Selasa, 05 September 2017

Ayo Buat Situs Web Bisnis - G Suite dari Google Cloud

Banyak kalangan menilai saat ini sedang terjadi pergeseran pola belanja dari konvensional ke online. Kondisi ini membuat kegiatan jasa ekspedisi ikut meningkat.

Kepala Cabang JNE Jogja Adi Subagyo mengakui jika saat ini tren belanja memang berubah. Dulu masyarakat membeli barang harus pergi ke toko atau pasar tetapi saat ini bisa memanfaatkan gadget untuk memesan barang yang dibutuhkan. Bukan hanya produk fesyen, kebutuhan harian rumah tangga bahkan kebutuhan anak seperti popok juga bisa laris melalui online.

“Orang semakin tertarik [dengan belanja online] karena tampilannya menarik, servis menarik, pola pembayarannya mudah, dan nggak perlu repot jauh-jauh dari rumah,” katanya pada Harianjogja.com di kantornya.

Adi mengakui, seiring pergeseran tren belanja tersebut memang membawa dampak baik bagi jasa ekspedisi atau pengiriman barang karena belanja online sangat membutuhkan jasa ekspedisi untuk mengantar barang sampai ke pemesan. Pergeseran ini menurutnya sudah terjadi mulai 2010 tetapi perubahan signifikan terjadi pada 2013 dimana saat itu market place dan e-commerce baik lokal maupun luar negeri marak bermunculan. “Awalnya kan dari Kaskus. Kemudian semakin ke sini ada Lazada, Blibli, Bukalapak, dan masih banyak yang lain. Ini memberikan nuansa baru bagi masyarakat dalam hal memenuhi kebutuhannya,” kata Adi.

Setidaknya, JNE mencatat pertumbuhan jumlah transaksi maupun pengiriman barang tumbuh sampai 30% setiap tahunnya. Secara nasional, JNE mampu mengirimkan 16 juta paket per bulan dengan dominasi produk pakaian, disusul produk elektronik, dan makanan ringan. Ia mengatakan, prospek bisnis online ke depan semakin baik sehingga kegiatan ekspedisi juga akan semakin bertumbuh. “Kami songsong era baru bahwa pola belanja akan berubah drastis. Orang semakin malas karena jauh, macet, dan sibuk,” ujarnya.

Pergerakan pola belanja juga diakui kalangan perbankan. Kepala Regional OCBC NISP Jawa Tengah-DIY Esther mengatakan bahwa sebenarnya yang terjadi saat ini bukan penurunan daya beli tetapi karena ada pergeseran belanja dari konvensional dan online. Hal ini pula yang perlu ditangkap oleh semua sektor, termasuk perbankan. “Kami konsen pada teknologi,” katanya.

Sebelumnya, Pengamat Ekonomi dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Ardito Bhinadi juga mengatakan hal yang sama bahwa saat ini tren belanja di masyarakat berubah. “Pengusaha merasakan penurunan pendapatan usaha karena perubahan situasi ekonomi yang saat ini tengah berlangsung dari ekonomi konvensional ke ekonomi berbasis online,” katanya. Kondisi itu membuat pengusaha berbasis konvensional merasakan penurunan pendapatan selain karena tekanan ekonomi global.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar