Jumat, 24 November 2017

Pemkot Bogor Bakal Uji Coba Aplikasi Qlue

Merespons setiap pengaduan warga menjadi fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Berbagai program diluncurkan untuk menampung semua pengaduan dan aspirasi dari masyarakat. Mulai dari call center 112, sms center dan lainnya. 

Namun itu tidak cukup, terlebih di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini membuat masyarakat ingin direspon lebih cepat. Sehingga diperlukan formulasi baru yang efektif untuk merespons keluhan di era digital ini.

Terkait dengan itu, Pemkot Bogor dalam waktu dekat akan ikut menerapkan aplikasi Qlue yang sudah lama dan tidak asing dipakai di Jakarta. Pasalnya, aplikasi sejenis Qlue yang sudah terbukti efektif diberbagai daerah dalam menampung setiap pengaduan ini, menjadi sebuah kebutuhan juga di Kota Bogor. 

Marketing Qlue Ivan Tigana mengatakan, dengan menggunakan aplikasi Qlue masyarakat dapat melaporkan berbagai keluhan dan masalah terkait parkir liar, sampah, jalan rusak dan lainnya.

Berbagai macam pengaduan tersebut akan dikategorikan sesuai dengan jenis pengaduannya yang terhubung ke dinas terkait untuk ditindaklanjuti. Hal itu membuat komunikasi antara warga dengan pemerintah pun menjadi lebih cepat dan teratur.

"Sebab pengaduan masuk ke dalam sistem sehingga pelapor dapat mengetahui status dari laporannya apakah sudah ditindaklanjuti atau belum," ujarnya di Bogor, Rabu 22 November 2017.

Aplikasi yang sudah dikerjasamakan di lima pemerintah daerah (Jakarta, Manado, Probolinggo, Cilegon, Pare-Pare) dan sedang diujicobakan di Bandung juga sebenarnya bersifat nasional dan dapat di donwload di Playstore dan IOS secara free. 

Terhitung sejak tahun lalu, pengaduan dari masyarakat Kota Bogor pun sudah banyak yang masuk ke platform Qlue meski belum bisa ditindaklanjuti karena belum adanya kerja sama. 

"Partisipasi dari masyarakat memang diperlukan di Qlue dan kami berharap Kota Bogor bisa jadi kota berikutnya yang bekerja sama. Ditambah pengaduan yang sudah masuk pun bisa menjadi gambaran fokus Pemkot Bogor dalam menyelesaikan masalah," imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan E-Goverment Dinas Komunikasi, Informasi, Statistika dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bogor Oki Tri Fasiasta, sebagai aplikasi publik reporting peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam melaporkan kondisi Kota Bogor. 

Mulai dari lalu lintas, keamanan, fasilitas publik, sampah, vandalisme yang membuat masyarakat ikut memiliki dan ambil bagian dari sistem tata kelola kota.

"Tantangannya, pemerintah harus memsosialisasikan Qlue kepada masyarakat agar banyak masyarakat yang menggunakan Qlue dan program pengaduan berbasis smart city menjadi efektif," katanya.

Ia menambahkan, saat ini pihak Qlue akan terlebih dahulu memberikan uji coba aplikasi ini di Pemkot Bogor. Jika Qlue benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat maka Pemkot Bogor akan mengusahakan untuk menganggarkannya.

"Tahun depan tidak bisa karena APBD 2018 sudah ditetapkan jadi saat ini dijajaki dulu baru mungkin di 2019 sudah bisa di running," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menginginkan uji coba aplikasi Qlue ini dapat dilakukan sebelum dirinya cuti pada Rabu 10 Januari 2018 mendatang. Sebab ia ingin menyelesaikan semua permasalahan di lapangan mulai dari kemacetan, parkir liar, sampah, dan lainnya.

"Saya ingin fokus menyelesaikan masalah di lapangan agar masyarakat tidak menganggap kita tidak tidur," katanya.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar