Selasa, 30 Januari 2018

PT KAI Janji Buka Rute Baru Bogor-Bandung Via Cianjur Tahun Ini Juga

Jalur rel Kereta Api (KA) Bogor-Bandung via Cianjur ditargetkan akan dibuka kembali oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada tahun 2018 ini.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan. pembukaan jalur ini akan mengurai kepadatan penumpang menuju stasiun pusat, yakni Stasiun Gambir, efisiensi waktu sekaligus menekan biaya.

"Tahun ini targetnya dibuka, karena jalurnya sudah ada tapi terputus di Cianjur. Kalau perbaikan sudah selesai dan relasi sudah beroperasi, penumpang asal Bogor yang menuju Bandung tidak perlu lagi ke Stasiun Gambir, mereka bisa langsung naik dari Stasiun Bogor-Cianjur-Bandung, efisien kan," ungkapnya di acara Evaluasi Angkutan Natal 2017 & Tahun Baru 2018 serta Kinerja PT KAI 2017 di Aula Lantai Dasar Gedung Jakarta Railway Center (JRC), Jalan Ir Djuada, Gambir, Jakarta.

Target tersebut katanya merujuk pada data Angkutan Natal dan Tahun Baru 2017 lalu, khusus KA Argo Parahyangan Relasi Gambir-Bandung yang mengalami okupansi paling signifikan, yakni dari semula dijadwalkan 13 perjalanan meningkat menjadi 26 perjalanan dengan jumlah rangkaian terisi sebesar 97,48 persen.

"Apalagi kalau listrik (KRL), daya angkutnya pasti lebih banyak, saya yakin masyarakat akan beralih karena semuanya akan terkoneksi," tutupnya menambahkan.

Evaluasi pelaksanaan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2017 yang berakhir pada Minggu (7/1/2018) lalu rampung dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Jumlah penumpang Kereta Api (KA) mencapai 4,85 juta orang atau naik sebesar lima persen dibandingkan periode serupa pada tahun 2016.

Kenaikan tersebut dipaparkan Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro berdasarkan penjualan tiket selama periode libur panjang, yakni mulai dari tanggal 22 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018.

Jumlah tersebut terdiri dari sebanyak 571.176 penumpang KA Eksekutif, 282.623 penumpang KA Bisnis, 1,72 juta penumpang KA Ekonomi dan sebanyak 2,27 juta KA Lokal.

"Puncak Angkutan Nataru terjadi pada tanggal 1 Januari 2018, yaitu sebanyak 334.318 penumpang.

Okupansi paling signifikan terjadi pada KA Argo Parahyangan Relasi Gambir-Bandung, dari semula dijadwalkan 13 perjalanan meningkat menjadi 26 perjalanan dengan jumlah rangkaian terisi sebesar 97,48 persen," paparnya.

Peningkatan jumlah penumpang tersebut secara keseluruhan disebabkan adanya inisiatif masyarakat untuk beralih dari moda transportasi pribadi kepada KA.

"Faktornya beragam, mulai dari pengerjaan proyek di jalur tol antara Jakarta-Bandung, dan lainnya. Untuk itu kami akan terus berinovasi agar pelayanan KAI semakin memuaskan," imbuhnya.

Pesta Rakyat Cap Go Meh di Bogor Bakal Digelar Maret 2018

Penyelenggaraan agenda tahunan Pesta Rakyat Cap Go Meh (CGM) 2018 kembali digelar. Rencananya, puncak pesta perayaan Imlek yang dibalut dengan berbagai bentuk kesenian dan budaya itu akan diselenggarakan pada Jumat (2/3/2018).

Panitia CGM 2018 pun sudah menyiapkan sejumlah rangkaian acara untuk menghibur masyarakat Bogor maupun luar Bogor.

Tahun ini, bentuk kesenian dan budaya helaran akan dilengkapi dengan sajian seni helaran asal Jawa Barat, di antaranya dari Purwakarta, Cianjur dan Ciamis. Sedangkan bentuk seni budaya Nusantara yang disiapkan dalam Pesta Rakyat CGM 2018, antara lain kesenian asal Kalimantan, Jawa Tengah, Madura, Sumatera Barat, dan suguhan budaya Betawi.

Ketua Pelaksana Pesta Rakyat CGM 2018 Arifin Himawan berharap, seni helaran yang ditampilkan tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri, tetapi juga menggambarkan adanya persatuan nasional yang diperlihatkan dalam bentuk kekayaan budaya bangsa.

"Semangat pluralisme yang ditanamkan bersama dengan masyarakat Bogor ini menjadi salah satu ciri dan identitas kita dalam menjaga kesatuan bangsa," ucap Arifin.

Arifin menambahkan, diperkirakan puluhan ribu masyarakat akan memadati sepanjang Jalan Suryakencana, Kota Bogor, yang menjadi titik pusat perayaan pesta rakyat tersebut.

Sebagai simbol semangat pluralisme dan kemajemukan, sambung Arifin, gelaran budaya Cap Go Meh itu akan dibuka dengan doa dari enam pemuka agama yang secara berdampingan dan bergiliran memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.

Ia juga mengapresiasi atas dukungan dan antusias masyarakat yang setiap tahun hadir untuk menyaksikan seluruh rangkaian acara dan berbagai persembahan dalam Pesta Rakyat CGM.

"Helaran ini memang dipersembahkan untuk warga, untuk masyarakat. Sebab itu, kami menyebutnya sebagai Pesta Rakyat. Karena itu pula, tentu kita harus bersama-sama menjaga dan menikmati helaran ini dengan tertib, mengedepankan kepentingan bersama dan kukuh memelihara toleransi yang selama ini menjadi identitas masyarakat kita," pungkas Arifin.

Pemkot Bogor-Jepang Lanjutkan Kerjasama Pengelolaan Sampah

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sepakat melanjutkan kerjasama dengan prefektur Hiroshima Jepang, terkait pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, program kerjasama pengelolaan sampah dengan Jepang ini sudah dua tahun berjalan dan sekarang telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ratusan bank sampah dan 30 TPS3R muncul di kota Bogor serta jumlah pembuangan sampah per hari menjadi berkurang.

"Artinya memilah (pengelolaan) sampah dari hulu ini berhasil, kita berada dalam track yang benar fokus pada hulu. Tinggal sekarang kita genjot lagi upaya pengolahan sampah ini dengan berbagai pihak tidak saja dengan swasta tapi juga aparat terutama TNI," ujar Bima.

Menurutnya, selama program kerjasama berjalan proses transfer pengetahuan dari pihak Jepang juga berjalan. Empat kloter perwakilan Pemkot Bogor pernah diberangkatkan ke Jepang untuk mendapatkan pendampingan cara pengelolaan sampah yang baik di negara "Matahari Terbit" itu.

"Insya Allah kerjasama kita perpanjang, tapi pengelolaan sampah di hulu bersama TNI ini juga kita genjot. Saya dan Pak Dandim akan turun untuk mengikat berbagai elemen masyarakat. Jadi kita akan ajak semuanya. Ini arahnya sudah benar tinggal kita konsisten," ungkapnya.

Sementara perwakilan dari Jepang, Kato menjelaskan, Hiroshima juga memiliki masalah yang sama dengan perkotaan di Indonesia. Banyak sampah menumpuk sehingga menjadi permasalahan besar dan sekarang dengan menerapkan pengelolaan yang baik masalah dapat teratasi.

Pengelolaan sampah di Hiroshima itu berhasil berkat kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat. Dia berharap, hal ini juga tercipta di Kota Bogor. Terkait kerjasama dengan Pemkot Bogor, pihaknya memberikan dua pilar bantuan.

"Ada dua pilar bantuan yang kami berikan. Pertama, bantuan penyusunan rencana induk pengolahan sampah di Kota Bogor dan kedua bantuan perbaikan pengolahan sampah," ucap Kato.

Dalam bantuan perbaikan pengelolaan sampah, pihaknya melakukan pelatihan cara pengelolaan sampah kepada dua daerah yang menjadi percontohan pengelolaan sampah di Kota Bogor yakni Rangga Mekar dan Bukit Cimanggu City. Sementara penyusunan rencana induk atau master plan pengelolaan sampah di Kota Bogor, sudah dilakukan sejak kerjasama antara kedua belah pihak dimulai.

"Dan hari ini ada seminar yang dimaksudkan untuk lebih menyebar luaskan hasil dari kerja sama yang telah dilakukan di dua daerah percontohan kepada seluruh daerah di Kota Bogor. Kami harap ini menjadi awal untuk pengolahan sampah di Kota Bogor yang lebih baik," tegasnya. 

Hanya Jadi 'Aquarium' Sejak Direnovasi, Jam Operasional Lapangan Sempur Bogor Bakal Ditambah

Larangan menginjak rumput di Lapangan Sempur, Kota Bogor membuat warga mengecap fasilitas tersebut hanya dijadikan sebagai aquarium.

Setiap harinya tali mengelilingi Lapangan Sempur.

Tak boleh ada pengunjung yang masuk ke area rumput.

Sampai-sampai seorang warga membuat petisi untuk membebaskan Lapangan Sempur.

Menanggapi adanya polemik ini, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor berniat untuk menambah jam operasional Lapangan Sempur.

Kasi Pemeliharaan Taman pada Disperumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan menerangkjan jam operasional Lapangan Sempur akan diberlakukan empat hari dalam seminggu.

"Mulai awal Februari mendatang akan diubah dibuka sejak hari Kamis hingga hari Minggu, Sedangkan waktu dibukanya mulai pukul 06.00 WIB sampai 18.00 WIB khusus hari Kamis dan Jumat, sedangkan hari Sabtu dan hari Minggu dibuka mulai 06.00 WIB hingga pukul 22.00," katanya.

Namun meski demikian pada kondisi-kondisi tertentu jam operasional Lapangan Sempur akan disesuaikan.

Misalkan pada saat hujan Lapangan  Sempur akan ditutup.

“Iya jam operasional itu tentatif, karena kalau cuacanya sedang hujan kan siapa juga yang mau ke taman," ujarnya.

Belum Dapat Ganti Rugi, Pemilik Tanah Akan Menutup Jalan R3

Spanduk pengumuman penutupan Jalan Regional Ring Road (R3), Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor dipertanyakan.

Persoalan yang mendera jalur alternatif dari Kota Bogor menuju Ciawi, Kabupaten Bogor hingga kini memang belum tuntas.

Masalah pembebasan lahan masih menjadi ganjalan bagi pemerintah untuk merampungkan mega proyek tersebut.

Pantauan ada spanduk tak begitu besar terpampang di sisi jalan R3.

"Pengumuman

Kepada pengguna Jalan R3 mohon maaf dalam waktu dekat jalan ini akan kami tutup.

Karena pihak Pemda Kota Bogor belum menyelesaikan ganti rugi kepada pemilik tanah.

Ttd Pemilik Tanah,"

Tulisan itu tertera dalam spanduk warna putih.

Didirikan menggunakan beberapa potong bambu.

Belum jelas siapa yang memasang spanduk tersebut.

Tak terang pula pemilik tanah mana yang akan menutup Jalan R3.

"Kalau yang masang enggak tau siapa, tapi kayanya sudah berhari-hari, sudah dari beberapa waktu lalu ada," kata warga, Sari.

Soal ini belum mendapat konfirmasi dari Pemerintah Kota Bogor.

Rencana Pembangunan 99 Miniatur Masjid Dunia Akan Dibangun Di Kota Bogor

Kabupaten Bogor sedang mempersiapkan pembangunan 99 miniatur masjid dunia di Bukit Pasirgocap, Desa Pasirmadang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Kawasan Religi Internasional akan dibangun di lahan seluas 200 hektare.

Di lokasi tersebut, Dilakukan peninjauan yang dihadiri oleh para pangeran dan utusan dari berbagai negara seperti Iran, Surya, Tiongkok, Maroko, Tunisia, dan Rusia.

Di hadapan tamu undangan, Ketua DPRD Ade Ruhandi atau Jaro Ade menceritakan mulai gagasan hingga tahapan-tahapan pemilihan lokasi pembangunan masjid.

"Awalnya, lokasi yang direncanakan adalah kawasan Bogor Timur sekitar 200 hektare. Namun ada sedikit hambatan. Kemudian kami memberi pilihan kawasan Bogor Selatan, Bogor Utara, dan Bogor bagian barat," Papar Ade.

Kata dia, Pemerintah Kabupaten Bogor diberi waktu 10 hari untuk menjawab permintaan para ulama dunia yang menginisiasi pembangunan kawasan religi itu. Setelah melalui pertimbangan dan dibantu oleh pemikiran ulama di Indonesia maka terpilihlah sebuah lokasi yang bertempat di Sukajaya.

Pembangunan 99 miniatur masjid dunia diperkirakan mencapai ratusan hektare. Lokasi tersebut merupakan bekas lokasi perkebunan cengkeh di era pemerintahan Suharto.

"Pemilihan lokasi ini disetujui oleh masyarakat setempat, pemerintah pusat, Provinsi Jawa Barat dan Wakil Gubernur Deddy Mizwar sudah datang langsung meninjau lokasi," kata Ade.

Seluruh masjid itu merupakan miniatur dari mesjid di 26 negara di dunia dan akan dibangun di atas lahan dengan luas sekitar 215 hektare di daerah Pasir Madang , Sukajaya.

Selain masjid, rencananya akan dibangun pula museum, universitas, rumah sakit, perpustakaan, hingga gerai-gerai wisata kuliner untuk semakin menarik minat wisatawan.

Kamis, 11 Januari 2018

Festival Kurma Digelar di Bogor

Untuk pertama kalinya Festival Kurma digelar perdana di Kota Bogor, Jawa Barat yang mengenalkan cara budidaya dan mengolah buah kurma kepada masyarakat luas.

Festival Kurma berlangsung di Botani Square mulai dari tanggal 8 sampai 14 Januari 2018 mendatang, yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor Annas S Rasmana.

"Diharapkan masyarakat dapat mengenal dan terdorong untuk menanam kurma melalui kegiatan festival kurma ini," kata Annas.

Festival kurma diselenggarakan oleh PT Kampoeng Kurma salah satu tujuannya memasyarakatkan budi daya tanaman kurma kepada masyarakat Bogor.

Manajer operasional PT Kampoeng Kurma, Suwardi Tanu mengatakan kurma merupakan tumbuhan asal Timur Tengah, juga bisa ditanam di Indonesia. "Kebanyakan pohon kurma yang ditanam warga Indonesia tidak berbuah karena pengetahuan tentang penanaman kurma yang masih kurang," kata Suwardi.

Menurutnya minimnya pengetahuan tersebut menjadi justifikasi umum bahwa pohon kurma tidak bisa berbuah di Indonesia. "Jika kita memiliki pengetahuan tata cara menanam dan merawat pohon kurma, maka dalam waktu tertentu dapat memanen buahnya," kata Suwardi.

Melalui festival kurma, Suwardi ingin menyosialisasikan kepada masyarakat luas mengenai potensi buah kurma dengan segala macam kandungannya yang menjadi produk pangan menyehatkan melalui investasi berupa kenun kurma yang dibagi beberapa kavling.

Ia mengatakan Thailand sudah bergerak mengembangkan budidaya kurma sejak 18 tahun lalu dan kini beralih dari perkenunan tebu ke perkebunan kurma dengan luasan yang cukup luas. "Padahal Thailand bukan negara mayoritas muslim," katanya.

PT Kampoeng Kurma telah mencoba menanam kurma di wilayah Bogor yang tersebar di tiga lokasi yakni Tanjungsari, Jonggol dan Jasinga. Satu pohon kurma setelah ditanam selama periode tiga hingga lima tahun diharapkan dapat dipanen dengan potensi hasil antara 150 sampai 300 kilogram.

"Potensi kurma yang ada di Indonesia lumayan besar dan hal ini terus dikampanyekan kepada masyarakat," katanya.

Suwardi menambahkan kurma merupakan tanaman tahunan yang sangat senderhana, tetapi tanaman kurma membutuhkan air yang lebih banyak di dua tahun pertama penanaman.

Pemkab Bogor Saat Ini Fokus ke Proyek Tol Tembus Istana Cipanas

Pembangunan jalur puncak II yang menghubungkan antara Kabupaten Bogor dan Cianjur saat ini masih molor.

Pasalnya, Pemerintah pusat saat ini tidak lagi memprioritaskan jalan yang digadang dapat mengurangi kemacetan di jalur wisata Puncak, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor tersebut.

Kabid Sarana dan Prasarana pada Bappeda dan Litbang Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menuturkan, jalur poros timur atau puncak II rencananya akan dibangun jalan tol sebagai akses cepat kendaraan menuju ke Cianjur.

"Jalan tol itu memang dibutuhkan untuk percepatan angkutan barang," ujar Ajat

Kendati demikian, sambung Ajat, hal tersebut hingga saat ini masih dalam pembahasan meskipun sudah ada investor yang berencana membangun tol di ruas jalur puncak II.

Ia melanjutkan, jalan tol yang rencananya akan dibangun di jalur puncak II itu akan terintegrasi dengan tol jagorawi.

"Rencananya tembus sampai Istana Cipanas, tapi sampai saat ini masih kami bahas," kata dia.

Menurutnya, pengembangan jalur puncak II bukan sekedar untuk mengurangi kemacetan di jalur utama puncak.

Namun, tujuan utamanya untuk mengembangkan perekonomian masyarakat yang berada di wilayah timur Kabupaten Bogor.

"Makannya kami juga akan mengusulkan tetap ada jalur arteri bukan hanya jalan tol saja agar keberadaan jalan tersebut manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar," tukasnya.

Bogor FC Tak Bisa Penuhi Hasrat Bermain di Liga 2

Sampai saat ini, Bogor FC tak kunjung berhasil mengakuisisi klub Liga 2 seperti yang sudah diumumkan pihak klub sebelumnya.

Gagal berkompetisi di Liga 2, tim yang mengaku punya ambisi besar untuk memodernisasi sepak bola Bogor itu bersiap untuk bermain di Liga 3.

"Kami akan akuisisi klub Liga 2 yang tidak sanggup main lagi, soal klubnya nanti akan diinfokan lebih lanjut," kata Owner Bogor FC, Effendi Syahputra

"Sebenarnya kekuatan kami siap untuk bermain di Liga 1. Cuma, nafsu kami harus ditahan setelah mendengar nasehat dan masyarakat Bogor," jelasnya.

Pria yang juga tercatat sebagai Direktur Utama Persikabo Bogor itu berdalih bahwa masyarakat akan malu jika punya tim yang langsung bermain di kasta tertinggi sepak bola nasional.

"Mereka katanya malu kalau ada tim Bogor yang jadi tim siluman di kasta atas Liga Indonesia," kata politikus asal Partai Perindo itu.

Jika Bogor FC bermain di Liga 3, mereka akan satu kasta dengan saudara tuanya yakni Persikabo yang terdegradasi dari Liga 2.