Bima yang melakukan peninjauan ke lokasi mengharapkan stadion tersebut nantinya bisa dilengkapi jalur lari (jogging track) berbahan sintetis.

Bima mengaku akan menawarkan pihak ketiga untuk merawat bangunan stadion tersebut dan ikut mengembangkan prestasi tim sepakbola setempat. Selain masuk dalam perencanaan Pemerin Kota Bogor, peningkatan fasilitas stadion tersebut juga diakui telah masuk rencana Pemerintah pusat.

Bima mengakui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) sudah melakukan peninjauan dan mengecekan kondisi stadion pada Desember 2017 lalu.

"Biaya renovasi Stadion Pajajaran mencapai tiga miliar rupiah dari pemerintah pusat. Tapi, Pemkot berencana melakukan lobi kembali ke Kemen PUPR. Semoga bisa ditingkatkan lagi,” katanya.

Selain Stadion Pajajaran, stadion lain yang akan menjadi sub-venue Asian Games cabang olahraga sepakbola adalah Stadion Persikabo Kabupaten Bogor. Keduanya dipilih karena berada di dekat Stadion Pakansari Kabupaten Bogor yang menjadi lokasi utama pertandingan cabang tersebut.

Sumber: Sumber: http://goo.gl/7wKmqK