Kamis, 20 April 2017

Kreatif, Limbah Besi Disulap Jadi Mesin Sablon Bernilai Puluhan Juta Rupiah

Limbah besi biasanya hanya kita jual kepada tengkulak besi tua. Di tangan seorang pemuda asal kecamatan Curahdami kabupaten Bondowoso limbah besi dan peralatan elektronik rumah tangga bisa disulap menjadi mesin sablon yang tak kalah dengan mesin hasil pabrikan.

Selain untuk dipakai sendiri, mesin sablon dari bahan limbah ini sudah dipesan untuk dijual ke berbagai daerah dengan harga Rp60 juta per unitnya.

Mahrus Ali, 30 tahun adalah seorang pemuda kreatif yang berhasil menciptakan mesin sablon di mana 60 persen bahannya terbuat dari limbah besi dan sisa alat elektronik rumah tangga. Awalnya, pemuda ini adalah penyablon plastik dan kain secara manual, karena ramai pemesanan hingga tak sanggup untuk dikerjakan dirinya berupaya untuk membuat mesin sablon.

Keahlian membuat mesin sablon didapat dari membaca dan melihat kinerja mesin sablon pabrikan di internet. Banyaknya bahan limbah besi beserta sisa alat elektronik seperti mesin penyedot air dan pipa, menjadi alasan Mahrus untuk membuat mesin sablon dari bahan limbah.

Setelah beberapa kali menguji coba mesin, akhirnya tercipta mesin sablon yang diharapkan mesin ini mampu menyablon plastik dan kain hingga ribuan setiap harinya.

Keberhasilan membuat mesin ini tak sengaja diposting di media sosial oleh beberapa teman Mahrus. Sehingga yang awalnya hanya untuk dipakai sendiri, kini Mahrus harus terus membuat mesin karena karyanya telah dipesan oleh beberapa pengusaha di berbagai daerah seperti di Jakarta, Surabaya, Bali dan Batam.

“Ukuran mesin, panjang 3 meter dan lebar 1 meter menggunakan rangka besi beberapa penggerak menggunakan sisa mesin penyedot air dan udara yang keluar digunakan untuk pengering,” ujarnya.

Dirnya mengatakan, satu unit mesin sablon buatannya dibanderol dengan harga Rp60 juta per unit lebih murah 50 persen dari harga buatan pabrik yang biasanya seharga Rp100 hingga 120 juta per unitnya. 

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar