Sabtu, 21 Januari 2017

Harumnya Durian ini Bisa Menjadikan Peluang Usaha Dengan Bisnis Martabak

Durian bak manusia yang punya dua sifat. Di satu sisi bisa menyenangkan, di sisi lain bisa amat menyebalkan.

Hal itu tak lepas dari menyengatnya bau durian yang menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang. Namun, bagi penggemarnya, durian bisa jadi lebih berharga dari emas.

Seperti itulah yang ada di benak perintis Istana Martabak, Ardianto (42) kala menjual varian martabak durian di gerainya. Ia sendiri berhasil memertahankan martabak durian sejak pertengahan tahun 2005 hingga sekarang.

Ardianto menyebut martabak durian tetap diminati oleh penggemarnya. Pasalnya, pembeli martabak durian memiliki segmennya tersendiri. Ia sendiri melihat tren martabak durian saat ini masih terbilang positif, karena permintaannya relatif stabil.

“Untuk loyang yang kecil, 20-30 martabak durian per hari. Kalau yang ukuran itu belasan. Martabak mini itu yang diminati itu karena murah dan bisa dimakan sendiri. Gak ada yang sisa. Kalau yang gede, gak abis itu basi. Makanya rata-rata beli yang kecil,” jelasnya.

Ia sendiri dalam setiap bulan bisa menghabiskan daging durian beku mencapai 100-150 kilogram. Bahkan, jika memasuki musim durian, ia bisa menyimpan hingga 200 kilogram durian setiap bulannya.

“Martabak durian itu di sini totalnya 20 persen dari seluruh penjualan martabak manis. Dibandingkan dengan martabak durian, penjualan yang martabak durian mini itu sekitar 70 persen dari total penjualan," ujarnya.

Adapun total varian dari menu martabak yang ditawarkan oleh Istana Durian berjumlah 25 varian. Ardianto menyebut di gerainya, martabak durian adalah primadona setelah varian martabak keju.

Secara pembuatan, Ardianto mengatakan martabak durian secara umum sama dengan martabak lain dan mudah. Bedanya, hanya daging durian yang dibekukan sebelum dioles ke martabak.

"Martabak durian itu sulitnya untuk menyimpannya. Gak tahan lama. Paling lama dua hari pakai freezer. Kalau sudah jadi martabak, 5-6 jam saja,” tambah Ardianto.

Meski demikian, laki-laki kelahiran Pulau Bangka, Kepulauan Bangka Belitung ini mengatakan peluang untuk mendapatkan buah durian di Indonesia sangat besar. Apalagi, saat ini telah tersedia daging durian dalam bentuk beku seperti durian Medan.

“Musim durian itu secara itu continue, gak putus. Selalu ada. Paling kalau bisa disimpan dalam bentuk beku. Beli sekali langsung duriannya,” ujarnya.

Hingga saat ini, laki-laki beranak dua itu menyebut peluang untuk membuka usaha martabak durian masih lebar. Secara bahan, pembuatan, dan pasar peminat martabak durian mudah didapatkan.

Peluang lain adalah durian jenis lain yang bisa didapatkan selain dari Medan. Repotnya untuk mengupas buah durian juga tak perlu dilakukan lewat memesan daging durian dalam bentuk beku.

"Kalau untuk durian prospek ke depannya masih bagus. Kalau suka durian, pasti suka martabak durian," ujar Ardianto.

Sumber: http://goo.gl/k3ol4f

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar