Senin, 20 Maret 2017

Ternak Tikus Putih, PNS ini Sukses Meraup Jutaan Rupiah

Mungkin sebagian orang menganggap tikus adalah hewan kotor, menjijikkan dan juga dianggap hama. Namun siapa sangka dibalik itu semua ternyata tikus-tikus ini dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Khususnya bagi peternak tikus putih atau mencit. Biasanya tikus ini kerap menjadi pakan reptil, burung pemangsa daging dan juga objek penelitian.

Memanfaatkan ruang tak terpakai di kediamannya, Pardiansyah kini memiliki ratusan tikus putih. Dari budidaya inilah ia bisa mendapatkan uang tambahan minimal Rp3 juta di luar pendapatan gaji bulanan sebagai staf di instansi pemerintah kota Palembang.

Bermula dari hobinya memelihara ular dan kesulitan mencari pakan maka ia pun mulai belajar membudidayakan tikus putih tiga tahun terakhir. Tak disangka, permintaan dari teman-teman pecinta reptil, merambat ke fakultas kedokteran Universitas Sriwijaya dan laboratorium kesehatan.

Pangsa pasar inilah yang dilirik, Pardiansyah sebagai peluang usaha. Cara pemeliharaan tikus putih tak susah, berkembang-biak pesat, serta butuh modal dan lahan tidak terlalu besar. Setiap hari tikus diberi makan dua kali sehari, lalu jangan lupa memberikan minuman secukupnya dan bisa juga menambahkan serbuk padi agar kesehatan tikus putih terjaga.

Untuk harga satu ekor tikus putih kecil dijual mulai Rp7 ribu hingga Rp10 ribu dan untuk tikus putih indukan dibanderol Ro50 ribu.

Untuk harga satu ekor tikus putih kecil dijual mulai Rp7 ribu hingga Rp10 ribu dan untuk tikus putih indukan dibanderol Ro50 ribu.

“Awalnya saya kan memelihara ular lalu kesulitan cari pakan jadi kita coba-coba ternak dan ternyata enggak susah makan dan memeliharanya dan bisa dijual lagi,” kata Pardiansyah.

“Awalnya saya kan memelihara ular lalu kesulitan cari pakan jadi kita coba-coba ternak dan ternyata enggak susah makan dan memeliharanya dan bisa dijual lagi,” kata Pardiansyah.

“Untuk pakan ular mas saya butuh empat tikus putih lalu saya beruntung beli sini karena tikusnya sehat sehat dan harganya terjangkau,” kata Firdaus.

Guna memperluas pangsa pasar, Pardiansyah sering memasarkan tikus putihnya dengan menggunakan media sosial.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar