Rabu, 19 April 2017

Karena Perdulinya Terhadap Lingkungan, Mahasiswa IPB Merancang Aplikasi Ensiklopedia Lingkungan

Demi meningkatkan kepedulian anak muda terhadap lingkungan, Muhammad Murtadha Ramadhan (19) merancang aplikasi ensiklopedia lingkungan. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur realitas tambahan.

"Sebenarnya itu masih pada tahap prototipe atau rancangan." jelas Ado, sapaan akrabnya, saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (11/4). Namun Ado berharap aplikasi yang mengantarkannya menjadi mahasiswa berprestasi Institut Pertanian Bogor itu segera rilis di playstore dan app store.

Aplikasi tersebut berbasis ensiklopedia dan games. Terdapat fitur realitas tambahan dan marker card untuk mengoperasikannya. Sehingga apabila kamera ponsel ditujukan kepada marker card, akan memunculkan obyek 3D di layar kamera. "Kurang lebih seperti pokemon GO tetapi saya belum memakai geo tag location," tukas Ado.

Ado mengaku inspirasi pembuatan aplikasi didapatkan dari tempat pengabdian masyarakat Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK)Tepi Sawah. Lembaga tersebut berada di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer IPB, tempat dimana Ado menimba ilmu. "Di sana kami mengajar anak-anak dengan nuansa alam dan lingkungan." ujar Ado.

“Aplikasi ini mirip permainan Pokemon Go. Saya mengangkat isu lingkungan karena kepedulian masyarakat Indonesia yang masih rendah. Lalu saya hubungkan juga dengan ciri khas Indonesia yaitu biodiversitas flora,” tutur pria kelahiran Jakarta 19 tahun silam ini.

Diharapkan aplikasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut. Selain itu juga membawa manfaat dan dampak yang luas kepada mssyarakat Indonesia khususnya generasi muda Indonesia.

Ado memilih IPB untuk melanjutkan pendidikan tinggi atas rekomendasi sepupunya, mahasiswi Arsitektur Lanskap IPB. Menurutnya, Departemen Ilmu Komputer (Ilkom) IPB cukup representatif untuk menjadi tempat menyalurkan minat dan keinginannya fokus di bidang teknologi informasi.

Di Ilkom inilah akhirnya Ado berhasil meraih beberapa prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya menjadi delegasi resmi IPB untuk Munster University International Model UN 2015, menjadi representasi di komite Special Summit on Technology (Depok, Indonesia), delegasi terpilih Ilmu Komputer IPB untuk Student Mobility to Universiti Putra Malaysia (Serdang, Malaysia) dan Special Prize (3rd position) APEC Edutainment Exchange Program 2016 (Busan, Korea Selatan).

Bukan dari kalangan berkecukupan, Putra dari Nizirwan Anwar dan (alm.) Eni Sulfita ini harus memanfaatkan fasilitas dengan keterbatasan yang ada . “Alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa Djarum dan saya juga mengajar di Katalis (bimbingan belajar) untuk menambah uang bulanan saya,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar