Jumat, 21 Juli 2017

Rerouting Angkot Tak Efektif, 34 Persen Masyarakat Bogor Tak Tahu Rerouting

Upaya pemecah kemacetan yang dilakukan Pemkot Bogor melalui program pengaturan ulang rute atau rerouting angkot rupanya belum maksimal.

Fakta itu terungkap dalam hasil survei yang dilakuan Depertemen Survei dan Riset Himpunan Profesi Gamma Sigma Beta Statistika IPB. Hasilnya menunjukkan  sebanyak 34,24 persen masyarakat belum mengenal program rerouting angkot.

Ketua Depertemen Survei dan Riset Himpunan Profesi Gamma Sigma Beta Statistika IPB, Thooriq Ghaith menjelaskan hasil survei mereka membuktikan hanya 65,76 persen masyarakat Kota Bogor yang mengetahui kebijakan rerouting.

“Survei dilakukan dengan metode non probability sampling, tepatnya quota sampling dengan cara mewawancarai responden secara langsung. Total jumlah resonden yang disurvei 368 yang tersebar di 21 titik di Kota Bogor. Margin of error 5 persen,” jelasny.
Tak hanya itu, rupanya hampir setengah masyarakat yang disurvei juga menganggap  program rerouting kurang efektif untuk memecah kemacetan di wajah lalu lintas Kota Bogor. Sedikitnya, ada sebanyak 40 persen yang menganggap bahwa langkah Pemkot kurang tepat.

“Beberapa pihak menyarankan pemerintah untuk mengadakan evaluasi dan efektivitas kebijakan, peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, perlunya pelebaran jalan, dan tarif diharapkan lebih murah. Masyarakat juga mengharapkan agar kebijakan segera dijalankan sepenuhnya agar tertib,” terangnya.

Thooriq mengatakan telah mempersiapkan pelaksanaan survei tersebut sejak April lalu. Tapi, surveinya baru dilaksanakan menjelang bulan Ramadan. Dengan mengandalkan pasukan sebanyak 30 orang, pihaknya menyebar kuisioner ke berbagai titik di Kota Bogor. Sasarannya yaitu, sopir angkot, penumpang angkot, serta pengendara kendaraan pribadi. “Kita surveinya bagi bagi, penumpang, sopir sama pengendara pribadi, makanya persepsinya akan berbeda dari ketiga golongan itu,” kata Thooriq.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Rakhmawati menilai  hasil survei tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Karena menurutnya hingga kini rerouting angkot belum rampung dilaksanakan. Sehingga dia mengklaim hasilnya baru akan terlihat di akhir tahun. “Untuk melihatnya baru bisa  di akhir tahun. Kalau pencapaian tujuan wajar segitu karena masih dalam tahap pelaksanaan belum tahap akhir pelaksanaan,” jelasnya.

Thooriq mengatakan telah mempersiapkan pelaksanaan survei tersebut sejak April lalu. Tapi, surveinya baru dilaksanakan menjelang bulan Ramadan. Dengan mengandalkan pasukan sebanyak 30 orang, pihaknya menyebar kuisioner ke berbagai titik di Kota Bogor. Sasarannya yaitu, sopir angkot, penumpang angkot, serta pengendara kendaraan pribadi. “Kita surveinya bagi bagi, penumpang, sopir sama pengendara pribadi, makanya persepsinya akan berbeda dari ketiga golongan itu,” kata Thooriq.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Rakhmawati menilai  hasil survei tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Karena menurutnya hingga kini rerouting angkot belum rampung dilaksanakan. Sehingga dia mengklaim hasilnya baru akan terlihat di akhir tahun. “Untuk melihatnya baru bisa  di akhir tahun. Kalau pencapaian tujuan wajar segitu karena masih dalam tahap pelaksanaan belum tahap akhir pelaksanaan,” jelasnya.

http://goo.gl/B25ycG

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar