Sabtu, 28 Januari 2017

Berkah Imlek, Perajin Lampion di Solo Jawa Tengah Mendapatkan Peningkatan Omzet Tiga Kali Lipat

Berkah tahun baru imlek 2017 ini, ternyata dirasakan juga oleh para pelaku ekonomi khususnya perajin lampion imlek. Salah satu perajin lampion di kota Solo , Jawa Tengah, Hanif Marimba, mengaku mendapat berkah, dengan peningkatan omzet tiga kali lipat.

Bagi Hanif Marimba, tahun baru imlek merupakan momen khusus setahun sekali, yang tentu saja menggembirakan. Bagaimana tidak, menjelang tahu baru imlek, dia dan empat orang karyawannya dapat memenuhi pesanan tiga hingga lima kali lipat dibanding hari biasa.

Hanif mengaku, dalam sebulan terakhir ini, mereka sudah memenuhi lebih dari tiga ribu pesanan lampion. Ia pun memprediksi, pesanan akan mencapai puncaknya, yakni sekitar lima ribu lampion pada seminggu sebelum pergantian tahun baru imlek nanti.

Rata-rata pesanan lampion imlek di tempat Hanif, datang dari luar kota Surakarta. “Kebanyakan pemesan adalah instansi dan perusahaan, yang turut menyemarakkan pergantian tahun baru imlek,” ujarnya.

Hanif memiliki persiapan khusus menjelang imlek, yakni dengan mengumpulkan sebanyak mungkin bahan membuat lampion. Meski sederhana, bahan seperti kertas dan kayu, harus ia datangkan jauh-jauh hari.

Meskipun begitu, usaha Hanif bukan tanpa kendala. Selain kekurangan perajin, ia mengaku harus bersaing dengan produk impor dari Tiongkok, yang harganya jauh lebih murah dibanding produk lokal.

Di tempat ini harga satu lampion bervariasi dri Rp25 ribu hingga ratusan ribu Rupiah. Hanif berharap pemerintah dapat membantunya bersaing, baik dengan menggulirkan regulasi, maupun dengan memperketat produk impor masuk ke indonesia. Dirinya pesimis usaha bermodal kecil seperti miliknya mampu bersaing, tanpa bantuan pemerintah.

Sumber: http://goo.gl/rkAjuZ

Reactions:

0 comments:

Posting Komentar