Sabtu, 18 Maret 2017

Bogor Kembangkan Eco Village

Kota Bogor menjadi satu dari sepuluh daerah di Jawa Barat yang difokuskan untuk pengembangan Gerakan Pengembangan Desa Berbudaya Lingkungan (Eco Village). Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan DLH Kota Bogor menggelar sosialisasi  Eco Village untuk menyasar sedikitnya lima kelurahan di Bogor Timur.

Kelurahan-kelurahan tersebut merupakan kelurahan yang dilewati sepanjang sungai Ciliwung. Hal itu berdasarkan perhitungan indeks pencemaran kualitas sungai di Kota Bogor menunjukan kondisi yang tercemar akibat sampah dan air limbah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, jika melihat data 2016, ada peningkatan timbunan sampah 41 persen dari tahun 2015 menjadi 3.784 meter kubik per hari. Hal ini dikarenakan adanya pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang tentunya tidak bisa dihindari.

Maka yang terpenting dari mewujudkan Eco Village ini, menurutnya, yakni dengan merubah sikap perilaku warga termasuk wisatawan yang berkunjung agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Yang sulit itu kan mengubah sikap prilaku, kalau hanya merencanakan dan menganggarkan mudah,” kata Ade.

Ade menambahkan, sosialisasi Eco Village ini diharapkan dapat memperkuat sikap dan perilaku masyarakat. Sehingga ada kesadaran dari warga untuk melakukan pengolahan sampah yang dimulai dengan memilah sampah kering dan basah, tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan drainase, menjaga sumber, kualitas dan pola penggunaan air. Nantinya, sepamjang sungai diharapkan menjadi tempat yang nyaman, bisa dimanfaatkan untuk wisata dan pemberdayaan masyarakat.

“Program Eco Village ini kan memang di sepanjang aliran sungai untuk pemanfaataan air sungai yang disini, Pemkot Bogor bersinergi dengan program Provinsi Jabar agar sungai di Kota Bogor bisa lebih bersih dan lebih baik dari kondisi sekarang,” katanya.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar