Senin, 06 Februari 2017

Warga Bogor ini Membuat Kuliner Arab Dengan Citra Rasa yang Yummy

Sepiring nasi mandi ayam tersaji di atas piring putih. Potongan ayam besar menyeruak di antara butiran nasi berwarna kuning. Rempah-rempahnya menimbulkan harum kuat yang sangat khas.

Itulah nasi mandi ayam, salah satu menu andalan Burj Al Arab Cafetaria dan Restoran di Kompleks Sukasari, Bogor. Begitu kental dengan restoran bernuansa Arabian.

Mulai gorden, lampu gantung, pemilihan sofa, warna dan dekorasi ruangan tak lain untuk memanjakan tiap pengunjung, sekadar mengobati rasa rindu yang sebelumnya pernah mengunjungi Arab Saudi.

“Jadi, ketika mereka rindu cukup datang ke kafe kami. Terlebih disini pun kami menyediakan oleh-oleh khas Arab Saudi yang biasa dibawa sepulang umrah maupun haji,” terang Supervisor Burj Al Arab Cafetaria dan Restoran, Heri.

Menurutnya, dengan ornamen-ornamen pendukung ditambah dengan sofa yang super nyaman, pengunjung akan betah berlama-lama dan merasa seperti di rumah sendiri.

Ungu menjadi pilihan warna yang mendominasi tiap ruang.

“Ada ruang VIP juga bagi pengunjung di lantasi dua yang punya acara private, kapasitas mulai dari 25 hingga 35 orang,” kata Heri.

Dijelaskannya lagi, kehadiran Burj Al Arab Cafetaria dan Restoran di bilangan Sukasari nyatanya bisa menjadi alternatif wisata kuliner.

Tak sulit menemukan restoran yang satu ini, ikon hewan unta begitu mudah terlihat di bagian atap restoran.

“Selain warna ungu, kami memilih penggunaan kaca agar tiap ruang terlihat lebih besar. Ada aksen hitam putih juga diatasnya,” jelas Heri.

Adapun menu utama yang dihadirkan, adalah menu khas Timur Tengah, favoritnya adalah Nasi Mandi Ayam dan Kapsa Laham, kaya akan rempah-rempah dengan ukuran ayam yang tidak biasa.

Merujuk pada kebiasaan warga Arab Saudi yang menurutnya menyukai porsi ayam lebih besar ketimbang nasi.

“Chefnya orang Indonesia tapi tetap ada controlling chef asli Arab Saudi. Baru soft opening 7 Januari lalu, justru kebanyakan konsumen kami adalah orang keturunan Tionghoa, bukan hanya weekday tapi juga weekend,” katanya lagi.

Urusan menu, jelas Heri, selain Nasi Mandi dan Kapsa Laham, ada juga Arabian Mash Potato, terdiri dari campuran kentang dan daging, menjadi berbeda kali ini dimakan dengan roti atau biasa disebut Hubush.

“Arabian Mash Potato + Hubush itu masuknya dessert, ada juga mugalgal roti. Khas Timur Tengah. Selain itu untuk minuman yang menjadi khas, ada Tea Adani, campuran rempah-rempah dan susu dan Na Na Teh, terdiri dari campuran daun mint, keduanya biasa disajikan dalam keadaan hangat, ada khasiatnya juga untuk tubuh, bikin hangat,” tuturnya.

Buka dari pukul 11.00 hingga 10.00 malam, masih kata Heri, bagi yang doyan Sisha, disini Anda juga bisa menikmatinya dengan harga yang cukup terjangkau.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar