Sabtu, 16 September 2017

Bulan Depan, Proyek TOD Stasiun Bogor Groundbreaking

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan peletakkan batu pertama (groundbreaking) proyek pengembangan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) Stasiun Bogor bakal dilakukan pada 5 Oktober 2017. 

Proyek ini merupakan proyek sinergi BUMN antara anak usaha PT Waskita Karya Tbk, PT Waskita Karya Realty dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), yang didukung oleh Pemerintah Kota Bogor.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan Kota Bogor menjadi lebih nyaman dan efisien melalui pengelolaan transportasi publik. 

Hal ini tak lepas dari banyaknya warga Bogor yang bekerja di Jakarta yang memanfaatkan sarana transportasi kereta api listrik, commuter line.

"Setiap harinya, warga Bogor ke Jakarta yang menggunakan commuter line 600 ribu penumpang. Jadi, Bogor merupakan pendukung yang sangat besar untuk Jakarta. Tentunya, kami harus memikirkan bagaimana kota Bogor secara transportasi publik menjadi lebih baik dan nyaman," tutur Rini usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Waskita Karya Realty dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selain itu, proyek ini juga menjadi solusi penyedian hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Beberapa waktu lalu, groundbreaking proyek serupa telah dilakukan di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta.

"Pemimpin kami [Presiden Joko Widodo] juga telah memutuskan untuk tinggal di Kota Bogor tentunya kami bertanggung jawab untuk membuat kota Bogor menjadi lebih nyaman bagi beliau untuk tinggal di sana," ujar Rini di sela acara penandatangan MoU.

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik proyek ini mengingat TOD merupakan solusi untuk mengefisienkan tata kota dengan memusatkan pergerakan di satu titik. 

Kementerian Perhubungan (Kemenhub), lanjut Budi, juga masih memiliki sejumlah lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan TOD di beberapa area di Indonesia. Namun, saat ini pihaknya masih menyelesaikan masalah legalitas tanah.

"Masalahnya soal legalitas tanah, tanah punya KAI atau perhubungan. Jadi kami ingin legal opinion," ujar Budi.

Di tempat yang sama, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan proyek yang sejalan dengan upaya perbaikan tata ruang perkotaan kota hujan. 

Saat ini, sebanyak 600 ribu warga Bogor menggunakan sarana commuter line ke Jakarta setiap harinya. Jika tidak diantisipasi, semakin banyaknya penumpang bisa menimbulkan kemacetan dan penumpukan di beberapa titik kota.

"Kalau tidak diantisipasi sekarang akan ada penumpukan yang luar biasa mengingat Bogor juga menjadi salah satu pusat aktivitas pemerintahan, arus penumpang dan commuter juga semakin tinggi," ujar Bima.

Direktur Utama Waskita Karya M Choliq mengungkapkan proyek ini memanfaatkan lahan milik PT KAI seluas 6,6 hektare (Ha). Selain hunian, area TOD juga akan dilengkapi dengan area komersial.

"Kami berharap sebelum Oktober 2019 bisa diresmikan secara sempurna," ujar Choliq.

Direktur Operasi Waskita Karya Bambang Rianto menambahkan total investasi proyek mencapai Rp1,6 triliun yang berasal dari kas perusahaan.

Rencananya, perusahaan akan membangun delapan tower apartemen yang terdiri dari 2.050 unit apartemen. Sebanyak 500 unit diantaranya diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sementara sisanya untuk masyarakat umum.

"Pemasaran mulai dilakukan pada dua hingga tiga bulan setelah groundbreaking," jelas Bambang.

Sayangnya, Bambang belum bersedia membocorkan harga per unit hunian tingkat itu. Setelah proyek TOD Stasiun Bogor, rencananya perseroan juga akan melakukan groundbreaking proyek TOD Stasiun Bekasi pada Desember mendatang.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar