Jumat, 11 Agustus 2017

Siapa Bilang Sampah Tak Berguna? Usaha Daur Ulang Bisa Raup Jutaan Rupiah Loh!

Sampah sering kali menjadi maslah dalam kehidupan kita sehari-hari. Bagaimana tidak, sekira 300 juta kantong plastik dibuang tiap tahunnya di Indonesia.

Belum lagi yang dibuang di sungai belakang rumah dan tempat-tempat yang tidak semestinya. Namun, di sini anda bisa memanfaatkan sampah sebagai bisnis.

Disadur dari buku '99 Bisnis Anak Muda' karangan Malahayati dan Hendry E Ramdhan terbitan 2015, lihat perhitungannya.

A. Peluang Bisnis
Sampah jika ditangani dengan baik bisa menjadi produk yang unik bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Bahkan dengan teknologi yang sederhana sekali pun, sampah bisa dijadikan sumber penghasilan tambahan.

Ada tiga prinsip utama dalam pengolahan sampah, yaitu mengurangi (reduce), memakai kembali (reuse) dan mendaur ulang (recylce). Nah, apakah anda termasuk yang amat peduli dengan masalah sampah dan ingin berperan aktif mengatasi masalah tersebut?

Bisnis daur ulang sampah akan sangat tepat untuk anda geluti.

B. Memulai Bisnis
Ada beberapa hal yang bisa anda ikuti ketika akan memulai usaha ini, yaitu sebagai berikut.

1. Mengetahui cara mendaur ulang sampah yang baik dan benar. 
2. Mengetahui pola pengelolaan sampah yang akan digunakan. Apakah reuse atau recylce. Reuse, misalnya mendaur ulang botol bekas menjadi pot-pot cantik. Recycle, misalnya memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos. 
3. Peralatan daur ulang. Kalau anda ingin mendaur ulang sampah nonorganik, misalnya plastik, anda membutuhkan peralatan khusus untuk menghancurkannya. 
4. Modal berupa uang digunakan untuk menyewa lahan (tempat menampung sampah daur ulang jika diperlukan) dan membeli bahan baku sampah dari para pemulung.

C. Hambatan
Ketika menjalankan usaha ini, ada beberapa hambatan yang memungkinkan akan anda temui, di antaranya sebagai berikut. 
1. Tercampurnya sampah basah dan kering sehingga butuh waktu untuk pemilahan dan pengolahannya. 
2. Masyarakat belum banyak mengenal tentang produksi daur ulang sampah. 
3. Pengolahan yang tidak tepat menyebabkan hasil daur ulang kurang baik kualitasnya. 
4. Sulit mencari bahan sampah yang sesuai dengan kriteria kita. Misalnya, sampah botol plastik dan bungkus kopi yang sudah sobek.

D. Strategi Bisnis
Berikut beberapa strategi yang dapat anda jalankan ketika telah memutuskan untuk bergerak di bidang usaha ini.

1. Sebelum berpromosi ke tempat jauh, cobalah untuk aktif berpromosi terlebih dahulu di lingkungan anda sendiri, tempat tinggal, sekolah, kampus atau tempat gaul anda lainnya. 
2. Datangi para pencinta tanaman untuk menawarkan produk kompos hasil daur ulang sampah anda itu. 
3. Kunjungi toko-toko kertas untuk menawarkan kertas daur ulang anda. 
4. Siapkan promosi di internet.

E. Analisis Bisnis
MODAL AWAL
Peralatan:  
Alat pelebur sampah Rp10.000.000
Rak Rp2.000.000
Lain-lain Rp1.000.000
Jumlah Rp13.000.000 

Peralatan mengalami penyusutan selama empat tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp1.500 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp13.000.000-Rp1.500):4 = Rp3.249.625 per tahun atau sama dengan Rp270.900 per bulan.

Namun, ada tambahan untuk modal awal yaitu, pembelian sampah hingga Rp5.000.000, dan tempat Rp20.000.000. Hal tersebut membuat modal awal bertambah menjadi Rp38.000.000.

Perkiraan Laba per bulan  
Asumsi penjualan Rp15.000.000
Biaya-Biaya  
Penyusutan peralatan Rp270.900  
Pembelian sampah Rp5.000.000  
Pewarna Rp2.000.000  
Bahan lain Rp1.000.000  
Upah karyawan 3 orang Rp2.250.000  
Listrik dan telepon Rp300.000  
Transportasi Rp300.000  
Maintenance peralatan Rp1.000.000  
Lain-lain Rp300.000  
Jumlah (Rp12.420.900)
Laba bersih Rp2.579.100

Perkiraan modal kembali: Rp38.000.000:Rp2.579.100 = 14,7 bulan.

Sumber: http://goo.gl/AAHw6x

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar