Selasa, 30 Januari 2018

Pemkot Bogor-Jepang Lanjutkan Kerjasama Pengelolaan Sampah

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sepakat melanjutkan kerjasama dengan prefektur Hiroshima Jepang, terkait pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, program kerjasama pengelolaan sampah dengan Jepang ini sudah dua tahun berjalan dan sekarang telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ratusan bank sampah dan 30 TPS3R muncul di kota Bogor serta jumlah pembuangan sampah per hari menjadi berkurang.

"Artinya memilah (pengelolaan) sampah dari hulu ini berhasil, kita berada dalam track yang benar fokus pada hulu. Tinggal sekarang kita genjot lagi upaya pengolahan sampah ini dengan berbagai pihak tidak saja dengan swasta tapi juga aparat terutama TNI," ujar Bima.

Menurutnya, selama program kerjasama berjalan proses transfer pengetahuan dari pihak Jepang juga berjalan. Empat kloter perwakilan Pemkot Bogor pernah diberangkatkan ke Jepang untuk mendapatkan pendampingan cara pengelolaan sampah yang baik di negara "Matahari Terbit" itu.

"Insya Allah kerjasama kita perpanjang, tapi pengelolaan sampah di hulu bersama TNI ini juga kita genjot. Saya dan Pak Dandim akan turun untuk mengikat berbagai elemen masyarakat. Jadi kita akan ajak semuanya. Ini arahnya sudah benar tinggal kita konsisten," ungkapnya.

Sementara perwakilan dari Jepang, Kato menjelaskan, Hiroshima juga memiliki masalah yang sama dengan perkotaan di Indonesia. Banyak sampah menumpuk sehingga menjadi permasalahan besar dan sekarang dengan menerapkan pengelolaan yang baik masalah dapat teratasi.

Pengelolaan sampah di Hiroshima itu berhasil berkat kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat. Dia berharap, hal ini juga tercipta di Kota Bogor. Terkait kerjasama dengan Pemkot Bogor, pihaknya memberikan dua pilar bantuan.

"Ada dua pilar bantuan yang kami berikan. Pertama, bantuan penyusunan rencana induk pengolahan sampah di Kota Bogor dan kedua bantuan perbaikan pengolahan sampah," ucap Kato.

Dalam bantuan perbaikan pengelolaan sampah, pihaknya melakukan pelatihan cara pengelolaan sampah kepada dua daerah yang menjadi percontohan pengelolaan sampah di Kota Bogor yakni Rangga Mekar dan Bukit Cimanggu City. Sementara penyusunan rencana induk atau master plan pengelolaan sampah di Kota Bogor, sudah dilakukan sejak kerjasama antara kedua belah pihak dimulai.

"Dan hari ini ada seminar yang dimaksudkan untuk lebih menyebar luaskan hasil dari kerja sama yang telah dilakukan di dua daerah percontohan kepada seluruh daerah di Kota Bogor. Kami harap ini menjadi awal untuk pengolahan sampah di Kota Bogor yang lebih baik," tegasnya. 

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar