Rabu, 01 Februari 2017

Puskesmas di Bogor ini Jarang Dilirik Masyarakat, Memudar Wajah Menjadi Perpustakaan

Cat putih yang sudah banyak terkelupas hingga tulisan di dinding yang memudar, jadi wajah perpustakaan Kota Bogor.

Dua pintu kaca yang sudah tak bersih karena banyak bekas stikert yang menempel, menjadi pintu masuk menuju rak buku.

Tulisan 'Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Bogor' yang ada di depan bangunan pun sudah tak lagi hitam.

Berada di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Padjajaran Kota Bogor, tempat ini seakan menjadi asing bagi masyarakat.

Betapa tidak, menurut Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Perpustakaan Umum Kota Bogor, Nurchasanah, dalam satu hari paling banyak 30 orang yang datang ke tempat tersebut.

Meski demikian, Nurchasanah menganggap jumlah itu masih sangat kurang dibanding ribuan koleksi buku yang dimiliki perpustakaan Kota Bogor.

"masih banyak pengunjung perpustakaan, karena sayang kalau pepustakaan tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, malah saya berharap lebih banyak lagi yang datang," katanya.

Selan tampilan yang lapuk dan kusam, Nur juga tak menampik bila kurangnya fasilitas kedap suara membuat suara bising kendaraan dari arah luar kencang terdengar dari dalam.

"Kita pengen punya tempat yang kedap suara jadi tidak mengganggu yang baca, tadinya kita juga ingin punya tempat untuk audio visual, jadi yang datang bisa menonton film tentang Bogor, karena kita juga banyak koleksi film," ujarnya.

Wanita berkerudung itu menuturkan bahwa pengunjung yang datang dari berbagai kalangan.

Tak terkecuali anak jalanan dan penyandang disabilatas serta anak berkebutuhan khusus.

Pengunjung tersebut, datang hampir setiap hari.

"Ada beberapa yang sering datang, kalau dilihat dari cara berbicaranya dan berpakaiannya sepertinya itu keterbelakangan mental, tapi tetap dia baca dan tidak mengganggu," ujarnya.

Setidaknya buku di perpustakaan Kota Bogor masih ada yang membaca dan bukan hanya sekedar menjadi pajangan rak.

Nur tak hanya mengkhawatirkan minimnya pengunjung, tapi kemajuan teknologi dengan kemudahan akses internet menjadi ganjalan di pikiran.

Betapa tidak, dengan adanya hal tersebut tentu setiap orang akan lebih mudah mencari informasi tanpa harus membuka buku.

Meski demikian Nur dan pihak perpustakaan tanggap dan segera memutar otak demi menarik perhatian pengunjung.

Kini di perpustakaan juga disediakan akses internet gratis.

"Kita punya ruang anak yang bisa dipakai untuk belajar, membaca dan bermain yang bermanfaat, diruangan puzzle masyarakat bisa membawa anaknya untuk bermain sambil belajar dan mengenalkan perpustakaan sejak dini," ujarnya.

Sumber: http://goo.gl/Fv6gu8

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar