Senin, 06 Februari 2017

Ukir Mimbar Masjid, Bisa Mencapai Tarif Hingga Rp 27 Juta

Ribuan Masjid maupun Mushola berdiri di Ibukota Provinsi Sumatera Selatan ini. Hal ini menjadi peluang oleh seorang perajin ukiran khas Palembang untuk mendulang Rupiah dengan membuat mimbar yang dikreasikan dengan ukiran Palembang.

Selain Masjid dan Mushola tertua, pertumbuhan tempat ibadah umat muslim ini terus tumbuh hingga mencapai lebih dari seribu Masjid dan Mushola. Peluang inilah yang ditangkap seorang perajin ukir khas palembang, Ahmad Muslim.

Di kediamannya di jalan Letkol Adrianz Sukabangun Dua, Palembang sering didatangi pengurus Masjid yang ingin memesan mimbar, Setiawan salah satunya. Warga kecamatan Sukarami ini memesan sebuah mimbar untuk Masjid di komplek kediamannya. menurutnya pembuat mimbar Masjid di Palembang terbilang jarang, untuk itu depot ini dipilih, apalagi kreasinya rapi dan bisa ditawar.

Untuk membuat mimbar mesjid, ahmad menggunakan kayu Tembesu yang dibeli dari kabupaten Musi Banyuasin. Menurut Ahmad untuk pengerjaan sebuah mimbar mulai dari seminggu hingga sebulan tergantung jenis dan ukurannya.

Untuk membuat sebuah mimbar ia mempekerjakan dua orang tetangganya. Para pekerja ini memiliki tugas masing-masing seperti mengukir dan mengecat. “Saya memberanikan usaha ini sejak dua tahun lalu, setelah belasan tahun bekerja sebagai perajin ukiran di tempat lain,” ujarnya.

Minat yang melambung tinggi membuat kreasinya tak hanya dijual di Palembang namun sejumlah kabupaten dan kota di Sumsel. Untuk harga, Ahmad mematok mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp27 juta tergantung ukuran dan tingkat kerumitannya. Ia pun bisa meraih pendapatan jutaan rupiah per bulannya.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar