Jumat, 22 September 2017

Indonesia Negara Tropis, Es Krim Jadi Pilihan Usaha yang Menggiurkan

Musim kemarau yang cukup panjang membuat masyarakat membutuhkan suatu hal segar. Apalagi, di negara tropis seperti Indonesia.

Ya, eskrim menjadi pilihan untuk menjadi peluang bisnis.

A. Peluang Bisnis

Siapa yang tidak suka es krim? Hampir semua orang menyukainya. Dari anak-anak hingga dewasa.
Jadi, jangkauan pasar dari bisnis ini cukuplah luas.

B. Persiapan Memulai Bisnis

1. Mempelajari cara pembuatan es krim atau bekerjsa sama dengan produsen dan pemasok es krim.
2. Mulai dengan memperkenalkan es krim anda ke orang-orang terdekat lalu melakukan promosi dengan membuat brosur berisi jenis-jenis es krim yang dijual.
3. Mempersiapkan pegami untuk membantu anda menjual es krim dan melayani pelanggan.

C. Strategi Bisnis

1. Selalu menjaga kualitas es krim dengan menetapkan suhu yang sesuai agar es krim tida mencair atau terlalu keras.
2. Menjaga kebersihan tempat usaha sehingga pelanggan nyaman berada di toko anda.
3. Berikan contoh produk sebagai bagian dari promosi di awal-awal usaha.

D. Hambatan Bisnis

1. Mahalnya harga mesin pembuat es krim
2. Es krim yang mencair akibat pengaturan suhu yang tidak tetap.
3. Mati listrik dan mengakibatkan semua es krim mencair.

E. Tips Bisnis

1. Menitipkan produk anda ke warung-warung dekat tempat usaha.
2. Membuat inovasi rasa es krim atau setidaknya menambahkan taburan agar es krim produk anda menjadi beda dibanding pesaing lainnya.

F. Analisis Bisnis

INVESTASI AWAL
Freezer
Rp2.500.000
Cooler
Rp450.000
Mixer
Rp300.000
Total investasi awal
Rp3.250.000
Masa manfaat peralatan adalah 3 tahun (36 bulan) dan memiliki nilai resido sebesar Rp100.000. Biaya penyusutan per tahun adalah (Rp3.250.000-Rp100.000):36 bulan = Rp87.500 per bulan.

Perhitungan omzet, perhari mampu menjual Rp150 cup es krim seharga Rp1.500. Omzet perbulan adalah 150 x Rp1.500 x 26 hari kerja = Rp5.850.000.

BIAYA OPERASIONAL
Susu segar 78 ltr
Rp1.560.000
Santan 52 ltr
Rp440.000
Gula pasir 15 kg
Rp110.000
Maizena 0,65 kg
Rp5.500
Telur 26 kg
Rp312.000
Esen cokelat/vanuka 6,5 kg
Rp442.500
CMC 0,78 kg
Rp58.500
Garam halus
Rp2.000
Kemasan cup
Rp624.000
Gaji pegawai 1 orang
Rp750.000
Listrik
Rp52.000
Biaya penyusutan peralatan
Rp87.500
Total biaya operasional (Bo)
Rp4.444.000
Analisis balik modal (break event point/BEP) yaitu omzet dikurangi total biaya operasional menjadi sebesar Rp1.406.000. Ada pun jangka waktu balik modal yakni, investasi awal dibagi dengan laba menjadi sebesar 2,3 bulan.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar