Senin, 02 Oktober 2017

IPB Evaluasi Penyembelihan Halal di Rumah Potong Hewan

Keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) di Indonesia memiliki peranan penting untuk menjamin kualitas daging secara aman, utuh, dan terlebih halal. Mengingat mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam. 

Dilatarbelakangi hal tersebut, tiga orang peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian terkait evaluasi penyembelihan halal dan good slaughtering practices (GSP) di RPH Kategori II (PT. Elders Indonesia).  

Mereka adalah Zikri Maulina Gaznur, Henny Nuraini dan Rudy Priyanto dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP), Fakultas Peternakan IPB.

Henny mengatakan, penyembelihan hewan di RPH harus dilakukan dengan memperhatikan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 13/OT.140/1/2010 tentang Persyaratan RPH Ruminansia dan Unit Penanganan Daging.

"Penyembelihan hewan dilakukan secara benar dan tepat, sesuai dengan persyaratan kesehatan masyarakat veteriner, kesejahteraan hewan dan syariat Islam. Tahapan penyembelihan merupakan titik kritis kehalalan daging sebagai bahan pangan,” papar Henny dalam rilis Humas IPB.

Menurut Henny perlu ada suatu persyaratan standar yang harus diterapkan oleh RPH, terkait aturan pemotongan halal dan good slaughtering practices (GSP). 

"GSP merupakan suatu syarat untuk mendapatkan sertifikasi nomor kontrol veteriner (NKV), agar keamanan daging yang dihasilkan dapat terjamin," jelas Henny.

Henny menambahkan, diperlukan pula suatu evaluasi pemotongan halal dan GSP di RPH Kategori II sebagai contoh untuk RPH lainnya. RPH Kategori II ini dipilih sebagai tempat evaluasi pemotongan halal dan GSP, karena mempunyai potensi pengembangan yang cukup baik dan distribusi daging sudah meluas.

“Hasilnya menunjukkan bahwa penyembelihan halal dan GSP di RPH Kategori II, sudah memenuhi persyaratan syariat Islam berdasarkan Halal Assurance System (HAS) MUI. Kompetensi juru sembelih, sanitasi, dan higienitas telah memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia,” papar Henny. 

Sumber: http://goo.gl/6374Pn

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar