Minggu, 01 Oktober 2017

Guru Besar IPB Racik Permen Minyak Kayu Putih yang Menyehatkan

Cajuput atau minyak kayu putih biasanya digunakan untuk mengatasi masuk angin atau kembung. Tapi tahukah kamu jika cajuput atau minyak kayu putih kini tersedia dalam bentuk permen?

Cajuput candy atau permen minyak kayu putih ini merupakan salah satu penemuan besar dari guru besar Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. C. Hanny Wijaya. Sayangnya, untuk saat ini permen tersebut hanya bisa dijumpai di berbagai gerai yang dikelola oleh IPB. Permen ini bahkan telah menjadi souvenir khas IPB.

Produk ini terus dikembangkan Prof. Hanny bersama dengan A. Fieki Rachmatillah dari IPB dan Boy Bachtiar dari Universitas Indonesia (UI). Ia pun melakukan penelitian lebih lanjut terkait khasiat dari permen ini, dengan judul riset "Penghambatan Cajuput Candy terhadap Viabilitas Khamir Candida Albicans secara In Vitro".

Candida albicans merupakan floral normal usus, hidup komensial dalam rongga mulut dan saluran pencernaan. Keberadaan c.albicans menyebabkan infeksi yang akhirnya menyebabkan sariawan. Kondisi tubuh yang lemah, keadaan seseorang yang buruk, penyakit tertentu dan kehamilan dapat menjadi faktor yang memicu adanya infeksi jamur candida (kandidosis).

Permen yang terbuat dari campuran minyak atsiri kayu yang dipasok dari Pulau Buru, pappermint, air, sirup glukosa, dan sukrosa ini diduga memiliki aktivitas yang dapat menghambat aktivitas mikroba.

Penelitian dengan menggunakan permen kayu putih yang diencerkan dengan bervariasi konsentrasi campuran minyak kayu putih dan air serta peppermint dan air menunjukan hasil, bahwa permen kayu putih yang telah diberikan minyak kayu putih encer (konsentrasi 0,7%) dapat membentuk sebuah lapisan yang dapat menghambat pertumbuhan c.albicans secara in vitro (skala laboratorium). Namun, pemberian larutan gabungan antara minyak kayu putih dan peppermint pada permen menghasilkan efek yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian masing-masing komponen secara terpisah.

“Penurunan atau peningkatan konsentrasi minyak kayu putih sebesar 0,1% pada standar cajuput candy tidak memberikan pengaruh nyata terhadap penghambatan pertumbuhan c.albicans maupun terhadap tingkat penerimaan sensori terhadap rasa, aroma dan seluruh atribut. Pemberian konsentrasi yang lebih besar dapat memperbaiki mutu  penerimaan sensori permen," kata Prof. Hanny berdasarkan keterangan tertulisnya.

Sumber: http://goo.gl/Y7mSZL

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar