Rabu, 01 Februari 2017

Bahayanya, Diet Hanya Minum Jus Saja

Tubuh langsing menjadi impian setiap wanita. Mereka pun melakukan banyak cara, salah satunya dengan program diet. Namun, bahayakah diet hanya minum jus saja?

Sekarang ini sedang populer tren diet dengan mengandalkan jus buah dan sayuran. Berbagai alasan dapat menjadi dasar mengapa banyak orang menggunakan metode ini. Selain untuk menurunkan berat badan, mengonsumsi jus saja atau diet jus juga dimanfaatkan untuk mendetoksifikasi atau mengeluarkan racun dari tubuh. Tapi, apakah mengonsumsi jus saja baik untuk kesehatan?

Diet dengan hanya mengonsumsi jus buah dan sayur setiap hari mungkin dapat membantu Anda dalam menurunkan berat badan. Jumlah kalori yang sedikit dalam jus membuat tubuh Anda terpaksa membakar cadangan energi yang ada dalam tubuh untuk menunjang aktivitas Anda. Namun, diet dengan jus tampaknya tidak serta-merta membawa dampak yang baik bagi kesehatan. Anda tidak benar-benar diuntungkan ketika hanya mengonsumsi jus saja dalam waktu tertentu. Mengapa?

1. Mengandung protein rendah 
Anda disarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda. Namun, jika Anda hanya mengonsumsi satu jenis makanan dalam periode waktu tertentu, hal ini tentu membuat Anda kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi Anda.

Salah satu nutrisi yang sulit Anda penuhi saat melakukan metode ini adalah protein. Ya, buah dan sayur hanya memiliki kandungan protein sedikit. Jadi, kekurangan protein mungkin bisa Anda alami saat Anda hanya mengonsumsi jus buah dan sayur setiap hari. Hal ini tentu merugikan kesehatan Anda. Pasalnya, protein dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda dan regenerasi otot. Kekurangan protein membuat Anda lebih rentan terkena penyakit, serta massa otot Anda dapat berkurang.

2. Membuat Anda mudah lapar
Jika Anda berencana untuk diet, mengonsumsi hanya jus saja setiap hari justru membuat Anda tidak kenyang sehingga Anda tergoda untuk mengonsumsi makanan lain. Jus hanya mengandung serat dan protein dalam jumlah sedikit. Bahkan, kandungan serat dalam jus bisa hilang hingga 90%. Padahal, serat dan protein dapat membuat Anda kenyang lebih lama. Tidak hanya serat dan protein, kandungan nutrisi lainnya yang terdapat dalam buah dan sayur juga bisa hilang atau rusak.

Selain itu, tekstur jus yang cair juga membuat tubuh tidak sadar bahwa ada kalori yang masuk. Penelitian telah menemukan bahwa otak tidak merespon kalori cair dalam cara yang sama seperti yang dilakukannya saat kalori padat masuk ke dalam tubuh. Hal ini mungkin membuat Anda terus merasa lapar.

3. Mengandung kalori rendah
Saat Anda diet, jumlah kalori minimal yang harus masuk ke dalam tubuh Anda adalah 1.200 kalori. Jika kurang dari jumlah ini, maka Anda berisiko untuk mengalami penyakit tertentu, seperti batu empedu. Jus buah dan sayur tentu mengandung kalori yang sedikit, walaupun Anda mengonsumsinya berkali-kali dalam sehari. Jika hanya mengonsumsi jus buah dan sayur selama 10 hari, tubuh Anda mungkin dapat mengartikan hal ini sebagai kelaparan sehingga tubuh akan merespons dengan memperlambat metabolisme Anda. Hal ini tentu dapat mengganggu metabolisme normal Anda.

4. Menimbulkan efek samping
Pemenuhan nutrisi yang kurang dapat membuat Anda mengalami efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin Anda rasakan karena hanya mengonsumsi jus adalah cepat lelah, sakit kepala, bau mulut, sulit berpikir, murung, sakit perut, dan kelaparan. Anda mungkin juga mengalami masalah dengan pencernaan, seperti diare.

Hanya mengonsumsi jus juga tidak baik bagi Anda yang punya diabetes. Hal ini dapat mengganggu kadar gula darah Anda. Wanita yang sedang hamil atau menyusui juga tidak disarankan untuk melakukan diet dengan jus. Saat hamil dan menyusui, Anda membutuhkan banyak sekali nutrisi yang tidak mungkin terpenuhi hanya dari jus. Orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, penyakit jantung, penyakit hati, atau penyakit ginjal juga tidak disarankan untuk melakukan diet atau detoksifikasi jus.

Orang yang melakukan detoksifikasi dengan jus mungkin berpikir metode ini dapat membantu tubuhnya dalam mengeluarkan racun. Namun, tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa racun atau senyawa berbahaya dalam tubuh dapat benar-benar dikeluarkan saat Anda melakukan detoksifikasi dengan jus. Sebenarnya, tubuh Anda sendiri sudah mempunyai mekanisme khusus dalam membuang racun yang ada dalam tubuh. Jadi, Anda tidak benar-benar membutuhkan jus untuk detoksifikasi. Mengonsumsi buah dan sayuran utuh akan membawa dampak yang lebih baik untuk Anda daripada hanya mengonsumsi jus.

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar