Selasa, 21 Februari 2017

Transportasi Online Disalahkan Atas Menurunnya Penghasilan PDJT Kota Bogor Dan Juga Angkot

"Rezeki sudah ada yang mengatur," Itu lah kalimat yang terucap dari seorang pengendara ojek online yang dinilai profesinya telah menurunkan penghasilan Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor dan angkot.

Pengendara ojek online yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan bahwa, dirinya dan rekannya sesama pengendara ojek online hanya mencari rezeki dengan cara yang halal.

Mereka pun enggan disalahkan atas menurunnya penghasilan PDJT Kota Bogor dan juga angkot.

"Semuanya sama-sama mencari uang, dan rezeki sudah ada yang mengatur, kalau memang penghasilan turun kenapa harus meyalahkan kami, toh saya dan rekan lainnya juga bagian dari masyarakat Kota Bogor, apakah Pak Wali Kota ingin warganya banyak yang tidak bekerja, dengan adanya ojek online kan bisa mengurangi angka pengangguran di Kota Bogor," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (15/2/2017).

Namun, dia pun tidak menampik bahwa sebagian masyarakat Kota Bogor lebih banyak memilih menggunakan ojek online sebagai sarana transportasinya.

"Iya karena kan waktu bisa lebih efisien, kalau masyarakat lebih memilih pakai ojek online ya bukan salah kami juga," jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, dirinya kerap mendapatkan laporan terkait menurunnya penghasilan PDJT Kota Bogor yang disebabkan maraknya ojek online di Kota Bogor.

"Saya mendapat keluhan dari PDJT penghasilannya drop karena ojek dan taksi online, begitu juga dengan angkot-angkot," ujar Suami Yane Andrian kepada awak media beberapa waktu lalu di Plaza Balaikota Bogor.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar