Senin, 09 Januari 2017

Kue Tradisional Yang Dibuat Pelajar Berinovasi Dengan Topping Berwarna-warni

KUE cubit dan kue balok muncul sebagai camilan tradisional asal Kota Bandung, berkat inovasi topping dari para penjualnya. Siap-siap, kue putu mungkin menyusul kepopuleran dua camilan tadi.

Seorang pelajar di Kota Bogor, Muhammad Fakhrijal berkreasi dengan kue yang dikenal dengan bunyi siulan panjang dari alat masaknya. Kue putu yang biasanya berwarna hijau, dikemas Fakhrijal memiliki beberapa pilihan warna sesuai dengan isian rasa di dalamnya.

Jika pada umumnya kue putu berisi gula merah sebagai isiannya, Putu Rindu--toko Fakhrijal menawarkan isian lain.

“Bedanya putu ini sama putu yang lain, setahuku kalau yang di Bandung isinya gula merah semua. Kalau yang di sini isinya sesuai sama warna luarnya. Kalau hijau dia rasa green tea. Yang original itu warna putih, isinya gula merah. Yang durian itu warna kuning, isinya bener-bener durian asli. Yang stroberi juga stroberi asli, warnanya merah muda. Yang juga ngebedain sama putu yang lain, di kita ada tambahan topping. Putu yang biasa kan topping-nya cuma kelapa. Nah di kita ada dua pilihan, bisa kelapa atau bisa pake keju," ujar Fakhrijal di tokonya, Ahmad Sobana No. 38, Bangbarung, Bogor.

Ia menambahkan, pemilihan kue putu dilatarbelakangi oleh cita-cita Fakhrijal untuk mengangkat kembali nama kue putu di Indonesia, khususnya di Kota Bogor.

Tanggapan atas inovasi yang dilakukan di Putu Rindu ini pun beraneka ragam. Ada yang mengatakan tekstur kue ini masih kurang lembut, ada yang lebih memilih topping kelapa karena itu merupakan salah satu hal yang telah melekat sebagai identitas kue putu. Ada pula yang memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dinilai menarik tersebut.

"Enak sih, lucu juga warna-warni gitu," ujar Febi, pelajar asal Bogor yang menjadi salah satu pengunjung Putu Rindu.

Semoga cita-cita mulia untuk mengangkat kembali tren kue-kue tradisional di Nusantara, menjadi salah satu hal yang dapat memberikan inspirasi bagi para pengusaha kuliner di Indonesia. (Siti Aminah)

Sumber: http://goo.gl/ePeF8U"

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar