Sabtu, 25 Maret 2017

Lalu Lintas Kota Bogor yang Lancar Tanpa Angkutan Umum

Lalu lintas di Kota Bogor, lengang sepanjang hari ini.

Pengemudi angkutan umum (Angkot) memilih tak beroperasi usai bentrokan dengan driver ojek online.

Di kawasan dekat Terminal Laladon, tak ada satupun Angkot ngetem. Hanya kelihatan gerombolan pengemudi duduk-duduk di beberapa warung dekat Terminal Laladon.

Sepanjang jalan dari arah Laladon menuju Kawasan Merdeka, Kota Bogor, juga nyaris tak terlihat Angkot beroperasi.

Kawasan Pasar Gunungbatu yang kerap macet pun berubah lancar. Begitu juga di depan Stasiun Bogor, kendaraan mengalir lancar tanpa terganggu Angkot.

Walau Angkot tak beroperasi, warga di sepanjang lintasan Angkot trayek 02 kelihatan tak terganggu.

Tak ada tumpukan orang menunggu Angkot di pinggir jalan. Mereka terangkut oleh angkutan bantuan dari Yonif 315 dan lainnya.

Frida Dolfina (62), seorang nenek, memilih diantar anaknya ke rumah sakit BMC.

Dia baru mendapat cucu pertamanya, Aleza Felicia Christabel yang baru lahir.

"Kemarin Rabu saya mau datang jenguk lagi sebenarnya. Tapi bentrokan terjadi di depan komplek. Makanya saya pilih tak berangkat. Baru hari ini saya jenguk lagi. Tapi tadi saya minta diantar saja sama anak saya," kata Frida.

Sementara Hargiyanto (30), seorang pegawai swasta, mengaku tak terlalu terganggu dengan sepinya angkutan umum.

Sebab ojek online masih beroperasi. Pengemudinya memilih tak memakai atribut ojek onlinenya.

"Masih beroperasi saja kalau ojek online," kata Hargiyanto.

Dia mengaku diminta membayar beberapa meter sebelum titik akhir pengantaran di Lapas Paledang, Kota Bogor.

"Jadi bayar dulu sebelum sampai. Begitu sampai ya tinggal serahkan helm saja. Kan jadi kaya diantar teman saja itu mah," kata Hargiyanto sambil terkekeh.

Menurut Hargiyanto, sejak ojek online marak, dia tak pernah lagi naik Angkot. "Beda harganya tipis. Ya paling saya bayar ojek online Rp 9.000 sampai stasiun dari Laladon. Gak pakai ngetem," ujar Hargiyanto.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar