Jumat, 21 Juli 2017

Mahasiswa IPB Dorong Produk UMKM Dilengkapi Sertifikasi Halal

Dipicu rasa keperdulian terhadap aspek sertifikasi halal produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sebuah program pendampingan tersebut bernama ISO Halal Pro yang diusulkan oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Ana Fitrotunnisa.

Mahasiswa yang akrab disapa Ana ini mengusulkan idenya melalui sebuah essay dalam perlombaan tingkat nasional yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Sebi.

Pada perlomban tersebut Ana berhasil meraih juara 2 mengalahkan 10 peserta yang masuk final dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Gunadarma, Universitas Brawijaya dan Universitas Diponegoro.

Langkah mahasiswa IPB ini tampak sangat menarik karena UMKM merupakan aset pemerintah dan salah satu kekuatan pendorong dalam pembangunan ekonomi negara yang secara khusus dapat meningkatkan ketahanan perekonomian di tingkat rumah tangga.

Ana Fitrotunnisa menjelaskan, gerak sektor UMKM sangat strategis untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja, mendorong pemerataan pendapatan dan pendistribusian hasil-hasil pembangunan," ujarnya.

Selain itu katanya, UMKM juga  fleksibel dan dapat dengan mudah beradaptasi dengan pasang surut dan arah permintaan pasar juga berkontribusi pada penyediaan produk pangan untuk konsumsi masyarakat.

"Walaupun saat ini sektor UMKM berkembang pesat dalam hal pertumbuhan, namun masih ada kekurangan dari segi jaminan mutu produk-produk yang dihasilkan dari UMKM," katanya.

Salah satu contoh jaminan mutu yang belum menjadi prioritas UMKM adalah sertifikasi halal setiap produknya.

Penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam tentu sangat membutuhkan jaminan kehalalan ini.

Menurut Ketua Komite Syariah Konsil Makanan Halal Dunia, Asrorun Ni'am Sholeh, sertifikasi bertujuan agar para konsumen mendapatkan pemenuhan hak berbasis keagamaan.

"Singapura dan Thailand telah menyiapkan berbagai produk halal untuk masuk ke pasar Indonesia. Semestinya Indonesia juga mempersiapkan diri agar tidak ketinggalan dan hanya menjadi konsumen," ujarnya.

"Singapura dan Thailand telah menyiapkan berbagai produk halal untuk masuk ke pasar Indonesia. Semestinya Indonesia juga mempersiapkan diri agar tidak ketinggalan dan hanya menjadi konsumen," ujarnya.

Sertifikasi halal dilakukan oleh setiap industri baik itu perusahaan skala besar maupun kecil atau dalam hal ini UMKM.

ISO Halal Pro dapat menjadi program yang bisa meningkatkan kesadaran halal dalam masyarakat melalui kerjasama UMKM, pemerintah, akademisi (dosen dan mahasiswa) serta LPPOM MUI.

LPPOM MUI berperan dalam pelaksanaan proses sertifikasi halal termasuk proses audit dan sistem jaminan halal di dalamnya.

"Sedangkan pemerintah akan berperan dalam pengadaan insentif untuk sertifikasi halal dan pelaksanaan program yang melibatkan perguruan tinggi khususnya para mahasiswa sebagai bentuk implementasi tri dharma," kata Ana.

http://goo.gl/NtRdS9

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar