Selasa, 21 Maret 2017

Dapur Cokelat yang Menjadi Sukses Dengan Bisnis Cokelatnya

Kegemaran terhadap cokelat sejak kecil, ternyata mengantarkan Ermey Trisniarty menuju puncak kesuksesan. Berawal dari hobinya sedari kecil yang “doyan” makan cokelat, membuat Ermet tertarik untuk menjalankan bisnis cokelat. Bisnis pertama yang dijalankannya adalah bisnis kue dan permen cokelat dengan menerima pesanan di rumah.

Ermey memutuskan untuk membuka bisnis olahan cokelat pada tahun 2001. Dengan mengusung nama Dapur Cokelat, usahanya mencoba menawarkan sebuah konsep yang unik bagi para penggemar makanan manis ini. Ia membuat suasana di dalam outlet seperti halnya ruangan dapur, lengkap dengan furniture kitchen set serta perabot rumah tangga lainnya yang sering ditemui di rumah para konsumen. Inilah yang memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumennya sehingga mereka merasa betah dan tak segan untuk kembali lagi ke Dapur Cokelat.

Setelah resign dari sebuah hotel yang ada di Jakarta, Ermey menggandeng dua rekannya untuk membuka toko cokelat. Dengan modal patungan sebesar Rp75 juta untuk setiap orangnya, mereka menyewa sebuah tempat di Jalan K.H Ahmda Dahlan, Jakarta selatan dan membeli peralatan masak yang diperlukan untuk bisnis cokelatnya. Sesuai ide yang telah mereka sepakati, akhirnya dibangunlah sebuah toko cokelat dengan konsep dapur yang sangat homey. Tak heran jika bisnis ini dengan mudahnya menarik minat para konsumen karena konsep yang ditawarkan memberikan kesan nyaman kepada setiap pengunjungnya.

Berkat keunikan dekorasi toko yang ditampilkan serta kualitas rasa cokelat yang ditawarkan Ermey, kini Dapur Cokelat telah berkembang pesat. Mengutip buku Bisnis Rumahan Super Tajir terbitan PenebarPlus+, dengan sistem kemitraan, kini cabangnya sudah tersebar di sekitar Jakarta dan Surabaya, seperti di daerah Menteng, Kompleks GreenVille, Kelapa Gading, Tebet, dan satu outlet di Jalan Billinton Surabaya. Bisa dipastikan omset yang diterima Ermey pun kini bisa melebihi modal usaha yang pernah dikeluarkannya dulu.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar