Senin, 18 September 2017

Mahasiswa IPB Ciptakan Hair Tonic Halal dari Teripang dan Kulit Udang

Bagi sebagian orang, kerontokan rambut merupakan masalah yang sangat menyiksa. Selain mengganggu penampilan, rambut yang rontok juga berpotensi membuat kepercayaan diri menurun. Bahkan jika berlanjut, kerontokan rambut dapat menyebabkan alopesia atau kebotakan.

Selama ini banyak kosmetik penumbuh rambut atau hair tonic yang beredar di pasaran. Namun kandungan kolagen dalam hair tonic yang beredar di pasaran berasal dari kulit sapi atau babi, sehingga dikhawatirkan kehalalannya.

Hal inilah yang mendasari Nur Islami Rizki Syukrillah, mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK, Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian yang memformulasikan hair tonic berbahan dasar teripang dan limbah kulit udang. Judul risetnya adalah 'Formulasi Sediaan Hair Tonic Berbasis Nanokolagen dari Teripang Gamma dan Nanokitosan'. Penelitian tersebut dilakukan di bawah bimbingan Dr Dra Pipih Suptijah, MBA dan Dr Kustiariyah Tarman, SPi MSi.

"Saat ini penggunaan hasil perairan untuk mengatasi masalah kerontokan rambut masih jarang dilakukan. Itulah sebabnya pada penelitian ini saya memformulasikan sediaan hair tonic yang berbasis kolagen dari teripang dan kitosan dari kulit udang," ujarnya.

Nur ini menggunakan aplikasi nano teknologi untuk dapat meningkatkan kelarutan senyawa, meningkatkan daya absorbsi, dan meningkatkan penetrasi bahan. 

"Sentuhan nano teknologi ini perlu agar bahan aktif dapat menembus folikel rambut dan lapisan epidermis sehingga meningkatkan kinerja bahan aktif tersebut," katanya.

Sehingga salah satu alternatif sumber kolagen yang aman dan halal sangat diperlukan. Salah satunya dapat diperoleh dari hewan laut teripang. Teripang mengandung kolagen hingga 70 persen pada dinding tubuhnya.

Tak hanya itu, dalam formulasi hair tonic tersebut Nur mengunakan limbah kulit udang yang merupakan bahan baku penghasil kitin dan kitosan. Kitosan dengan ukuran yang lebih kecil dapat menembus folikel rambut dan lapisan epidermis sehingga lebih efektif sebagai antimikroba dan dalam memicu pertumbuhan fibroblast.

Sediaan hair tonic pada penelitian Nur diuji coba kepada hewan percobaan tikus putih galur Sprague- Dawley. Formula hair tonic terbaik adalah formula 2 dengan penambahan nanokolagen 1% dan nanokitosan 5% yang menghasilkan panjang rambut akhir tikus sebesar 25,500±1,290 mm dalam waktu 21 hari. Namun Nur juga menambahkan, jika tujuannya untuk menebalkan rambut maka formula 1 (penambahan kolagen 3% dan kitosan 3%) menunjukkan hasil yang lebih baik dengan bobot akhir rambut 0,13 gram.

Nur berharap, hasil penelitiannya dapat memperkaya informasi mengenai pengaplikasian kolagen dan kitosan, serta keunggulan teknologi nano partikel pada produk. "Saya berharap penelitian ini dapat menjadi upaya pengembangan hasil perairan sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik, serta menjadi suatu referensi dan penemuan baru," tuturnya.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar