Jumat, 12 Mei 2017

Keindahan Alama yang Luar Biasa, Curug Ciampea, Dijuluki Green Lagoon-nya Bogor


Curug Ciampea di Desa Tapos, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, memiliki keindahan alam yang luar biasa. Saking indahnya, curug ini ramai diperbincangan di dunia maya. Bahkan, para penggunan Instagram (IG), menyebut Curug Ciampea sebagai Green Lagoon-nya Bogor.

Mencapai curug ini, memang harus sedikit mengeluarkan keringat. Berada di kaki Gunung Salak, Curug Ciampea diselimuti hawa sejuk dan dingin. Begitupun dengan airnya. 

Nah, akses atau jalan menuju Green Lagoon-nya Bogor ini agak sulit. Sebagai penunjuk awal, pengunjung bisa menjadikan Curug Luhur sebagai patokannya. Sebab, Curug Ciampea memiliki jalur yang sama seperti Curug Luhur.

Kesulitan mulai ditemui begitu tiba di areal parkir. Pengunjung harus mulai trekking (mendaki), serta menyusuri sungai. Tetapi, rasa capek dan lelah, akan terobati dengan kejernihan serta dinginnya air.

Yang membuat Curug Ciampea ini menarik, warna air terlihat hijau kebiru-biruan, layaknya green lagoon. “Saya baru pertama kali ke Curug Ciampea,” kata Ilham (28), warga Vila Ciomas RT 01/02, Desa Sirnagalih, Kecamatan Ciomas.

Ilhan yang datang bersama sejumlah rekannya ini penasaran dengan keindahan Curug Ciampea. “Saya tahunya juga dari teman. Pas cari di Instagram, ternyata bagus juga,” lanjutnya.

Senada dikatakan Dedi Nusalim (40), warga Cilebut Residence, Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja. Ia baru pertama kalinya melihat keindahan Curug Ciampea. “ Bagus juga. Ternyata Bogor punya Green Lagoon,” tandasnya.

Rekomendasi Rumah Subsidi di Bogor

Apakah Anda saat ini memiliki penghasilan pokok di bawah Rp4 Juta dan telah berusia diatas 21 tahun? Jika iya, maka Anda merupakan salah satu dari sekian orang yang berkesempatan memiliki rumah subsidi.

Namun sebelum memutuskan untuk mengajukan permohonan KPR Subsidi, Anda terlebih dahulu harus memastikan bahwa Anda sudah memiliki masa kerja atau usaha minimal 1 tahun. Tak hanya itu, persyaratan lain yang diwajibkan adalah punya NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi.

Berbicara mengenai lokasi rumah subsidinya, Bogor hingga kini masih menjadi kawasan incaran para ‘pencari rumah murah’ di samping memang punya jumlah pasokan yang mencukupi.

Pertimbangan masyarakat membidik kota hujan Bogor tak lain adalah karena berada di wilayah penyangga Jakarta, dan punya akses mudah menuju Ibukota lewat kereta commuter line. Tertarik cari rumah subsidi di Bogor? Simak pilihannya yang dirangkum Rumah.com.

Perumahan Grahatama Indah 5

Grahatama Indah 5 adalah perumahan gabungan antara perumahan komersil dan subsidi dengan total hunian sebanyak 700 unit. 300 unit pertama dijual sebagai rumah subdisi dengan harga Rp144 Juta. Sedangkan 400 unit selanjutnya dijual sebagai rumah komersil dengan harga Rp200 Jutaan.

Lokasi perumahan berada di kawasan Ciampea, Bogor, yang punya jarak tempuh sekitar 18km dengan Stasiun Bogor.

Pengembang rumah subsidi ini mengklaim punya spesifikasi bangunan yang lebih baik bila dibandingkan dengan rumah subisidi lain sekelasnya.

Lantaran strukur dinding bangunannya sudah menggunakan bata hebel yang biasa dipakai di perumahan komersil menengah keatas, sementara rumah subisidi lainnya masih menggunakan batako.

Pesona Prima Cikahuripan 5

Pesona Prima Cikahuripan 5 adalah salah satu di antara proyek perumahan subsidi di Cikahuripan Klapanunggal. Keunggulan dari perumahan yakni memiliki akses angkutan umum langsung ke lokasi untuk memudahkan transportasi penghuninya.

Selain itu, lokasinya berada di dekat kawasan industri Cileungsi sehingga bagi masyarakat yang bekerja di sana perumahan ini bisa jadi pilihan yang tepat.

Harga yang ditawarkan pengembang untuk satu unit rumah subsidi (LT 60m2/ LB 30m2) di sini adalah Rp141 Juta.

Permata Puri Harmoni 2

Dikembangkan oleh PT. Bangun Cipta Multiguna yang merupakan anak perusahaan Vista Land Group, perumahan subsidi Permata Puri Harmoni 2, yang berlokasi di kawasan Cileungsi hadir dengan total unit mencapai 2.000 rumah.

Cileungsi: Surganya Rumah Rp 100 Jutaan

Untuk tipe rumah subsidi yang tersedia adalah unit LB 23m2 dan LT 60m2 yang dijual dengan bandrol Rp 140 Juta. Perumahannya sendiri terpaut 5,8km dengan Taman Wisata Mekarsari.

Dengan desain minimalis, tata ruang tiap rumah di sini dibuat semaksimal mungkin dengan muatan satu kamar tidur dan satu kamar tidur. Meski demikian, lingkungan perumahan di lengkapi dengan taman dan penjagaan 24 jam.

Mengenal LIma Kuliner Enak Khas Bogor

Bogor tidak pernah sepi, jalanan selalu ramai dan dipadati dengan kendaraan bernomor polisi B, baik itu roda dua maupun roda empat. Apalagi di saat akhir pekan, udah pasti “Pa Rambo” alias padat merayap.

Tak usah dipikir lama, rasa peningnya mending segera diobati sama kuliner khas Kota Hujan ini. Saat kepala terasa pening setelah melewati medan yang padat merayap rasanya tak salah jika di awali dengan menyantap yang segar dan bikin joss semangat

Apalagi kalo bukan asinan Bogor. Asinan khas kota Bogor ini terbagi 2 macam, asinan buah dan asinan sayur. Asinan buah terdiri dari potongan buah-buahan yang direndam dengan air gula. Ada pepaya, kedondong, bengkoang, jambu, ubi, salak dan beberapa buah lainnya.

Tak salah memang, rasanya segar dan renyah. Aromanya juga tidak menyengat. "Gulanya gula pasir biasa. Bukan gula biang. Yang penting tanpa pengawet. Kalau bahannya jelek hasilnya nggak akan segar," ujar penjual Asinan Sedap Gedung Dalam di Sukasari, Bogor.

Asinan sayur terdiri dari campuran sayur segar tanpa direndam dengan air apapun seperti kol, timun, wortel, dan toge. Sayuran hanya dicuci bersih. Saat akan disantap, baru buah-buahan atau sayuran dicampur dengan kuah asinan.

Tak heran rasa dasar asinan ini memang pedas asam. Wah, benar- benar segar rasanya. Dijamin bisa bikin mata melek. Sayuran yang segar dimakan dengan kuah pedas. Kalau buah, rasa manisnya ditabrak dengan pedas dan asam dari kuahnya. Campuran hasil alam yang segar mengalahkan rasanya itu sendiri.

Asinan Sedap Gedung Dalam berada di kawasan Sukasari sudah berdiri sejak 10 November 1984 . Hampir semua orang Bogor tahu di mana letak Asinan Sedap. Setiap hari selalu ramai pembeli. Apalagi kalau akhir pekan, mobil dan bus besar sulit mendapatkan parkir. Jalanan sekitarnya juga macet. Pembeli sampai mengantre.

Harga yang ditawarkan juga tidak mahal. Satu plastik asinan buah atau sayur harganya Rp 19.000. Untuk kuah campuran kacang Rp 22.000. Kalau mau satuan, pelanggan bisa juga membeli minuman manisan buah satuan seperti manisan mangga, pala, dan salak. Manisan ini dikemas di cangkir plastik.

Rasa pening sudah terobati sudah, saatnya berpetualang lagi memburu kuliner khas kota hujan. Bukan saja mencetak kuliner yang khas dan bertahan sepanjang masa, kota Bogor juga telah mencetak beberapa artis top yang menjadi diva pada masanya. Sebut saja salah satunya Si Burung Camar Vina Panduwinata. Dia asli orang Bogor kelahiran Panaragan sebuah kelurahan dekat Jembatan Merah.

Kembali ke perburuan selanjutnya. Menurut informasi, di daerah Sukasari, pecinan-nya kota Bogor, ada kuliner khas yang sudah beredar sejak jaman bemo berkeliaran. 

Panganan ini sangat khas dan tergolong langka alias rada sulit ditemukan. Info yang didapatkan panganan ini sejenis sate apa gimana gitu, bikin penasaran sebab cerita kawan ini panganan bikin ketagihan. 

Cungkring, dari namanya mungkin kurang menggugah selera. Tetapi ketika disajikan dijamin kamu tak sabar menyantapnya. Berbahan dasar kaki sapi, hidangan ini dijajakan menggunakan panggulan oleh Deden.

Warga sekitar biasa memanggilnya kang Deden, pria berusia kepala tiga ini sudah dua tahun menggantikan bapaknya yang berjualan cungkring sejak 1975. 

Cungkring Pak Jumat, begitu nama yang terkenal sejak 41 tahun lalu. Dahulu ayahnya berkeliling memanggul dagangan. Namun sejak 2004, pelanggannya yang menghampirinya di Jalan Surya Kencana.

Cungkring merupakan salah satu panganan khas Bogor yang hanya ada di beberapa tempat. Namun, banyak ditemukan sate kulit sapi yang menggunakan nama cungkring. Menurut, Deden itu keliru, cungkring yang asli menggunakan beberapa bagian kaki sapi dan tidak ditusuk seperti sate.

Dengan hangat Kang Deden akan menawarkan pembeli memilih empat jenis cungkring, yaitu kikil, kulit, dampal, dan urat dengan masing masing potongnya seharga Rp 5.000. Ia mengatakan bagian paling laku ialah urat kaki sapi, teksturnya yang kasar seperti urat daging membuat nikmat ketika dikunyah.

Hmmm, penampilannya sangat menggugah selera. Deden pun memberikan tusukan kayu guna menyantap hidangan tersebut. Sayangnya bagi pembeli yang tidak membawa kendaraan akan bingung mencari tempat duduk, alhasil harus duduk di bahu jalan (trotoar) atau menumpang bagasi mobil pelanggan lain. Tapi tak apalah sambil nangkring kaya burung tapi terbayarkan dengan nikmat dan sedapnya ini kuliner.

Bumbu kacangnya seperti kupat tahu, butiran kacang yang digiling kasar masih terasa di gigitan, cabai merah dan hijau pun menghiasinya. Selain itu disediakan juga keripik sebagai campurannya dan menyantapnya bersamaan dengan kikil dan lontong. Benar-benar kombinasi yang pas. Kikil dan lontong yang lembut, ditambah renyahnya keripik dan bumbu yang gurih pedas, merupakan citarasa cungkring dalam sekali suapan.

Satu porsi cungkring lengkap dengan lontong, dua keripik tempe, dan dua potong bagian kaki sapi dijual Rp. 15.000. Letak kuliner satunya sebelum perempatan Gang Aut sebelah kiri jalan Suryakencana ke arah Puncak. Yakin bakal kagak nyesel dan bakalan “I’ll be back!” persis kata Arnold dalam terminator.

Setelah berpusing-pusing dan sempat mampir ke daerah Tajur atas permintaan teman yang merengek kepengen ganti tas model terbaru. Eh penghuni perut menendang-nendang minta diempanin lagi. Sepakat kita “hunting” kuliner yang jadi ciri khas kota Bogor. Kalau makan fast food sih enggak seru! Mumpung lagi di kota Hujan kenapa tidak mencari makanan yang khas yang tidak ada di tempat asal.

Perburuan agak sedikit ke arah utara kota Bogor, setelah melewati balai kota dan Istana Bogor sampai dah di tujuan. Toge goreng di sini menurut info dari kawan katanya enak dan mengalahkan sang legendaris Toge Pak Gebro. 

Toge goreng Haji Omah buka setiap hari mulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Warung yang terletak di kawasan Bogor Permai ini tak pernah sepi pelanggan. Yang datang bukan hanya orang Bogor tapi juga dari luar kota. Apalagi hari Sabtu dan Minggu, pengunjung didominasi pelancong dari Jakarta.

Rahasia enaknya toge goreng di sini terletak di citarasa tauco-nya. Menurut Firman pengelola warung yang merupakan generasi ketiga dari Haji Omah, tauco dibuat sendiri sehingga menghasilkan tauco dengan kualitas yang terbaik. 

Tauco sendiri adalah sebangsa bumbu dasar makanan yang terbuat dari biji kedelai. Diolah dengan campuran tepung dan direndam dengan air garam. Salah satu yang khas dari tauco adalah aromanya yang tajam. Kadang orang menyamakan aromanya dengan bau terasi.

Beberapa daerah di Indonesia menghasilkan tauco dengan ciri khas masing–masing. Tauco dari Sumatera berbeda dengan tauco dari Jawa. Ada juga tauco yang dari Kalimantan. Bukan hanya di Indonesia, tauco juga menjadi bumbu dasar masakan yang cukup digemari di beberapa negara di Asia, antara lain Tiongkok dan Jepang.

Aroma tauco-nya memang tidak menyengat seperti tauco kebanyakan. Saat disantap, rasa khas tauconya sangat kuat.

Dicampur tahu, toge, dan ketupat, membuat rasa toge goreng khas Bogor ini menjadi segar. Bila ingin pedas, bisa ditambah sambal. Togenya direbus dengan kayu bakar. Agar aroma togenya enak saat dicampur dan merupakan tradisi lama yang tidak ubah hingga sekarang. Harga Toge Goreng Haji Omah juga cukup bersahabat yaitu Rp 14.000 per porsi.

Toge goreng adalah salah satu makanan khas kota hujan, Bogor. Makanan ini mudah ditemui di berbagai sudut kota yang letaknya di perbatasan Jakarta dan Jawa Barat. 

Perut terasa tak ada kenyangnya di kota hujan ini selalu saja dibuat lapar ditambah suasananya yang bikin enak nampol banget buat manjain perut. Bidikan kuliner selanjutnya yang tak kalah khas adalah “Doclang”.

Aneh bingit namanya, kagak salahkah? Ternyata tidak ada yang salah bro! Panganan yang satu ini mirip kupat tahu dengan bumbu kacang tetapi citarasa bumbunya beda dengan kupat tahu.

Doclang merupakan salah satu kuliner khas dari Bogor. Potongan lontong yang khas dibungkus dengan daun patat, ditemani oleh tahu goreng, kentang rebus dan telur rebus kemudian diguyur bumbu kacang manis. Taburan bawang goreng dan kerupuk menjadi pelengkap penyempurna. 

Kuliner yang satu ini memang banyak di jumpai di kota Bogor, seperti di Jembatan Merah yang buka 24 jam nonstop, di Manterena atau Sukasari. Walaupun terbuat dari bahan yang sama namun memiliki ciri khas masing-masing.

Seperti Doclang Pak Odik yang berada di Jalan Pasir Kuda seberang perumahan Villa Kebun Raya, tidak jauh dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al­Ihya Bogor.

Bumbu kacang menjadi kunci keunggulan dari Doclang Pak Odik ini. Rasa legit yang pas dengan butiran kacang yang tidak tergerus halus memberikan sensasi yang berbeda ketika menyantap doclang di tempat ini. Satu porsi doclang bisa kita nikmati seharga Rp8000 tanpa telur, sedangkan kalau menggunakan telur cukup tambahkan Rp2000.

Doclang biasanya disantap sebagai sarapan pagi dan pengganjal perut di kala sore. Biasanya orang Bogor yang bekerja di Jakarta, sebelum masuk statsiun kereta api sarapan doclang di Jembatan Merah dan pulangnya terbiasa pula “ganjal perut” dengan doclang.

Ah sudahlah mau buat sarapan pagi atau ganjal perut gak peduli, yang terpenting rasa penasaran telah terobati dengan citarasa yang mantap bro! Doclang ternyata bikin lidah tak bisa berbohong kalau emang enak bin lezat.

Sebelum kembali ke alam dan habitat, rencananya akan kembali ke daerah Gang Aut. Ternyata dari Pasir Kuda tidak jauh ke arah tujuan. Jika kuatir kesasar dan gak percaya sama GPS, cukup ikutin jalur angkot nomor trayek 14 yang melewati arah ke Bondongan, Gedong Dalam Suryakencana Bogor.

Apa yang diburu sekarang? Sebagai penutup petualan kuliner, yang di sasar adalah panganan yang bernama laksa. Panganan ini sebetulnya bukan hanya ada di Bogor tetapi juga di beberapa tempat di Indonesia. Bahkan di Malaysia dan Singapura juga ada yang namanya laksa.

Apa yang membedakan laksa di Bogor dengan yang lainnya? Laksa Gang Aut ini dinamakan seperti itu sesuai dengan nama tempat mangkalnya. Warung kaki lima ini sudah lebih dari lima tahun mangkal di sini sebelumnya berpindah-pindah tempat. 

Warung yang dikelola oleh Pak Wahyu ini selalu ramai dikunjungi pelanggannya. Apalagi di saat weekend seperti ini diwajibkan musti sabar untuk mengantre.

Pak Wahyu sangat ramah menyapa pelanggannya, dan senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik. Mungkin ini juga faktor yang membuat pelanggan betah dan loyal, bukan semata karena laksanya enak tetapi pelayanannya ini yang bikin nyaman. 

Berbeda dengan beberapa laksa yang pernah saya makan sebelumnya, kuah laksa ini memiliki rasa yang tidak sembarangan. Jika kuah laksa di beberapa daerah terbuat dari santan, maka laksa ini terbuat dari kelapa yang direbus dalam jangka waktu yang cukup lama. 

Hasilnya? ketika disajikan kita akan melihat adanya jejak parutan kelapa yang jika termakan dapat memberikan sensasi kres yang gurih dan wangi.

Perbedaan mencolok dari laksa Bogor dengan laksa di beberapa tempat terletak pada keberadaan oncom tempe. Oncom tempe inilah yang memberikan sensasi rasa gurih dan nikmat di lidah. Sehingga dengan adanya oncom tempe ini tidak membutuhkan lagi MSG, jadi makanan ini sehat bro!. 

Dengan penyajian yang sangat rapi ditata sedemikian rupa membuat laksa ini tampak cantik. Pak Wahyu mengerjakan segala sesuatunya dengan cinta, kasih dan ikhlas jadi wajar jika laksanya tampak sangat menarik dan rasanya ingin cepat disantap. Isiannya sendiri cukup banyak, mulai dari ketupat, tahu, telur dan tauge. Dan kenikmatan ini cukup dibayar dengan harga Rp7.000 saja.

Ehmm...sungguh luarbiasa nikmatnya hari ini. Penuh dengan kejutan dan sensasi rasa, bikin lidah betah berrgoyang. Banyak panganan yang luar biasa enak sekali di kota Bogor ini dan yang bikin senang nggak bikin kantong jebol. Murah, meriah, nikmat tetapi tidak asalan rasa dan penampilannya. Pas kalau di bilang makanan kaki lima tapi rasa bintang lima.

Kota Bogor Bakal Punya Taman Lansia

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tampaknya masih akan terus mempercantik setiap sudut Kota Bogor.

Dengan memiliki sebutan Kota Sejuta Taman itu, Kota Bogor terus melakukan pemeliharan secara intensif maupun perbaikan atau revitalisasi terhadap ruang terbuka hijau.

Belum lama ini, terdengar kabar bahwa Kota Bogor melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) akan segera merevitalisasi taman yang berada di antara bangunan-bangunan rumah.

Taman tersebut adalah Taman Malabar yang belokasi di Jalan Malabar, dekat dengan Plaza Lippo Keboen Raya.

Lokasinya memang agak sedikit tersembunyi, namun taman tersebut memiliki area yang cukup luas dengan berbagai macam pohon tumbuh menghiasi Taman Malabar.

Taman tersebut pun difasilitasi jogging track yang mengitari taman dan juga tempat duduk.

Menurut Kepala Bidang Pertamanan Disperumkim Kota Bogor, Yadi Cahyadi, Taman Malabar memang direncanakan akan direvitalisasi.

Namun belum diketahui secara pasti kapan waktu revitalisasi itu dilakukan.

"Hanya tinggal menunggu pihak ketiga saja, karena anggaran untuk revitalisasi ini menggunakan dana CSR," ungkapnya.

Bila dana tersebut telah cair, kata dia, maka revitalisasi Taman Malabar bisa segera dilakukan tanpa menunggu tahun depan.

"Tergantung dari pihak ketiganya, kalau sudah menyetujui dan bersedia mengeluarkan dana, ya pasti langsung direvitalisasi," urainya.

Dia pun menyebut, bahwa Taman Malabar nantinya akan diubah menjadi Taman Lansia.

"Ya jadi Taman Lansia, nanti kami mengajak para lansia juga untuk ikut menyumbangkan ide apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan sebagai fasilitas bagi kebutuhan para lansia," tandasnya.

Raincake, Oleh-Oleh Khas Bogor yang Terbaru

Toko kue di Kota Bogor milik pesinetron Cinta Fitri, Shireen Sungkar ini selalu ramai dikunjungi masyarakat.

Bukan hanya warga Bogor, pendatang dari luar kota pun ikut memburu kue di gerai yang bernama 'Bogor Raincake' ini.

Meski toko kue milik istri Teuku Wisnu ini baru beberapa minggu dibuka.

Toko kue ini berlokasi di Jalan Pajajaran nomor 31, Kota Bogor ini sudah memiliki banyak pelanggan.

"Baru tiga minggu buka, Alhamdulillah sejak pagi sudah ada saja yang mengantre," ujar Manajer Oprasional Bogor Raincake, Vita.

Dia menjelaskan, bahwa olahan kue di Bogor Raincake memiliki ciri khas tersendiri yang membedakan dengan kue lainnya.

"Bahan utamanya dari keju, selain itu di bagian tengah kue terdapat isiannya," jelasnya.

Sedikitnya ada empat jenis kue yang tersedia di Bogor Raincake. Di antaranya, valanilla cheese cake, greentea ovaltine cake, red taro cake, dan crispy chocoolate cake.

"Untuk harga vanilla dan red taro Rp 65 ribu, sendangkan greentea ovaltine Rp 68 ribu, kalau crispy chocolate Rp 66 ribu," katanya.

Dia pun menyebut, kue yang paling banyak diminati pelanggannya adalah greentea ovaltine cake dan crispy chocolate.

"Tapi beberapa juga ada yang menyukai vanilla dan red taro," terangnya.

Selain menyediakan ragam kue dengan cita rasa yang khas, Bogor Raincake pun memiliki desain interior toko yang cukup menarik perhatian.

Bahkan beberapa pelanggannya hendak mengeluarkan ponselnya untuk mengambil foto saat tengah mengantre.

Tak ayal, sebab di sekeliling ruangan tempat para pelanggannya mengantre, terdapat beberapa pajangan berupa bingkai foto yang memperlihatkan Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu.

"Sambil ngantre ga ada salahnya sambil lihat-lihat, sekaligus foto dengan background foto Shireen dan Wisnu, narsis sedikit," ungkap seorang pelanggan, Asep Solehudin.

Bogor Raincake sendiri buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Bagi yang penasaran dengan rasa dari kue Bogor Raincake bisa langsung datang ke gerainya. Lokasinya tak jauh dari Pusat Kota, tepatnya di dekat Pintu Masuk III Kebun Raya Bogor (KRB). 

Tempat Wisata Baru di Kota Bogor

Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kota Bogor, Jawa Barat, mencoba mengembangkan potensi wisatawan di sejumlah wilayah seperti di Bogor Barat, Bogor Utara, dan Tanah Sareal, untuk meningkatkan jumlah wisatawan.

Kepala Disbudparekraf Kota Bogor Shahlan Rasyidi menyebutkan, tiga dari enam kecamatan di Kota Bogor sudah memiliki potensi wisata yang ramai dikunjungi, seperti di wilayah timur ada kawasan pecinan Suryakencana, Kebun Raya di Bogor Tengah, dan Sentra Kuliner di Bogor Selatan.

"Tahun 2017 akan dikembangkan objek wisata baru di wilayah barat, ada Dramaga Park dan penataan Situ Gede, agar menjadi objek wisata yang lebih baik," kata dia

Shahlan optimistis Pemkot Bogor mampu meraih target 5,5 juta wisatawan pada 2017. "Tahun 2017 ini kami menargetkan jumlah wisatawan meningkat 10 persen, dari 4,7 juta di 2016 menjadi 5,5 juta wisatawan," kata dia.

Menurut Shahlan, Kota Bogor kini mulai dipadati wisatawan, terutama setiap Sabtu dan Minggu. Pembangunan sejumlah taman dan fasilitas pedestrian seputar Kebun Raya Bogor turut menambah minat kunjungan ke Kota Hujan.

"Seperti Sempur sejak ditata ramai dikunjungi, sampai warga sekitar mengeluh karena tidak leluasa keluar masuk lagi," kata dia.

Shahlan menyebutkan, sektor pariwisata penyumbang Pendapatan Asli Daerah ( (PAD) terbesar di Kota Bogor. Tahun 2015 PAD dari sektor wisata mencapai Rp 118 miliar, 2016 meningkat menjadi Rp 204 miliar.

Shahlan menjelaskan hotel menyumbang Rp 65 miliar pada 2015 naik menjadi Rp 75 miliar pada tahun berikutnya. Demikian pula dengan restoran menyumbang Rp75 miliar, naik menjadi Rp 95 miliar, dan tempat hiburan dari Rp 22 miliar menjadi Rp 29 miliar.

"Wisatwan asing juga ikut berkontribusi menambah jumlah kunjangan wisata dari 220 ribu di 2015 naik menjadi 255 ribu di 2016," kata dia.

Penginapan

Shahlan menyebutkan peran hotel juga sangat penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bogor. Tercatat ada 90 hotel berbintang dan melati di wilayah tersebut.

Sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 81 Tahun 2015 yang mewajibkan setiap hotel memiliki karakter 'Someah Hade Ka Semah', yakni harus menampilkan keramahan, senyum dan sapa kepada pengungjungnya.

General Manajer 101 Hotel Suryakancana Adjid Kurniawansyah mengatakan, bisnis perhotelan cukup potensial di Kota Bogor. Sebanyak 60 persen pengunjung hotel didominasi dari pemerintahan dan 40 persen masyarakat umum.

"40 persen pengunjung umum terjadi Sabtu dan Minggu," kata Adjid.

Adjid menyatakan, sektor perhotelan siap mendukung program Pemerintah Kota Bogor dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dengan berbagai program. Di antaranya mendukung kegiatan kebudayaan seperti Bogo Street Festival Cap Go Meh, dan agenda tahunan yang menjadi ikon baru Bogor yakni 'Bogor Haritage Run'.

Menurut Adjid, sejak penataan di Kota Bogor pengunjung hotel meningkat sekitar 10 persen dari tahun sebelumnya. Setiap akhir pekan banyak tamu hotel yang datang hanya untuk sekedar berolahraga di Kebun Raya Bogor.

"Kami akui sejak dibangunnya pedestrian Kebun Raya dan Taman Sepur, banyak orang luar Bogor datang hanya untuk berolahraga sepeda, dan lari tapi mereka menginap di hotel selama satu dua malam," kata Adjid.

Rabu, 10 Mei 2017

Lima Oleh - Oleh "Kekinian" Khas Bogor

Selain Bandung, Bogor juga menjadi kota favorit warga Jakarta untuk liburan. Selain Jakarta, turis yang liburan di Bogor biasanya juga berasal dari Bodetabek dan Bandung.

Bogor memang menyuguhkan banyak destinasi wisata, dari alam hingga kuliner. Warga kota ini pun terkenal kreatif dalam hal makanan. Tak heran, banyak oleh-oleh "kekinian" yang bisa dijadikan referensi buah tangan. Berikut beberapa rekomendasi oleh-oleh khas Kota Hujan.

1. Bogor Raincake

Bogor Raincake diprediksi akan menjadi oleh-oleh kekinian dari Bogor. Bogor Raincake sendiri merupakan sebuah toko kue yang didirikan oleh salah satu artis tanah air, Shireen Sungkar.

Baru dibuka pada tanggal 8 April 2017, Bogor Raincake sudah mendapatkan banyak pesanan bahkan hingga sold out.

Bogor Raincake sendiri diambil dari nama rain yang berarti hujan, ini menandakan bahwa Bogor merupakan kota hujan. Saat ini terdapat 4 varian rasa Bogor Raincake yang bisa Anda nikmati, yakni Red Taro, Cheese Vanilla, Greentea Ovomaltine dan Crispy Peanut.

2. Kacang Bogor Istana

Ada salah satu kacang yang unik yang mungkin hanya tumbuh di Bogor. Kacang ini disebut sebagai Kacang Bogor oleh warga setempat. Sekilas kacang ini berbentuk seperti kacang tanah atau kacang kedelai, namun ternyata bukan.

Kacang Bogor mempunyai bentuk yang bulat dan warna yang unik, yakni ungu. Konon kacang ini hanya dapat tumbuh pada bulan-bulan tertentu saja, yaitu dari Februari – April. Tak perlu khawatir bagi Anda yang ingin membawa oleh-oleh Kacang Bogor ini.

Anda bisa mencari Kacang Bogor dengan merk Istana yang dapat dengan mudah ditemui. Anda dapat membeli Kacang Bogor Istana ini mulai dari harga Rp 17.500.

3. Strudel Bogor

Bagi orang Indonesia pada umumnya mungkin nama strudel terdengar asing. Namun bagi pecinta kue atau pastry, strudel bukan lagi hal baru. Strudel merupakan kue lapis asal Jerman dan Austria yang biasanya berisi apel.

Di Bogor, ternyata juga ada kue strudel. Namun yang membedakan strudel Bogor dengan lainnya adalah isinya, strudel Bogor menggunakan talas, asinan, martabak hingga bakso.

Bila Anda ingin berburu strudel Bogor, Anda bisa mengyambangi Toko Jumbo (Jumpa Bogor) yang berada di Jalan Padjajaran No. 78K. Harga per bungkusnya ditaksir mulai dari Rp 45.000 – Rp 55.000.

4. Batik Bogor

Bogor tak hanya identik dengan makanannya saja. Anda juga bisa membeli oleh-oleh berupa batik kepada orang tercinta di rumah.

Motif batik bogor sangat beragam, yakni sekitar 90 motif yang bisa Anda buru. Batik dengan motif hujan merupakan motif yang kerap kali diburu oleh wisatawan karena motif ini sangat menggambarkan Bogor.

Untuk berbelanja batik khas Bogor, Anda dapat mengunjungi salah satu toko Batik Bogor Tradisiku di Jalan Jalak Nomor 2, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Selain di toko ini, batik Bogor juga tersebar di beberapa pusat perbelanjaan di Bogor.

5. Bolu Lapis Sangkuriang

Satu lagi oleh-oleh yang populer di Bogor, yakni bolu lapis sangkuriang. Bolu ini terbuat dari talas Bogor yang sangat populer dan identik dengan warna ungu dan kuning.

Jika Anda membeli bolu ini, Anda bisa menambahkan berbagai topping, yakni keju, choco chip dan rainbow chip. Ingin segera membeli bolu lapis sangkuriang? Anda bisa bertolak ke tokonya yang terletak di Jalan Raya Sholeh Iskandar, Bogor.

Gagal SURT, Kemenhub Larang Bus Uncal di Bogor Beroperasi

Penantian panjang warga Kota Hujan menikmati keindahan Bogor dengan Bus Uncal harus dikubur rapat-rapat. Pasalnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak merestui rupa bus wisata Kota Bogor yang dilaunching pada malam tahun baru 2017 itu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Walikota Bogor, Bima Arya. Bus dengan dominasi warna biru itu belakangan memang sempat melalui serangkaian pemeriksaan.

Setelah lolos uji Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR), bus tersebut diwajibkan untuk lolos dalam proses Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SURT) agar dapat beroperasi. Tapi, rupanya gagal karena bentuknya yang tidak sesuai standar keselamatan.

“Ya, memang harus mengikuti aturan. Dari Kemenhub sudah menghubungi saya, jadi dari kementrian menyaratkan harus ada beberapa perubahan terutama pada bentuk Uncal,” jelasnya.

Bus yang hingga kini masih terparkir di lingkungan Balaikota itu harus dirombak wujudnya, terutama pada bagian pintu dan lampu. Padahal, Bus Uncal  sudah lolos dalam uji kelayakan yang dilakukan di Dinas Perhubungan Jawa Barat.

“Ini lama sekali prosesnya di kemenhub, jadi harus ada penyesuaian letak lampu pada bus dan pintu juga akan ada perubahan,” ujar Bima.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Rakhmawati mengatakan berkaitan dengan perizinan Bus Uncal diurus oleh Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT).

Hingga kini, pihaknya juga masih menunggu izin SRUT agar bus pariwisata ini bisa segera digunakan masyarakat. “Kita tinggal menunggu izin SRUT dari kemenhub saja. Tetapi memang prosesnya lama. Jadi kita hanya bisa menunggu,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Koperasi PDJT, Fajar Cahyana belum menerima hasil proses SRUT bus Uncal dari kemenhub. Yang dia ketahui,  SRUT tersebut hingga kini masih diproses kemenhub.

Meski begitu, dia memastikan Bus Uncal sudah aman untuk ditumpangi. Hal itu ia ungkapkan karena telah memegang beberapa lembaran bukti  bus tersebut telah lolos uji KIR dan uju rancang bangun.

“ Uji KIR dan uji rancang bangun, itu udah sesuai dan tidak ada kendala. bisa digunakan, artinya sudah aman,” tandasnya.

Bogor, Kota Para Pelari

Selepas Tugu Kujang Kota Bogor ke arah Jalan Otto Iskandardinata, seperti biasa, lalu lintas macet. Di trotoar yang melingkari Kebun Raya Bogor (KRB), sejumlah warga berolahraga lari. Berlari mengitari KRB memang menyenangkan. Trotoar lebar, pepohonan meneduhi jalanan.

Awal tahun ini, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mencanangkan "Bogor, The City of Runner", kota para pelari. Bersamaan dengan itu, Bima meresmikan jalur pedestrian 4,2 kilometer.

"Cuaca di Bogor pas buat olahraga," ujar Bima. Selain bagi warganya, pencanangan kota sebagai kota para pelari itu juga bisa mengundang lebih banyak wisatawan untuk berwisata olahraga.

Kota Bogor yang sekitar sejam dari Jakarta membuat peluang wisata olahraga terbuka lebar. Atmosfer Bogor mirip Bandung: hotel, wisata kuliner, ataupun factory outlet bertebaran. Bedanya, menuju "Kota Kembang" dari Jakarta, saat akhir pekan, bisa 3-4 jam atau lebih. "Ke Singapura lebih cepat", itu olok-oloknya.

Di Bogor, pendatang bisa malam mingguan menginap di hotel dan Minggu paginya, berolahraga lari atau jalan kaki. Lokasi lari tersedia, di KRB hingga taman, dari Istana Bogor, Lapangan Sempur, hingga Stadion Padjadjaran.

Berbenah

Namun, Bogor bukanlah San Francisco, California, Amerika Serikat. Kota itu baru saja dinobatkan Runner's World sebagai kota terbaik bagi pelari. Kota dengan kontur hilly-berbukit, turunan, dan tanjakan-itu bersahabat dengan pelari. Bukan hanya cuaca menyenangkan, tapi juga taman-taman kota dengan akses baik.

Runner's World mendata 250 kota dengan populasi penduduk di atas 160.000 orang. Untuk memperoleh 50 kota terbaik untuk lari, mereka memakai sejumlah indeks penilaian yang diukur dari seberapa sering warga berlari, jumlah event lari (race) setiap tahun, ketersediaan lintasan lari hingga akses ke taman publik, tempat rekreasi, serta fasilitas kebugaran. Bukan itu saja, cuaca atau iklim, makanan sehat, serta faktor lain penunjang hidup sehat jadi pertimbangan menempatkan kota ramah bagi pelari.

Mereka yang suatu saat berkunjung ke San Francisco disarankan membawa sepatu lari. Data Runner's World, di kota itu terdapat 16 klub lari dengan 246 event lari pada tahun lalu.

Data dari aplikasi Strava-aplikasi populer di gawai para pelari-warga San Francisco total tercatat 12.554 kali lari per minggu dengan jarak 64.037 mil (103.057,56 kilometer) tahun 2015. Cuaca nyaman saat musim panas, jalanan turun-naik (rolling), dan trek lari yang tiada habisnya menjadikan San Francisco kota terbaik bagi pelari. Bahkan, di atas kota New York dan Boston, dua kota tempat World Major Marathon diadakan.

Bukan membandingkan bumi dan langit, tetapi Bogor perlu banyak berbenah sebagai "City of Runner". Cari tempat parkir mobil tak mudah. Sampah kota kadang terlambat diangkut.

Bogor menggelar event lari. Dua event menunggu: KRB200 dan Bogor Sundwon Marathon. KRB200 merayakan 200 tahun KRB yang berlangsung 20-21 Mei 2017.

Jika mulus, Bogor akan tersohor dan sah menyebut diri "Bogor, City of Runner". Bukan Bogor yang tekor, asal sohor. Semangat!

Tak Peduli Mitos, Banyak Pasangan Cuek Melewati Jembatan Cinta Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor (KRB) punya satu spot foto yang terkenal, yaitu Jembatan Cinta. Jembatan berwarna merah ini sering jadi lokasi foto, selfie, bahkan pre-wedding.

Padahal, Jembatan Cinta punya mitos terutama bagi para pasangan kekasih. Mitosnya, pasangan yang melewati jembatan tersebut akan kandas hubungannya.

Namun rupanya banyak pasangan yang tidak terpengaruh mitos tersebut.

"Ya biasa aja, cuek. Gak begitu percaya sama yang kayak begitu, itu kan cuma mitos," tutur salah satu pengunjung yang sedang berfoto di atas jembatan.

Jembatan gantung tersebut terletak di dekat area komplek makam yang juga ada di Kebun Raya Bogor. Komplek makam tersebut memiliki juru kunci yakni Abdurahman (57).

Abdurahman telah 25 tahun menjadi juru kunci di makam tersebut, menggantikan ayahnya. Ia pun telah mendengar mitos tentang Jembatan Cinta tersebut.

Ia mengatakan, dari sekian banyak pengunjung, banyak dari mereka melaporkan bahwa hal itu (hubungan yng kandas) memang terjadi.

"Soal yang putus (cinta) banyak yang melapor, tapi tidak semua," tutur Abdurahman.

Ia juga menambahkan bahwa area komplek makam itu memang angker. Bahkan situs-situs bersejarah yang tak terlihat pun ada di sana.

"Di sini memang angker. Tapi angker hanya untuk orang yang sembrono, sembarangan, dan tidak hormat," tandasnya. 

Selasa, 09 Mei 2017

Usai Jakarta yang Dibanjiri Karangan Bunga Sekarang Giliran Bogor

Setelah Jakarta, kini "hujan" karangan bunga terjadi di Bogor. Diketahui, puluhan karangan bunga memenuhi halaman Mapolresta Bogor Kota di Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Pantauan di Mapolresta Bogor, karangan bunga tersebut diketahui sudah menghiasi halaman depan maupun area Mapolresta Bogor Kota sejak Jumat. Karangan bunga itu berisi berbagai ungkapan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo, TNI, dan Polri dalam menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI.

Berikut beberapa ucapan yang ada di karangan bunga tersebut, ‘Kami mendukung toleransi antaragama dan suku yang beragama’, ‘Kombes Pol Ulung Sampurna, Kapolresta Bogor Kota, kami cinta NKRI, dan pancasila’, ‘Kami berada di belakang TNI-Polri untuk menjaga perdamaian negeri ini’, serta ‘Kapolresta Bogor Kota, pertahankan NKRI dan Pancasila’.

Banyaknya karangan bunga itu pun membuat masyarakat dengan berbagai keperluan di Mapolresra Bogor Kota menjadikannya objek berfoto selfie.

Seperti yang diketahui, demam kiriman karangan bunga juga pernah memenuhi Balai Kota DKI Jakarta, Mabes Polri, dan Istana Negara beberapa waktu lalu.

Sumber: http://goo.gl/qSzZkb/a>


Naik Tipis, Harga Rumah di Bogor Masih Rp5 Jutaan/m2

Kebanyakan pemburu properti di kawasan Bogor saat ini lebih memilih hunian dengan harga kisaran Rp300 juta – Rp600 juta. Menyoal pangsa pasarnya, kaum end user dengan usia yang masih produktif paling mendominasi.

Dengan jarak tempuh yang lebih baik ke kawasan Ibukota melalui kereta commuterline, Bogor memang menjadi pilihan alternatif bagi karyawan yang bekerja di Jakarta.

Tidak hanya didukung dengan satu transportasi massal saja, kawasan ini juga akan segera dilintasi jalur kereta layang atau Light Rapid Transit (LRT) yang sejatinya bakal menghubungkan warga Bogor dengan Jakarta dalam waktu lebih singkat.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dalam kunjungannya ke proyek LRT beberapa waktu lalu mengutarakan alasan Pemerintah mengkoneksikan LRT hingga ke sana.

“Menurut pantauan PT KAI, pada hari kerja warga yang menumpang KRL jumlahnya mencapai 800 ribu orang. Jika dikonversikan, artinya ada sekitar 30 persen warga Bogor yang sangat bergantung pada KRL. Menyikapi ini kami merencanakan untuk menyediakan sarana transportasi lain,” katanya.

Menurut hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index, Bogor menempati urutan kelima dalam ’10 besar Lokasi Favorit Pencari Properti di Indonesia’. Wilayah ini berhasil mengalahkan Depok yang berada satu peringkat di bawahnya.

“Bogor juga memiliki Cibinong Center Industrial Estate, Bogorindo dan Menara Permai sebagai kawasan industri. Karena itu, kawasan Bogor juga menjadi pilihan penting bagi mereka yang bekerja di area tersebut,” terang Country Manager Rumah.com, Wasudewan.

“Bahkan Bogor juga akan menambah lagi kawasan industri di kawasan Jonggol. Ini juga yang membuat perumahan dengan harga di bawah Rp500 juta semakin diburu,” imbuhnya.

Berdasarkan data Rumah.com Property Index terbaru, harga rumah di Bogor pada pertengahan kuartal II-2017 dipatok Rp5,52 juta per meter persegi. Harga ini mengalami kenaikan tipis sebesar 0,94% di mana pada kuartal sebelumnya berada di angka Rp5,47 juta.

“Jika dipantau pergerakannya sejak dua tahun lalu di mana situasi pasar properti tengah merosot, harga rumah tapak di Bogor dengan rentang Rp350 juta hingga Rp600 juta relatif stabil. Tak pernah jatuh terpuruk, namun tak juga naik drastis. Terlebih kondisi pasar sekaran masih dalam pemulihan,” ujar Wasudewan.

Dan berikut kisaran harga properti di Bogor yang diminati konsumen

KISARAN HARGA   PERSENTASE
Rp300-500 Juta             20%
< Rp300 Juta                     18%
Rp500-700 Juta             13%
Rp700-900 Juta             11%
Rp1,1M-1,5M                       8%
>Rp5M                               8%

Sumber: http://goo.gl/Cj2Twa/a>