Selasa, 19 September 2017

IPB Kembangkan Ekstrak Cacing Laut jadi Kapsul Antidiabetes

Gejala diabetes melitus sering dikenal sebagai silent killer karena kerap tidak disadari oleh penyandangnya, dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi. Pengobatan diabetes biasanya dilakukan dengan cara pemberian obat secara oral dan suntik hormon insulin.

Di sisi lain, masyarakat saat ini lebih cenderung untuk menerapkan pola hidup back to nature, yaitu dengan mengonsumsi obat herbal yang bahan bakunya berasal dari alam. Atas dasar itulah, seorang mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB) Anisa Utami R. Zahr melakukan penelitian yang berjudul 'Karakteristik Kapsul Antidiabetes dari Ekstrak Cacing Laut (Shiponosoma australe).

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima dari IPB, Jumat (16/9) Anisa tergabung dalam tim proyek terkait cacing laut Sipuncula yang diketuai Prof. Dr. Ir. Sri Purwatiningsih, MSi dari Departemen Teknologi Hasil Perairan FPIK IPB. Anisa menuturkan penelitian ini dilakukan untuk menentukan kualitas bahan baku, komponen kimia pada ekstrak cacing laut, serta membuat sediaan obat yaang sesuai dengan persyaratan mutu.

Ekstrak etanol cacing laut S. australe telah diuji secara preklinis memiliki aktivitas antihiperglikemik. Namun pengembangan ekstrak menjadi obat yang terstandar belum dikaji lebih lanjut.

"Penelitian ilmiah terkait pengembangan dan karakterisasi obat herbal terstandar dari ekstrak cacing laut S. australe perlu dilakukan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan," kata Anisa.

Berdasarkan hasil penelitian, cacing S. australe tidak terdeteksi mengandung cemaran logam berat dan mikroba patogen sehingga aman untuk dijadikan sebagai bahan baku obat. Ekstrasi dengan pelarut polar, yaitu etanol, memberikan rendemen dan aktivitas inhibisi tertinggi terhadap enzim α-glukosidase.

Enzim α-glukosidase merupakan enzim yang berkaitan erat dengan diabetes karena berperan dalam perombakan karbohidrat kompleks menjadi glukosa. Kandungan senyawa bioaktif dari ekstrak cacing S. australe yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, dan steroid.

Dari penelitian tersebut, didapatkan sediaan kapsul yang memenuhi persyaratan sediaan obat yang ditetapkan oleh BPOM yaitu memiliki kadar air sebesar 2,20 persen, berukuran seragam dengan waktu hancur selama 16 menit 15 detik, dan memenuhi batas maksimal cemaran yang terdapat pada persyaratan tersebut.

"Semoga khasiat ekstrak cacing laut ini dapat memberikan nilai tambah terhadap cacing laut S. australe sebagai bahan baku hasil perairan. Dan hasil riset ini bisa menjadi sumber informasi baru dan sebagai bahan farmaseutika," tutupnya.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar