Rabu, 19 April 2017

Turunkan Berat Badan Dengan Buah

Diet buah di mata para pelakunya tidak sekadar efektif untuk menurunkan berat badan, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk detoks. Proses mengeluarkan racun dari dalam tubuh akibat polusi atau makanan-makanan yang semestinya tidak dimakan.

Diet buah pada praktiknya berlangsung tidak lebih dari satu minggu. Tidak juga hanya makan buah saja dan menghilangkan sumber-sumber makanan yang lainnya. Bagaimana juga tubuh kita membutuhkan karbohidrat, lemak, protein, dan serat.

Seperti dikutip dari situs Health Me Up, Selasa (18/7/2017) Konsultan Manajemen Khusus Penurunan Berat Badan di Fortis Hospital, India, Simran Saini menjelaskan, diet buah lebih menekankan kepada memasukkan makanan-makanan alami, bukan olahan ke dalam tubuh kita.

Buahnya dimakan begitu saja, tidak jus apalagi dijadikan smoothies. Dan, dimakannya setiap dua jam agar sistem tubuh kita jauh lebih sehat.

Simran juga menerangkan kaitannya diet buah dengan proses penurunan berat badan. Buah, apa pun jenisnya selama tidak melewati proses disuntik dan cara-cara yang dilarang lainnya, memiliki kandungan air dan serat yang tinggi.

Sistem tubuh kita punya kemampuan membakar banyak kalori selama asupan serat itu benar-benar terpenuhi demi pencernaan yang lebih sehat.

Buah yang dimakan juga tidak boleh banyak-banyak. Buah termasuk makanan. Hampir semua makanan memiliki kalori. Sebab, hanya air putih yang tidak memiliki kalori.

Kalori dalam buah memang tidak besar. Kurang dari 100 kkal untuk satu buah yang kita makan. Akan tetapi, kebiasaan buruk kebanyakan orang kita adalah akan banyak menyantap makanan itu selama diberi label sehat.

Padahal, apabila kalori terlalu banyak dan tidak segera dibakar, diet buah tidak akan membuat pelakunya jadi kurus, langsing, atau memperoleh berat badan ideal.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar