Jumat, 21 April 2017

Budidaya Ikan Cupang, Mampu Meraup Omset Rp 10 Juta/Bulan

Ikan hias cupang memilki banyak penggemarnya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Peluang ini pun ditangkap oleh Saringun seorang pemuda asal Purbalingga, Jawa Tengah untuk mengembangbiakkan ikan hias cupang. Bahkan uang jutaan rupiah berhasil diraupnya tiap bulan dari hasil menggeluti bisnis berternak ikan cupang.

Keberhasilan Saringun berkat ketekunan dan bimbingan penyuluh perikanan. Ikan cupang hasil budidaya petani dipasarkan ke sejumlah kota dibantu petugas penyuluh perikanan. Kini dari hasil membudidayakan ikan cupang, Saringun mendapatkan omzet per bulannya mencapai Rp10 juta.

“Omzet itu didapat dari 20 petak kolam dengan tiap petak berisi lima ribu ekor ikan, dengan masa panen paing lama tiga bulan,” ujarnya di Purbalingga, baru-baru ini.

Di belakang rumahnya dengan lahan seluas 120 meter persegi, Saringun membuat beberapa petak kolam untuk ternak ikan cupang. Ada tiga jenis ikan cupang yang diternak, mulai ikan cupang jenis plakat, serit, hingga ikan cupang halfmoon. Jumlahnya mencapai puluhan ribu ekor, mulai dari yang berukuran kecil hingga siap jual.

Kemudian induk ikan cupang yang akan dikembangbiakan harus berkualitas bagus tiap satu akuarium ukuran kecil diisi indukan jantan dan betina agar terjadi proses pemijahan. Proses pemijahan ditandai dengan induk pejantan mendekati induk betina hingga induk betina mengeluarkan ratusan telur.

“Dalam satu hari, telur akan menetas menjadi burayak. Setelah dianggap kuat, burayak ikan cupang segera dipindahkan ke dalam kolam pembesaran. Selama masa pembesaran, anakan ikan cupang diberi makan berupa kutu air dan cacing halus hingga panen,” kata Saringun.

Ikan hias cupang sendiri memiliki gerakan yang lincah. Ekor dan siripnya meliuk-liuk mengikuti gerakan tubuh. Apalagi, saat sirip dan ekornya mengembang, warnanya begitu eksotik. Tak heran, jika ikan hias cupang digemari banyak kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Gurihnya Ikan Salai Mampu Meraup Omset Jutaan Rupiah

Gurihnya menu ikan salai masih menjadi pilihan kuliner favorit warga di kota Palembang. Pasalnya ikan salai dapat dikombinasikan dengan berbagai varian gulai seperti pindang.

Melihat peluang ini, Syahabudin kakek 65 tahun ini terjun menjadi pembuat salai setelah pensiun sebagai anggota kepolisian di Palembang enam tahun lalu.

Inilah aktivitas syahabudin sehari-hari di kediamannnya di jalan Lubuk Kawah kelurahan Kebun Bunga Sukarami Palembang, Sumatera Selatan. Ditambak ikan patin ini juga ia mengolahnya menjadi ikan salai. Ikan yang dipanen tersebut kemudian dibersihkan mulai dari insang hingga isi badannya.

Ikan yang telah bersih tersebut kemudian dicuci hingga bersih sebanyak dua kali, agar higienis dan tidak berbau. Kemudian ikan-ikan ini langsung dijejerkan di sebuah tungku pengasapan yang ada di dalam pondok.

Untuk pengasapan ini, selain kayu Syahabudin menambahkan kulit kelapa muda agar asap yang menjadi banyak dan memberi aroma harum kepada ikan salai. Proses pengasapan ini memakan waktu hingga empat jam.

“ikan salai ini bisa dikombinasikan dalam berbagai gulai seperi tempoyak durian, aroma yang khas dari ikan salai pastinya semakin nikmat bercampur bumbu rempah rempah,” ujarnya.

Dalam sehari Syahabudin mampu memproduksi 30 kg ikan salai berbahan ikan patin,lele dan mujair. Untuk packing biasanya dijual per kilogram dengan harga Rp60 ribu. Biasanya penjualan lebih banyak menggunakan media sosial, dimana tak hanya kota Palembang, pemasarannya sampai ke Jambi, Bangka Belitung, lampung dan Jakarta, tak heran omzet jutaan rupiah bisa diraup.

Tulang Kerbau Disulap Menjadi Patung yang Indah , Bernilai Tinggi

Karya seni mengolah tulang menjadi patung sudah jarang ditemui di Indonesia. Namun, di Desa Banga, Kecamatan Rembon, Tana Toraja Sulawesi Selatan masih ada kakek tua sang pemahat tulang yang terus bertahan membuat patung dari tulang kerbau dan sapi menjadi sebuah karya seni yang indah.

Yonanis Korang yang kerap disapa Ambe Tato Korang atau Kakek Korang adalah seniman patung dari tulang kerbau. Dalam sehari, dia mampu membuat dua patung untuk dijual.

Kakek Korang memanfaatkan bahan yang ada dalam pembuatan karya seni patung tersebut meski terbuat dari bahan-bahan sederhana. Seperti tulang kerbau dan sapi, rotan, kulit kambing dan serabut pohon enau yang dipadukan menjadi sebuah karya yang sangat alami namun eksotis sehingga karya seninya ini sudah terjual hingga luar daerah Sulawesi bahkan ke luar negeri.

Pria kelahiran 15 Juli 1949 ini setiap pagi hingga malam duduk di depan pondok yang terbuat dari papan yang juga adalah tempat penyimpanan tulang yang telah didapatkannya untuk menyulap tulang kerbau menjadi sebuah karya seni yang bernilai cultur.

Sungguh karya seni kakek Korang sangat alami, tidak seluruh badan patung ini terbuat dari tulang kerbau dan rambutnya terbuat dari serabut pohon enau. Sementara baju patung terbuat dari kulit kambing yang telah diasapi terlebih dulu agar kulit kambing awet.

Sementara itu benang dalam membuat jahitan pakaian dan pengikat ia menggunakan rotan dan badan patung sendiri terbuat dari tulang kerbau sebagai bahan utama, seluruh bahan yang digunakan alami.

Patung hasil pahatan dari kakek Korang ini dibuat dalam tempo paling lambat tiga hari dan dijual dengan harga Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.

Paskah, Membawa Berkah Tersendiri Bagi Perajin Patung

Hari Paskah membawa berkah tersendiri bagi perajin patung Bunda Maria dan Yesus di kawasan Pajeksan, Yogyakarta. Hal ini pula yang dirasakan perajin patung rohani, Tan Brata.

Menurut Tan Brata, sejak awal bulan April lalu hingga sehari jelang Paskah, dirinya mengaku kewalahan menerima pesanan. Jika biasanya dalam sebulan ia menerima order 10 patung, kini meningkat menjadi 20 patung, bahkan bisa sampai 40 patung.

"Khusus untuk bulan ini, mulai sejak awal bulan april lalu hingga sehari jelang paskah,saya kewalahan menerima pesanan, khususnya patung Bunda Maria," ujarnya di rumah patung Brata di Jalan Pajeksan Nomo 52 Yogyakarta, baru-baru ini.

Meskipun tidak mematok harga, rata-rata patung buatannya terjual dari harga Rp600 ribu hingga puluhan juta Rupiah, tergantung dari ukuran yang dipesan. Pemesannya tidak hanya dari Yogyakarta, namun hampir dari seluruh Indonesia.

Tan Brata Halim sendiri telah lebih 40 tahun bergulat dengan patung-patung rohani. Baginya, membuat patung rohani adalah seni rasa.

"Agar karya patung memunculkan keindahan, perlu mengasah formulasi yang pas hingga hasil polesannya mampu mengahasilkan aura patung," kata Tan Brata

Sebelum membuat patung rohani, Tan Brata sudah lebih dahulu membuat kerajinan manekin atau boneka dan pajangan etalase. Namun seiring perjalanan waktu, dirinya lebih memiliki rasa saat membuat patung-patung rohani.

Hal itu pula yang menjadikanya salah satu spesialis patung rohani atau religi di Yogyakarta. Sejumlah karya Tan Brata dianataranya Yesus, Bunda Maria, Dua belas murid Yesus, dan keluarga hati kudus jawa memang telah melegenda. Dalam sebulan, rata-rata patung diproduksi sekitar lima hingga sepuluh patung.

Musim Nikah, Omset Penjual Replika Mahar Naik 300%

Bulan April ini, sesuai kalender Islam masuk pada Bulan Rajab, yang merupakan bulan baik bagi umat muslim untuk melangsungkan pernikahan. Hal tersebut menjadi berkah bagi penjual atau penyedia jasa pembuatan replika mahar seperti Wulan.

Menurut wulan, sejak memasuki April, atau saat memasuki Bulan Rajab, dirinya kebanjiran orderan. Bahkan, pemesanan meningkat hingga 300% dari biasanya.

“Jika pada hari biasa cuma mampu menjual atau membuat satu hingga tiga mahar,namun pada bulan ini rata-rata bisa terjual sepuluh replika mahar," ujarnya di Brojonegoro , Jawa Timur baru-baru ini.

Ada berbagai bentuk replika mahar yang bisa dibuat,tergantung keinginan pemesan.Namun yang paling sering adalah replika mahar berbentuk masjid dan kaligrafi.

Bahan untuk membuat replika mahar ini hanya uang mainan,yang jumlahnya menyesuaikan mahar yang diberikan pihak pengantin pria. Untuk harganya berfariasi, tergantung tingkat kesulitan dalam pembuatan.

“Seperti kaligrafi dijual ratusan ribu, hingga replika mahar berbentuk masjid yang dibandrol hingga Rp2 juta,” jelas Wulan

Banyaknya pemesan replika mahar ini, dia perkirakan akan berlangsung hingga mendekati bulan Ramadan mendatang.

Eceng Gondok Disulap Menjadi Kerajinan Tangan Bernilai Jutaan Rupiah

Eceng gondok yang dikenal sebagai salah satu penyebab banjir, ternyata tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai minyak atau gas. Namun, juga dapat menjadi kerajinan tangan yang unik.

Seperti di kabupaten Aceh Barat, Aceh, ibu-ibu beramai-ramai menyulap eceng gondok menjadi kerajinan unik sehingga bisa menghasilkan jutaan rupiah. Seperti kerajinan tas, sepatu dan barang-barang lainnya yang tak kalah menariknya dengan yang dijual pasaran

Proses pengolahan eceng gondok ini sangatlah sederhana. Pertama-tama, eceng gondok yang berada di bantaran sungai diambil dan olah dengan cara menjemur ke hingga kering. Setelah itu baru lah eceng gondok dianyam sesuai keinginan atau pesanan konsumen.

Ya, satu hasil kerajinan tangan yang di hasil berupa tas dibanderol seharga Rp100 ribu. Meski harga tidak tergolong mahal namun juga bahan ini ramah lingkungan.

Tak tanggung-tangung dalam satu bulan para ibu-ibu ini bisa berpenghasilan puluhan juta rupiah bahkan sudah ada yang mencapai ratusan juta rupiah.

Sebelumnya para kaum ibu-ibu di sana belum mengetahui cara bagaimana memanfaatkan eceng gondok yang dianggap biang penyebab banjir ini. Namun, berkat pelatihan yang diberikan oleh para mahasiswa/kini warga bisa memanfaatkan eceng gondok menjadi sumber penghasilan baru.

Katijah, perajin tas eceng gondok mengaku kalau tanaman eceng gondok yang selama dibuang begitu saja ternyata bisa dijadikan berbagai kerajinan.

Kini, di tangan para ibu ini, tanaman eceng gondok yang dianggap menjadi sumber masalah banjir/telah menjadi tanaman yang sumber pendapatan baru bagi warga.

Mengkreasikan Buah Durian Menjadi Lempok Durian, Mampu Meraup Omset Belasan Juta Rupiah

Kelezatan buah durian tak hanya bisa dimakan langsung dari buahnya. Di Palembang, Sumatera Selatan seorang pemuda Yerry Husairy mengkreasikan buah durian menjadi penganan mirip dodol yang dinamakan lempok durian khas palembang.

Berkat kreasi ini ia mampu menjadi jutawan setelah mampu menjual lempok durian hingga ke mancanegara.

Di sebuah gerai sederhana dijalan kiyai haji wahid hasyim, Kertapati Palembang ini para pemburu kuliner berbahan durian dimanjakan dengan hadirnya penganan mirip dodol yang disebut lempok durian khas Palembang. Fitri Mareta ini misalnya menjadi pelanggan setia makanan ini, karena kelezatan durian yang berubah menjadi cokelat kehitaman begitu menggugah selera.

“Apalagi harga yang ditawarkan cukup terjangkau antara Rp10 ribu hingga Rp50 ribu tergantung beratnya,” ujar Fitri.

Lempok Durian khas Palembang ini dikreasikan seorang pemuda Yerry Husairy yang dibantu sang istri, Ria Andini. Untuk membuat lempok dibutuhkan bahan utama buah durian dengan kualitas tinggi dicampur garam dan sedikit gula. Gula berfungsi sebagai pengawet alami.

Bahan-bahan tersebut diaduk hingga merata kemudian dipanaskan di atas wajan. Proses inilah yang memakan waktu lama dan memerlukan kesabaran, pasalnya yerry harus mengaduk lempok ini selama empat jam tanpa henti, dapat dibayangkan besarnya tenaga yang dibutuhkan.

Mengaduk ini harus sampai warnanya cokelat kehitaman. Setelah didinginkan, langsung bisa dibentuk melalui cetakan manual dan dilakukan pemaketan dengan kotak agar terlihat cantik.

Menurut Yery, usaha ini sudah ditekuni selama 5 tahun belakangan, ia pun mampu menyuplai ke sejumlah daerah di tanah air termasuk keluar negeri. Omzetnya pun mencapai belasan jut Rupiah.

“Pemasaran kita di seluruh toko oleh oleh di Palembang selain media social paling jauh pernah jual ke bali dan kalimantan dan jual keluar negeri seperti singapura dan Abu Dhabi,” ujarnya.

Hanya Memanfaatkan Ember Pelastik, Pemuda Ini Mampu Meraup Omset Puluhan Juta Rupiah

Memelihara ikan dan membudidayakan ternyata tak harus di kolam yang luas. Hanya dengan memanfaatkan sisa ruangan rumah dan gunakan box ember plastik, seorang pemuda di Banjarnegara, Jawa Tengah mampu meraup omzet puluhan juta rupiah.

Hanya dengan memanfaatkan sisa ruangan rumah berukuran 7x12 meter, Endi Riyanto pemuda berusia 30 tahun warga desa Gumiwang, Banjarnegara Jawa Tengah ini melakukan pembudidayaan ikan jenis bawal di dalam ruangan atau indoor. Ikan bawal ini dibudidaya dengan sistem penyuntikan dan pemeliharaan di dalam ember plastik.

Berawal dari sekedar hobi memelihara ikan dalam rumah , kini Endi menjadi jutawan karena jual beli anakan ikan bawal atau larva cukup menjanjikan, Memang mudah perawatan, budidaya ikan dalam ruangan ini tak memerlukan banyak tempat. Endi mengandalkan sirkulasi air dan udara, serta menjaga kestabilan suhu ruangan.

Endi menjual larva ikan seharga Rp5 untuk usia 2 hari. Dalam dua hari sekali, indukan ikan siap bertelur dan mampu menghasilkan anakan antara Rp700 ribu hingga Rp1 juta per ekor untuk induk dengan berat mencapai 7 kilogram.

“Omzet per bulan pun rata rata mencapai Rp40 hingga 60 juta sebulan,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, pembibitan pun dilakukan dengan cukup sederhana yaitu dengan menempatkan indukan siap kawin di dalam bak air. Selanjutnya dilakukan penyuntikan dan indukan bawal pun siap bertelur.

Banyaknya permintaan ikan bawal untuk konsumsi, membuat usaha budidaya larva ikan ini cukup menjanjikan. Pembeli pun rata rata mengantre dari berbagai daerah seperti Kalimantan, Jakarta dan Jawa Timur.

Kerang Laut Disulap Menjadi Aneka Kerajianan yang Bernilai Tinggi

Sejumlah warga kampung nelayan di Kota Tegal, Jawa Tengah memanfaatkan kerang laut menjadi aneka kerajinan tangan yang menarik serta bernilai tinggi. Hasil penjualan kerajinan kerang pun bisa menambah penghasilan sehari hari sebagai nelayan.

Kota Tegal, Jawa Tengah berada di pesisir pantai utara Jawa, membuat sebagian masyarakatnya pun mengandalkan potensi laut sebagai mata pencaharian. Hal inilah yang melatarbelakangi sejumlah ibu rumah tangga memanfaatkan kerang laut untuk dijadikan aneka kerajinan tangan yang indah dan bernilai tinggi, bahkan hasil penjualan kerajinan kerang laut ini bisa dijadikan penghasilan sehari hari di saat suami mereka yang mayoritas nelayan mengalami paceklik.

Yulia, salah seorang warga Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah mengatakan bahwa ide pemanfaatan kerang laut berawal saat dirinya mengikuti lomba kreatif dan inovasi, kreanova yang diselenggarakan pemerintah Kota Tegal. Meski gagal meraih juara, Yulia pun justru termotivasi untuk mengembangkan kerajinan tersebut.

“Setelah beberapa bulan menekun, saya mengajak para tetangganya untuk mengembangkan kerajinan kerang laut,” kata Yulia.

Setelah beberapa kali mengikuti pelatihan, dia bersama tetangganya berhasil mengembangkan kerajinan kerang laut, seperti lampion kotak tisue, bros, vas bunga, bunga hiasan dinding, piring, cermin, asbak dan lain lain. Kini ia sudah mampu memasarkan kerajinan kerang laut ke Jakarta, Surabaya, Malang dan luar Jawa.

Untuk kerang yang dijadikan bahan kerajinan selain dari lokal Tegal, dia juga mengambil dari daerah Cirebon, Jawa Barat.

“Tujuannya agar jenis kerang yang digunakan lebih variatif, untuk harganya sendiri dibanderol mulai dari harga Rp10.000 hingga Rp1,5 juta,” tukasnya.

Bermodal Rp 1 Juta, Kini Ahid Kantongi Omset Rp 120 Juta

Membangun bisnis tidak semudah membalik telapak tangan, seseorang harus menapaki proses bertahap sebelum akhirnya sukses. Begitulah yang dilakoni Ahid Mustafidin dalam membangun bisnis penjualan minuman cokelat.

Meski baru berusia 25 tahun, pemuda warga Jalan Kantil Sari No 14 Srondol Kulon RT 06/RW 1 Banyumanik, Kota Semarang ini sudah mampu meraup omzet hingga Rp120 juta per bulan dari bisnis cokelatnya. Tidak hanya itu, dia juga bisa memberdayakan ibu-ibu tetangganya. Ahid menuturkan, dia tidak tiba-tiba berada di posisi seperti sekarang ini.

Kegagalan berkali-kali juga pernah dialami. Namun, hal itu tidak membuatnya patah semangat, tapi malah dijadikan motivasi dan pembelajaran agar tidak terjatuh ke dalam lubang yang sama. “Saya sudah usaha mulai dari dagang sepatu sampai buka tempat makan, tetapi semua gagal,” ujarnya. Kegagalan demi kegagalan dijadikan pembelajaran. Ahid terus memutar otak agar bisa lebih sukses dalam berwirausaha. Akhirnya pada 2013 dia terpikirkan untuk bisnis minuman cokelat.

“Saya memang penggemar minuman cokelat, kalau ke kafe satu gelas bisa sampai Rp50.000. Lalu kepikiran, kenapa tidak usaha sendiri jadi lebih murah,” ujarnya. Berbekal keyakinan itu, Ahid lantas memutuskan berbisnis cokelat dalam kemasan. Perjuangannya tidak mudah karena harus bersaing dengan produk yang sudah terkenal. Dia pun lantas membuat brand Papa Bear Chocolate.

Mahasiswa Komunikasi STIKOM Semarang ini mengaku awalnya tidak mudah menjalankan bisnis tersebut. Apalagi, modal yang dimiliki sangat minim. Saat itu Ahid mengaku hanya memiliki uang Rp1 juta untuk menjalankan bisnis. “Akhirnya ya dari kecil dulu, hanya beberapa sachet cokelat yang saya produksi sendiri di rumah,” ujarnya. Lambat laun, usaha yang dirintis mulai membuahkan hasil.

Ketika pesanan semakin banyak, dia lantas melibatkan ibu-ibu rumah tangga di sekitar rumahnya. Banyak yang ingin terlibat karena laba yang dihasilkan cukup lumayan. Sekarang Ahid sudah bisa memproduksi sampai 1 ton dalam sebulan dan mengemasnya menjadi 20 jenis kemasan Papa Bear Chocolate. “Untuk harganya Rp600.000 per karton dengan isi 100 potong.

Omzet dalam sebulan sekarang sudah bisa mencapai Rp120 juta,” ungkap Ahid. Ahid mengutamakan kualitas dan cita rasa dalam memproduksi cokelat. Mengenai bahan-bahan didapatkan dari penyuplai di Jakarta. Bahannya merupakan bahan impor dari Prancis. Selain kualitasnya bagus, harga yang ditawarkan masih relatif murah. “Sekarang pemasaran seluruh wilayah Indonesia. Saya berharap bisa lebih mengembangkan lagi agar bisa memberdayakan banyak masyarakat,” katanya.

Kamis, 20 April 2017

Tali Kur Disulap Jadi Topi Rajut Pendulang Rupiah

Kerajinan merajut tak hanya digemari kaum perempuan, di Palembang Sumatera Selatan seorang pria paruh baya, Normansyah mahir membuat topi tanjak dengan memanfaatkan bahan tali kur. Berkat ketekunan, dirinya mampu menjual puluhan topi tanjak rajutan setiap bulan dan menjadi pendulang rupiah bagi ekonomi rumah tangganya.

Karya kerajinan tangan memang begitu memesona dan unik, lihatlah topi tanjak yang berjejer rapi di kediaman Normansyah, warga jalan Prajurit Kemas Ali, Topi tanjak yang merupakan mahkota dari baju adat Palembang. Semula berbahan songket, kini diinovasi dengan bahan tali kur.

Setiap harinya, banyak pelanggan yang datang langsung memesan topi tanjak rajutan ini. Pasalnya dengan buatan tangan hasilnya pasti berbeda satu sama lain sehingga membuat produk ini tidak seperti produk masal. Oktariani ini misalnya sengaja mengajak keluarganya langsung membeli topi tanjak rajutan ini, karena kreasinya tergolong rapi dengan harga terjangkau yakni seratus ribu per topi.

“Ini rajutannya bagus-bagus terutama tanjak ya ini biasanya pakai songket ini dari rajutan jadi antic lagipula harganya cukup terjangkau ya,” ujarnya.

Sementara itu, menurut normansyah, kemampuannya dimulai sejak tahun 1999 lalu di saat ia ingin menambah pundi-pundi rupiah di samping bekerja sebagai guru muatan lokal kesenian. Ia pun mulai belajar dari teman-teman dan internet membuat tas rajutan.

Namun, setelah mahir ia pun berinovasi dengan membuat topi tanjak rajutan. Menurutnya ia sengaja memilih tali kur yang kuat dan elastis.

Agar produknya awet, ia pun menggunakan teknik sambung simpul dan penyambungan dengan media api. Menurutnya untuk membuat topi ini memerlukan kesabaran dan ketelitian agar hasilnya sempurna dalam sehari ia mampu membuat dua topi tanjak.

“Banyak yang bilang ini butuh kesabaran lalu yang pasti harus ada jiwa seni ya, jadi karena butuh sabar itu karena mengerjakan pola yang berulang namu harus tetap rapi,” ujarnya.

Burung Murai Batu, Kicauannya yang Merdu dan Kencang Bernilai Jutaan Rupiah

Berawal dari hobi dan ingin memiliki burung murai batu yang terkenal dengan kicauannya namun sulit mendapatkannya karena mulai punah. Murni Setiawan Zega, akhirnya terinspirasi penangkaran burung Murai Batu di kediamannya Helekali, kota Gunungsitol, Sumatera Utara.

Murai batu asal nias yang memiliki dua jenis yakni murai batu ekor putih dan murai batu ekor hitam yang paling banyak diburu pencinta burung kicau. Selain suaranya merdu dan kencang, Murai Batu asal kepulauan Nias, Sumatera Utara banyak variasi nadanya, bentuk ekornya bisa memanjang ke bawah mencapai dua puluh hingga tiga puluh sentimeter.

Ketika berkicau, burung murai pandai meniru kicau suara yang ada di sekitarnya, seperti meniru suara air terjun dan suara binatang. Dengan berbagai kelebihannya itu, wajar saja banyak masyarakat yang kepincut membudidayakan murai batu, apa lagi burung ini bernilai ekonomis tinggi

Bisnis burung murai memang menjanjikan, untuk yang masih anakan saja Murni bisa menjual Rp1,2 juta satu ekornya. Sedangkan, untuk indukan membanderol hingga Rp3 juta rupiah tergantung jenis burung yang dipesan.

“Jika burung yang sering menang lomba lebih dari Rp5 juta,” ujarnya.

Banyak pencinta burung yang rata-rata kesulitan mendapatkan anakan burung murai batu. Karena anakan tersebut nantinya akan dilatih untuk ikut kontes kicau burung baik ditingkat daerah maupun nasional.

Kini, Murni membudidayakan murai batu ratusan murai layak jual. Dirinya mengklaim, dari hasil pembudidayaan bisa menjual sekira 5 hingga 12 ekor murai setiap bulannya dengan omzet hingga puluhan juta rupiah.

Kreatif, Limbah Besi Disulap Jadi Mesin Sablon Bernilai Puluhan Juta Rupiah

Limbah besi biasanya hanya kita jual kepada tengkulak besi tua. Di tangan seorang pemuda asal kecamatan Curahdami kabupaten Bondowoso limbah besi dan peralatan elektronik rumah tangga bisa disulap menjadi mesin sablon yang tak kalah dengan mesin hasil pabrikan.

Selain untuk dipakai sendiri, mesin sablon dari bahan limbah ini sudah dipesan untuk dijual ke berbagai daerah dengan harga Rp60 juta per unitnya.

Mahrus Ali, 30 tahun adalah seorang pemuda kreatif yang berhasil menciptakan mesin sablon di mana 60 persen bahannya terbuat dari limbah besi dan sisa alat elektronik rumah tangga. Awalnya, pemuda ini adalah penyablon plastik dan kain secara manual, karena ramai pemesanan hingga tak sanggup untuk dikerjakan dirinya berupaya untuk membuat mesin sablon.

Keahlian membuat mesin sablon didapat dari membaca dan melihat kinerja mesin sablon pabrikan di internet. Banyaknya bahan limbah besi beserta sisa alat elektronik seperti mesin penyedot air dan pipa, menjadi alasan Mahrus untuk membuat mesin sablon dari bahan limbah.

Setelah beberapa kali menguji coba mesin, akhirnya tercipta mesin sablon yang diharapkan mesin ini mampu menyablon plastik dan kain hingga ribuan setiap harinya.

Keberhasilan membuat mesin ini tak sengaja diposting di media sosial oleh beberapa teman Mahrus. Sehingga yang awalnya hanya untuk dipakai sendiri, kini Mahrus harus terus membuat mesin karena karyanya telah dipesan oleh beberapa pengusaha di berbagai daerah seperti di Jakarta, Surabaya, Bali dan Batam.

“Ukuran mesin, panjang 3 meter dan lebar 1 meter menggunakan rangka besi beberapa penggerak menggunakan sisa mesin penyedot air dan udara yang keluar digunakan untuk pengering,” ujarnya.

Dirnya mengatakan, satu unit mesin sablon buatannya dibanderol dengan harga Rp60 juta per unit lebih murah 50 persen dari harga buatan pabrik yang biasanya seharga Rp100 hingga 120 juta per unitnya. 

Rabu, 19 April 2017

Berawal Dari Uang Receh Jadikan Kreasi Bernilai Jutaan Rupiah

Bermodal kreativitas dan ketekunan, uang recehan rupiah diubah menjadi hiasan bernilai ratusan hingga jutaan rupiah. Hal ini dilakukan Hendro Priyanto untuk mengisi kesibukannya.

Bertempat di kawasan Sriwedari, Solo, Hendro yang bermodal kreativitas dan ketekunan sukses meraup keuntungan dari hasil usahanya. Pria tiga anak ini, membuat hiasan dari bahan uang yang dirangkai dalam bingkai ini telah dirintis sejak 6 tahun lalu.

Hiasan ini yang dibuat terdiri dari uang koin dan uang kertas yang dirangkai membentuk suatu gambar. Desainnya berbagai macam, namun yang paling banyak diminati adalah berbentuk masjid.

Meski hanya belajar secara otodidak, ketekunannya ini tidak berhenti begitu saja. Kreativitas justru terus berkembang dari ragam pemesan.

Dalam satu bulan, sedikitnya ada 20 pemesan. Banyaknya order membuat calon pemesan antre sebulan untuk pengerjaan.

“Untuk satu hiasan ini dibanderol Rp200 ribu hingga Rp1,6 juta tergantung banyak uang yang dijadikan bahan hiasan,” ujarnya.

Menurut pria lulusan STM ini, jika hiasan menggunakan bahan uang kuno maka harganya semakin mahal karena bahan baku uang koin kuno semakin sulit didapat. Kini tidak hanya pemesan dari kota Solo saja, akan tetapi berbagi kota dari luar Jawa sudah memesan hasil kreativitasnya.

Berawal Dari 2 Pasang Sepatu Kini Sudah Mempunyai Toko Sepatu

USAHA yang dirintisnya sejak di bangku kuliah 2012 lalu, kini membuahkan hasil. Bermodalkan dua pasang sepatu yang dijualnya secara online, kini Muhyiddin Isya Siregar, 26, sudah memiliki toko sepatu sendiri. Omzetnya pun mencapai puluhan juta per bulan. 

Muhyiddin Isya Siregar yang akrab disapa Kwi itu pun membuka toko sepatu bernama Costagrunge di Jalan Sekata, Medan. Berbagai merek sepatu model skets terkenal dijualnya seperti New Balance, Adidas, Nike, Converse, Reebok dan Diadora. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp300.000 sampai jutaan rupiah setiap pasang sepatunya.

“Modal awal saya cuma jual dua pasang sepatu lewat media sosial. Keuntungan jual dua pasang sepatu itu saya putar lagi untuk menambah modal untuk menjual sepatu lebih banyak lagi. Saya menjual sepatu dengan merek terkenal, karena itu banyak disukai anak muda sekarang,” ungkapnya. 

Sembari kuliah, Kwi memasarkan sepatu kepada teman-teman kuliahnya Hasilnya, tidak sedikit teman kuliahnya meminati sepatu tersebut. Maklum saja, Kwi menjual sepatu berbagai merek terkenal yang original, bukan palsu atau KW. 

“Kebetulan saya punya relasi dengan distributornya langsung. Makanya, saya bisa jual sepatunya dengan harga miring atau lebih murah dengan harga toko-toko di mal,” ungkapnya. 

Kwi mengaku dalam satu hari, sedikitnya 5 pasang sepatu laku terjual dan dalam satu Minggu, Kwi menargetkan bisa menjual 25 pasang sepatu. “Alhamdulillah, target itu selalu tercapai dan bahkan dalam seminggu bisa laku 30 pasang sepatu,” ujar alumni Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIK) Mikroskil 2014, jurusan Teknik Informasi (TI) itu. 

Maklum saja, selain memasarkan sepatunya lewat toko yang baru dibukanya setahun lalu itu, Kwi juga memasarkan sepatunya lewat media sosial, melalui Instagram @costagrunge. Tingginya angka penjualan sepatu, membuatnya tidak bisa bekerja sendiri. Kwi pun mempekerjakan dua orang karyawan untuk membantunya berjualan. 

“Sekarang, saya juga bisa menggaji orang. Karena memang saya tidak bisa mengerjakannya sendiri. Jadi harus pakai orang juga untuk bantu jualan, baik di toko maupun lewat online,” ungkapnya. 

Melihat besarnya pangsa pasar sepatu tersebut, Kwi pun berencana membuka cabang toko baru di kawasan yang lebih strategis lagi. Maklum saja, toko sepatunya sekarang ini berada di daerah yang kurang strategis. “Kalau saya buka toko di pinggir jalan besar, banyak orang tahu dan tentu lebih banyak lagi konsumennya,” pungkasnya.

Cara Produksi Kopi Luwak tanpa Menyakiti Hewannya

Produksi kopi luwak masih jadi pekerjaan rumah yang bisa terus diekplorasi. Baru-baru ini, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan cara produksi tanpa menyakiti hewan luwak.

Selama ini, sebagian besar produksi kopi dilakukan dengan mengandangkan luwak. Hal ini demi memudahkan pengumpulan biji kopi luwak yang sudah dipilah hewan. Namun nyatanya metode ini dinilai cukup menyakiti hewan.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Dairul Fuhron, mahasiswa Departemen Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggagas sebuah metode baru. Metode yang digagas Mahasiswa Berprestasi peringkat III IPB 2017 ini merupakan metode yang tetap memperhatikan efisiensi pengumpulan kopi luwak serta metode yang tetap memperhatikan kesejahteraan luwak.

Fuhron mengungkapkan bahwa model perkebunan kopi luwak ini berdasarkan perkebunan buah tropis. Yakni adanya penyatuan dua usaha tani yaitu usaha kebun kopi dan usaha kopi luwak, sehingga luwak yang akan dilepas di kebun kopi yang sudah dikombinasikan dengan berbagai buah-buahan. 

Kebun pun diberikan pagar pembatas sehingga luwak bisa hidup bebas di dalam kebun itu dan mencari makan sendiri. "Hasil metode baru ini tentu berbeda dengan metode lainnya yang menggunakan kandang sempit dan makanan yang terlalu banyak diberikan kopi sehingga luwak akan cepat tertekan," kata dia, dalam siaran pers IPB yang diterima Republika.co.id, Jumat (14/4). 

Selain itu, dalam metode ini luwak juga dapat menyalurkan kebiasaannya yaitu memanjat batang pohon tinggi yang dimodifikasi dengan penempatan ideal pepohonan secara sistematis. Metode ini sudah diuji coba di Desa Belantih, Provinsi Bali.

Ia mengatakan pohon tinggi yang dapat ditempatkan secara sistematis ini adalah pepaya, pisang dan lengkeng karena dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 1.600 m di atas permukaan air laut. 

"Perbandingan penghasilan yang akan didapatkan sebelum dan sesudah diterapkannya model ini juga berbeda sangat jauh," kata dia. Jika menggunakan model lama, pendapatan hanya sebesar Rp 11.259.500,- per minggu per satu hektar kebun.

Sedangkan setelah menerapkan metode baru maka estimasi pendapatan mencapai Rp 89.900.000,- per minggu per satu hektar kebun. Perbedaan yang siginifikan ini disebabkan penerapan kebebasan hewan namun tetap dalam aturan.

Menurutnya, perkebunan luas mampu memberikan kebebasan untuk luwak sehingga kopi luwak yang dihasilkan lebih optimal. Hasilnya juga tetap dapat dikatakan sebagai  kopi luwak liar. "Pada akhirnya, untuk mewujudkan gagasan ini pun perlu adanya integrasi peran dari pemerintah lokal dan pemerintah pusat dalam meningkatkan sistem pertaniannya terlebih pada kopi luwak," kata Fuhron.

Peluang Bagi Penghafal Al Qur'an

Anda seorang penghapal (hafizh) Alquran? Kalau begitu, Anda berpeluang untuk diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur khusus.

Kini makin banyak PTN di Indonesia yang menyediakan jalur tol untuk para penghapal Alquran.  Salah satunya adalah Institut Pertanian Bogor (IPB).

Siaran pers IPB yang diterima Republika.co.id, Rabu (5/4) menyebutkan, IPB memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa baru tahun akademik 2017-2018 yang memiliki kemampuan menghapal Alquran atau hafizh  Alquran. “Secara khusus IPB menerima hafizh  Alquran melalui Jalur Seleksi Prestasi Internasional dan Nasional (PIN),” ujar Rektor IPB, Prof  Dr  Herry Suhardiyanto di Kampus IPB Darmaga Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/4).

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof Dr Yonny Koesmaryono menambahkan,  calon pendaftar harus mengikuti prosedur dan tatacara seleksi penerimaan mahasiswa baru yang berlaku di IPB.

Melalu Jalur Seleksi PIN, bagi calon mahasiswa yang telah hapal 30 juz akan diapresiasi dengan  nilai tambahan setara prestasi olimpiade tingkat internasional. Sementara  bagi hafizh  minimal 15 juz sampai 29 juz akan diapresiasi setara dengan prestasi olimpiade tingkat nasional.

"Calon mahasiswa yang melamar melalui  jalur ini harus menunjukkan bukti yang sah sebagai hafizh  dari lembaga terpercaya dan bersedia diverifikasi hapalannya. Program ini berlaku untuk semua program studi,” terang Prof Yonny.

Jalur PIN IPB sudah diselenggarakan sejak tahun 1974 dengan nama Jalur Finalis Lomba Karya Ilmiah.  Pada tahun 2000, namanya berubah menjadi Jalur PIN seperti yang dikenal saat ini. Jalur ini memberikan kesempatan kepada lulusan SMA berprestasi luar biasa dalam kegiatan ekstrakurikuler,  termasuk di dalamnya adalah hafizh  Alquran, untuk menimba ilmu di IPB agar sikap, perilaku dan pengetahuannya dapat berkembang secara optimal.

Karena Perdulinya Terhadap Lingkungan, Mahasiswa IPB Merancang Aplikasi Ensiklopedia Lingkungan

Demi meningkatkan kepedulian anak muda terhadap lingkungan, Muhammad Murtadha Ramadhan (19) merancang aplikasi ensiklopedia lingkungan. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur realitas tambahan.

"Sebenarnya itu masih pada tahap prototipe atau rancangan." jelas Ado, sapaan akrabnya, saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (11/4). Namun Ado berharap aplikasi yang mengantarkannya menjadi mahasiswa berprestasi Institut Pertanian Bogor itu segera rilis di playstore dan app store.

Aplikasi tersebut berbasis ensiklopedia dan games. Terdapat fitur realitas tambahan dan marker card untuk mengoperasikannya. Sehingga apabila kamera ponsel ditujukan kepada marker card, akan memunculkan obyek 3D di layar kamera. "Kurang lebih seperti pokemon GO tetapi saya belum memakai geo tag location," tukas Ado.

Ado mengaku inspirasi pembuatan aplikasi didapatkan dari tempat pengabdian masyarakat Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK)Tepi Sawah. Lembaga tersebut berada di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer IPB, tempat dimana Ado menimba ilmu. "Di sana kami mengajar anak-anak dengan nuansa alam dan lingkungan." ujar Ado.

“Aplikasi ini mirip permainan Pokemon Go. Saya mengangkat isu lingkungan karena kepedulian masyarakat Indonesia yang masih rendah. Lalu saya hubungkan juga dengan ciri khas Indonesia yaitu biodiversitas flora,” tutur pria kelahiran Jakarta 19 tahun silam ini.

Diharapkan aplikasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut. Selain itu juga membawa manfaat dan dampak yang luas kepada mssyarakat Indonesia khususnya generasi muda Indonesia.

Ado memilih IPB untuk melanjutkan pendidikan tinggi atas rekomendasi sepupunya, mahasiswi Arsitektur Lanskap IPB. Menurutnya, Departemen Ilmu Komputer (Ilkom) IPB cukup representatif untuk menjadi tempat menyalurkan minat dan keinginannya fokus di bidang teknologi informasi.

Di Ilkom inilah akhirnya Ado berhasil meraih beberapa prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya menjadi delegasi resmi IPB untuk Munster University International Model UN 2015, menjadi representasi di komite Special Summit on Technology (Depok, Indonesia), delegasi terpilih Ilmu Komputer IPB untuk Student Mobility to Universiti Putra Malaysia (Serdang, Malaysia) dan Special Prize (3rd position) APEC Edutainment Exchange Program 2016 (Busan, Korea Selatan).

Bukan dari kalangan berkecukupan, Putra dari Nizirwan Anwar dan (alm.) Eni Sulfita ini harus memanfaatkan fasilitas dengan keterbatasan yang ada . “Alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa Djarum dan saya juga mengajar di Katalis (bimbingan belajar) untuk menambah uang bulanan saya,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Diet Sebelum Menikah. Apa Perlu?

Tampil anggun dan mempesona di hari pernikahan bisa jadi keinginan semua wanita. Untuk mencapai hal itu, kadang diet pun dilakukan bahkan ada pula yang terlalu memaksakan berdiet. Sebenarnya, seberapa perlu sih berdiet jelang hari pernikahan?

Diungkapkan ahli gizi dari Tiga Generasi, Sri Ayu Diwdyastuti, S.Gz. diet pada prinsipnya adalah pengaturan pola makan dan pemilihan bahan makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Sebelum seseorang berdiet, termasuk jelang pernikahan, hal yang perlu dilakukan adalah menentukan status gizinya.

Untuk menentukan status gizi, wanita yang akrab disapa Ayu ini mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Misalnya menghitung indeks massa tubuh (IMT), Memghitunga persentase lemak tubuh, atau menghitung perbandingan lingkar pinggang dengan panggul. Dari situ, bisa diketahui apakah seseorang masuk kategori kurang gizi, normal, atau bahkan kelebihan gizi.

"Nggak kalah penting kita tahu gimana fungsi tubuh kita, caranya dengan melakukan Medical Check Up. Kita lihat apakah tensi, kolesterol, dan gula darahnya normal? Dari faktor tersebut kita bisa tetapkan diet yang pas diterapkan, apakah dilakukan diet tinggi karbohidrat dan protein misalnya," kata Ayu peluncuran buku 'Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan' yang disusun oleh tim Tiga Generasi di Taman Kajoe, Pasar Minggu, Jakarta Selatan baru-baru ini.

Kemudian, misalkan berdasarkan IMT seseorang masuk kategori normal, tapi ketika diperiksa massa lemaknya berlebih, maka perlu dilakukan diet rendah lemak. Ayu menambahkan, seseorang merasa gemuk karena umumnya persentase lemak di tubuhnya tinggi sehingga lemak yang mengembang mengisi tubuh dan menjadi padat.

"Kalau kayak gitu, kita bisa sarankan olahraga untuk membakar lemak. Kalau lemak terbakar, massa otot akan nambah. Apalagi, penurunan bobot yang baik kan sebulan maksimal 2 kg," kata Ayu.

Ia menyarankan, jika ingin memeriksakan diri setidaknya 3 bulan sebelum menikah. Dengan begitu, jika butuh olahraga dan pengaturan pola makan, dalam waktu tiga bulan tubuh sudah tidak kaget lagi.

"Tapi kalau diperiksa nggak ada masalah sih nggak perlu diet ya. Paling jaga makan aja supaya tetap terjaga kesehatannya sampai hari H nanti," pungkas Ayu.

Resep Puding Untuk Yang Sedang Melakukan Diet

INGIN menyantap kue lezat tapi sedang dalam program diet? Tidak perlu khawatir! Bikin saja puding ubi merah kismis. Selain praktis, hidangan ini juga sangat sehat karena bebas dari kandungan gula. 

Dikutip dari buku Cake & Kue Manis: tanpa gula, tanpa pemanis sintetis, karya Wied Harry Apriadji, berikut resep lengkap puding ubi merah kismis, selamat mencoba, Rabu (19/4/2017).

Bahan : 
100 g kismis/sultana 
100 ml air mendidih 
400 g ubi jalar merah kupas 
3 1/2 g bungkus agar-agar bubuk putih 
700 ml jus jeruk manis, dari 1400 g jeruk baby 
5 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya 
2 sdm tepung maizena, larutkan dengan 3 sdm air 
1 sdm air jahe parut 
1/2 sdt garam 
3 sdm minyak zaitun extra light/minyak goreng minyak 
zaitun untuk olesan 

Cara membuat : 
1. Siapkan mangkuk mini diameter 6 cm dan tinggi 7 cm, olesi minyak zaitun; 
2. Siram kismis dengan air mendidih. Diamkan terendam selama 60 menit, hingga kismis empuk dan rasa manisnya larut; 
3. Kukus ubi hingga empuk, haluskan ketika masih panas; 
4. Larutkan agar-agar bubuk dalam jus jeruk, tambahkan daun jeruk, masak di atas api sedang hingga mendidih. Tuangi larutan maizena, aduk hingga mengental; 
5. Masukkan ubi, kismis berikut air perendam, air jahe, dan garam. Aduk rata menggunakan pengaduk bentuk balon (whisk), matikan api. Bubuhkan minyak zaitun, aduk rata. Buang daun jeruk; 
6. Tuang adonan kue ke dalam mangkuk mini. Sisihkan hingga kue hangat dan mengeras. Lepaskan dari mangkuk, sajikan hangat.

Turunkan Berat Badan Dengan Buah

Diet buah di mata para pelakunya tidak sekadar efektif untuk menurunkan berat badan, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk detoks. Proses mengeluarkan racun dari dalam tubuh akibat polusi atau makanan-makanan yang semestinya tidak dimakan.

Diet buah pada praktiknya berlangsung tidak lebih dari satu minggu. Tidak juga hanya makan buah saja dan menghilangkan sumber-sumber makanan yang lainnya. Bagaimana juga tubuh kita membutuhkan karbohidrat, lemak, protein, dan serat.

Seperti dikutip dari situs Health Me Up, Selasa (18/7/2017) Konsultan Manajemen Khusus Penurunan Berat Badan di Fortis Hospital, India, Simran Saini menjelaskan, diet buah lebih menekankan kepada memasukkan makanan-makanan alami, bukan olahan ke dalam tubuh kita.

Buahnya dimakan begitu saja, tidak jus apalagi dijadikan smoothies. Dan, dimakannya setiap dua jam agar sistem tubuh kita jauh lebih sehat.

Simran juga menerangkan kaitannya diet buah dengan proses penurunan berat badan. Buah, apa pun jenisnya selama tidak melewati proses disuntik dan cara-cara yang dilarang lainnya, memiliki kandungan air dan serat yang tinggi.

Sistem tubuh kita punya kemampuan membakar banyak kalori selama asupan serat itu benar-benar terpenuhi demi pencernaan yang lebih sehat.

Buah yang dimakan juga tidak boleh banyak-banyak. Buah termasuk makanan. Hampir semua makanan memiliki kalori. Sebab, hanya air putih yang tidak memiliki kalori.

Kalori dalam buah memang tidak besar. Kurang dari 100 kkal untuk satu buah yang kita makan. Akan tetapi, kebiasaan buruk kebanyakan orang kita adalah akan banyak menyantap makanan itu selama diberi label sehat.

Padahal, apabila kalori terlalu banyak dan tidak segera dibakar, diet buah tidak akan membuat pelakunya jadi kurus, langsing, atau memperoleh berat badan ideal.

Wisata Kuliner Terbaru di Kota Bogor "Shabu Hachi"

Shabu-shabu bisa jadi opsi pilihan wisata kuliner bersama keluarga maupun teman di akhir pekan. Anda bisa memasak segala macam sayur, bakso, dan bahan-bahan lainnya. Konsep makan shabu-shabu memang lebih enak dinikmati beramai-ramai.

Nah, saat ini ada pilihan baru restoran yang menyediakan shabu-shabu di Bogor. Adalah Shabu Hachi yang membuka cabang terbarunya di Jalan Padjajaran Nomor 75, Baranangsiang, Bogor Timur, Jawa Barat.

Regional Operator Manager Shabu Hachi, Joesoef Kresnadi mengatakan gerai Shabu-shabu di Bogor ini memiliki total 68 meja dan bisa menampung 270 pengunjung. Ia menyebut pengunjung disediakan masing-masing steamboat pot (panci untuk masak shabu-shabu) setiap meja.

"Kami restoran shabu-shabu yang menyediakan masing-masing satu pot. Jadi antar teman bisa beda-beda rasa kuah," jelas Joesoef di sela-sela Media Gathering Shabu Hachi di Bogor, Rabu (5/4/2017).
Hingga saat ini, Shabu Hachi telah memiliki total empat gerai yaitu dua di Jakarta dan dua di Jawa Barat. Bogor sendiri dipilih lantaran potensi penggemar Shabu-Shabu di kota berjuluk "Kota Hujan" itu.

"Kami melihat potensi masyarakat Bogor. Kebanyakan dari mereka mencari makan ke Jakarta. Maka kita jemput bola di Bogor. Jadi masyarakat Bogor tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta untuk makan Shabu Hachi," ujar Joesoef.

Ada tujuh macam kuah yang dapat dipilih konsumen, yaitu Original Konbu, Japanese Broth, Miso Soup, Hot Miso, Tom Yum, Stamina Soup dan Mongolian Soup. Shabu Hachi memberikan pilihan daging-daging yaitu Wagyu MB9+, US Premium, Australian Beef, dan Lamb Leg Impor.
Untuk pilihan Shabu-Shabu lainnya yang bisa disantap yaitu lobak, wortel, jamur kuping, kol, selada air, sawi putih, bawang bombay, selada, horenzo (bayam jepang), dan siomak (selada wangi). Ada tambahan seperti crab stick, baso, chikua (campuran cumi dan bahan laut lainnya), baso ikan, tofu sandwich, bihun, mi udon, dan kwetiaw. 

Pengunjung bisa menyantap semua hidangan yang disajikan sepuasnya di Shabu Hachi. Hidangan sepuasnya itu termasuk dengan salad, kimchi, rujak, ice cream, ketan itam, beef teriyaki hingga kacang hijau.

Menurut Joesoef, setiap pengunjung Shabu Hachi awalnya akan disediakan dua piring berisi daging yang telah dipesan. Namun, pengunjung bisa memesan kembali daging untuk dimasak.
"Setiap pengunjung kami batasi dua jam. Tapi kita melihat waiting list juga. Namun, kita akan bicarakan lebih dulu dengan pengunjung jelang dua jam," ujar Joesoef.

Shabu Hachi menyediakan ruang entertainment, ruang merokok, dan ruang menunggu di lantai dua bagi pengunjung yang menunggu antrian. Adapula ruang bermain anak dan taman serta air mancur.

Harga makan di Shabu Hachi mulai dari Rp 148.000 per orang  untuk daging Australian Reguler hingga Rp 368.000 per orang untuk Wagyu MB9+. Anak usia 4 hingga 10 tahun akan ditawarkan dengan harga Rp 98.000 saja.

Shabu Hachi juga menawarkan pengalaman Yakininiku Grill. Pengunjung cukup menambah biaya mulai dari Rp 50.000.

Curug Ciherang, Wisata Bogor Yang Banyak Di Kunjungi

Kota bogor memang sangat terkenal sekali dengan puncaknya, akan tetapi meskipun kota ini terkenal dengan puncak, yang membuat kota ini dibanjiri wisatawan justru sebenarnya bukanlah puncaknya melainkan wisata-wisata di kota bogor sendiri. Kota bogor sepertinya harus berterima kasih karena letaknya yang berada di kaki gunung gede dan gunung salak, sebab dengan lokasi kota bogor yang seperti itu membuatnya memiliki banyak curug (air terjun) yang indah dan sangat menawan. Wajar jika akhirnya kota bogor mendapatkan julukan sebagai kota seribu curug.

Kalau kalian saat ini sedang berada di kota bogor atau sedang berencana melakukan perjalanan liburan ke kota bogor, sepertinya kalian wajib memasukkan Curug Ciherang ke dalam daftar kunjungan kalian di bogor. Jika masih bingung dimana tempatnya, lokasi Curug Ciherang ini ada di desa Sukawangi Kecamatan Sukmakmur Kabupaten Bogor.

Curug Ciherang ini mempunyai view atau pemandangan yang sangat mewah sekali, sangat cocok bagi kalian yang punya selera wisata yang tinggi dan doyan selfie-selfie. Dengan ketinggian curug sekitar 30 meter, membuat Curug Ciherang mempunyai beberapa menarik yang bisa kalian nikmati. Hal pertama yang paling menarik di Curug Ciherang adalah adanya rumah pohon yang kecenya gak ketulungan, pas sekali dipakai sebagai background foto.

Hanya saja, kalian harus melakukan perjalanan sekitar 10 hingga 20 menit terlebih dahulu untuk bisa mencapai rumah pohon tersebut. Beruntung bahwa sekarang ini akses jalan menuju rumah pohon tersebut sudah diperbaiki dan sekarang terlihat sangat rapi menggunakan batu-batuan yang membuatnya menjadi lebih mudah untuk dilalui.

Untuk rumah pohon Curug Ciherang, dibangun diatas pohon yang sangat besar sekali yang mana letaknya persis di sebelah tebing, sebenarnya rumah pohon ini dibangun dengan maksud untuk tempat istirahat namun seiring berjalannya waktu rumah pohon Curug Ciherang ini berubah menjadi menjadi spot selfie josh banget. Bahkan biasa dibilang para penunjung lebih banyak berfoto di rumah pohon ketimbang berfoto di Curug Ciherang-nya sendiri.

Kamu pasti bertanya dimana letak rumah pohon Curug Ciherang itu, letaknya ada di jalan masuk menuju Curug Ciherang. Jadi sebelum kalian bisa menikmati Curug Ciherang, kalian akan terlebih dulu digiurkan dengan keeksotisan rumah pohon Curug Ciherang. Setelah itu kalian bisa melanjutkan perjalanan menuju Curug Ciherang yang terkenal dengan airnya yang sangat jernih sekali.

Ya, nama Curug Ciherang itu memang berarti air jernih, karena itulah dinamakan Curug Ciherang. Jalan dari rumah pohon Curug Ciherang menuju Curug Ciherang sendiri lumayan jauh dan jalannya lumayan berliku-liku tapi tak perlu ragu, sebab pemandangannya akan membuatmu lupa dengan perjalananmu. Tiket masuk ke Curug Ciherang menjadi satu paket dengan rumah pohon Curug Ciherang, kalian hanya perlu mengeluarkan uang saku sebesar 15 ribu rupiah saja untuk satu orang.

Curug Ciherang ini berada di ketinggian sekitar 900 meter diatas permukaan laut, jadi kalian pasti sudah bisa membayangkan betapa sejuk dan bersihnya udara di Curug Ciherang. Curug Ciherang diciptakan oleh Tuhan buat kalian yang ingin melepaskan diri untuk sementara waktu dari penatnya kota, dari segala macam pekerjaan kantor yang memusingkan, atau lepas dari bisingnya deru kendaraan kota.

Dijamin, kalian yang datang kesini akan dibuat ketagihan untuk datang lagi dan lagi. So, dari pada pensaran mendingan buruan datang dan buktikan sendiri pesona Curug Ciherang dan rumah pohon Curug Ciherang.

Bunker Bersejarah Peninggalan Belanda di Kota Bogor Akan Dijual

Dua bunker peninggalan Belanda di Kota Bogor akan dijual.

Kabar tersebut mencuat dari mulut Juru Pelihara Bunker, Tamim (86).

Menurutnya, meski sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya namun bungker itu bukan milik Pemerintah Kota Bogor.

Selama ini, bunker tersebut merupakan milik seorang pengusaha.

"Ya dulu bunker ini dilelang, yang mendapatkannya orang keturanan Tionghoa, tapi kabarnya akan segera dijual kembali," katanya.

Dua bunker peninggalan zaman Belanda itu berada di Kelurahan Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Bangunan yang memiliki diamater sekitar dua meter itu berdiri di atas bukit tepat nya di belakang petilasan embah dalem.

Tampak bunker yang biasa digunakan untuk tempat persembunyian ataupun menyimpan cadangan makanan pada zaman perang dulu itu masih terlihat terawat.

Tak ada satupun coretan-coretan tak bermakna pada dua bangunan peninggalan Belanda itu.

Menurut seorang Juru Pelihara Bunker, Tamim (86) bunker tersebut kerap dikunjungi masyarakat baik untuk mengabadikan foto maupun hanya sekedar melihat-lihat saja.

"Ada aja yang lihat ke sini terus foto-foto, kalau yang datang niat berbuat aneh-aneh sih sejauh ini ga ada," jelasnya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (18/4/2017).

Selain itu, kata dia, dua bangunan tersebut pun kerap menjadi objek penelitian para mahasiswa di Kota Bogor maupun luar Kota Bogor.

"Mahasiswa paling sering datang ke sini, mereka penelitian dan banyak bertanya soal sejarah bangunan ini," urainya.

Tamim yang sudah 47 tahun menjaga dua bunker itu pun menjelaskan bahwa, kedua bangunan penuh sejarah itu telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya sejak beberapa tahun terakhir.

"Ini Cagar Budaya, jadi tidak bisa dibongkar, puluhan tahun saya jaga di sini," ungkapnya.

Kamis, 06 April 2017

Insensif Bagi Guru Ngaji di Bogor

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, kembali memberikan insentif bagi ribuan guru ngaji sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan terhadap kiprahnya dalam mengajar anak-anak mengaji atau membaca Alquran.

"Total ada 2.398 guru ngaji se-Kota Bogor yang terdata oleh setiap kelurahan bekerjasama dengan Kementerian Agama Kota Bogor, pemberian insentif dilakukan bertahap di masing-masing kelurahan," kata Kepala Bagian Kemasyarakatan Sekretariat Daerah kota Bogor, Sony Nasution di Bogor.

Ia menyebutkan, insentif bagi guru ngaji tersebut diserahkan secara khusus oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang dijadwalkan setiap pekannya di masing-masing kelurahan. "Insentif dibagikan per tiga bulan. Setiap guru menerima Rp 150 ribu selama 10 bulan," katanya.

Pembagian insentif bagi guru ngaji tertuang dalam Rencana kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bogor tahun 2017. Pemerintah daerah menganggarkan Rp 1,2 miliar untuk insentif 2.398 guru ngaji yang tersebar di enam kecamatan Kota Bogor. Guru ngaji yang mendapatkan insentif didata sesuai kriteria yakni warga Kota Bogor, bukan PNS dan tidak memiliki penghasilan tetap.

"Yang pasti guru ngaji tersebut memiliki anak didik," katanya.

Desember 2016 lalu Pemerintah Kota Bogor juga memberikan uang pembinaan atau insentif bagi guru ngaji dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para pengajar Alquran tersebut. Nominal yang dibagikan setiap guru ngaji mendapat Rp 900 ribu per orang. Dibagikan setiap tiga bulan sebesar Rp 300 ribu.

Tahun lalu, jumlah guru ngaji yang mendapat uang pembinaan tidak sebanyak tahun ini. Totalnya ada 484 guru ngaji dengan anggaran yang disalurkan sebesar Rp 750 juta.

Warna Yeti (38) sudah dua tahun mengajar ngaji di komplek perumahannya di Kecamatan Tanah Sareal. Ia berharap pendidikan Alquran dapat menjadi bahan ajaran resmi di bangku sekolah.

"Selama ini anak-anak belajar mengaji untuk mengisi waktu luang, belum menjadi keharusan. Kami berharap pendidikan Alquran jadi mata pelajaran resmi di sekolah-sekolah," katanya.

Angker, Pengunjung Makam Mbah Jepra di Bogor Kesurupan

Cerita angker yang selalu tersiar dari dalam Kebun Raya Bogor dipatahkan oleh Juru Kunci Makam Keramat.

Makam yang berada di dalam kawasan ikon Kota Bogor itu, memang digadang-gadang memiliki kisah tersendiri.

Abdurohman yang selama ini menjadi juru kunci di makam bersejarah itu tak menampik kisah tersebut.

Malah menurut lelaki berusia 57 tahun itu, ada sejumlah orang yang pernah kerasukan.

"Ada juga pengunjung yang kesambet di sini dan dengan ijin Tuhan saya sembuhkan," terangnya 

Meski demikian, Abdurohman menekankan bahwa keangkeran makam tersebut tak berlaku pada semua orang.

Menurutnya, hanya orang-orang tertentu saja yang merasakan hal tersebut.

‎"Angker hanya untuk orang sembrono, sembarangan, tidak hormat, baru terasa angker. Seperti anak remaja atau sekolah yang pernah kesurupan yang pernah terjadi di sini" ujar Abdurohman.