Senin, 27 Februari 2017

Bisnis Elektronik Bekas Bisa Menghasilkan Ratusan Juta Rupiah

Jika ada pertanyaan akan diapakan benda elektronik yang sudah rusak di rumah Anda, kebanyakan orang akan menjawab dengan membuangnya karena dianggap sebagai limbah. Hal itu tidak berlaku bagi seorang ahli revarasi elektronik di Kabupaten Lahat, Jay.

Keahliannya memperbaiki alat elektronik ditambah sedikit kreativitas, benda elektronik rusak menjadi kembali bernilai jual. Tak hanya mereparasi dikios barang bekas ini juga konsumen bisa membeli suku cadang.

Jika anda melihat kios revarasi elektronik tentu hal biasa, namun hal itu sangat berbeda dengan usaha revarasi elektronik milik Jay. Merasa banyak saingan yang membuka jasa perbaikan elektronik, Jay memberanikan diri untuk melakukan transaksi jual beli dan reparasi elektronik.

Barang bekas yang didapatnya dengan membeli dari pengepul barang bekas di perbaikinya sehingga dapat dioprasikan kembali. Lalu dia menjual kembali tentunya dengan harga yang sangat murah.

Jika ada barang yang sudah rusak berat dan tidak dapat lagi diperbaiki, Jay juga tidak langsung menjual kiloan. Jay membongkarnya sehingga didapatkan rangkaian yang masih bisa dijual sebagai suku cadang tentu saja lebih menguntungkan jika menjual kiloan.

“Baling-baling kipas angin dijual dengan harga Rp15 ribu hingga Rp30 ribu,” kata dia.

Ada puluh bahkan ratusan elektronik second di kios ini. Sebut saja setrika, televisi, blender, lampu dan banyak suku cadang elektronik yang tentu saja sulit ditemukan bahkan ditoko elektronik.

Lengkapnya kios barang bekas milik Jay menjadi kios favorit di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Selain lengkap, harga yang ditawarkan Jay juga tentunya sangat jauh lebih murah di bandingkan dengan harga barang baru dipasaran.

Secara tidak langsung usaha yang dilakukan Jay ini tidak hanya memperbaiki benda yang rusak. Jay juga mempertahankan barang yang masih bisa di perbaiki. Dia tidak langsung membuang sehingga limbah elektronik akan sedikit berkurang dengan usaha yang dilakukan Jay.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar