Selasa, 05 September 2017

Mengintip Produksi Mercedes-Benz Axor 2528C di Bogor

Perusahaan otomotif asal Jerman, Mercedes-Benz, mulai melirik pasar kendaraan niaga, khususnya truk berat, di Indonesia. Perusahaan ini memperkenalkan produk andalannya, truk tipe Mercedes-Benz Axor 2528C yang dirakit di pabrik perakitan Wanaherang, Bogor, Jawa Barat

Menurut Manajer Produksi Mercedes-Benz Indonesia, Yunizar, Axor dirakit di 10 pos utama, yang dilakukan secara manual oleh 38 pekerja dalam satu shift. "Kapasitas produksi kami tujuh unit truk setiap hari, dengan target durasi produksi di setiap pos tidak lebih dari 63 menit," ujarnya.

Adapun 5 dari 10 pos perakitan terdiri atas proses yang rumit dan disebut paling genting dibanding proses lainnya. Pos pertama adalah melakukan grafir pada sasis untuk memberikan identitas pada setiap sasis. Kebanyakan proses yang dilakukan di pos ini adalah pemasangan katup dan kabel untuk proses selanjutnya. Menuju pos kedua adalah pemasangan gearbox kemudi dan bantalan untuk persiapan pemasangan mesin pada tahap selanjutnya.

Sedangkan pos ketiga adalah tahapan pemasangan katup, termasuk di dalamnya katup untuk fitur ABS dan berbagai sistem kabel. Selanjutnya, di pos keempat dimulai pemasangan untuk sejumlah komponen besar, seperti as axle roda depan dan belakang serta wish bone. Proses paling menarik dan masuk dalam pos yang paling kritis adalah pos kelima, yaitu proses inversi, di mana sasis dibalik ke posisi normal.

Sebelum proses inversi diselesaikan, semua bagian axle sudah harus terpasang, termasuk axle roda depan dan belakang. Jadi, dalam posisi normal, sasis dapat diletakkan pada troli sirkulasi. Pos keenam merupakan proses pemasangan mesin dan radiator yang telah dirakit pada sasis. "Kami mengecek performance engine hingga 100 persen, dilakukan secara komputerisasi," ucap Yunizar.

Kemudian, pos ketujuh adalah melakukan pemasangan bagian terbesar, yaitu kabin. Pada pos kedelapan dilakukan pemasangan muffler, knalpot, dan penyambungan kabel listrik disinkronisasi. Tahapan pada pos kesembilan meliputi pemasangan ban. Kemudian truk siap melaju ke pos kesepuluh. Di tempat ini dilakukan pemasangan grill dan star diagnose. Di pos ini juga dilakukan proses konversi dari proses elektrik ke mekanik, sehingga mesin truk dapat bekerja sempurna setelah kedua konsep tersebut disatukan. "Truk lalu bersiap keluar dan melanjutkan proses ke quality gate 01."

Yunizar mengatakan teknologi perakitan truk di Wanaherang memang belum secanggih pabrik di Jerman atau India. "Kami agak konvensional karena manual. Di sana robotic dan mesin. Tapi, secara kualitas, produk lebih bagus karena dikerjakan lebih teliti, lebih rapi, dan mulus," katanya.

Dia menjelaskan, Axor 2528C telah memenuhi kewajiban tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) lebih-kurang 30 persen. Beberapa komponen yang berasal dari pemasok lokal di antaranya baterai, jok pengemudi, karpet interior kabin, dan ban, yang juga telah memenuhi standar nasional Indonesia (SNI). Ke depan, salah satu komponen yang akan coba dikembangkan dari supplier lokal adalah kaca. Sedangkan sebagian besar komponen lainnya masih harus diimpor dari Jerman, India, dan Jepang.

Setelah truk keluar dari Quality Gate 01, proses berikutnya adalah rangkaian end of line (EOL) yang terdiri atas sejumlah uji coba. Proses pertama adalah sasis touch up. "Kami cek, kalau ada stretch di kabin, misalnya, kami langsung touch up di sini," ujarnya. Proses dilanjutkan dengan brake test yang menguji komponen rem dan ban, kemudian speedometer test dan shower test. "Pada shower test, mobil akan diguyur air dari segala penjuru selama 5-10 menit untuk memastikan tidak ada kebocoran di kendaraan, baik dari atas, kanan, kiri, juga bawah."

Uji coba selanjutnya adalah tes jalan. Setelah truk dapat berjalan dengan baik, proses berikutnya kembali ke EOL lanjutan. Proses lanjutan itu meliputi penyelarasan roda, uji slip samping, uji asap, dan bidikan lampu depan. "Ini proses terakhir, setelah itu truk siap dirilis."

Mercedes-Benz menginvestasikan US$ 25 juta untuk mengakomodasi perakitan truk baru dengan kapasitas 4.500 unit per tahun. Truk Axor 2528C dihadirkan dengan mesin 6 silinder dan basis roda 4,2 meter, sehingga memungkinkan truk ini mengangkut muatan hingga 20 ton. Hal itu disesuaikan dengan kebutuhan pasar industri di Indonesia, khususnya pertambangan dan konstruksi. "Kami akan menambahkan model kedua untuk mulai dirakit pada akhir tahun ini, yaitu Axor 2528R yang didedikasikan untuk aplikasi logistik," kata CEO Daimler Commercial Vehicles Indonesia, Markus Villinger.

Markus menambahkan, secara keseluruhan pihaknya merencanakan sebanyak 11 varian Axor akan dirakit di Wanaherang untuk membuka segmen baru Mercedes-Benz. Rangkaian Mercedes-Benz Axor 2528C dilengkapi dengan sejumlah fitur keselamatan, seperti anti-lock brakes, kenyamanan tinggi untuk pengemudi, dan daya tahan yang lebih tinggi bagi pemilik. "Layanan purna-jual dan suku cadang kami juga mencakup dukungan layanan mobile atau pelatihan pengemudi yang melengkapi penawaran produk yang kuat." 

Spesifikasi Teknis Mercedes-Benz Axor Tipe 2528C 
Susunan Sasis: Tipper (6x4) 
Dimensi jarak roda: 4.200 mm 
Distribusi beban maksimal (GVW): 26.500 kg 
Seri mesin: OM 906 LA, 6.37 L, 6-cyl 
Output maksimal (PS/rpm): 280/2.200 
Tenaga putaran maksimal (Nm/rpm): 1.100/1.200-1.600 
Seri transmisi: G131-9 (9 kecepatan transmisi manual/manual speed transmission) 
Rem: Rem angin (full air), S-cam, dual circuit 
Tambahan: Mesin dan pembuang ampas rem (engine & exhaust brake), ABS 
Fitur kabin: Extended day cab 
Lainnya: Mesin dengan sistem power take off (PTO), penguncian kedua roda belakang (differential lock), pemutar musik.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar