Senin, 20 Maret 2017

Mobil Miniatur ini bisa Menghasilkan Jutaan Rupiah

Miniatur mobil-mobilan di toko mainan dengan karakter Indonesia kini mudah dijumpai. Sebagian besar orang barangkali beranggapan mobil itu merupakan barang impor dari luar negeri, seperti China atau Malaysia. Ternyata tidak.

Mobil itu merupakan hasil modifikasi dari pria asal Kota Lumpia bernama Gery Sulistiyo, dengan mengubah tampilan mobil impor mirip mobil dalam negeri. Miniatur mobil Tomica buatan Jepang, Hot Wheels (Malaysia) yang dimodifikasi antara lain sedan Patwal Polisi Lalu Lintas dan tank milik kesatuan TNI.

“Jika musim hujan, lebih banyak buat desain di komputer. Karena untuk menyemprot diecast (miniatur mobil) tidak maksimal hasilnya, kadang muncul bercak-bercak,” kata Gery.

Di ruang tengah rumah tersebut tampak mobil-mobilan yang sudah disemprot cat lapisan luar dan yang setengah jadi di atas meja. Jenisnya beragam, mulai dari VW Combi, Jeep, sedan, hingga truk dengan rata-rata ukuran terkecil 1:64.

Gery menjelaskan, mobil-mobil tersebut merupakan titipan dari pelanggan yang minta dipermak sesuai dengan keinginan. Karakternya beragam, mulai klub sepak bola Manchester United dan Barcelona hingga penambahan ban serep dan tali mobil Jeep. “Untuk biaya modifikasi berlainan, rata-rata mulai Rp100.000-Rp300.000. Bila satuan menggunakan cat semprot, bila borongan saya pakai cat mobil literan,” paparnya.

Harga orisinal satu jenis Hot Wheels saja, ori mulai Rp20.000-Rp100.000. Meski begitu, pehobi rela merogoh kocek dalam-dalam agar tampilan mobilnya mewah. Usaha modifikasi ini sudah digeluti sejak 2012

Berawal dari suka mengoleksi miniatur mobil, hingga akhirnya hobinya tersebut bisa menjadi ladang untuk mendulang pundi-pundi rupiah. Gery mengaku bosan dengan diecast dalam bentuk ori karena warnanya hanya sejenis dan sangat monoton. 

Belum tentu warna tersebut banyak disukai penggemar. Dari tadinya hanya memodifikasi mobil sendiri dan sering memenangkan lomba, permintaan pun mulai banyak berdatangan dari luar. Di antaranya dari Jakarta, Surabaya, Sidoarjo, Semarang, Bandung, Kalimantan, dan Sumatera Selatan.

“Dalam sebulan, rata-rata mendapatkan order modifikasi antara 30-50 mobil. Pelanggan sudah kami beri tahu kapan mobilnya saya pegang karena harus antre menyelesaikan satu-satu. Satu mobil bisa diselesaikan antara tiga empat hari,” ungkapnya.

Modifikasi alumni STM Cinde Semarang itu terbilang sangat mulus. Terbukti, saat ini bapak satu anak tersebut dipercaya oleh toko mainan Rajawali di Jalan Gajahmada untuk memodifikasi mobil patroli polisi dan armada perang TNI ukuran 1:18 (besar) di Indonesia sejak empat tahun terakhir.

Selain menambah dengan stiker, juga pewarnaan loreng hijau hitam. Karena mobil polisi dan armada perang impor biasanya menyesuaikan bentuk negara pengimpor. Gery juga mengedarkan mobil modifikasi pribadi berlabel Blinx Production.

“Dari pihak Hot Wheels tidak keberatan produknya dimodifikasi karena sekaligus bisa promo gratis. Dalam produk modifikasi saya, juga saya cantumkan nama pabrikan dan negara asal,” ungkapnya.

Salah satu pehobi miniatur mobil di Semarang, Jati, memberi kepercayaan kepada Blinx Production untuk memodifikasi Jeep miliknya. Pasalnya, rekannya tersebut sudah sangat berpengalaman mengutakatik mainan. “Hasilnya juga tidak mengecewakan, meski harus indent cukup lama,” ujarnya.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar