Rabu, 01 November 2017

Kisah Sukses Pemilik Sukaponik, Tanaman Hidroponik di Sukabumi

Pembangunan industri yang tidak bisa dibendung membuat lahan pertanian menyusut, ini yang jadi alasan bagi Fariz Nugraha (26) warga Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi ini mulai menekuni bidang pertanian modern melalui media tanam hidroponik.

"Investasi di bidang industri terus meningkat, tentu itu sulit untuk dicegah karena menambah pundi-pundi keuntungan yang berputar untuk pemerintah. Tinggal bagaimana saat ini kita mencoba sesuatu yang seperti sepele namun ternyata bernilai keuntungan," kata Fariz Nugraha, petani sayuran hidroponik di kediamannya Jalan Pajajaran No.1 Gg.Mesjid Nurul Huda RT 12 RW 5, Selasa (31/10/2017).

Berawal dari balkon rumahnya, saat ini pria berusia 26 tahun ini telah memiliki dua lokasi tanam hidroponik, lokasi pertama di bekas rumah tua milik keluarganya yang dia sulap menjadi 'Green House' dan kedua di Jalur Lingkar Selatan.

"Bekas rumah itu seizin keluarga saya bongkar ukurannya hanya 7 × 6 meter, dari lahan itu saya bisa menanam 3.000 populasi tanaman. Coba bayangkan berapa luas lahan yang harus disiapkan jika saya pakai sistem konvensional lewat media tanah," lanjutnya.

Dijelaskan Fariz, ada beberapa sistem yang diketahui sebagai proses tanam hidroponik, antara lain NFT (nutrient film teknik) sistem irigasi dengan cara mengalirkan air setipis Film (klise) airnya kurang lebih 3 milimiter. Kedua, Rakit Apung, yaitu dengan 'Floating Raft' memberikan pelampung pada media tanam yang pengairannya menggenang.

"Dua lainnya yang masih saya kembangkan yaitu irigasi tetes 'Drift Irigation' meneteskan air dalam waktu tertentu kepada media tanam dan DFT (Deep flow Tekhnik) - aliran airnya tebal ini masih saya pelajari bersama Dinas Pertanian," kata pria yang kini sering dimintai untuk jadi pembicara di berbagai kegiatan pertanian tersebut.

Melalui kegiatan 'modern farming' tersebut, Fariz punya tujuan sendiri yaitu menumbuhkan generasi muda yang gemar bertani. Dia ingin merubah pola pikir dari pertanian yang dianggap negatif, kumuh, kotor, ekonomi rendah, tidak keren menjadi sesuatu yang kekinian lewat hidroponik.

"Semua hal itu bisa kita bantah, tentunya dengan sentuhan teknologi, kreasi dan invosi kita bisa menjadi generasi muda petani harapan bangsa. Mencari penghasilan halal dengan cara kekinian," kelakar Fariz.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar