Jumat, 11 Agustus 2017

Masyarakat Jangan Terjebak Lagi Dengan Umrah Promo

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Kementerian Agama (Kemenag) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekukan First Travel dan biro umrah nakal.

Pembekuan itu, karena banyak jamaah yang tidak jelas nasibnya untuk bisa berangkat umrah. Sehingga tidak ada jalan lain untuk melakukan pembekuan First Travel dan biro umrah lain.

"Jadi aktifitas First Travel dan yang lainnya dibekukan," ujar Tulus saat konfrensi pers di kantor YLKI, Jalan Pancoran Barat.

Namun demikian pembekuan itu dengan syarat First Travel harus tetap menjamin calon jemaah yang belum berangkat bisa ke tanah suci. Terlebih harus ada refund penuh terhadap calon jemaah umrah itu. "Kalau tidak maka proses pidana harus dilakukan bagi yang melakukan penipuan," katanya.

Sejalan dengan itu, YLKI juga menyarankan agar masyarakat tidak lagi ikut mendaftar umrah promo yang dilakukan oleh biro perjalanan. Sebab hal itu bisa menakutkan nasib calon jamaah itu sendiri, seperti yang dialami oleh calon jemaah First Travel. "Sehingga masyarakat tidak terjebak lagi pada umrah promo," ungkapnya.

Sebelumnya, melalui Satgas Waspada Investasi kembali membekukan 11 entitas usaha yang dinilai terbuki melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin dan berpotensi merugikan masyarakat.

Salah satu entitas terpopular dan sudah ramai dibicarakan adalah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel. PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel harus menghentikan penawaran perjalanan umrah promo yang saat ini sebesar Rp 14,3 juta.

Satgas Waspada Investasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) meminta seluruh jamaah calon umrah tetap tenang dan memberikan kesempatan kepada manajemen First Travel untuk mengurus keberangkatan.

Sementara itu, First Travel telah membuat surat pernyataan menghentikan pendaftaran jemaah umrah baru untuk program promo. Selanjutnya akan memberangkatkan jemaah umrah setelah musim haji, yaitu November dan Desember 2017. Masing-masingnya sebanyak 5.000 sampai 7.000 jamaah per bulan.

Perusahaan ini akan menyampaikan timeline/jadwal keberangkatan jemaah umroh kepada Satgas Waspada Investasi selambat-lambatnya pada bulan September 2017. Untuk keberangkatan bulan Januari 2018 dan seterusnya, First Travel akan menyampaikan jadwal keberangkatan kepada Satgas Waspada Investasi pada bulan Oktober 2017.

Kemudian, dalam hal terdapat permintaan pengembalian dana atau refund dari peserta, pelaksanaannya dilakukan dalam waktu 30 sampai dengan 90 hari kerja. First Travel juga diminta menyampaikan data-data jemaah umrah yang masih menunggu keberangkatan kepada, Satgas Waspada Investasi untuk pemantauan dan kepada Kemenag dalam rangka pembinaan.

Sumber: http://goo.gl/J6rk19

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar