Senin, 27 Februari 2017

Bisnis Elektronik Bekas Bisa Menghasilkan Ratusan Juta Rupiah

Jika ada pertanyaan akan diapakan benda elektronik yang sudah rusak di rumah Anda, kebanyakan orang akan menjawab dengan membuangnya karena dianggap sebagai limbah. Hal itu tidak berlaku bagi seorang ahli revarasi elektronik di Kabupaten Lahat, Jay.

Keahliannya memperbaiki alat elektronik ditambah sedikit kreativitas, benda elektronik rusak menjadi kembali bernilai jual. Tak hanya mereparasi dikios barang bekas ini juga konsumen bisa membeli suku cadang.

Jika anda melihat kios revarasi elektronik tentu hal biasa, namun hal itu sangat berbeda dengan usaha revarasi elektronik milik Jay. Merasa banyak saingan yang membuka jasa perbaikan elektronik, Jay memberanikan diri untuk melakukan transaksi jual beli dan reparasi elektronik.

Barang bekas yang didapatnya dengan membeli dari pengepul barang bekas di perbaikinya sehingga dapat dioprasikan kembali. Lalu dia menjual kembali tentunya dengan harga yang sangat murah.

Jika ada barang yang sudah rusak berat dan tidak dapat lagi diperbaiki, Jay juga tidak langsung menjual kiloan. Jay membongkarnya sehingga didapatkan rangkaian yang masih bisa dijual sebagai suku cadang tentu saja lebih menguntungkan jika menjual kiloan.

“Baling-baling kipas angin dijual dengan harga Rp15 ribu hingga Rp30 ribu,” kata dia.

Ada puluh bahkan ratusan elektronik second di kios ini. Sebut saja setrika, televisi, blender, lampu dan banyak suku cadang elektronik yang tentu saja sulit ditemukan bahkan ditoko elektronik.

Lengkapnya kios barang bekas milik Jay menjadi kios favorit di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Selain lengkap, harga yang ditawarkan Jay juga tentunya sangat jauh lebih murah di bandingkan dengan harga barang baru dipasaran.

Secara tidak langsung usaha yang dilakukan Jay ini tidak hanya memperbaiki benda yang rusak. Jay juga mempertahankan barang yang masih bisa di perbaiki. Dia tidak langsung membuang sehingga limbah elektronik akan sedikit berkurang dengan usaha yang dilakukan Jay.

Bisnis Menjodohkan Ikan Louhan Bisa Meraup Ratusan Juta

Berawal dari hobi, seorang pemuda 22 tahun asal Palembang, Hendra Saputra kini sedang menikmati manisnya bisnis budidaya ikan louhan. Kemampuannya menjodohkan pasangan ikan louhan membuatnya mampu membudidayakan ratusan ikan louhan di kediamannya jalan Sultan Agung Satu Ilir, Palembang.

Setiap hari di gerainya, Hendra selalu rajin memberikan perawatan kepada ratusan ikan louhan yang siap jual. Ya, ikan louhan yang sempat booming di tahun 2000-an, kini kembali bergairah setahun terakhir. Jenis ikan louhan hasil ternaknya seperti asedece orithailand kini menjadi penopang hidup keluarga mahasiswa di Palembang ini.

Kemauannya terus belajar membuatnya fasih dengan tingkah pola ikan hias ini. Salah satunya kemampuan menjodohkan pasangan ikan louhan.

“Identik tergantung indukan jika ingin menjodohkan jadi pada saat proses perjodohan tadi jika kita melihat indukan betina terlalu agresif untuk menjauh atau melakukan kontak fisik kepada pejantan sebaiknya tidak usah dilanjutkan. proses ini berlangsung selama seminggu,” ujarnya.

Tekniknya cukup lazim, bahwa seorang pejantan memerlukan banyak betina untuk perkembangbiakan. untuk itu butuh waktu selama satu minggu untuk memastikan perjodohan. awalnya ikan diberi sekat, jika terlihat tertarik tinggal disatukan dan setelah proses perkawinan, sang betina akan bertelur di mangkuk cobek yang disiapkan sehari setelahnya. kelahirannya bisa mencapai ratusan anakan.

Anak-anakan ini harus dipisahkan di akuarium lain dan harus rajin mengganti air, hal ini untuk menghindari serangan penyakit. Ikan yang layak jual berumur mulai sebulan hingga delapan bulan dengan harga Rp150 ribu hingga Rp10 juta. Hendra mampu meraih pendapatan jutaan rupiah per bulan.

Bisnis Burung Perkutut Bisa Mencapai Omset Rp.10juta

Seorang warga di Banjarnegara mampu meraup omzet hingga Rp10 juta dari berjualan anakan perkutut. Burung yang dipercaya pembawa hoki ini ternyata bisa di budidayakan meski di lahan pekarangan yang cukup terbatas.

Mendapat pundi-pundi uang dari pemanfaatan lahan pekarangan sempit, siapa yang tidak mau? Apalagi sambil menyalurkan hobi, inilah yang dilakukan Ahmad Nur warga Banjarnegara Jawa Tengah.

Sudah sejak 10 tahun silam, Ahmad yang memiliki hobi terhadap perkutut melakukan pembudidayaan. Awalnya hanya sepasang, namun berat ketelatenan kini sudah ratusan pasang di pelihara. Memanfaatkan sisa lahan pekarangan ukuran luas 20 meter persegi, Ahmad membuat kandang kandang dari kawat besi untuk penakaran.

Saat ini 100 anakan perkutut bisa di jual setiap bulan, rata-rata anakan perkutut di jual mulai harga Rp150 ribu hingga Rp2 jutaan, tergantung jenis dan kualitas suaranya.

Dari budidaya perkutut, Ahmad mampu membiayai kebutuhan sehari-hari juga menyekolahkan anak anaknya. Omzet perbulan bisa mencapai Rp10 juta. Penjualan perkutut tak hanya di area lokal namun juga mengirim ke sejumlah kota besar seperti Jakarta, Lampung dan Medan.

Perkutut yang awalnya hanya menjadi hobi kaum bangsawan keraton dan orang tua, kini mulai di gemari oleh kalangan muda. Selain suaranya yang merdu, konon di percaya sejumlah jenis perkutut mampu mendatangkan hoki bagi sang pemilik. Perawatan pun cukup mudah hanya pemberikan pakan dan rajin membersihkan kandang.

Awalnya Coba-coba Tetapi Batik ini Mampu Dipasarkan Hingga Mancanegara

Geliat wirausaha di Kota Semarang tidak hanya untuk orang-orang yang sudah mapan dan bermodal besar.

Anak-anak muda di Ibu Kota Jawa Tengah (Jateng) ini juga banyak yang memilih berwirausaha daripada bekerja sebagai karyawan. Salah satunya pasangan muda Muhamad Ginanjar Wijayanto-Rosi Mersita Diwayani. Kecintaan pasangan suamiistri (pasturi) ini atas kain batik mampu dikreasikan menjadi potensi ekonomi yang bernilai tinggi. Mereka berdua mengkreasikan batik yang terkenal dengan busana formal menjadi pakaian gaul yang rancangannya mengikuti selera masyarakat.

Ginanjar menceritakan, saat ini usia dia maupun istrinya masih 26 tahun. Sempat bekerja sebagai karyawan, tetapi akhirnya memilih keluar untuk mengembangkan usahanya. “Sebenarnya sudah sejak kuliah menjalani bisnis ini, tapi ya masih kecil-kecilan. Baru benarbenar fokus bisnis batik sejak 2013 lalu,” kata dia kemarin. Dia mengaku tertarik menjalani bisnis batik bukan tanpa alasan. Karena batik merupakan warisan leluhur yang bisa memperkenalkan nama Indonesia sehingga perlu dilestarikan oleh anak-anak muda.

“Dari situlah saya mulai berpikir dan ada peluang bisnis. Karena memang batik sekarang mulai menjadi fashion yang menarik,” ujarnya. Atas landasan itu, Ginanjar bersama istrinya memutuskan untuk memulai usaha batik yang sudah dirintis kecil-kecilan sejak masih kuliah. Dia mengaku, untuk membangun bisnis batik tidak mudah. Apalagi persaingan di pasaran begitu ketat, karena banyak pengusaha batik yang sudah mapan. “Awalnya sih cuma kulakan baju batik langsung jadi saja. Tapi setelah tahu proses pembuatannya, akhirnya kami mulai memberanikan diri untuk memproduksi baju sendiri,” katanya.

Alumnus Universitas Diponegoro (Undip) itu kemudian membuat brand“Ansimeta Batik” untuk memuluskan bisnis-nya. Usaha membangun bisnisnya tidak semudah membalikkan telapak tagan, dia harus jatuh bangun agar bisa eksis dan bisa melebarkan usahanya tersebut. “Untuk bersaing, kami membuat batik sesuai dengan selera atau keinginan pelanggan. Meski awalnya sulit, alhamdulillah sekarang sudah mulai ada perkembangan,” ujarnya.

Mulai dari kecil-kecilan, sekarang ia sudah memiliki sejumlah karyawan dan bisa memproduksi batik dalam jumlah besar. Batik produksinya tidak hanya dijual secara online, tetapi mulai dipajang di sejumlah gerai dan mal di Jakarta, Bandung, sampai Surabaya. Bahkan kini pemasarannya sampai Malaysia dan Brunei Darussalam. “Kami tetap mengutamakan kualitas. Ini merupakan strategi agar pelanggan tidak kabur, karena ketika kualitas bagus banyak yang mencari,” imbuh istri Ginanjar, Rosi.

Menurut dia, kualitas bagus dan harga yang cukup bersaing membuat produksi batik yang digeluti tetap bisa bertahan. Harga yang ditawarkan mulai Rp50.000 sampai Rp200.000. Ada juga yang lebih mahal tergantung dengan kualitas dan model yang diinginkan pelanggan. “Kalau pesanan banyak, sebulan bisa mendapatkan laba bersih sampai Rp10 juta,” tuturnya.

Dia mengaku akan terus menekuni bisnis untuk batik. Tidak hanya sebatas materi, tetapi ia ingin mengajak dan memperkenalkan batik sebagai warisan leluhur yang harus dilestarikan. Selain itu, ia selalu berusaha melakukan inovasi agar batik cap printingtetap bisa eksis dan banyak diminati kawula muda.

Pria ini Merubah Uang Lama Menjadi Seni yang Memiliki Nilai Tinggi

Seni tidak terbatas, di Surabaya Jawa Timur ada sebuah kerajinan unik, yakni seni lukis dari uang logam. Kreasi seni ini pun memiliki nilai jual tinggi dan menjadi pesanan untuk mahar pernikahan.

David Sutjahjono, seorang pria 63 tahun asal Surabaya ini yang memiliki kreasi unik seni lukis dari uang logam bergambar wajah. Sudah 4 tahun warga asal Wisma Permai Barat Surabaya ini menekuni seni lukis berupa mozaik dari uang logam dan kini dikomersialkan untuk membuat mahar pernikahan dari uang logam.

“Untuk satu lukisan biasanya membutuhkan 200 hingga 300 keping uang logam,” ujarnya.

Untuk membuat lukisan dari uang logam ini bisa dibilang susah-susah gampang, karena membutuhkan jiwa seni dan ketelatenan menyusun satu persatu uang logam, agar membentuk gambar atau foto yang diinginkan. Selain itu ketersediaan material uang logam juga kadang menjadi kendala apabila pemesan ingin digambar dengan pecahan uang kuno , atau pecahan Rp25 hingga Rp50 yang kini sudah tidak diedarkan lagi.

Namun, untungnya david sapaan akrab sang seniman ini memiliki jaringan kolektor uang kuno, serta kerap menyambangi bank Indonesia untuk menukarkan uang.

Dari latar belakang seni ini,awalnya David Suthajono merupakan seorang wira usaha pembuat kreasi mahar dari uang kertas, namun seiring waktu banyak pelanggan yang ingin memesan tampilan mahar yang lebih unik, dimana dalam mahar ada wajah calon pengantin.

Karena kreativitasnya lah akhirnya bapak 3 anak ini membuat kreasi dari uang logam. Selain bisa menggambar foto pasangan, David juga banyak membuat foto presiden Indonesia pertama bung karno dari uang logam.

Dalam sebulan , David mampu menjual 20 hingga 30 lukisan dari uang logam ini. Untuk harga jualnya tiap lukisan dijual dari harga Rp1 juta hingga Rp4 juta. untuk saat ini lukisan dari uang logam ini sudah mendapatkan banyak pesanan dari luar pulau seperti kalimantan dan madura.

Bisnis Olahan Buah Durian Menjadi Pundi-pundi Rupiah

Selain dimakan langsung, ternyata durian bisa diolah menjadi beberapa kuliner yang menggoyang lidah. Di tangan seorang ibu rumah tangga, Septria Amirwan, mengolah buah durian menjadi sambal lezat yang menjadi lahan bisnis keluarga.

Buah durian di kota Palembang kini dikreasikan dengan sejumlah varian, seperti dengan membuat olahan durian yang sudah difermentasi selama tiga hari dengan campuran garam. Di sebuah rumah di jalan Kemang Manis Bukit Besar, Palembang Septria Amirwan yang akrab dipanggil Ririn mengolah tempoyak menjadi sambal penyedap santapan, yang dinamai sambal tempoyak khas palembang.

Ririn menjelaskan untuk membuat sambal tempoyak diperlukan sejumlah bumbu dapur seperti jahe, lengkuas, kunyit, cabai merah, gula dan garam. Bahan dapur ini kemudian diulek hingga merata dan halus, kemudian dipanaskan dan dicampur dengan tempoyak.

Selanjutnya, Ririn membagi sambal tempoyak menjadi tiga varian yakni original, sambal tempoyak petai dan sambal tempoyak ikan teri. Kemudian agar tahan lama, ia mengemasnya kedalam sebuah botol berukuran 150 gram.

Dengan pemasaran ke sejumlah daerah tanah air tak heran ia meraup keuntungan jutaan rupiah. siapa sangka usaha yang dirintis setahun belakangan ini menjadi pendulang rupiah bagi keluarga, sehingga Ririn tak menyesal meninggalkan status karyawannya.

“Untuk yang original cuma Rp16 ribu lalu varian petai dan teri Rp18 ribu rupiah per botol . selain Palembang saya sudah jual ke Bogor, Depok, Bandung, Babel dan Jakarta. saya jual pakai online saja,” ujar Ririn.

Sementara itu, Nova Handayani, salah satu pelanggan ketagihan dengan rasa sambal tempoyak ini, sehingga hampir setiap hari mengambil pesanan botol sambal tempoyak. menurutnya sensasi makan sambal tempoyak begitu terasa, dengan harga terjangkau.

“Ini rasanya mantab ya ada manis pedas asam dan asin untuk menambah selera makan dimana saya sering beli apalagi yang varian teri,” ujar Nova.

Musim Hujan Di manfaatkan Pedagang Mantel Hingga Kebanjiran Uang

Musim hujan yang terjadi dengan intensitas lebat hingga ringan di kabupaten Bekasi, Jawa Barat ternyata membawa berkah tersendiri bagi para pedagang mantel atau jas hujan. Penjualan jas hujan laris manis diburu pembeli dan membuat omzet para pedagang naik hingga 100%.

Pedagang mantel di Jalan Raya Rawakalong dan Jalan Raya Tambun Utara, Riyan dan Olan, salah satu yang mendapat berkah dari hujan. Jas hujan yang dia jual banyak diburu warga, dalam sehari para pedagang mengaku pendapatannya selama musim hujan ini meningkat tajam lebih dari seratus persen.

“Harga mantel dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp25 ribu hingga Rp200 ribu, pendapatan meningkat selama musim hujan datang,” ujarnya.

Tingginya permintaan terhadap jas hujan para pedagang mengaku kesulitan untuk mendapatkan stok mantel bahkan beberapa merek ternama barang tersebut kosong dan sulit didapatkan. Selain itu sebagian para pedagang juga sengaja membuat harga promo untuk menarik pembeli lebih banyak,tentu dengan harga yang cukup terjangkau.

Sementara para pembeli mengaku sengaja membeli mantel lantaran hujan terus mengguyur wilayah kabupaten Bekasi. Pembeli juga mengaku harga yang ditawarkan cukup bervariasi sesuai isi kantong.

Bermodal 5juta, Pria ini Bisa Merubah Rotan Menjadi Alat Rumah Tangga

Di era modern saat ini, ternyata masih banyak warga yang menyukai perabotan rumah yang terbuat dari kayu rotan, seperti yang terjadi di kota Palembang, Sumatera Selatan.

Peluang ini ditangkap seorang pemuda untuk dijadikan lahan peluang usaha yang menjanjikan dan menjadi pendulang rupiah bagi keluarganya. dengan area pemasaran diwilayah sumatera, ia kini menjadi jutawan.

Di sebuah rumah sederhana di jalan perindustrian, Palembang, terdapat usaha rumahan kerajinan rotan yang masih bertahan di tengah gempuran produk impor. Seorang pemuda, 24 tahun Irman Gusman kini sedang merasakan manisnya bisnis rumahan ini.

Tidak seperti warga kebanyakan yang ingin bekerja diperusahaan atau pemerintahan, Irman mengambil jalan sebagai pelaku UMKM yang mampu membuka lapangan kerja bagi para tetangga. Dua pegawainya merupakan mantan pekerja di pabrik rotan yang sudah bangkrut.

Berbekal modal Rp5 juta Ia merintis usaha ini sejak tiga tahun lalu. Seluruh perabotan apapun ia sediakan dengan harga jual mulai Rp1 juta hingga Rp5 juta.

Iapun menerapkan sistem negosiasi dalam penjualan produknya sehingga harga jual bisa dibawah harga toko. Hasilnya ia menjadi penyuplai di wilayah sumatera.

Untuk membuat kerajinan rotan ini, bahan diambil dari kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, dan waktu pengerjaan selama satu minggu.

"Kreasi kita dari kerajinan rotan dengan buat furniture saya pilih bisnis ini karena barangnya banyak peminat yang ingin produknya awet dan unik," ujarnya.

Pengerjaan dilakukan secara manual sehingga produk terlihat unik dan limited edition. Pengerjaan mulai dari pemilihan bahan, pembakaran rotan, perangkaian, penyulaman dan penyelesasian.

Irman pun kini meraup pendapatan jutaan rupiah, jauh lebih besar dibandingkan jika ia bekerja pada orang lain.

Kisah Sukses Memelihara Bibit Ikan Lele

Rumah sederhana berukuran 200 x 17 meter persegi di Desa Gunungraja Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, kerap dikunjungi petani tambak ikan air tawar.

Sunarto atau akrab disapa Narto, si pemilik rumah, ternyata menjual benih ikan jenis lele berkualitas. Ia menekuni bisnis tersebut sejak 2010. Tepatnya sejak pindah dari Kediri, Jawa Timur

Setiap hari, rumahnya tak pernah sepi. Selalu ada saja yang datang untuk membeli bibit. Ada pula yang sekadar berkonsultasi cara membudidayakan ikan air tawar.

Mahyudin, Ketua Kelompok Tani Jakasuma di Desa Telaga, Kecamatan Pelaihari, adalah satu di antaranya.

"Sengaja saya datang ke rumah Pak Narto untuk belajar dan menyakinkan donatur yang akan memberi modal kami memelihara ikan. Kami punya embung di desa yang sayang jika tak dimaksimalkan memelihara ikan lele," ujarnya.

Ikan lele yang dibudidayakan Narto adalah jenis sangkuriang, jenis domba, serta jenis silang. Jika siap ditebar di kolam, cukup satu bulan lebih sudah siap dipanen.

Pemeliharaannya pun mudah. Ikan lele cukup memberi pakan dan mengikuti intruksi Narto, maka keuntungan yang diperoleh akan berlipat ganda.

Narto menjamin dan memberi garansi uang kembali, jika petani pemula yang memulai usaha tambak ikan lele tidak bisa panen dalam waktu 1,5 bulan atau 2,5 bulan.

Keberanian Narto menggaransi benih ikan miliknya bisa dipanen itu karena tak ingin mengecewakan. Apalagi benih ikan lele sudah mendapatkan sertifikasi dari Balai Benih Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Jika petani panen ikan lele, Narto juga turut menjamin pasar tetap membeli dengan harga tinggi. Sebab, pembelinya sudah tetap dan mengetahui kualitas ikan lele yang dipelihara binaannya.

Jaminan pasar itu yang menarik perhatian Mahyudi. Ia ingin membentuk Pokdakan di Desa Telaga, Kecamatan Pelaihari.

Puryanto, Ketua Pokdakan Sumber Rezeki di Desa Bumijaya mengaku merupakan binaan Narto. Ia mendapatkan bibit benih ikan lele di Gunungraja, karena jaminan garansi dan pasar ikan lele yang jelas.

Trans Studio Bandung Menawarkan Promo Hingga 50%

Liburan akhir pekan saat musim hujan, paling enak pergi ke taman rekreasi indoor Trans Studio Bandung. Apalagi ada promosi tiket murah selama Februari-Maret.

Kawasan Bandung Raya masih berada di dalam musim penghujan. Bandung jadi lebih sejuk, namun hujan bisa menjadi kendala menikmati liburan akhir pekan.

Kalau mau liburan akhir pekan tanpa khawatir hujan, destinasi indoor adalah jawabannya. Salah satunya adalah Trans Studio Bandung yang terletak di Jl Gatot Subroto, Bandung.

Tempat ini merupakan sebuah taman bermain di dalam ruangan dengan luas lebih dari 4 hektar yang memiliki 20 wahana di dalamnya. Bagi traveler yang kurang menikmati bermain wahana, bisa juga menyaksikan beragam pertunjukan berkelas internasional yang hadir setiap hari di antaranya pertunjukan sirkus 'The Book Of The World' atau pertunjukan sulap 'It's Magic'.

Apabila ingin berwisata hemat, banyak sekali penawaran promo yang ditawarkan oleh Trans Studio Bandung di bulan Februari ini. Dalam rilis Trans Studio Bandung ada promo Diskon 50% dengan menunjukkan KTP Bandung Raya pada saat pembelian tiket masuk di loket tiket TSB.

Yang mencakup area Bandung raya di sini adalah Kotamadya Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung barat, Kota Cimahi dan Kota Sumedang. Promo ini berlaku sampai 31 Maret 2017.

Untuk masyarakat di luar area Bandung Raya, bisa juga memanfaatkan promo lainnya. Ada diskon 25% pembelian tiket dengan Kartu Kredit Bank Mega. Selain mendapatkan diskon 25%, pengunjung juga bisa mendapatkan VIP akses gratis senilai Rp 250.000.

Keuntungan juga bisa didapatkan oleh pengunjung luar kota yang datang ke Bandung menggunakan kendaraan umum seperti pesawat, kereta atau shuttle service. Dengan menunjukkan boarding pass tujuan Bandung juga bisa mendapatkan diskon sebesar 20% untuk tiket masuk Trans Studio Bandung.

Line Dan Alfamart Berkolaborasi Melalui Promo JSM

Berupaya menjadi smart portal nomor 1 di Indonesia, LINE Indonesia kembali memberikan inovasi layanan kepada para penggunanya untuk dapat selamat di tanggal tua. Hal ini dilakukan dengan berkolaborasi bersama Alfamart melalui promo JSM (Jumat, Sabtu, Minggu) Spesial serta kerja sama bersama Mie Sedaap sebagai #PenyelamatTanggalTua.

“Untuk membantu di tanggal tua, kami memberikan promo LINE JSM Edisi Spesial di tanggal 24 Februari untuk para pengguna LINE. Promo belanja hemat minyak goreng seharga 19.900 ini hanya berlaku satu hari,” ujar Revie Sylviana, Business Development Director LINE Indonesia. Untuk mendapatkan kode promo, pengguna cukup mengirim pesan “JSMLINE” ke LINE Indonesia Official Account.

Selain itu, terinspirasi dari kisah nyata, LINE dan Alfamart serta Mie Sedaap turut menghadirkan #PenyelamatTanggalTua, promo penukaran dua bungkus Mie Sedaap seharga Rp 100 melalui Official Account Alfamart. “Program ini akan berlangsung dari tanggal 20 Februari sampai 19 Maret 2017. Untuk mendapatkan promo ini, konsumen cukup mengunduh aplikasi LINE, lalu meng-add Alfamart Official Account dan pengguna akan mendapatkan voucher yang dapat ditukarkan untuk tebus murah dua bungkus Mie Sedaap seharga 100 rupiah di Alfamart,” ujar Ryan Kaloh, Marketing Director Alfamart.

Hut ke-3 Padjadjaran Suites Resort Memberikan Promo Spesial

Memasuki usianya yang ke-3 tahun pada tanggal 22 Februari 2017, Padjadjaran Suites Resort-BNR Bogor yang berlokasi di Bogor Nirwana Residence yang sangat dekat dengan tempat wisata Jungle Waterpark dan Jungle Fest, mengeluarkan promo kamar dengan harga yang sangat terjangkau.

Hotel berbintang 4 yang dilengkapi fasilitas free Wi-Fi di seluruh area Hotel, 143 kamar, 19 ruang meeting, dan ballroom yang dapat menampung hingga 1200 orang. Selama 3 tahun ini, Padjadjaran Suites banyak digunakan untuk kegiatan bertajuk meeting maupun gathering. Fasilitas lain yang tersedia adalah mini kids corner, kolam renang, meja billiard, business centre serta sentra oleh-oleh Bogor.

Fasilitas baru yang disediakan oleh hotel adalah sebuah studio mini dengan kapasitas sampai dengan 80 orang, yang bisa digunakan untuk rekaman, video shooting, karaoke dan bisa pula untuk private party atau gathering.

Promo kamar yang dikeluarkan seharga Rp.333,333 nett/malam. Promo ini tidak termasuk sarapan pagi atau breakfast. Promo ini hanya berlaku dari tanggal 22 Februari sampai dengan 28 Februari 2017 dengan hotline reservasi di 0251-756 9000.

Sabtu, 25 Februari 2017

Syar'i Community Menjadi Wadahnya Perancang Busana Muslim

Sebanyak 30 perancang busana muslim berkumpul dalam Syar’i Community Indonesia. Komunitas ini dibuat sebagai wadah untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi mereka dalam berkarya.

“Insya Allah menjembantani agar lebih kreatif dan inovatif untuk memperkenalkan busana syar’i ke seluruh dunia,” kata ketua umum SCI Tiara Syafrudin dalam deklarasi komunitas SCI di Jakarta.

Komunitas ini tidak hanya fokus pada fashion syar’i, tetapi juga pada bidang ekonomi, dakwah dan sosial. Tiara mengatakan mewujudkan syar’i pada bidang ekonomi dilakukan lewat industri kreatif berbasis fashion muslimah. Hal ini diwujudkan dalam situs syariku.com dan toko fisik di kawasan Jakarta Selatan yang akan segera diresmikan.  Selain itu, komunitas ini juga mengadakan majelis syar’iku khusus muslimah yang digelar dua bulan sekali.

Sementara itu, di bidang sosial komunitas perancang muslimah ini membuat program untuk anak dan muslimah, termasuk Gerakan 1000 hijab syar’i untuk Indonesia serta membangun 99 umah Qur’an Asmaul Husna. Beberapa pendiri komunitas ini sudah tidak asing di mata publik, mereka adalah Cindy Fatikasari, Risty Tagor, Terry Putri hingga Okky Setiana Dewi.

Peluang Usaha yang Diberikan dari Tupperware Untuk Wanita yang Ada Dirumah

Tupperware, sebuah brand penyedia perlengkapan dapur, telah 26 tahun berkontribusi untuk perkembangan ekonomi masyarakat lewat bisnis UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Tidak hanya itu, Tupperware juga mengedepankan sistem pemberdayaan wanita (womenpreneur) lewat peluang usaha yang ditawarkan.

Tahun 2017, Tupperware mengadakan kampanye Sejuta Peluang sebagai ajakan berbisnis bagi wanita. “Kami ingin semakin mendorong para perempuan untuk berani bermimpi dan mewujudkannya lewat program ini,” ujar Nining W. Pernama, President Tupperware Indonesia & Vice President Sales Development Asia Pasific dalam peluncuran kampanye tersebut akhir Januari lalu di Jakarta.

Di waktu yang sama, Tupperware juga mengapresiasi independent sales force berprestasi selama periode Juli – Desember 2016 dalam acara Manager Prestigious Club. Penghargaan berupa 34 mobil berhasil diraih oleh para agen independen berprestasi yang berasal dari berbagai kota di Indonesia, seperti Gowa, Pekanbaru, Banjarmasin, Samarinda, Mojokerto, hingga Jayapura. 

Kisah Sukses Bisnis " Teh Kempot" Omset Hingga Puluhan Juta

Banyak peluang usaha yang menggiurkan dan mampu mendatangkan omset yang besar kalau kita mampu menangkap peluang pasar dengan baik dan juga bisa menekuni bisnis tersebut. Peluang bisnis minuman cepat saji merupakan salah satu yang menjadi pilihan untuk berbisnis karna disamping membutuhkan modal kecil juga cara pembuatannya tidak sulit dan keuntungan yang diperoleh juga cukup besar.

Peluang bisnis tersebut tentunya juga tidak disia-siakan oleh seorang wirausaha Muda bernama Champion Giovan Raihan. Pria yang masih belia dan memulai usahanya di usia 18 tahun asal kota Malang tersebut telah membuktikan bahwa usia muda bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk menjadi pengusaha muda sukses. Peluang bisnis minuman cepat saji yang dirintis Giovan mendapat respon yang positif dari masyarakat sekitar. Ia mengusung nama “Teh Kempot” untuk bisnis minuman teh cepat saji tersebut.

Nama kempot yang unik terispirasi ketika seorang meminum atau menyedot minuman dengan keras dan kuat maka pipinya akan mengerut kedalam dalam istilah bahasa jawanya dinamakan kempot. Pentingnya menciptakan Ide bisnis kreatif seperti yang dilakukan Giovan dengan menciptakan brand Unik merupakan salah satu yang menjadikan brandnya mudah diingat dan banyak mengundang penasaran bagi para pembelinya.

Peluang bisnis minuman cepat saji tersebut menjadi pilihannya karna mudah di jalankan mengingat Bahan dasarnya yang digunakan untuk membuat minuman tersebut mudah didapat seperti teh, susu, cincau, buah-buahan bahkan sinom atau jamu sampai minuman yang diracik sendiri.

Berawal dari keisengan dan daya kreatifnya yang tinggi Victor meracik teh yang dicampur dengan susu fermentasi, ternyata hasilnya diminati banyak orang. Lalu kenapa Victor tertarik dengan bisnis minuman cepat saji? Karena menurutnya, perkembangan bisnis tersebut sangat bagus dan memiliki prospek jangka panjang sehingga Peluang bisnis minuman cepat saji merupakan pilihan yang tepat.

Pada saat berpergian biasanya orang saat haus akan mencari minuman yang enak dan praktis serta mempunyai rasa yang berbeda dengan minuman lainnya. Selain dilihat dari segi kepraktisan, dilihat dari segi cara pembuatan tidak terlalu sulit dalam proses pembuatan aneka minuman cepat saji tersebut. Bahan-bahan yang digunakan mudah didapat, dan yang paling penting keuntungan yang diraih cukup besar yaitu sekitar 350% lebih besar dari bisnis lainnya yang sudah di jalankan Victor yaitu bisnis bakso mercon dengan keuntungan sekitar 100% saja.

Dalam memulai bisnisnya Victor mengeluarkan modal yang relatif kecil hanya sekitar 3 juta yang berasal dari pinjaman orang tua. Pertama Victor membuka 1 outlet, lalu berkembang dan setelah mempunyai beberapa outlet, Victor bisa mengantongi penghasilan paling sedikit Rp 2 juta per bulan dari 1 outlet miliknya kalau rame bisa lebih dari 2jutaan.

Victor sampai saat ini telah membuka 10 outlet yang diurusnya sendiri, dan 17 outlet lain yang merupakan hasil kerjasama dengan mitranya. Sudah bisa dikalkulasi kan berapa omset perbulannya dari total 27 outlet hasil bisnis minuman teh kempot tersebut bisa satu otlet saja perbulan sudah mendapatkan laba 1-2 jutaan bahkan bisa lebih. Teh dikemas dengan ukuran gelas teh yoghurt 250 ml dan dijual seharga 2,000 sampai dengan 2,500 Rupiah.

Bagi yang memiliki ketertarikan bisnis Teh Kempot kita bisa bekerja sama di bisnisnya, cukup membayar Rp 3,5 juta, sudah menerima 1 gerobak ditambah 100 cup gelas kemasan dan alat masak. Sementara ini, mitra kerjasamanya paling banyak di Malang, dua mitra yang lain di Palembang dan Jakarta.

Orang tua Victor mendukung penuh apa yang dilakukan putranya. Mereka percaya, dengan membuka usaha sendiri, dapat melatih Victor menjadi pribadi mandiri, tidak bergantung pada orang lain. Victor mengaku, dalam sehari jumlah daun teh kering yang dibutuhkan untuk produksi mencapai 20 kg, kurang lebih sekitar 70 gelas, dan menghabiskan 4 kg gula sehari per outlet.

Meski Victor memang lebih dulu mengelola bisnis bakso, ketimbang teh yoghurt namun dia menjalankan semua bisnisnya konsisten dan telaten. Outlet baksonya baru ada lima, Semuanya outlet ada di Malang. Tahun ini, ia berencana nambah lima outlet. Bisnis yang dikelolanya ini belakangan berkembang ke minuman. Alasannya sederhana, kalau orang makan bakso pasti juga butuh minuman.

Harapan Victor, di tahun depan bisa membuka outlet baru supaya keuntungan yang dihasilkan dari bisnisnya bertambah. Mengenai masalah dana untuk memperluas bisnis teh cepat sajinya, Victor enggan meminjam bank atau kredit, karena menurut dia dengan modal pribadi dan pinjaman orangtua sudah lebih dari cukup.

Sebuah kisah berbisnis minuman cepat saji yang sangat menginspirasi semoga menjadikan kita semangat buat memulai usaha apabila kita sudah memiliki sebuah ide usaha yang akan kita jalankan kita bisa membuat master plan bisnis yang baik dengan melakukan analisis mengenai Aspek pemasaran dalam studi kelayakan bisnis tersebut.

Peluang Usaha Dengan Jasa Mahar Hias

Peluang Bisnis Jasa Mahar Hias bagi Pecinta Seni. Banyak alasan yang menjadikan seseorang bisa mulai menjalani sebuah bisnis. Ide bisnis berasal dari banyak hal dan datang dari mana saja, salah satunya dari hobi yang kita miliki. Dalam memilih usaha kita juga perlu memperhatikan apakah usaha tersebut memiliki peluang yang tak pernah mati sehingga kelangsungan bisnis akan berlangsung lama.

Bagi para pecinta seni Peluang Bisnis Jasa Mahar Hias memberikan peluang yang sangat menjanjikan, kenapa? karna bisnis ini tak pernah mati. Memberikan mahar terindah serta unik bagi pasangan calon pengantin di hari pernikahan menjadi impian semua orang hal tersebut yang menjadi alasan tepat kenapa Peluang Bisnis Jasa Mahar Hias tak pernah mati.

Memberikan Mahar atau mas kawin merupakan salah satu syarat dalam acara pernikahan umat Islam. Mahar atau Mas kawin adalah harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan pada saat pernikahan.

Dulu saat menikah mahar yang diberikan biasanya hanya berupa seperangkat alat sholat dan uang tunai biasa tanpa dihias dan sangat sederhan. Namun saat ini seiring kemajuan jaman orang menjadi lebih kreatif, agar lebih memberikan kesan dan kenangan indah yang tak terlupakan, uang mahar dan seperangkat alat sholat dapat dibuat hiasan dibuat kreasi sedemikian indahnya sesuai dengan pesanan dari calon pengantin dengan tanpa mengurangi nilai yang terkandung dalam mahar tersebut.

Memberikan mahar pernikahan dalam balutan bingkisan terindah bisa jadi menjadikan moment istimewa tersebut lebih terkenang. Dari sini kita dapat melihat peluang bahwa bisnis dibidang penyedia jasa mahar pernikahan atau jasa hias mahar pernikahan tentu merupakan pilihan bisnis yang cukup menjanjikan. Momen pernikahan bisa dikenang saat melihat kreatifitas mahar dalam sebuah pigura yang dirangkai indah. Uang mahar hias atau seperangkat alat sholat  dapat dibentuk menjadi desain-desain yang unik, cantik serta begitu menarik perhatian.

Dalam melakukan hias mahar dapat di dilakukan dengan beberapa cara diantaranya dilipat, digulung, dihias sesuai desain mahar yang diinginkan sehingga tampilannya menjadi unik dan cantik. Bentuk desainnya bisa apa saja, bunga, masjid, burung, perahu, pesawat, pakaian adat, pemandangan, kaligrafi dll. Uang dapat difariasi perpaduan uang logam dan uang kertas.

Setelah uang mahar dibentuk dan dihias maka uang mahar hias ini dimasukkan ke dalam bingkai timbul dan nantinya akan tampak seperti lukisan dalam bentuk 3 dimensi atau 4 dimensi. Sedangkan seperangkat alat sholat ditata didalam keranjang atau dalam wadah yang sudah dihias sendiri. Selain bahan utama berupa uang dan seperangkat alat sholat, untuk mempercantik dapat ditambahkan juga bahan-bahan seperti rantai manik-manik, ranting, sorgum atau rumput kering, montedll.

Dibawah ini adalah salah satu  wanita cantik yang menekuni Peluang Bisnis Jasa Mahar Hias, Namanya Aulia dari Palembang. Dengan tangan kreatifnya mahar makin fariatif dan indah. Dimuali dari hobinya dia mulai merintis dari tahun 2013. Pengerjaan yang diperlukan dalam menyelesaikan proyek pembuatan mahar selama 1 – 3 hari, dimana sebelumnya dia membuat konsep sesuai permintaan pelangan dengan membuat pola terlebih dulu baru dibuatkan hasilnya.

Dengan kesabaran, ketelitian yang tinggi dan daya kreatifitasnya hasil karya dari tangan mungilnya mampu mendatangkan puluhan pelanggan dalam setiap minggunnya dengan patokan harga jasa pembuatannya 500 ribu s/d 1 juta. Sedangkan omset dari hasil pembuatan maharnya dia mampu mengantongi belasan juta rupiah setiap bulannya sehingga mampu menopang perekonomian keluarganya.

Semoga tulisan ini menjadikan inspirasi bagi kalian dalam memulai sebuah bisnis, apalagi bagi kalian yang memiliki hobi dibidang seni dan punya daya kreatifitas yang tinggi Peluang Bisnis Jasa Mahar Hias merupakan pilihan yang sangat tepat.

Menhub : Membuka Peluang Bisnis Kelas Menengah Taksi Online

Revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek kini sudah memasuki babak baru. Sebab, Kementerian Perhubungan telah mengizinkan mobil low cost green car, atau LCGC jadi taksi online. 

Keputusan untuk merevisi kubikasi mesin dari 1.300 cc menjadi 1.000 cc pun akhirnya terjawab. Untuk tahap awal, uji publik dilakukan tertanda pada 17 Februari 2017 lalu. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, alasan diperbolehkannya mobil dengan kubikasi mesin 1000 cc untuk dijadikan taksi online, karena pemerintah melihat ada pasar yang cukup besar di segmen mobil menengah.

"Jadi gini, angkutan kan levelnya ada yang tinggi mewah, dan rendah. Dalam pasar, ada pasar yang besar, yaitu menengah. Dipilihlah kendaraan seperti itu (LCGC) itu untuk memenuhi pasar menengah," kata Budi, saat menghadiri acara Focus Group Discussion di Hotel Borobudur.

Budi menerangkan, dibukanya mobil yang memiliki kapasitas kecil untuk dijadikan armada transportasi berbasis online juga dikarenakan pemerintah ingin memberikan kesempatan kepada para pemiliknya. Sehingga, diharapkan tarif angkutan akan menjadi lebih murah.

"Itu juga tentu akan memberikan kesempatan kepada pengguna mobil tersebut, harga mobil kan enggak mahal, sehingga berpengaruh terhadap cost dan mereka mendapatkan nafkah di situ," ujarnya.

Terkait keamanan, Budi menganggap mobil LCGC cukup aman. Sebab, Kementerian Perindustrian sudah melakukan pengujian pada mobil murah. Meski demikian, ia mengimbau para pengguna tertib dan konsisten menggunakan kesempatan tersebut.

"Amanlah, makanya saya minta mereka (supir) untuk konsisten, SIM (Surat Izin Mengemudi)nya harus umum, mesti KIR (Uji Kelayakan Kendaraan) dan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) harus ada," tuturnya.

Dengan keputusan tersebut, para pemilik mobil LCGC dengan mesin 1.000 cc dapat mendaftar sebagai taksi online. Tentu saja, beberapa pabrikan otomotif serasa mendapatkan angin segar. Sebut saja Toyota, Daihatsu, Datsun, atau Suzuki bisa meningkatkan penjualan mobil LCGC mereka dengan adanya revisi peraturan tersebut. 

Pensiunan PNS ini Sukses Mengembangkan Tanaman Buah Sawo Raksasa

Seorang pensiunan PNS di Ponorogo bernama Sutrisno (56) berhasil mengembangbiakan tanaman buah sawo raksasa atau Mamey sapote (Pouteria sapota) yang merupakan species tanaman pohon sawo dari Amerika Tengah.

Ditemui di kebun buah miliknya di Jalan Rumpuk no107 B, RT 001/RW 004, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo, Sutrisno menceritakan bagaimana awalnya ia tertarik menanam sawo raksasa itu.

"Saya dulu belinya dari penjual bibit tanaman buah di Demak, harganya sekitar Rp 3,5 juta, " kata ayah dua anak ini.

Setelah empat tahun ditanam di kebunnya, tanaman sawo yang masih langka itu sudah mulai berbuah. Pohon sawo yang memiliki tinggi sekitar sepuluh meter itu kini sudah berumur sekitar sepuluh tahun.

Sutrisno menuturkan, disebut sawo raksasa karena ukuran buahnya memang lebih besar bila dibandingkan ukuran sawo lokal.

Satu buah mamey sapote yang sudah matang memiliki panjang sekitar 20 cm dan berdiameter 30 cm serta berat sekitar 3 kg. Di bagian dalam buah, terdapat satu biji.

Namun sayang, dibutuhkan waktu yang sangat lama, mulai dari muncul bunga atau kembang hingga akhirnya matang di pohon dan bisa dimakan.

"Harus masak di pohon, baru enak dimakan. Kira-kira sepuluh bulan, mulai dari kembang sampai benar-benar jadi buah yang matang," katanya.

Sutrisno mengatakan, selain beda ukuran, rasa buah mamey sapote ini juga berbeda dengan sawo lokal. Rasa sawo mamey sapote lebih manis serta tidak berair.

“Daging sawo ini seperti ubi Cilembu, manis dan legit, tidak berair,” katanya.

Ia mengatakan, karena baru memiliki satu pohon, ia belum berani untuk menjual buah sawo mamey sapote itu. Apalagi, buah mamey sapote hanya bisa dipanen sepuluh bulan sekali.

"Biasanya saya kasih gratis kepada tamu yang datang. Tapi bijinya tidak boleh dibawa," katanya.

Namun, bila ada yang tertarik membeli buah sawo mamey sapote ia menjualnya dengan harga Rp 250 ribu per biji.

“Harganya mahal. Saya sayang sama bijinya. Soalnya biji di satu buah hanya ada satu. Kalau ada yang memang benar-benar kepingin baru saya jual, harganya Rp250.000 per buah,” jelas dia.

Karena belum bisa menghasilkan buah sawo dalam jumlah yang banyak, dia lebih memilih untuk mengembangkan bisnis bibit buah sawo mamey sapote.

Dalam sebulan dia bisa menghasilkan belasan bibit sawo dengan cara dicangkok dan stek. 
Harga yang ditawarkan untuk satu bibit sawo mamey sapote itu bervariasi mulai dari puluhan ribu rupiah hingga Rp2 juta per bibit.

"Kalau yang dari biji, umur empat bulan harganya Rp 250 ribu. Kalau yang cangkok umur dua bulan Rp 1 juta hingga 1,5 juta," katanya.

Sutrisno mengaku, sawo raksasa banyak diminati oleh para penghobi dan penggemar tanaman langka. Para pemvelinya rata-rata berasal dari luar kota.

"Saat ini kami baru membuat stek 13 bibit dan semuanya sudah dipesan orang dari Riau,” kata pria yang mengaku belajar berkebun dari majalah dan internet ini.

Selain menjual bibit sawo raksasa, dia juga menjual bibit sawo hasil persilangan antara bibit sawo jumbo dengan sawo manila atau sawo kecik. Untuk bibit sawo hasil persilangan ini dia jual Rp 50 ribu per bibit.

Selain menjual bibit sawo, Sutrisno juga menjual beragam jenis bibit buah-buahan langka. Di antaranya bibit Srikaya jumbo, alpukat jumbo, cempedak king, anggur merah batang, jambu deli, kurma, dan kelapa kopyor.

Sutrisno mengaku dari hasil menjual beraneka bibit sawo dan tanaman lainnya di kebunnya, dalam sebulan dia bisa mendapatkan omzet hingga Rp50 juta.

"Sebulan kira-kira omzetnya ya sekitar Rp 50 juta," kata Sutrisno.

Karena pendapatan yang menggiurkan ini, Sutrisno yang sebelumnya bekerja sebagai PNS di Pemkab Ponorogo akhirnya memutuskan pensiun dini.

"Mestinya saya pensiunnya Agustus 2018, tapi saya mengundurjan diri tahu 2014," katanya.

Saat ini dia sudah memiliki seorang pegawai dan lima anak asuh untuk mengelola kebun seluas 3.000 meter persegi di samping rumahnya.

Danu Sofwan Sudah Sukses Dengan Bisnis Raja Cendolnya yang Sudah Mempunyai 780 Outlet Diseluruh Indonesia

Modal terbesar manusia adalah berpikir dan bergerak. Percuma punya banyak modal materi, tetapi pikiran dan tindakan tidak ada. Ini adalah salah satu hal yang selalu diyakini dan hingga kini melekat pada Danu Sofwan, si Raja Cendol.

Pria yang akrab disapa Danu ini namanya memang sudah tidak asing lagi di seantero indonesia. Bahkan, pelosok-pelosok daerah sudah tahu perihal Randol (raja cendol) yang ia ciptakan. Danu berhasil menjadi salah satu pengusaha yang sukses di indonesia. Bahkan, kini sekitar 780 outlet Randol tersebar di seluruh Indonesia.

Kesuksesan yang ia peroleh saat ini bukan tanpa perjuangan. Sempat berada di titik terbawah saat sang papa bangkrut. Danu tidak bisa melanjutkan kuliah. Demi bertahan hidup, Ia beserta keluarga harus menjual semua barang-barang seperti kasur, guci atau yang lainnya untuk bisa makan. Suatu ketika semua barang habis dan ia beserta keluarga hanya bisa makan nasi sama garam atau kecap.

Melihat kondisi seperti itu, Danu yang merupakan anak laki laki satu-satunya dari empat bersaudara merasa sedih. Sang mama yang selalu tersenyum tanpa beban saat menyuapi nasi dan kecap anak-anaknya memotivasi Danu untuk berubah dan sukses. Tujuannya pun sederhana, yaitu agar tidak bingung besok makan apa dan kalau sakit mau ke mana.

Sadar tidak banyak pengalaman dan hanya punya ijazah SMA. Danu berkeinginan membangun sebuah usaha. Saat itu yang ada dipikirannya adalah mengangkat kuliner indonesia yang terpinggirkan dan tertuju pada cendol.

Meskipun modal sama sekali tidak punya, Danu tak lantas menyerah. Segala macam pekerjaan pun dilakoninya. Mulai dari menjadi pengamen, kuli pasir, atau menjadi sopir demi mengumpulkan uang. Dana pertama yang ia kumpulkan adalah Rp 500.000,00 yang kemudian digunakan untuk membeli gerobak. 

Begitu seterusnya dengan cara menyicil. Hingga berhasil mendirikan satu outlet Randol. Demi memperoleh rasa yang enak, ia pun meracik sendiri Randolnya.

Setelah menemukan racikan yang pas Danu segera mempromosikan usahanya dengan membuat launching produk hingga distribusi barang. Banyak tantangan yang harus dihadapi Danu demi mencapai impiannya berhasil di bisnis cendol ini. Danu harus tidur di terminal dan ketemu dengan preman meminta barang atau uang hasil jualannya.

Kini usaha Randol Danu pun terus meluas, omzet miliaran pun ia dapat. Salah satu keunikan dari Randol adalah nama menu yang dibuat. Menurut Danu, itu adalah salah satu kekuatan dari Randol. Strategi marketing terkuat adalah dari mulut ke mulut.

Tiga tips dari Danu dalam menjalankan bisnisnya, yaitu konsisten, jangan pernah berhenti belajar, serta selalu jaga silaturahmi. Karena dengan tiga hal ini dirinya bisa menjadi seperti saat ini.

Selain mengurusi bisnisnya, dia pun punya kesibukan lainnya, yakni menjadi pembicara di berbagai kampus, UMKM, dan seminar-seminar bisnis lainnya. Danu berharap usahanya ini bisa berkembang ke negeri tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Kisah Ibu Nuraeni yang Ditinggal Mati Suaminya, Kini Sukses Usaha Abon Ikan

Berawal dari kepepet setelah ditinggal mati suami tercinta, Nuraeni (49) berhasil keluar dari tekanan ekonomi demi membesarkan tiga anaknya yang masih kecil-kecil dari usaha pengolahan ikan.

Ibu tiga anak, warga sekaligus ketua RT 3, RW 3, Kelurahan Pattingaloang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar ini sempat jatuh bangun mengembangkan usaha pembuatan abon ikan dan beberapa jenis olahan ikan lainnya. Namun, kini bukan hanya mampu hidupi diri dan anak-anaknya, tapi juga orang lain seperti keluarga nelayan yang ada di sekitar kediamannya yang selama ini hidup pas-pasan dan tercekik tengkulak.

"Karena kepepetlah, ada power, muncul kekuatan untuk bangkit. Siapa yang mau hidupi saya dan anak-anak kalau bukan saya sendiri. Di sisi lain, nasib istri-istri nelayan di sekitar saya tidak jauh beda. Sudah dililit utang, anak-anak ada yang putus sekolah, jadi korban kekerasan suami pula. Dari situ saya berpikir untuk mengajak mereka bangkit bersama-sama," tutur Nuraeni yang ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu.

Dulu, kata alumni Fakultas Sospol Universitas Hasanuddin (Unhas) yang akrab disapa Ibu Eni ini, dia hidup enak karena ada suami beri uang tiap bulan yang kala itu bekerja di salah satu perusahaan BUMN. Berada di dalam pusaran zona nyaman membuatnya sama sekali tidak pernah berpikir untuk menggali potensi diri. Tapi setelah ditinggal mati suami, semua kondisi berbalik. Mau tidak mau harus berpikir bagaimana cara melanjutkan hidup.

"Anak bungsu kala itu masih usia satu tahun. Yang sulung enam tahun. Suami meninggal dunia, bingung mau bagaimana. Meskipun kita sarjana tapi kalau baru mau cari kerja, usia sudah terlanjur lewat. Mau memulai, ada anak masih kecil-kecil," Ibu Eni berkisah.

Menurutnya, semua yang dialami di tahun-tahun sulit di 2007 lalu adalah sebuah pembelajaran yang luar biasa. Sebab tekanan kondisi, membuatnya harus berpikir cepat, berpikir kreatif. Dan mulailah saat itu muncul ide untuk mengembangkan usaha olahan ikan karena kebetulan kediamannya dekat dengan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Paotere.

Ibu Eni kemudian menggalang istri-istri nelayan yang hidupnya juga jauh lebih nestapa. Awalnya mereka hanya berlima masing-masing urunan uang Rp 500 ribu, terkumpul Rp 1,5 juta dijadikan modal awal. Produk pertama yang diproduksi adalah abon ikan tuna. Kelompok ibu-ibu ini diberi nama Usaha Kelompok Fatima Az Zahra.

Sengaja memilih usaha olahan ikan karena bahan bakunya mudah diperoleh dari lokasi tempat tinggal. Juga sengaja memilih produk abon ikan tuna karena bisa tahan lama untuk menghindari risiko kerugian yang besar. Abon ikan tuna bisa tahan hingga 6 bulan asalkan tingkat kekeringannya bagus dan tidak terpapar matahari langsung.

Kini, produksi abon mencapai satu ton. Silakan klik selanjutnya.

"Saat kami masih lima orang itu produksi masih 35 kilogram per bulannya. Seiring berkembangnya usaha, jumlah istri-istri nelayan yang bergabung dengan kami sudah puluhan orang, produksi pun terus bertambah karena pemasaran juga sudah mulai lancar. Produksi bisa sampai satu ton jika tiba musim libur, musim haji dan musim banyak tamu instansi-instansi. Olahannya pun kini bukan hanya abon ikan tuna tapi juga ada ota-ota ikan tengiri, nugget ikan, bakso ikan tuna, bakso sayur dan bandeng cabut tulang," tutur Ibu Eni seraya menambahkan, usahanya berkembang, tidak luput dari bantuan pihak pemerintah setempat, BUMN, organisasi wanita dan pihak swasta yang menyalurkan CSR nya, membantu dana, kredit dan peralatan.

Disebutkan, jumlah anggota kelompok usaha Fatima Az Zahra kini sudah ada 30 orang. Belum termasuk yang mengurus administrasi misalnya yang melakukan penagihan, mengurus promosi produk di media sosial dan istri-istri nelayan yang bekerja paruh waktu jika pesanan menumpuk.

Kelompok ini, kata Ibu Eni, bukan hanya mengurus bagaimana pekerjaan bertahan agar dapur tetap mengepul dan bisa hidup layak, tetapi juga mengurus hal-hal bersifat sosial. Misalnya mengurusi anggota bahkan ibu-ibu lainnya yang menjadi korban KDRT, anak-anak yang putus sekolah, makanan bergizi untuk para Lansia yang ada di sekitar, mengurus warga yang hendak cerai dan lain lain.

Menurut Ibu Eni, KDRT kerap terjadi di tengah kehidupan istri-istri nelayan karena belitan utang. Jika di musim-musim tertentu, suami tidak melaut karena cuaca, tinggal di rumah rawan terjadi pertengkaran yang berujung pada tindak kekerasan suami. Itulah sebabnya, istri harus mandiri secara ekonomi agar bisa membantu kehidupan keluarga.

"Hikmah yang saya petik dari apa yang telah saya lalui adalah itu semua pembelajaran yang luar biasa. Kita tidak tahu kapan Tuhan menguji, kapan kita terpuruk. Dan jangan larang perempuan itu mencari nafkah karena pekerjaan bisa diciptakan di dalam rumah sehingga tetap bisa mengurus urus suami dan anak-anak. Itu pengalaman saya," tutup Nuraeni.

Kisah Sukses Berbisnis Dengan Menekuni Profesi Makeup Artist

Ketekunan bisa mematahkan ketidakmungkinan. Itulah tekad dari cewek cantik berhijab asal Malang, Jawa Timur.

Namanya, Khadijah Azzahra. Ia menekuni profesi makeup artist (MUA).

Omzet cewek berusia 20 tahun ini sudah mencapai ratusan juta rupiah dalam satu bulan.

Mengolah hobi adalah trik yang dilakukan Zahra, panggilan akrabnya. Sejak umur belasan tahun, Zahra sudah aktif di dunia fashion muslim dengan mengikuti berbagai ajang modeling. Nah, dari situlah dia mengenal fashion, desain, dan makeup.

Zetizen (Jawa Pos Group) melaporkan, Untuk menghemat budget makeup, Zahra belajar makeup sendiri. Perlahan, dia juga membangun butik bernama Kokha (Koleksi Khadijah) pada 2012. Ibunyalah yang paling berperan penting dalam perjalanan Zahra menuju kesuksesan.

Tokopedia Menyediakan Hotel yang Paling Murah, Semurah Kereta Api

Tak hanya menyediakan layanan online untuk pembelian tiket kereta api, isi pulsa, voucher listrik, dan pembayaran rutin online lainnya, kini Tokopedia berusaha menyediakan hotel harga murah. Hal itu dilakukan Tokopedia dengan menggandeng Zen Rooms.

Zen Rooms adalah jaringan hotel yang mengedepankan harga terjangkau, Zen Rooms sudah mengakomodasi pemesanan hotel harga terjangkau di Asia Tenggara. “Di Zen Rooms kami percaya harga hotel seharusnya tidak lebih mahal dari harga tiket. Kami ingin semua orang bisa merasakan kenyamanan menginap dengan budget seefisien mungkin. Masalahnya selama ini, harga untuk menginap dengan nyaman tidak semurah harga transportasi,” ucap salah satu pendiri Zen Rooms Indonesia, Nikita Semenov.

Nikita menambahkan, Anda akan mendapat diskon 30% untuk kamar di Zen Rooms setiap membeli tiket kereta api di Tokopedia. “Kerja sama ini bertujuan untuk menghadirkan efisiensi dan inovasi di sektor pariwisata domestik,” tambah Nikita.

Melalui Kementerian Pariwisata, Pemerintah Indonesia menargetkan perjalanan domestik mencapai 260 juta di tahun 2019. Vice President of Product, Digital Marketplace & Payment Tokopedia, Amit Lakhotia, menyatakan kerja sama Tokopedia dan Zen Rooms ini diharapkan bisa membantu mewujudkan target tersebut.

“Kerja sama Tokopedia dan Zen Rooms kami yakini bisa menghadirkan satu kesatuan penawatan terbaik untuk para pelancong sekaligus mendukung peningkatan perjalanan domestik yang ditargetkan pemerintah,” terang Amit.

Amit mengatakan saat ini, Tokopedia tidak hanya fokus mengembangkan marketplace, namun juga fitur kemudahan dalam kebutuhan sehari-hari, mulai dari pulsa, paket data, listrik, air hingga berdonasi pun bisa dilakukan.

“Sejak tahun lalu, kami juga mengembangkan fitur untuk memudahkan pengguna melakukan perjalanan antar kota dengan menjual tiket kereta api melalui yang saat ini menurut KAI masuk dalam jajaran lima besar agen dengan penjualan terbanyak,” tutupnya.

Dari Karyawan Hingga Kini Sukses Dalam Bisnis Online

Karyawan pada perusahaan media dan menerima gaji saban bulan, telah dinikmati Trisno –sapaan akrab Sutresno Wahyudi. Namun, berada di zona nyaman dengan mempunyai penghasilan tetap sebagai seorang karyawan, tidak membuatnya terlena untuk terus berkutat pada pekerjaan.

Sekira 2015 lalu, pria kelahiran Tarakan 26 Juni 1982 ini pun memutuskan meninggalkan profesinya sebagai seorang wartawan yang pada puncak kariernya sempat menjadi seorang redaktur pelaksana.

Ia pun memutuskan untuk menggeluti bisnis online jaringan Ustaz Yusuf Mansyur. Namun, bukan berarti tanpa pertimbangan dan proses panjang sehingga dirinya lebih memilih menjalani bisnis online. Berawal dari perjalanan ibadahnya ke Tanah Suci pada pertengahan 2015 lalu.

“Salah satu doa saya saat umrah, saya kepengin punya usaha yang mudah dijalankan tanpa banyak meninggalkan waktu bersama keluarga, tidak memerlukan banyak modal, risiko meruginya kecil atau bahkan tidak ada. Karena jujur saja, saat itu saya tidak punya banyak saldo di tabungan,” kenangnya saat berbincang.

Sepulang dari umrah, dirinya pun dihadapkan pada banyak pilihan untuk mulai menggeluti usaha, mulai agen penjualan tiket pesawat, biro perjalanan umrah dan haji, kafe, laundry, rumah makan hingga konveksi.

“Tapi semua pilihan usaha itu membutuhkan modal yang tidak sedikit. Tidak mungkin saya mengajukan pinjaman ke bank, karena saya sudah bertekad menjauhi riba,” ujarnya.

Singkat cerita, Trisno memutuskan akan menekuni bisnis online setelah bertemu Ustadz Yusuf Mansur di Masjid Istiqlal Jakarta. “Sebelumnya saya tidak percaya kalau PayTren itu punya UYM (Ustaz Yusuf Mansyur). Karena saya terbiasa selama lebih 10 tahun jadi wartawan bahwa segala sesuatu harus konfirmasi ke narasumbernya. Jadi itu yang saya lakukan,” paparnya.

Bak gayung bersambut, Trisno pun mendapatkan tawaran agar melanjutkan studi strata 1 yang terbengkalai. Dia pun memutuskan resign dari sebuah perusahaan media tempatnya bekerja.

“Alhamdulillah, Allah menjawab doa saya dengan adanya bisnis (online) ini. Apapun aktivitasnya, usaha ini bisa dijalankan. Karena bisa dijalankan secara online maupun offline. Sangat simpel,” terangnya.

Setelah resmi bergabung dengan jaringan usaha yang dirintis Ustaz Yusuf Mansyur, dia pun total mempelajarinya. Karena menurutnya, sebelum mengenalkan usaha yang ditekuninya kepada banyak orang, dia wajib tahu ilmunya.

Di awal menjalankan, banyak tantangan dihadapi. Mulai dari cibiran karena menilai usaha yang dijalaninya adalah produk gagal Ustaz Yusuf Mansyur, ada juga yang mengatakan multi level marketing (MLM) yang diharamkan, usaha yang menguntungkan upline, harga pulsa yang mahal, dan lain-lain.

“Yang banyak diperdebatkan itu menilai bisnis ini seperti MLM pada umumnya. Padahal berbeda. Ada yang juga bilang MLM itu haram. Padahal, justru senantiasa memperhatikan pedoman penjualan langsung berjenjang syariah yang diatur dalam fatwa MUI. Selain itu, sejumlah tokoh memikirkan agar bisnis ini berjalan sesuai relnya. Ada Ustaz Profesor Syafii Antonio, komisaris bisnis ini. Beliau adalah pakar keuangan dan perbankan syariah dunia,” urainya.

Mengapa Trisno begitu yakin menekuni usahanya hingga kini memiliki ribuan mitra yang tersebar tidak hanya di wilayah Indonesia saja, tapi juga sejumlah negara? “Kalau sebagai karyawan, saya harus kerja sebulan dulu untuk mendapatkan gaji. Alhamdulillah kalau di usaha ini dengan income yang sama, insya Allah bisa didapatkan dalam sehari. Nah, mau yang harus kerja sebulan dulu atau sehari, itu kan pilihan,” ujarnya.

Yang terpenting baginya usaha yang dijalani penuh ikhtiar agar Indonesia menjadi tuan di negerinya sendiri. Yang diperjuangkan di usaha ini, kata dia, adalah menyelamatkan uang recehan yang selama ini diincar pemodal besar karena dikalikan jumlah penduduk Indonesia potensinya triliunan rupiah.

“Ternyata di balik transaksi pulsa, listrik dan aneka pembayaran lainnya, itu potensinya ratusan triliunan rupiah. Padahal, beli pulsa, bayar listrik dan lain sebagainya, ibaratnya itu pengeluaran rutin manusia sampai kiamat. Artinya, jika kita tidak meninggalkan zona nyaman bertransaksi, maka selamanya potensi ratusan triliunan rupiah kita berikan ke pemodal besar,” bebernya.

Diakuinya ada beberapa orang yang merasa bahwa bisnis online yang digelutinya tidak menguntungkan karena menilai hanya usaha jualan pulsa dan tiket pesawat. Ada juga yang merasa tidak bisa menjalankan karena sibuk dengan pekerjaan. Padahal, kata dia, menjalankannya tidak perlu waktu dan tempat khusus.

Hasilnya pun sudah dinikmati Trisno. Jika saat menjadi karyawan dengan gaji bulanan hanya mendapatkan Rp 4 juta setiap bulan, di bisnis ini ia mampu meraup omzet dengan angka yang sama hanya dalam sehari.

Kisah Atina, Wanita Hijaber ini Sukses Dalam Membangun Bisnis Onlinenya

Jatuh-bangun, itulah yang dialami Atina selaku founder Vanilla Hijab. Siapa sangka, gadis ini awalnya adalah mahasiswa FTTM (perminyakan) ITB. Namun, pada semester 3 mimpinya harus kandas karena sakit yang berkepanjangan.

Dalam titik terbawahnya itu, ia memilih untuk tidak patah semangat. Dengan modal 0 rupiah, ia mulai membangun bisnis online. Dorongan semangat dan keteguhannya, online shopnya pun kini sukses. Tidak hanya hijab, usahanya kini menjalar ke pakaian, tas dan kue.

Walaupun sukses, rupanya Atina tidak tinggi hati. Melalu instagram ia menceritakan kisah hidupnya yang menginspirasi dimulai dari 0 hingga sekarang. Bahkan, ia memberi tips dan juga memberi mereka semangat. 

"Kalau saya bisa kamu pasti bisa. Ayo dongg, aku aja yang nggak kenal kamu percaya kamu bisa. Janji ya, bangun mimpimu nggak pake nunggu!!"tulisnya disalah satu posting instagram.