Selasa, 30 Januari 2018

Pesta Rakyat Cap Go Meh di Bogor Bakal Digelar Maret 2018

Penyelenggaraan agenda tahunan Pesta Rakyat Cap Go Meh (CGM) 2018 kembali digelar. Rencananya, puncak pesta perayaan Imlek yang dibalut dengan berbagai bentuk kesenian dan budaya itu akan diselenggarakan pada Jumat (2/3/2018).

Panitia CGM 2018 pun sudah menyiapkan sejumlah rangkaian acara untuk menghibur masyarakat Bogor maupun luar Bogor.

Tahun ini, bentuk kesenian dan budaya helaran akan dilengkapi dengan sajian seni helaran asal Jawa Barat, di antaranya dari Purwakarta, Cianjur dan Ciamis. Sedangkan bentuk seni budaya Nusantara yang disiapkan dalam Pesta Rakyat CGM 2018, antara lain kesenian asal Kalimantan, Jawa Tengah, Madura, Sumatera Barat, dan suguhan budaya Betawi.

Ketua Pelaksana Pesta Rakyat CGM 2018 Arifin Himawan berharap, seni helaran yang ditampilkan tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri, tetapi juga menggambarkan adanya persatuan nasional yang diperlihatkan dalam bentuk kekayaan budaya bangsa.

"Semangat pluralisme yang ditanamkan bersama dengan masyarakat Bogor ini menjadi salah satu ciri dan identitas kita dalam menjaga kesatuan bangsa," ucap Arifin.

Arifin menambahkan, diperkirakan puluhan ribu masyarakat akan memadati sepanjang Jalan Suryakencana, Kota Bogor, yang menjadi titik pusat perayaan pesta rakyat tersebut.

Sebagai simbol semangat pluralisme dan kemajemukan, sambung Arifin, gelaran budaya Cap Go Meh itu akan dibuka dengan doa dari enam pemuka agama yang secara berdampingan dan bergiliran memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.

Ia juga mengapresiasi atas dukungan dan antusias masyarakat yang setiap tahun hadir untuk menyaksikan seluruh rangkaian acara dan berbagai persembahan dalam Pesta Rakyat CGM.

"Helaran ini memang dipersembahkan untuk warga, untuk masyarakat. Sebab itu, kami menyebutnya sebagai Pesta Rakyat. Karena itu pula, tentu kita harus bersama-sama menjaga dan menikmati helaran ini dengan tertib, mengedepankan kepentingan bersama dan kukuh memelihara toleransi yang selama ini menjadi identitas masyarakat kita," pungkas Arifin.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar